Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
85


__ADS_3

Ke esokan paginya pukul 7 ara bersama dion selesai sarapan segera beranjak dari tempat duduknya dan mereka berjalan menuju ke luar rumah.....


Sesampainya di depan rumah, rey sudah berada dirumah dion dan sekarang sedang berdiri tegap di samping mobil....


"selamat pagi tuan dan nona muda?".... sapa rey


" pagi juga rey! "... hanya ara yang membalas sapaan rey


Setelah itu rey membukakan pintu mobil untuk kedua majikannya dan setelah kedua majikannya sudah masuk kedalam mobil, rey segera masuk kedalam mobil di bagian kemudi.....


Setelah masuk kedalam mobil, rey segera mengemudikan mobilnya menuju ke perusahaan dion.....


Disepanjang perjalanan dion sibuk dengan laptopnya yang ia letakkan di pangkuannya dan sedangkan ara memilih untuk menikmati sejuknya pagi ini sambil melihat di luar jendela.....


Sekitar 30 menit mobil pun tiba di depan perusahaan dan setelah mobil berhenti, rey segera turun dari mobil lalu segera membukakan pintu mobil untuk kedua majikannya.....


"trimakasih rey? "... ucap ara setelah keluar dari mobil


" sama sama nona muda"... ucap rey dengan sopan


Setelah itu rey masuk kembali kedalam mobilnya untuk memarkirkan mobil di tempat parkir khusus dan sedangkan dion bersama ara berjalan masuk kedalam perusahaan....


**


Di perusahaan lain tuan tian sedang pusing memikirkan siapa yang akan menggantikan sebagai sekertarisnya....


Karena sekertaris lamanya baru saja mengirimkan surat pengunduran diri dengan alasan akan kembali kenegaranya....


"kacau ini! aku harus segera mencari penggantinya".... ucap tuan tian


" tapi siapa? aku tidak bisa percaya begitu saja dengan orang asing"


Saat berfikir tiba tiba tuan tian teringat jadwalnya yang pagi ini ia harus menuju ke lokasi yang sedang dibangun gedung yang akan menjadi pusat pembelanjaan.....


Dengan tergesa gesa tuan tian berjalan keluar dari ruangannya , karena tuan tian takut jika kedahuluan oleh dion yang juga akan meninjau lokasi tersebut.....


Saat berjalan beberapa kali tuan tian mendengus kesal karena kakinya beberapa kali akan terjungkal jatuh akibat ia jalan terlalu buru buru.....


Sesampainya di tempat parkir khusus petinggi, tuan tian segera masuk kedalam mobilnya dan setelah itu segera mengemudikan mobilnya menuju ke lokasi......


Hanya butuh waktu sekitar 35 menit menuju ke lokasi dan sesampainya di tempat lokasi tersebut, tuan tian segera keluar dari mobil lalu berjalan menghampiri beberapa pegawai proyek yang mengerjakan lokasi tersebut.....


"gimana pak? apa ada kendala? "... tanya tuan tian pada bapak Juli


" tidak ada kendala sama sekali tuan "... jawabnya dengan sopan


" syukurlah! apa tuan muda dion sudah datang kemari? "


"tadi asisten rey memberitahu jika yang datang kesini nanti orang suruhan tuan muda"... jawabnya


" siapa? "... tuan tian mengeryitkan keningnya


" saya juga tidak tau tuan"


Setelah itu tuan tian duduk di kursi yang tersedia di sana sambil melihat denah pembangunan pusat pembelanjaan tersebut.....


Dari arah depan tampak seorang gadis yang sedang berjalan menuju ke tempat tuan tian dan gadis tersebut tak lain adalah ara yang diperintahkan untuk menggantikan dion karena mendadak dion ada pertemuan penting dengan salah satu coleganya dan tidak bisa di wakilkan.....


"permisi tuan tian? "... ucap ara sambil tersenyum manis ke arah tuan tian yang sedang melihat denah


" iya , silahkan duduk"... ucap tuan tian tanpa menoleh ke sumber suara


Kemudian ara duduk di kursi yang letaknya sedikit menyerong dan tuan tian belum menyadari kehadiran ara ....


"e hemmmp! "... ara berdehem sambil melirik ke arah tuan tian


Ara mengira jika tuan tian marah padanya setelah mengetahui statusnya bersama dion, maka dari itu tuan tian tidak melihat ke arahnya.....


Ara yang merasa tak enak hati memutuskan untuk berdiri dari tempat duduknya dan hal tersebut membuat tuan tian menoleh ke arahnya....


"anda mau ke... ma... na? ".... tanya tuan tian dengan terputus putus karena tuan tian baru tau jika yang menggantikan dion adalah ara

__ADS_1


" ara? nona muda maksud saya"... ucap tian


"iya ini aku".... ucap ara


" kau mau kemana? "... tanya tuan tian


" aku pikir kak tian marah padaku"


"marah? kenapa aku marah padamu? "... tuan tian mengeryitkan keningnya


" karena kak tian sudah mengetahui statusku sebenarnya"... jawab ara lirih


"hahaha! aku tidak marah padamu"


"lantas tadi kenapa tidak melihat aku saat aku menyapa kak tian? "


"tadi aku terlalu fokus dengan dengan denah ini... maafkan aku"... ucap tuan tian


Kemudian tuan tian menyuruh ara untuk duduk kembali dan tuan tian berkata jika dirinya tidak marah sama sekali kepada ara....


Malahan tuan tian mengira jika ara sudah tidak boleh lagi berteman dengannya, tetapi saat tau jika ara dibolehkan berteman dengannya betapa senang hatinya....


Meskipun tidak bisa memiliki ara, tetapi dia bisa menganggap ara sebagai adiknya sendiri dan tuan tian juga berjanji jika dion berani menyakitinya akan dipastikan tuan tian akan merebut ara dari dion.....


Setelah itu mereka segera membahas soal denah tersebut dan setelah itu mereka berdua berkeliling ke lokasi yang sedang di bangun.....


"tumben kak tian kesini sendiri? sekertarisnya kemana? "... tanya ara sambil berjalan disamping tuan tian


" huft! sekertarisku mengundurkan diri"... jawabnya lesu


"hah? kenapa? "


"aku juga tidak tau ra"


"jadi sekarang kak tian lagi cari sekertaris? "


"iya ra! apa kau mau menjadi sekertarisku? ".... tuan tian melirik ke arah ara


" becanda ra! "


"kenapa gak kak diana aja yang kakak jadiin sekertaris dan sekalian kalian berdua pdkt"... ucap ara sambil tersenyum


" diakan baru aja kerja di perusahaan dion ra"


"tapikan gak papa kalo misalnya diana keluar dari pekerjaannya dan pindah ke perusahaan kak tian"


"palingan diana gak mau ra! diakan gak suka sama aku"


"memangnya kak tian suka dengannya? "


"entahlah! "


"nanti coba aja dulu kak tian bilang ke diana"


"iya ra! "


Mereka berdua melihat bangunan yang sedang dikerjakan oleh ahlinya dan ara sepertinya jauh lebih senang bekerja dilapangan seperti saat ini daripada berada didalam perusahaan.....


**


Pukul 2 siang dion bersama rey baru saja kembali ke perusahaan dan dion segera menuju ke ruangannya....


Sesampainya didalam ruangan, dion menghela nafas panjang karena ternyata di atas meja kerjanya sudah ada beberapa tumpuk berkas yang harus segera ia cek dan ditanda tangani.....


Sebelum duduk dikursi kebesarannya, dion melepas jasnya dan meletakkannya di senderan kursi kebesarannya....


Kemudian dion melipat kedua lengan kemejanya sampai ke siku dan setelah itu dion duduk di kursi kebesarannya......


Setelah itu dion mengambil berkas dan segera menelitinya sebelum ia tanda tangani.....


Dion yang gila kerja hingga tak menyadari jika sekarang sudah sore dan tak berapa lama kemudian terdengar ketukan pintu dari luar ruangan dion .....

__ADS_1


tok tok


"masuk! "... ucap dion


ceklek


Saat pintu terbuka dion mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang masuk kedalam ruangannya ....


"gimana tadi cek lokasinya?"... tanya dion setelah ara duduk di kursi depan meja kerjanya


" ya biasa aja sih kak"... jawab ara


"terus disana kalian ngobrolin apa aja? "... dion menatap wajah ara dengan penuh tanda tanya


" banyak kak! oh iya aku hampir aja lupa"... ara menepuk keningnya


"ada apa? "... dion mengeryitkan keningnya


" tadi kak tian cerita kalo sekertarisnya mengundurkan diri dan saat ini dirinya sedang mencari sekertaris baru"


"lalu? "... dion menatap lekat wajah ara


" aku saranin dia buat merekrut nona diana untuk menjadi sekertarisnya! ".... jawab ara


" mereka kan juga udah kenal"... lanjutnya


"terus? "


"ya aku bantuin kak tian buat ngomong ke kak dion"


"memangnya nona diana mau? "


"aku sih gak tau! kan kak tian sendiri belum ngomong sama nona diana"


Dion seperti sedang berfikir karena saat ini pandangannya lurus kebawah dan tiba tiba ara menyimpulkan sendiri.....


"apa kak dion gak mau nona diana pindah ke perusahaan kak tian? "... tanya ara dan dion langsung menatap wajah ara


" kalo gitu aku akan menghubungi kak tian untuk mencari orang lain sebagai sekertarisnya"... lanjutnya


Kemudian ara mengambil ponselnya yang ada didalam tasnya dan dengan cepat dion menggenggam satu tangan ara yang berada di atas meja kerjanya....


"jangan! "... ucap dion sambil menatap ara


" kenapa kak? "... ara balik menatap wajah dion


" biarkan saja nona diana bekerja disana"... jawab dion


"tap... " ucapan ara dipotong oleh dion


"ssstttt! apa kamu lupa kalo nona diana itu masalaluku? "... dion menatap mata ara


" enggak kak".... jawab ara


"jadi biarkan nona diana sendiri aja memilih untuk bekerja dimana".... ucap dion


" hemmmm.... iya kak"


Setelah itu dion menyuruh ara untuk istirahat sebentar di sofa dan sedangkan dion melanjutkan meneliti berkas yang tinggal beberapa lagi .....


Pukul 5 sore telah tiba dan dion juga sudah menyelesaikan semua pekerjaannya.....


Setelah itu dion merapikan meja kerjanya dan ara meletakkan tumpukan berkas yang sudah di tanda tangani oleh dion ke dalam rak yang berada disambing meja kerja dion......


Setelah semuanya selesai dibereskan, mereka berdua memutuskan untuk segera pulang kerumah karena dion sudah merasa badannya lengket semua......


***********


Hai Hai readersπŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


Maaf ya kemaren author tidak up sama sekali πŸ™πŸ™

__ADS_1


Karena ada hal lain yang membuat author tidak up.....


__ADS_2