
Setelah makan siang, kini diana didalam ruang kerja sedang gelisah karena tadi ia mendapatkan pesan dari om simpanannya jika minggu depan diana harus kembali ke negara J.....
Diana meminta bantuan mamahnya tetapi mamahnya enggan membantunya dengan alasan diana tidak bisa di andalkan lagi....
Sebenarnya disisi lain diana sangat menyayangi dion tetapi semuanya sudah terlambat saat dion mengetahui siapa dirinya sebenarnya....
Dan disini diana sangat penasaran dengan siapa ara sebenarnya, karena diana tidak percaya jika ara adalah adik dion....
Sampai saat ini om simpanannya mengiriminya pesan dan ada beberapa kalimat yang mengancamnya agar segera kembali ke negara J paling lambat minggu depan.....
'*mamah sudah tidak mau tau denganku karna aku gagal mendekati dion! '... ucapnya dalam hati*
'*lalu aku harus minta bantuan sama siapa? aku gak mau dikurung lagi didalam kamar hotel sama om tua itu*! '
Diana telah salah memilih om simpanannya yang baru, karena menurut mamahnya dia adalah orang yang sangat royal dari pria yang biasannya....
Ternyata semua itu salah dan malah mengurung diana didalam kamar hotel, tetapi mamah diana hanya menyuruhnya untuk menemui dion dan mendekati dion kembali agar diana bisa terbebas dari pria tersebut.....
Tetapi nyatanya dion sudah tidak peduli lagi dengannya, meskipun waktu itu diana berkata bohong pada dion....
**
Pukul 4 sore ruangan meeting terbuka dan tuan tian keluar bersama dengan dion....
Saat hendak melangkah, tuan tian melihat ara yang sedang keluar dari dalam lift bersama temannya dan kemudian tuan tian memanggilnya....
"ara? "... panggil tuan tian sambil menghampiri ara
Sedangkan dion menaikkan sebelah alisnya saat melihat tuan tian yang begitu akrab dengan ara dan dion mengeratkan giginya saat melihat mereka berdua ngobrol seperti sudah lama akrab....
Rey yang melihat itu juga sangat terkejut dan Rey langsung mengikuti dion yang sudah pergi lebih dulu menuju ke ruangannya......
Sesampainya didalam ruangan, dion mengepalkan tangannya dan menatap tajam ke arah Rey yang baru saja masuk kedalam ruangannya....
" sejak kapan mereka akrab begitu Rey? "... tanya dion dengan tatapan tajam
" saya tidak tau tuan muda"... jawab Rey
Dion mengendorkan dasinya lalu duduk dikursi kebesarannya dan membuka laptopnya untuk melihat hasil dari pekerjaannya tadi pagi.....
Sedangkan Rey memilih untuk pamit kembali ke ruangannya, karena saat ini sikap dion sedang tidak baik baik saja.....
Dilobi perusahaan ara bersama dina masih ngobrol dengan tuan tian yang kelihatannya tak ingin jauh dari ara....
"aku dulu ya ra? kamu hati hati bawa motornya? "... ucap tuan tian
" iya kak tian! kak tian juga hati hati bawa mobilnya"
"iya ra"
Kemudian tuan tian masuk kedalam mobil dan segera mengemudikan mobilnya untuk pergi dari lobi perusahaan dion....
"ra, apa dia tidak tau jika kamu istrinya tuan dion? "... tanya dina
" dia sama seperti yang lainnya din! taunya aku adiknya kak dion"
"kamu harus kasih tau deh ra kalo kamu itu istrinya tuan dion"
"kenapa memangnya? "
"kayaknya tuan tian ada perasaan deh ra sama kamu"
"hahaha! itu gak mungkin dina"
"siapa sih yang gak suka sama kamu yang cantiknya natural gini ra! apalagi sikap kamu yang ramah ke semua orang"... ucap dina sambil memegang kedua bahu ara
" dina! dengerin aku... tuan tian itu hanya menganggapku adiknya saja dan aku juga menganggapnya sebagai kakak"
"tapi ra? "
"udah! ayo kita pulang aja"... ajak ara
Kemudian mereka berdua mengendarai motor masing masing dan mereka berpisah di persimpangan jalan karena arah kerumah mereka tidak sama.....
Saat berada dibelokan ara melihat di depan ada seorang wanita yang sudah berumur tetapi masih terlihat cantik sedang berdiri dipinggir jalan.....
Saat sampai didepan wanita tersebut, ara memberhentikan motornya dan bertanya kepada wanita tersebut....
"permisi tante? "... ucap ara dengan sopan
" iya nak?"... jawab wanita tersebut
"tante sedang menunggu taxi ya? "... tanya ara lagi
__ADS_1
" iya benar nak"
"maaf tante, tapi disini tidak ada taxi yang lewat "... ucap ara
" oh ya? pantas saja aku daritadi tidak melihat taxi yang lewat disini"... ucapnya
"memangnya tante mau kemana? "... tanya ara
" aku mau mencari rumah anakku tapi aku tidak tau dimana alamatnya"
"lalu tante tadi bisa kesini naik apa? "
"sebenarnya aku tadi dari bandara naik taxi lalu di ujung jalan sana aku minta berhenti"
"kenapa memangnya tante? "
"karena supir taxinya genit nak"
"masak sih tante? "... ara mengeryitkan keningnya
" iya, kalau begitu aku akan berjalan kembali ke jalan sana untuk mencari taxi "... ucapnya hendak berjalan
" tunggu tante! "
"ada apa nak? "
"bagaimana kalo saya antar tante sampai di ujung jalan sana? "
"apa tidak merepotkanmu? "
"tidak sama sekali tante! mari naik"... ucap ara sambil menunjukkan jok motor belakang
Setelah memastikan wanita tersebut naik ke atas motornya, ara segera mengendarai motornya untuk kembali menuju ke ujung jalan.....
Tak berapa lama mereka sampai di ujung jalan dan wanita tersebut mengucapkan terimakasih pada ara, setelah itu ara pamit untuk pergi dari sana.....
"ternyata gadis itu yang dimaksud oleh diana! "... ucap seorang wanita tersebut
Dan tak berapa lama ada sebuah mobil yang menghampirinya lalu wanita tersebut masuk kedalam mobil itu.....
**
Pukul 5 sore dion sudah berada dirumah dan saat ini dion sedang berjalan menaiki anak tangga untuk menuju ke dalam kamarnya....
Dion masuk kedalam kamar dan mendapati ara yang sedang sibuk dengan laptopnya....
"baru pulang kak? "... ucap ara sambil tersenyum
Dion tidak membalas ucapan ara, malahan dion langsung masuk kedalam ruang ganti dan tak berapa lama masuk kedalam kamar mandi....
" ada apa dengannya? "... ucap ara lirih
Tak berapa lama ada pesan masuk kedalam ponselnya dan ara melihat ada pesan dari Rey....
" ngapain Rey kirim pesan? "... ucapnya sambil membuka pesan dari Rey
πRey
jangan mengganggu tuan muda karena saat ini moodnya sedang tidak baik nona muda!
*
Ara mengeryitkan keningnya saat membaca pesan dari Rey dan kemudian ara meletakkan ponselnya kembali ke atas meja....
" pantes aja disapa jutek! "... ucap ara lirih
25 menit kemudian dion keluar dari kamar mandi dengan memakai stelan pakaian casual dan sekarang dion sedang berdiri didepan cermin untuk merapikan rambutnya....
Saat berdiri di depan cermin, dion memperhatikan ara yang sedang fokus dengan layar laptopnya dan tidak mempedulikannya....
Selesai merapikan rambutnya, dion berjalan melewati ara dan dion keluar dari kamar untuk menuju ke ruang kerjanya....
brak
Ara kaget karena dion menutup pintu kamar dengan keras dan ara mengusap dadanya lembut....
"kenapa ya tuh orang? "
"apa aku ada salah dengannya? "
"mungkin aja karna pekerjaan"
Setelah itu ara melanjutkan lagi aktifitasnya hingga makan malam pun tiba, ara baru memenutup laptopnya....
Ara keluar kamar dan melirik ruang kerja dion yang tertutup rapat....
__ADS_1
Kemudian ara berjalan menuruni anak tangga untuk menuju ke meja makan dan saat sampai dimeja makan ara tidak menemukan dion disana....
"tuan muda belum kesini? "... tanya ara pada kepala pelayan
" tuan muda menyuruh nona muda untuk makan malam sendiri nona"... jawab kepala pelayan dengan sopan
"kenapa? tumben? "... ara mengeryitkan keningnya
" karena tuan muda masih ada pekerjaan nona"
"oh"
Ara merasa aneh dengan perubahan sikap dion yang saat ini, karena sepertinya dion menghindarinya....
Dengan segera ara menikmati makan malamnya hingga makanannya dipirinya habis tak tersisa....
Kemudian ara kembali menuju ke kamarnya dan sesampainya didalam kamar, ara mengirim pesan kepada Rey....
*πara
Rey...
apa tuan muda kamu marah padaku?
πRey
anda pasti bisa menjawabnya sendiri nona
πara
jika aku bisa menjawabnya sendiri, aku tak akan bertanya padamu!
πRey
lalu saya harus menjawab apa nona?
πara
kau jangan macam macam Rey!
akan aku bongkar semuanya ke tuan muda
πRey
silahkan saja nona muda bongkar*!
*
Ara melempar ponselnya ke atas ranjang dan ara sangat kesal dengan Rey....
Kemudian ara berjalan keluar kamar untuk menuju keruang kerja dion dan sesampainya di depan pintu ruang kerja dion, ara mengetuk pintu....
tok tok
Tak berapa lama pintu dibuka oleh dion dan senyuman ara memudar saat dion menutup kembali pintu ruang kerjanya....
"kak dion? buka dong pintunya! "... ucap ara sambil mengetuk pintu
" apa kak dion ada masalah? "
"apa kak dion marah padaku? "
Beberapa kali mengetuk pintu tetapi tidak dibuka lagi oleh dion, akhirnya ara menyerah dan kembali ke dalam kamar....
Sedangkan dion didalam ruang kerjanya kini sedang mengepalkan kedua tangannya....
"apa dia menyukai tian? "
"tapi bukannya mereka baru bertemu saat di restauran waktu itu? "
"tapi kenapa tadi mereka terlihat sangat akrab"
"sedangkan dia bersamaku yang sudah 2 bulan saja tidak se akrab itu"
"apa dia sama dengan diana? "
prang
Dion membuang barang barang yang ada di atas meja kerjanya dan kemudian dion memegang kepalanya dengan kedua tangannya.....
*********
Hari ini cukup segini dulu ya upnya πππ
Kalau nanti malam author tidak ada kerjaan, pasti author bakalan up lagi πππ
__ADS_1