Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
136


__ADS_3

#FLASHBACKON


Ara bersama dina selesai mengerjakan skripsi milik dina, sebenarnya sih belum selesai tapi mereka berdua merasa sangat lelah sekali akibat menatap layar laptop terlalu lama.....


Kemudian dina berjalan menuju ke meja untuk mengambil air minum dan saat dina menuangkan air minum ke gelas, ponsel ara berdering...


Entah siapa yang menghubungi ara, dina hanya menikmati meneguk segelas air putih yang tadi sudah ia tuangkan kedalam gelas.....


Setelah selesai minum dina kembali ke ranjang ara untuk merapikan kertas kertas yang berantakan di ranjang ara......


"sebel deh ngerjain skripsi gak kelar kelar! "... umpat dina sambil beresin kertas


" sabar din! ".... ucap ara


"kamu habis ini mau kemana din? "... tanya ara


" ya disinilah ra! kenapa? "... dina melirik ara sambil mengeryitkan keningnya


" ya gak papa din"... ucap ara


"apa kamu pengen sesuatu? "... tanya dina dan ara menganggukkan kepalanya


" pengen apa? ".... dina menatap ara


" aku pengen seblak yang ada di kantin rumah sakit din".... jawab ara


"emang ada? ".... dina menaikkan sebelah alisnya


" kali aja ada din"


"habis ini aku beliin buat nona muda yang cantik".... ucap dina sambil tersenyum


Tak berapa lama dina selesai membereskan kertas kertas yang berserakan di atas ranjang.....


" kamu gak papa aku tinggal bentar ra? "... ucap dina


" gak papa din"


"tapi jangan tidur dulu ya? "


"iya dina"


"aku janji bakal sebentar ra"


"duhh! bawel amat sih kamu din".... ucap ara sambil menggelengkan kepalanya


Setelah itu dina pergi keluar dari ruangan vvip untuk membelikan seblak untuk ara dan sedangkan ara menimang nimang ponselnya sambil berfikir......


Tak berapa lama ara memutuskan turun dari ranjang dan berjalan keluar dari ruangan vvip.....


ceklek


Ara membuka pintu dengan perlahan dan ara menoleh ke kanan dan ke kiri yang dilihat pertama kali adalah kedua bodyguard sedang tertidur bersamaan didepan ruang vvip......


Kemudian ara berjalan keluar dari ruangan dan berjalan dengan perlahan menuju ke depan rumah sakit......


Semua orang tidak menyadari jika ara adalah pasien rumah sakit, karena saat ini ara menggunakan hodie panjang dan menutup kepalanya dengan kupluk hodie tersebut......


Entah apa yang ada difikiran ara saat ini, yang hanya ara tau kalau sonya menjemputnya untuk menemani omnya berobat......


Ara berdiri dipinggir jalan dan tak berapa lama sebuah mobil hitam berhenti tepat didepannya dan keluarlah sonya dari dalam mobil tersebut......


"sonya? ".... ucap ara sambil melirik ke arah mobil


" sebaiknya kita cepat berangkat sekarang! "... sonya menarik tangan ara untuk masuk kedalam mobil


" pelan pelan sonya"... ucap ara sambil mengusap perutnya


Sonya segera mengemudikan mobilnya untuk meninggalkan rumah sakit dan sebelum mengemudikan mobilnya tadi sonya melirik ke kanan ke kiri untuk memastikan jika tidak ada yang mengikuti ara......


"dimana om dan tante? ".... tanya ara


" mereka menunggu kita dibandara"... jawab sonya tanpa menoleh ke arah ara


"ya ampun aku lupa membawa ponselku! apa kita bisa kembali untuk mengambil ponselku? "... ucap ara sambil kenatap sonya dari samping


" nanti kamu hubungi suami kamu dengan ponselku saja! kita sudah hampir terlambat"... jawab sonya


"hemmmp! baiklah"

__ADS_1


Mobil berhenti dilampu merah dan sonya melirik ara yang sedang menyenderkan tubuhnya sambil mengusap lembut perutnya yang buncit......


"lebih baik kamu minum dulu supaya lebih tenang".... sonya memberikan sebotol air mineral kepada ara


" makasih"... ucap ara sambil tersenyum


Setelah menerima botol air mineral, ara segera membukanya dan meneguknya beberapa teguk.....


Setelah selesai minum ara meletakkan sebotol air mineral tersebut di pangkuannya dan sonya hanya melirik nya sekilas......


Sekitar 15 menit kemudian ara merasa sangat mengantuk dan sonya melirik nya sambil tersenyum sinis......


"tidurlah jika kau mengantuk"... ucap sonya


Ara hanya menganggukkan kepalanya, karena saat ini yang ara rasakan adalah kepalanya pusing dan ia menguap terus menerus......


Tak berapa lama ara memejamkan kedua matanya dan sonya kembali melirik nya sambil tersenyum dengan penuh kemenangan......


#FLASHBACKOFF


...****************...


Dion mengarahkan semua orang suruhannya untuk membantunya mencari ara .......


Sedangkan dion bersama Rey dan juga dina sedang dalam perjalanan menuju ke tempat yang sudah dilacak oleh Rey melalui nomer ponsel milik sonya......


Dion sangat mengkhawatirkan ara dan juga calon anaknya, karena sonya orangnya bisa nekat .....


"cepat sedikit Rey! ".... perintah dion


" baik tuan muda"


Rey menambah kecepatannya dan tak memperdulikan kendaraan lainnya membunyikan klakson kepadanya, karena mengemudi dengan kecepatan di luar angan angan......


Saat ini mobil mereka memasuki sebuah jalan hutan lebat dan di sepanjang jalan sana tidak ada lampu penerang nya......


Dion semakin khawatir dengan kondisi ara dan juga calon bayinya yang saat ini sedang bersama dengan sonya.......


Tak berapa lama mobil masuk ke jalanan tanpa aspal dan disana sangat gelap gulita......


"apa benar mapnya Rey? "... tanya dion


Sedangkan dina mulai berfikir yang tidak tidak, karena tempatnya begitu menyeramkan......


Kemudian Rey menghentikan mobilnya tepat didepan sebuah mobil hitam dan dion segera turun lebih dulu dari dalam mobil......


Dion berlari menuju ke sebuah mobil dan dion membuka pintu mobil yang tidak terkunci itu.....


Dion tidak menemukan siapa siapa didalam mobil itu dan dion hanya menemukan sebuah hodie milik ara......


"aku tidak akan memaafkanmu kali ini sonya! "... ucap dion sambil meremas hodie milik ara


Dion berlari didalam hutan lebat tersebut untuk mencari keberadaan istrinya dan dion menyuruh Rey untuk berpencar mencari ara......


Saat dion berjalan sendirian, Rey kembali menyusul dion yang berjalan sendirian.......


" kenapa kembali? ".... tanya dion


" saya dan dina akan menemani tuan muda".... jawab Rey dan di angguki oleh dina


"karena yang lainnya sudah sampai tuan muda".... lanjut Rey dan dion hanya menganggukkan kepalanya


Mereka bertiga terus berjalan menyusuri hutan lebat tersebut dan tak tau kemana arah tujuan mereka mencari ara......


Karena didalam hutan tersebut sangat gelap dan mereka hanya mengandalkan penerangan dari senter ponsel milik Rey serta milik dina.....


"tuan muda? "... panggil Rey dan dion menoleh kebelakang


" bukankah itu suara air mengalir? ".... ucap Rey


Kemudian dion mempertajam pendengarannya dan yang dikatakan oleh Rey memang benar jika terdengar suara air mengalir......


" apa disini dekat dengan sungai? "... tanya dina kepada Rey


" iya disini dekat dengan sungai yang sangat deras dan juga dalam"... jawab Rey


"jangan jangan sonya membawa ara ke sungai ".... ucap dina


Dion segera berjalan untuk menuju ke sungai tersebut dan perjalanan menuju ke sungai sangat jauh.....

__ADS_1


Dari belakang mereka bertiga ada segerombolan orang suruhan dion yang mengikuti mereka untuk mencari keberadaan ara.....


Untung saja mereka semua membawa alat penerangan yang lumayan terang dan jalan mereka menjadi lebih mudah.....


Sesampainya didepan sungai yang airnya sangat deras, mereka mengamati sungai yang terlihat begitu tenang......


" arahkan senter kalian ke kanan dan ke kiri! "... perintah dion


Kemudian mereka mengarahkan senter ke arah sungai sebelah kanan dan kiri , lalu dion menyuruh mereka menyorot arah yang di tunjuk oleh dion.....


Tak berapa lama muncullah ara dari dalam sungai yang airnya sangat tenang dan berapa kagetnya dion melihat istrinya.....


" ara? ".... panggil dion dengan kencang


" ara tidak bisa berenang! "... teriak dina


Dengan cepat dion melepas jas dan sepatunya, lalu kemudian dion menceburkan dirinya ke dalam sungai untuk menolong istrinya .....


" kenapa kalian diam saja! cepat bantu tuan muda! "..... perintah Rey kepada yang lainnya


Tak berapa lama datanglah beberapa polisi ke tempat lokasi kejadian dan sebagian dari mereka membantu menolong ara......


" itu kayaknya sonya deh! ".... ucap dina sambil menunjuk ke arah sungai


Dengan segera mereka menolong sonya yang sepertinya sedang pingsan di sungai tersebut.....


Sedangkan dion masih menuju ke arah istrinya yang sudah tidak muncul kembali dan dion segera menyelam ke dalam sungai.......


Saat dion melihat istrinya yang sudah tidak sadarkan diri, dion segera membawanya ke atas sambil memeluk erat tubuh istrinya .....


Rey dan yang lainnya segera membantu dion yang sedang menggendong ara dan kemudian dion duduk di tanah sambil memangku tubuh ara.....


" sayang? bangun sayang! ".... dion menciumi seluruh wajah ara


" tuan muda, sebaiknya nona muda segera kita bawa ke rumah sakit "... ucap Rey yang juga khawatir dengan kondisi ara


Tanpa menjawab dion berdiri sambil menggendong tubuh istrinya untuk segera ia bawa ke rumah sakit......


Dina baru pertama kali ini melihat seorang laki laki yang menangis karena takut kehilangan orang yang ia sayangi......


" semoga kamu baik baik saja ra".... ucap dina lirih sambil berjalan mengikuti dion dan juga Rey


Didalam mobil tepatnya dibangku penumpang bagian belakang, dion berusaha membangunkan istrinya yang bibirnya sudah membiru karena kedinginan......


"sayang, bangunlah sayang! "..... dion terus menciumi seluruh wajah ara


" kamu dan anak kita pasti kuat"...... ucapnya sambil mengusap lembut perut buncit istrinya


"cepatlah sedikit Rey! ".... dion menendang bangku Rey dari belakang dengan emosi


Tanpa berkata apapun Rey segera menambah kecepatannya, karena Rey tau jika saat ini perasaan dion sedang kacau......


" kalau sampai terjadi sesuatu kepada istri dan anakku! aku tidak akan tinggal diam sonya! ".... ucap dion dengan emosi


Sedangkan dina bergidik ngeri saat menoleh kebelakang dan melihat betapa mengerikannya wajah dion saat emosi......


Sesampainya dirumah sakit Rey memberhentikan mobilnya tepat di depan teras rumah sakit......


Rey segera turun dan membukakan pintu mobil bagian belakang, kemudian dion keluar dari dalam mobil sambil menggendong tubuh istrinya.....


Dokter yang melihat itu semua segera mengarahkan dion untuk membawa istrinya menuju ke ruang UGD......


Sesampainya didalam ruang UGD dion meletakkan tubuh istrinya dengan hati hati dan setelah itu dokter menyuruhnya supaya dion menunggu diluar ruangan.......


"sebaiknya tuan muda ganti pakaian dulu, nanti tuan muda masuk angin".... ucap Rey sambil memberikan paperbag kepada dion


Dion menatap Rey dan Rey menepuk pundak dion untuk memberikan semangat kepadanya sebagai seorang sahabat ......


Kemudian dion menerima paperbag dan membawanya menuju ke toilet untuk berganti pakaian......


Sedangkan dina bersama Rey menunggu di depan ruang UGD dengan perasaan yang cemas, karena wajah ara tadi sangat pucat dan bibirnya membiru .......


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


CUKUP SEGINI DULU YA AUTHOR UP HARI INI ☺


DILANJUT LAGI BESOK YA 🙏


JANGAN LUPA KASIH LIKE 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2