Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
53


__ADS_3

Keesokan paginya selesai sarapan, di depan rumah sudah ada rey yang sedang berdiri disamping mobil untuk menunggu dion keluar dari dalam rumah.....


Dari arah pintu, ara berjalan keluar dan menghampiri rey yang sedang berdiri tegap karena kehadirannya.....


"selamat pagi nona muda? "... ucap rey dengan sopan


" pagi juga rey! "... jawab ara


" apa tuan muda masih sarapan nona?"... tanya rey


"dia masih ke ruang kerjanya buat ngambil berkas katanya"... jawab ara


Sedangkan rey hanya manggut manggut saja dan ara menepuk pelan pundak rey....


" rey! ada yang mau aku omongin ke kamu"... ucap ara sambil menepuk pundak rey


"ada apa nona muda? "... ucap rey sambil menatap ara


" aku dan temenku boleh gak magang di perusahaan kak dion? "... tanya ara


" kenapa anda tidak bertanya langsung dengan tuan muda saja nona? "... rey mengeryitkan keningnya


" sudah tetapi katanya aku disuruh untuk bertanya padamu! "


"memangnya apa saja yang Anda bisa nona muda? "


"kau meremehkanku rey! "... ara berkacak pinggang sambil melotot ke arah rey


" maaf nona, bukan begitu maksud saya"... ucap rey


"sedang apa kalian? "... terdengar suara dion


" selamat pagi tuan muda?"... sapa rey sambil menganggukkan kepalanya


"saya tanya, kalian sedang apa?"... dion menatap bergantian ke arah ara dan juga rey


" aku lagi ngomong soal magang kak"... jawab ara


Kemudian dion menatap rey untuk mendapat jawaban darinya juga.....


"benar yang dibilang nona muda tuan"... ucap rey


" lalu?"... tanya dion


"nanti coba saya lihat dulu dibagian apa saja yang boleh untuk magang tuan muda"... jawab rey


" kalo gak bisa magang disana gak papa kok rey! aku bisa ikut temenku satunya magang di perusahaan milik tantenya yang ada di negara J! "... ucap ara


Dion langsung menatap ara dengan ekspresi yang sedikit terkejut dengan ucapan ara dan sedangkan ara langsung melangkahkan kakinya menuju bagasi untuk mengambil motornya.....


" kau tidak pamit padaku? "... ucap dion


Ara memutar bola matanya malas lalu membalikkan badannya dan berjalan kembali menuju ke arah dion....


" aku berangkat dulu ya kak? "... pamit ara sambil menjabat dan mencium telapak tangan dion


" iya, hati hati! "... ucap dion sambil mengeryitkan keningnya


Setelah itu ara berjalan untuk menuju ke bagasi dan dion masuk kedalam mobil....


**


Pukul 11 siang ara bersama dina sedang berada dikantin kampus dan hari ini tina tidak masuk kuliah karena ada keperluan mendadak....


" ra, gimana boleh gak aku ikutan kamu magang di perusahaan suami kamu? "... bisik dina


" pasti boleh! nanti aku kabarin ke kamu"... jawab ara sambil tersenyum


"makasih ya ra"... dina memeluknya


Ara tau jika selama ini teman yang benar benar baik padanya hanya dina, dan untuk tina sebenarnya dia baik tetapi hanya saja tina sering memanfaatkan kepintaran ara....


Ara juga tau jika selama ini tina menyukai brian, tetapi ara hanya pura pura tidak tau saja dan bahkan ara sangat setuju jika tina menyukai brian yang mempunyai sifat yang sangat baik hati....


Saat asyik menikmati makanan sambil ngobrol hal kecil, tiba tiba ponsel ara bergetar menandakan ada panggilan masuk dan ara mengambil ponselnya dari dalam tas untuk melihat siapa yang menghubunginya.....


"ngapain dia telfon? "... ucap ara sambil melihat layar ponselnya


" siapa ra? "... tanya dina


" rey! "... jawabnya sambil menekan tombol hijau


๐Ÿ“ž*ara


hallo?


๐Ÿ“žrey


hallo nona muda?


apa saya mengganggu nona muda?

__ADS_1


๐Ÿ“žara


enggak!


ada apa rey?


๐Ÿ“žrey


nona muda bisa kemari sekarang tidak?


๐Ÿ“žara


memangnya ada apa?


๐Ÿ“žrey


tuan muda sedang tidak enak badan nona!


๐Ÿ“žara


kenapa dia? sakit?


๐Ÿ“žrey


iya nona muda


bisakah nona muda kesini sekarang?


๐Ÿ“žara


baiklah!


aku segera kesana!


tut tut



Ara menutup ponselnya dan memasukkan ponselnya kedalam tasnya lagi....


"ada apa ra? "... tanya dina


" aku pergi dulu ya din? "... ucap ara sambil beranjak dari tempat duduknya


" kamu mau kemana ra? "... dina ikut berdiri dari duduknya


" aku harus ke perusahaan kak dion! "


"dia sakit! "


Ara segera berlari dan meninggalkan dina yang mengeryitkan keningnya sambil menatap ara pergi....


"tuh anak kayaknya memang bener jatuh cinta sama suaminya deh! "... ucap dina sambil duduk kembali


Sedangkan ara sedikit berlari menuju ke parkiran sepeda motor dan sesampainya disana ara langsung menaiki motornya lalu mengemudikan motornya menuju ke perusahaan dion....


Ara mengendarai motornya dengan kecepatan yang sedikit ngebut karena saat ini ia sedang khawatir dengan keadaan dion....


Ara sendiri bingung kenapa perasaannya tiba tiba khawatir saat mendengar dion sedang sakit di perusahaan....


Sekitar 35 menit ara sampai diperusahaan dan memarkirkan motornya ke sembarang arah lalu ara berjalan dengan tergesa-gesa masuk kedalam gedung perusahaan.....


"huft! akhirnya sampai juga! "... ucap ara sesudah masuk kedalam perusahaan


Kemudian ara berjalan menuju ke resepsionis untuk menanyakan dimana ruangan dion, karena ara lupa dimana letak ruangan dion.....


" permisi mbak? "... ucap ara


" iya dek, ada yang bisa bantu? "... tanya resepsionis dengan sopan


" dimana ruangan kak dion? "... tanya ara


" maksudnya tuan muda? "


"iya! dimana ruangannya? "


"apakah adek sudah membuat janji? "


"memangnya harus buat janji ya? "... ara mengeryitkan keningnya


" iya dek! "


Dari arah belakang ada rey yang sedang melintas dan rey menghentikan langkahnya saat mendengar suara ara, setelah itu rey berjalan untuk menghampiri ara.....


"nona muda? "... ucap rey


" rey! dimana ruangan kak dion? "... tanya rey


" mari saya antar nona? "... ucap rey


Rey mempersilahkan ara untuk berjalan lebih dulu menuju ke dalam lift khusus ke lantai 20 dan rey melihat dari raut wajah ara yang sedang khawatir.....

__ADS_1


ting


Pintu lift terbuka, ara segera keluar dari lift dan berjalan sesuai dengan arahan rey yang menunjukkan jalan menuju keruangan dion.....


Sesampainya di depan pintu ruangan dion, ara hendak mengetuk pintu tetapi tidak jadi karena ara mendengar suara seorang perempuan dari dalam ruangan dion dan kebetulan pintu ruangan tidak tertutup rapat....


Ara melihat dari celah pintu jika didalam sana dion sedang bersama kekasihnya yaitu diana , dan saat ini diana sedang membantu dion untuk minum obat....


Tiba tiba perasaan ara terasa sakit melihat pemandangan yang ada di depan matanya dan rasanya ara ingin menangis....


Rey mengeryitkan keningnya karena ara tidak segera masuk kedalam ruangan dion, malahan Rey melihat ara sedang menggenggam kedua tangannya.....


"silahkan masuk nona muda? "... ucap Rey


Ara tidak merespon ucapan Rey dan ara malah membalikkan badannya lalu berlari meninggalkan Rey yang sedang menatapnya dengan ekspresi yang tak bisa diungkapkan.....


Kemudian Rey melihat dari pintu yang terbuka , jika saat ini diana sedang berada didalam ruangan dion dan Rey tau apa yang membuat ara pergi....


Didalam ruangan, diana sedang membantu dion untuk meminum obat dan setelah itu membantu dion untuk merebahkan dirinya di atas sofa.....


Tadinya hanya kebetulan saja diana melihat dion yang sedang memegang kepalanya saat keluar dari ruang meeting dan saat diana melihat Rey yang pergi lebih dulu, diana mendekati dion.....


Diana menawarkan bantuan untuk mengantar dion ke ruangannya dan dengan terpaksa dion mengiyakan tawaran dari diana....


**


Ara mengendari motornya dengan kecepatan yang sedikit ngebut dan sambil mulutnya tak berhenti menggerutu.....


Ara berhenti dipinggir jalan yang dekat dengan jembatan dan ara disana melampiaskan kekesalannya....


"tau gitu aku gak mau kesana! "... ucapnya


" kenapa aku bodoh sekali sih! disanakan ada kekasihnya, kenapa aku gak inget sih! "


"apa begini rasanya sakit hati? pengen marah dan pengen nangis! "


"aaaaaaa!!!!! aku gak mau jatuh cinta! "


"sekalinya jatuh cinta langsung sakit hati! "


"salah kamu sendiri kenapa jatuh cinta dengan kekasih orang sih ra? "


Ara terus mengomel dipinggiran jembatan dan ara tidak peduli dengan orang orang yang berlalu lalang disana sedang melihatnya.....


Ara berada disana sampai malam dan sejak tadi ponselnya tak berhenti berdering.....


"nona muda? "... panggil Rey yang sedang berdiri dibelakang ara


" sedang apa nona muda disini? ".... tanya Rey


" mari nona muda kita pulang, tuan muda sudah menunggu anda sejak tadi"... ucapnya lagi


"aku malas pulang! "... ucap ara


" apa nona muda sedang ada masalah? "


"atau nona muda sedang cemburu dengan tuan muda? "


"bukan urusanmu! ".. . jawab ara


" nona muda tidak perlu cemburu, karena nona diana hanya masa lalu tuan muda"... ucap rey sambil berdiri disamping ara


"maksud kamu? "... ara menoleh ke arah Rey


" mereka dulunya memang pernah menjadi sepasang kekasih, tetapi ada sesuatu hal yang membuat hubungan mereka harus selesai".... jawab Rey


"apa yang membuat hubungan mereka selesai? "


"soal itu bisa Anda tanyakan langsung pada tuan muda "


"lalu kenapa dia bekerja diperusahaan kak dion? "... tanya ara


" apa mereka masih sama sama saling mencintai? "... lanjut ara


" soal itu saya tidak tau nona muda! tetapi saya bisa membantu Anda untuk mendapatkan cinta tuan muda"... ucap Rey


"maksud kamu? "


"sebelum saya menjawabnya, boleh saya tau gimana perasaan Anda pada tuan muda?"


"aku masih belum tau! "


Setelah mengatakan itu, ara berjalan meninggalkan Rey yang sedang menatapnya dengan ekspresi bingung.....


"nona muda mau kemana? "... tanya Rey


" pulang! ".... jawab ara sambil mengendarai motornya


Sedangkan Rey menyunggingkan bibirnya melihat ara yang hampir tak terlihat, karena ara sedikit ngebut membawa motornya.....


Kemudian tak berapa lama Rey juga beranjak dari jembatan tersebut untuk kembali ke apartemennya......

__ADS_1


********


__ADS_2