
Saat berada didalam toilet dina tidak sengaja bertemu dengan diana yang juga berada di toilet....
Bahkan mereka berdua sama sama sedang mencuci wajahnya dan dina tersenyum saat diana menoleh ke arahnya.....
'duh kenapa bertemu lagi sih! '... ucap dina dalam hati
Dengan cepat cepat dina mengelap wajahnya dengan tisue dan hendak pergi dari toilet, tetapi diana memanggilnya....
"tunggu! "... ucapnya
" ada apa ya kak? "... dina menoleh ke arah diana
" boleh aku bertanya sesuatu? "
"silahkan kak? "
"apakah kamu menyukai asisten rey? "
"hah? "... dina menatap diana sambil melongo
" apa kamu menyukai asisten rey? "... tanyanya lagi
" emmm! siapa sih yang tidak menyukai pria sesempurna asisten rey kak? "... ucap dina sambil tersenyum malu
" jadi beneran ya yang di bilang oleh pegawai tadi"... ucapnya
"maksudnya? "... dina menatap diana
" tadi sebelum kamu datang kesini ada dua pegawai yang sedang membicarakanmu soal kamu menyukai asisten rey"
"masak sih? "... dina menatap diana sambil menyipitkan matanya
" iya! yang bernama dina didalam ruangan desain cuma kamu kan? "
"iya kak! tapi kok mereka tau aku menyukainya? "... dina mengeryitkan keningnya
" mungkin saja mereka pernah melihatmu saat memandang asisten rey"
"ya mungkin aja"... ucap dina
" ya udah aku kembali dulu ya keruangan! daahh"... ucap diana sambil menepuk pelan pundak dina
Dina menggelengkan kepalanya sambil berkacak pinggang melihat diana yang berjalan keluar dari toilet....
"masak iya sih ada pegawai yang membicarakanku? "... ucapnya
" tapi memang pernah sih waktu asisten rey berjalan aku menatapnya dengan penuh kekaguman"
"Aaaaa! aku jadi pengen bertemu wajahnya lagi"
Setelah itu dina berjalan keluar dari toilet dan dina berjalan dengan terburu buru karena jam istirahat hampir habis.....
Dina yang tidak fokus dengan jalannya yang buru buru tiba tiba bertabrakan dengan seorang pria dan badan dina hampir terjatuh di lantai, untung saja ada tangan kekar yang menangkapnya dan pandangan mereka bertemu.....
'OMG! tampan sekali ciptaanmu Tuhan! '.... ucap dina dalam hati
"ehemp! "
Dina tersadar dari lamunannya dan menyadari jika saat ini yang ia pandang adalah asisten rey, bahkan asisten rey menahan pinggangnya agar dina tidak terjatuh di lantai....
"ma... maaf"... ucap dina
" kalau jalan hati hati nona"... ucap rey dengan nada tegas
__ADS_1
"i.. ya saya minta maaf"... ucap dina sambil menundukkan kepalanya
"tidak masalah! lain kali berhati hatilah"... ucap rey sambil berjalan menjauh meninggalkan dina yang masih menundukkan kepalanya
Setelah menyadari rey sudah pergi dari hadapannya, dina mendongakkan kepalanya dan wajah dina saat ini berseri seri karena rey.....
Dengan perasaan senang dina berjalan menuju keruang desain dan sesampainya diruang desain dina duduk di kursinya dengan perasaan yang sangat senang.....
**
Pukul 4 sore sebagian pegawai pulang, termasuk juga ara dan saat ini ara sedang berjalan menuju keruangan dion karena jadwal pulang dion masih 1 jam lagi.....
Sesampainya didepan ruangan dion, ara segera mengetuk pintu dan tak berapa lama terdengar suara dion yang menyuruhnya masuk kedalam.....
tok tok tok
"masuk! "... suara dion
ceklek
Ara membuka pintu ruangan dion dan berjalan masuk kedalam sambil tersenyum ke arah dion yang sedang fokus pada pekerjaannya....
" masih banyak ya kak pekerjaannya? "... tanya ara setelah duduk di kursi depan meja kerja dion
"ya lumayan! "... jawab dion sambil melirik sekilas ke arah ara
Setelah itu ara terdiam karena ia tidak mau mengganggu dion yang sedang bekerja.....
" bagaimana pekerjaanmu hari ini? "... tanya dion tanpa menoleh ke arah ara
" ya seperti biasanya kak"... jawab ara
"baguslah! "
Kemudian mereka berdua saling berdiam diri cukup lama karena dion masih sibuk dengan pekerjaannya dan tak berapa lama ada yang mengetuk pintu ruangan dion.....
tok tok tok
ceklek
Rey masuk kedalam ruangan dion dan saat mengetahui ara ada didalam ruangan bersama dion, rey menundukkan kepalanya saat berada di depan ara.....
" ada apa rey? "... tanya dion
"sekarang sudah waktunya pulang tuan muda"... jawab rey
" oh ya? aku hampir lupa waktu"... ucapnya sambil melirik jam yang melingkar ditangannya
Kemudian dion menutup laptopnya dan membereskan meja kerjanya, setelah itu dion berdiri dari tempat duduknya....
Dion menggandeng tangan ara dan mengajaknya berjalan keluar dari ruangannya....
Sedangkan rey mengeryitkan keningnya melihat tuan mudanya yang mulai menunjukkan sifat bucinnya....
Semua pegawai melihat ke arah mereka berdua yang sedang bergandengan tangan dan ara sedikit tidak nyaman dengan tatapan dari para pegawai.....
Lain halnya dengan dion yang tetap bersikap cuek saat para pegawainya menatapnya dengan penuh rasa penasaran.....
Saat ini mereka sedang berada didalam mobil dan di perjalanan rey sesekali melirik dari kaca spion yang memperlihatkan keromantisan mereka berdua.....
"besok aku ijin tidak masuk ya kak? "... ucap ara
" kenapa? "... dion menatap wajah ara
__ADS_1
" besok aku harus ke kampus untuk memberikan laporan magang "... jawabnya
"iya! "
"tapi boleh gak besok aku berangkatnya bersama dina?"
"dina teman kamu yang mana? "... dion mengeryitkan keningnya
" ya temenku magang kak! masak udah lupa sih"
"oh iya boleh! "
"memangnya boleh dina menjemputku dirumah? "
"ya boleh dong! kenapa? "... dion menatap wajah ara
" kan selama ini aku tidak memberitahu alamat rumah kepada temanku"
Dion hanya tersenyum sambil memandang wajah ara yang sangat menggemaskan menurutnya.....
Rey mengeryitkan keningnya melihat kebucinan di antara mereka berdua dan rey kini malah sibuk dengan fikirannya sendiri....
'***apa tuan muda sudah mengungkapkan isi hatinya kepada nona muda? '
'kalo sudah kenapa hubungan mereka masih disembunyikan dari publik? '
'lalu kenapa tuan muda menyuruhku untuk memesankan tiket pergi ke negara paris? '
'sudahlah rey! jangan banyak bertanya***! '
30 menit kemudian mereka sampai di rumah dan rey memberhentikan mobilnya tepat di depan rumah....
Setelah mobil berhenti, rey segera keluar dari mobil dan setelah keluar dari mobil rey segera membukakan pintu mobil bagian belakang untuk kedua majikannya.....
Setelah kedua majikannya turun dari mobil, dion menyuruh ara untuk masuk lebih dulu kedalam rumah dan sedangkan dion mengajak rey untuk berbicara sebentar ditaman samping rumahnya.....
Sesampainya ditaman samping rumah, dion berdiri tegap dengan kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celananya dan pandangannya lurus kedepan.....
"bagaimana dengan yang saya perintahkan tadi siang rey? "... tanya dion dengan ekspresi yang datar
" saya sudah memesan tiket penerbangan anda dan juga nona muda tuan".. jawab rey
"kau memesannya untuk kapan? "
"untuk 2 minggu depan dan sesampainya disana tepat dengan hari ulang tahun nona muda tuan"
"apa kau juga sudah memesan tempatnya dan dekorasinya? "
"sudah semuanya tuan muda"
"kerja bagus rey! "... dion menepuk pundak rey sebelum pergi dari halaman samping rumah
Rey melihat dion yang berjalan menjauhinya dan rey membuang nafasnya dengan perlahan karena badannya terasa sedikit pegal, mungkin saja karena efek kerjanya yang terlalu keras beberapa minggu ini......
Setelah itu rey memutuskan untuk pulang ke apartemennya karena rey sudah sangat rindu dengan ranjangnya yang semalam hanya ia tiduri beberapa jam saja setelah kembali dari negara J.....
Sebelum rey masuk kedalam mobilnya, rey memberi pesan pada kepala pelayan yang sedang berada di teras dion...
Setelah memberi pesan, rey masuk kedalam mobilnya dan segera mengemudikan mobilnya menuju ke apartemennya....
Rey sangat berharap jika kehidupan dion bersama ara akan bahagia hingga mau memisahkan mereka berdua dan Rey juga berharap jika tidak ada orang ketiga di antara hubungan mereka berdua.....
**********
__ADS_1
Hai Hai readers👋👋
Jangan lupa kasih like, komen yang positif supaya author semakin semangat untuk upnya ☺☺