
Dion sedang sibuk dengan pekerjaan dan sedangkan ara duduk disofa yang tersedia didalam ruangan dion sambil bermain ponselnya....
Ara mengecek penjualannya yang semakin hari semakin meningkat pendapatannya dan hal itu membuat ara tersenyum tipis.....
Tak sengaja dion melihatnya dan dion ikut tersenyum melihat ara yang sedang tersenyum dengan ponselnya....
Sesaat kemudian ponselnya ara berdering dan hal itu membuat dion menoleh ke arahnya lagi ....
Ara melihat ada panggilan masuk dari brian kakak tingkatnya.....
📞ara
hallo?
📞brian
kamu kenapa gak masuk kuliah hari ini?
apa kamu sakit?
📞ara
enggak kok
aku ada kepentingan mendadak
📞brian
oh...
aku kirain sakit
📞ara
maaf ya membuat khawatir?
📞brian
gak papa kok
oh ya... kamu lagi ngapain?
📞ara
lagi santai aja
📞brian
besok masuk kuliah gak?
📞ara
masuk
kenapa?
📞brian
hmmm
pulang kuliah mau gak ikut aku nonton?
📞ara
hmmmm gimana ya
📞brian
kamu boleh kok ajak temen temen kamu
📞ara
serius??
oke deh aku mau
📞brian
iya
sampai bertemu besok
📞ara
daahhh
tut tut
*
Dion melihat ekspresi ara yang sepertinya senang mendapatkan telfon entah dari siapa....
__ADS_1
Ara melihat ke arahnya dan dion langsung fokus kembali pada pekerjaannya.....
Ara kendengus kesal sambil menggerutu tak jelas dan hal itu tak luput dari lirikan dion.....
"kenapa lirik lirik? "... ucap ara
" kamu bikin aku gak fokus kerja"... jawab dion
"kalo gitu aku pulang aja ya? "... ucap ara dengan senang
" pulang kemana?"
"kerumah tuan besar"
"bukannya tadi aku sudah bilang ke papah kalo kita nginep dihotel? "
"kalo gitu aku ke ruko aja deh"
"gak boleh! "
"aku tuh bosen disini"
"kalo bosen tidur aja mengerti! "
Ara membuang mukanya lalu dion kembali fokus dengan pekerjaannya.....
Tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu dari luar dan tak lama rey masuk kedalam ruangan dion.....
"ada apa rey? "... tanya dion
" ini ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani tuan muda"... rey menaruh tumpukan berkas di atas meja kerja dion
Ara melirik mereka berdua dan ara kaget saat melihat tumpukan berkas yang harus ditanda tangani oleh dion....
'pekerjaan seorang boss ternyata lebih berat ya? '... ucapnya dalam hati
'ehhh... tapi enggak juga sih'
Ara menemani dion bekerja hingga sore hari dan pukul 5 sore dion sedang menutup laptopnya.....
Dion menoleh kearah ara yang sedang tertidur diatas sofa sambil memegang ponsel ditangannya.....
Dion berjalan mendekatinya lalu tersenyum melihat ara yang tidur dan hal itu menurut dion sangat menggemaskan....
Saat tangan dion hendak memegang pipi ara, tiba tiba ara membuka matanya dan langsung memundurkan kakinya beberapa langkah lalu berdehem....
"ehemp! "... dion berdehem
" enak tidurnya? ".... tanya dion
" enggak juga! "... jawab ara
" kalo enggak kok tidurnya lama! "... dion berjalan menuju pintu
" mau kemana? "... tanya ara
" pulang! "... jawab dion sambil berjalan keluar dari ruangannya
Ara berlari menyusul dion dan saat ara membuka pintu ruangan kerja dion, ara melihat jika dion hampir sampai didepan lift khusus....
" cepet banget sih tuh orang jalannya! "... ucap ara yang langsung berlari menyusul dion
Ara masuk kedalam lift dengan nafas yang terengah engah dan dion meliriknya sekilas.....
Ara hanya cuek saja dan ara menatap lurus kedepan lalu tak berapa lama lift terbuka.....
Dion berjalan lebih dulu dan ara mengikutinya dari belakang....
Sepanjang perjalanan menuju hotel, ara hanya diam saja dan hal itu tidak masalah buat dion.....
Sesampainya didalam hotel ara masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.....
Sedangkan dion memilih berada di balkon kamar hotel sambil sibuk dengan ponselnya....
**
Dikediaman dion, tuan besar sedang makan malam sendirian dimeja makan....
Tuan besar menikmati makan malamnya dengan tenang dan sesekali tuan besar tersenyum tipis....
Karena tuan besar taunya hubungan dion dengan ara menjadi baik dan tadi saat mereka menjemputnya terlihat nyata seperti pasangan suami istri pada umumnya....
Apalagi beberapa hari ini mereka berdua tinggal dihotel dan tuan besar sangat bergembira mendengar hal itu dari mulut dion sendiri....
Tetapi tuan besar masih sedikit curiga pada dion yang terkadang sikapnya mudah berubah ubah pada ara....
Tuan besar sangat berharap jika hubungan mereka berdua bisa sampai kakek nenek dan hanya maut yang bisa memisahkan mereka berdua.....
Selesai makan malam tuan besar beranjak dari meja makan menuju ke dalam kamarnya yang terletak di lantai 1.....
**
__ADS_1
Didalam kamar hotel ara sedang mengerjakan tugas kuliah hari ini dan dion sedang duduk di atas ranjang sambil melihat layar laptop yang ada di pangkuannya.....
Dion sesekali melirik ara yang sedang fokus mengerjakan tugasnya dan dion tersenyum tipis saat melihat ara yang sedang berfikir.....
Beberapa kali dion mendengar ara mendengus kesal dan membuang kertas sembarangan dilantai....
"kamu kenapa ra? "... tanya dion
"ini salah mulu daritadi! "... jawabnya tanpa menoleh ke arah dion
Kemudian dion meletakkan laptopnya di atas ranjang dan dion berjalan mendekati ara....
" memangnya apa tugasnya? sini aku lihat"... dion menarik buku ara
Ara melihat ke arah dion yang sedang membaca soal yang ada di bukunya.....
"gini aja gak bisa! "... dion duduk disamping ara
Dion merebut bolpoin ara dan juga buku tulisnya, kemudian dion menuliskan jawaban dibuku tulis milik ara.....
Ara hanya melihat wajah dion yang sedang fokus mengerjakan tugas milik ara....
Ara tersenyum tipis saat melihat dion yang mau membantunya mengerjakan tugas kuliahnya hari ini....
'*tadi aja buat kesal... sekarang buat hati orang jadi teduh'.... ucap ara dalam hati*
Selesai mengerjakan tugas ara, dion menyerahkan bolpoin pada ara dan ara tersenyum ke arahnya.....
" kenapa senyum senyum? "... tanya dion
" makasih ya? ".... ucap ara yang masih tersenyum
" gak masalah! "... ucap dion sambil berdiri dari duduknya
" oh iya... kapan kita kembali kerumah? "... tanya ara
" kenapa? "... dion balik bertanya sambil menoleh ke arah ara
" aku bosen disini".... ucap ara
"bosen kenapa? "
"gak ada yang aku ajakin ngobrol"
"memangnya kalo dirumah kamu mau ngobrol sama siapa? sama papah? "
"iya dan selain itu aku juga bisa ngobrol sama para pelayan"
"memangnya kita daritadi gak ngobrol? "
Sebelum ara menjawab pertanyaan dion, dion lebih dulu menyuruhnya untuk tidur dan mematikan lampu kamar....
"beresin buku buku kamu dan segera tidur karena sudah malam! "... perintahnya
Ara hanya menyebikkan bibirnya dan merapikan buku bukunya yang berserakan di meja....
Selesai membereskan buku bukunya, ara berjalan menuju ranjang dengan perasaan dag dig dug.....
Dengan perlahan ara naik ke atas ranjang dan ara membaringkan tubuh lalu membelakangi dion yang juga membelakanginya.....
'*hal seperti ini yang tak aku sukai! '.... ucapnya dalam hati
'lagian kapan sih dia ngajak aku pulang kerumah? buang buang uang aja tinggal disini*'
Ara susah sekali memejamkan matanya , kemudian ara membalikkan badannya dan ia kaget karena saat ini dion menghadap ke arahnya dengan mata yang masih terbuka.....
"kak dion belum tidur? "... tanyanya
" gimana mau tidur? kamu dari tadi bergerak terus! "... jawabnya
" maaf kak... aku gak bisa tidur"
"kenapa? "
"gak papa kok kak"
Ara membalikkan badannya, tetapi ditahan oleh dion dan dion menarik tubuh ara agar menghadap ke arahnya lalu dion memeluknya....
"tidurlah! "... ucap dion sambil mengusap punggung ara
dug dug dug
Suara jantung ara hampir copot karena saat ini posisinya sangat intim dengan dion dan ara terkejut dengan tingkah dion yang sangat lembut menurut ara.....
" jangan berfikir macem macem! tidurlah"... ucap dion lagi
Dengan perlahan ara memeluk tubuh dion dan begitu juga dion yang juga memeluk ara, satu tangannya ia gunakan jadi bantal kepala ara.....
Tak berapa lama mereka berdua tertidur dengan pulas dan posisi mereka tetap seperti tadi yang saling berpelukan hingga pagi hari.....
*******
__ADS_1