
Selain ara dan dion yang sedang bertengkar, ternyata tadi sore dina juga bertengkar dengan rey.....
Dina yang tidak tahan dengan sikap rey yang belum ingin bercerita kepada dirinya, dina langsung melontarkan berbagai macam pertanyaan yang membuat rey mengakuinya.....
Kecewa dan sedih yang dirasakan oleh dina saat ini, dina tidak ingin mengakhiri hubungannya bersama rey.....
Tetapi dina hanya kecewa dengan sikap rey yang tidak bisa bercerita secara terbuka kepadanya.....
Rey bukannya memperbaiki kesalahannya, ia malah memperburuk keadaan dengan cara meninggalkan ara sendirian di dalam apartemen miliknya dan rey entah pergi kemana.....
Dina yang ditinggalkan begitu saja emosinya langsung memuncak dan dengan perasaan kesal dina memutuskan untuk kembali ke apartemennya sendiri.....
Sesampainya di dalam apartemennya, dina segera mengambil ponselnya dan menghubungi ara untuk memberitahunya jika perusahaan dion menerima kerjasama dengan perusahaan jeni.....
Tetapi dina menghununginya beberapa kali tidak mendapat respon dan kemudian dina mengirim pesan kepada ara.....
Setelah itu dina memilih untuk pergi keluar entah kemana tujuannya saat ini, yang dina ingin hanya untuk meredakan rasa kecewanya kepada rey....
...****************...
Keesokan paginya ara masih berada didalam kamarnya dan sejak dari semalam dion juga tidak membujuk istrinya yang sedang marah kepadanya.....
Ara keluar kamar pukul 8 pagi dan sudah rapi dengan dress yang biasa ia gunakan.....
Yang membuat ara berbeda dari hari biasanya adalah saat ini ara berjalan keluar dari kamar sambil menenteng sebuah tas.....
Semua pelayan memberi salam kepada ara dan ara menjawabnya dengan seperti biasanya.....
Sebenarnya semua pelayannya sedang bertanya tanya didalam hati dengan apa yang terjadi kepada kedua majikannya saat ini.....
Padahal sejak menikah hingga sekarang kedua majikannya terlihat baik baik saja, meskipun di awal pernikahan keterpaksaan yang akhirnya membuat mereka berdua saling jatuh cinta.....
"nona muda mau kemana? "... tanya kepala pelayan
" mau pergi sebentar"... jawab ara
"nona muda sebaiknya sarapan dulu"
"nanti saja dijalan"
Ara berjalan keluar dari rumah dan di depan pagar sudah ada taxi online yang ia hubungi tadi....
Ara memutuskan untuk kembali seperti dulu lagi dimana yang hanya ia tau sehari hari hanya pekerjaan di tokonya dan ia pulang hanya untuk tidur saja.....
Jika dion tidak memperdulikan perasaannya saat ini, maka ara juga akan tidak peduli lagi dengan apa yang dilakukan oleh dion diluar sana.....
Yang ada difikiran ara saat ini hanya ada calon anaknya yang masih berada didalam perutnya yang sudah terlihat membuncit .....
Sedangkan dion saat ini sedang berada didalam ruang kerjanya dengan tumpukan berkas yang ada di atas meja kerjanya dan dion saat ini sedang fokus dengan layar laptop yang ada dihadapannya.....
Tiba tiba ponselnya berdering dan dion melirik ponselnya untuk mengetahui siapa yang menghubunginya.....
Saat dion melirik ponselnya ada nama rumah yang tertera di layar ponselnya, dengan segera dion mengambil ponselnya yang berada di atas meja kerjanya dan kemudian menekan tombol hijau.....
📞dion
ada apa?
📞rumah
maaf saya mengganggu tuan muda...
***nona muda baru saja pergi tuan dan nona muda juga tidak sarapan pagi ini..
📞dion
kemana dia pergi?
📞rumah
nona muda tidak memberitahu kami kemana akan pergi tuan muda
📞dion
apa dia pergi dengan supir?
📞rumah
tidak tuan muda
📞dion
baiklah!
__ADS_1
biar aku yang mengurusnya
tut tut**
*
Dion menutup panggilan telfonnya dan kemudian dion menghubungi ke nomer ara tetapi ponselnya tidak aktif.....
"dia pasti sengaja mematikan ponselnya! "... ucap dion sambil menyenderkan punggungnya disenderan kursi
" kemana kamu pergi sayang? ".... dion menatap langit langit atap ruangannya
" tidak mungkin dia mengunjungi dina, karena saat ini dina juga sedang marah"
Dion melirik tumpukan berkas di atas meja kerjanya dan kemudian dion juga melirik layar laptopnya yang saat ini ada di hadapannya.....
Ingin sekali dion pergi mencari ara, tetapi saat ini pekerjaannya sangat banyak dan tidak bisa di wakilkan oleh rey.....
Karena rey saat ini sedang mengurus dilapangan untuk menyelesaikan beberapa hal disana.....
Dengan segera dion menyelesaikan pekerjaannya supaya ia bisa cepat pulang dan mencari ara pergi kemana.....
...****************...
Pukul 4 sore ara baru saja sampai dirumah dan ara melihat mobil dion yang sudah terparkir di depan rumah.....
Dengan perasaan yang masih kecewa ara berjalan masuk kedalam rumah tanpa berfikir kenapa dion pulang cepat hari ini.....
"selamat sore nona muda? ".... sapa beberapa pelayan yang sedang membersihkan rumah
" sore semua"... sapa balik ara
Ara menaiki anak tangga satu persatu menuju ke kamarnya sambil mengusap lembut perutnya yang masih terasa kram sejak siang tadi....
'***maafin mama ya sayang.. karena mama kamu jadi sakit'.... ucap ara dalam hati sambil mengusap perutnya***
ceklek
Ara membuka pintu kamar dan ara melihat balkon kamar yang terbuka, berarti dion saat ini sedang berada disana.....
Ara melepas sepatunya dan tak lupa meletakkan tasnya di lemari kaca khusus untuk menyimpan tasnya.....
Ara berjalan masuk keruang ganti untuk mengambil pakaian ganti dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.....
Sedangkan dion yang sejak tadi berdiri di pinggir balkon dan melihat saat istrinya pulang kerumah.....
Setelah dion menunggu lama akhirnya ara keluar dari kamar mandi dan kemudian dion berjalan masuk kedalam kamar.....
Dion melihat istrinya sedang menyisir rambut panjangnya dan kemudian dion berjalan hingga ia duduk di sofa yang tersedia didalam kamar....
"kamu dari mana saja seharian? "... tanya dion
" bukan urusan kakak! "... jawab ara tanpa menoleh ke arah dion yang saat ini sedang menatapnya
" apa kamu tidak merasa kasihan dengan anak kita? seharian kamu ajak dia keluar rumah".... ucap dion dengan nada datar
"aku bisa menjaganya dengan baik! "
Ara beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju keranjang, sedangkan dion segera menghampirinya.....
"sayang, kamu masih marah denganku? "... dion meraih tangan ara dan langsung di hempaskan oleh ara
" wanita mana yang tidak marah jika suaminya bekerjasama dengan wanita yang pernah ia puja! "
"dan suaminya menyembunyikan soal kerjasamanya dengan wanita tersebut! ".... lanjut ara lalu memiringkan badannya untuk membelakangi dion
" sayang, aku tidak bermaksud menyembunyikannya darimu"... ucap dion sambil duduk ditepi ranjang menatap ara yang memunggunginnya
"bukankah biasanya kamu tidak pernah mempermasalahkan soal kerjasama ku dengan siapa saja? ".... ucap dion lagi
" memang iya aku tidak pernah peduli dengan yang kamu katakan! tapi ini berbeda dan kamu seharusnya bisa ngertiin perasaanku sedikit saja! ".... ucap ara yang langsung memejamkan matanya
" aku lelah, aku ingin beristirahat! "... tambah ara
" jawab pertanyaanku dulu! seharian ini kamu kemana saja? "... tanya dion sambil memegang pundak ara
" bukan urusanmu! ".... jawab ketus ara
" ara! aku ini suami kamu dan itu berarti urusanku! ".... ucap dion dengan tegas
Deg
Jantung ara berdetak saat mendengar dion yang berbicara seperti membentaknya dan betapa sakit hati ara melihat perlakuan dion kepadanya....
__ADS_1
" bukankah sudah aku katakan jika aku sudah tidak menyukai jeni lagi dan aku hanya menyukaimu, bahkan aku mencintaimu ara! ".... dion akhirnya meninggikan suaranya
Dion menghembuskan nafas kasar lalu dion berdiri dan melihat ara yang masih memunggunginnya.....
" cobalah untuk berfikir secara dewasa ara! pikirkan anak yang ada didalam kandunganmu itu! "
"bukankah jeni hanya masalaluku dan aku gak akan mungkin kembali ke masalaluku"
"seharusnya kamu bisa ngertiin aku , bukannya malah seperti anak kecil begini yang langsung marah! "
Ara kemudian membuka kedua matanya yang sedang menahan tangisnya dan setelah itu ara berdiri lalu menatap wajah dion yang saat ini sedang menatapnya.....
"sekarang mau kamu apa? "... tanya ara sambil mengepalkan kedua tangannya
" iya berfikir ku masih kekanak kanakan! itu wajar karena usiaku masih muda! ".... lanjut ara
" kalau kau tau aku masih anak kecil, kenapa kamu mau saat dijodohkan denganku dan sekarang kau membuatku mengandung anakmu! "... ara menunjuk perutnya
" jadi kamu menyesal sudah mengandung anakku? "... tanya dion dengan tatapan tajam
" baik! kalau begitu sekarang apa mau kamu? "... tanya dion lagi
" aku mau kamu pergi dari sini! aku gak mau lihat muka kamu lagi! "... jawab ara sambil meninggikan suaranya
" pergi! ".... ucap ara lagi dan dion hanya berdiam diri sambil menatap ara
"oh.. aku lupa jika ini rumah kamu! ".... ucap ara sambil menghapus air matanya
" baiklah! aku yang akan pergi dari rumah ini! ".... ucap ara lagi
Ara bergegas pergi dari hadapan dion dan baru beberapa langkah tiba tiba perutnya kram lagi, bahkan rasanya jauh lebih sakit dibandingkan tadi siang.....
" awww!!! ".... rintih ara sambil memegang perutnya yang terasa kram
" ara? kenapa sayang? "... tanya dion yang langsung menghampiri ara
" jangan pedulikan aku! ".... ara menepis tangan dion yang hendak memegang pinggangnya
" awww!!! ".... rintih ara lagi
" sayang, ayo kita kerumah sakit! ".... dion mencoba meraih pinggang ara, tetapi ara menepisnya lagi
Saat ini wajah ara benar benar terlihat sangat pucat dan dion tidak tega melihatnya seperti saat ini .....
Ara mencoba melangkah kembali, tetapi perutnya kembali kram dan membuatnya pinsan, untung saja dion cepat memeluk badan ara .....
"sayang? kamu kenapa? "
Dion segera menggendong istrinya dan membawanya menuju kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan ......
Hanya butuh waktu 25 menit untuk sampai dirumah sakit dan sesampainya dirumah sakit ara cepat mendapatkan pertolongan.....
Saat ini dion sedang menunggu diluar ruangan ara diperiksa oleh dokter dan tak butuh waktu lama dokter keluar dari ruangan......
"bagaimana kondisi istri saya dok? "... tanya dion
" sebelumnya saya ingin bertanya kepada Anda tuan ".... ucap dokter kandungan
" silahkan"
"apa ada sesuatu hal yang membuat fikiran nona muda yang hampir membahayakan nyawa janin serta nyawanya sendiri? "
"hanya masalah sepele dok! lalu bagaimana dengan keduanya? "
"untung saja tuan segera membawanya dengan cepat kemari , jadi keduanya sudah membaik kembali".... jelas dokter
" tetapi hal seperti ini jangan sampai terulang kembali , karena mood wanita hamil itu sangat sensitif sekali tuan muda".... lanjut dokter
"tadi nona muda saya beri obat penenang supaya bisa istirahat dengan cukup! kalau gitu saya permisi dulu tuan muda".... pamit dokter
" baik dok! terimakasih banyak"
"sama sama tuan muda"
Setelah dokter pergi, dion masuk kedalam ruangan dan duduk dibangku yang berada disamping ranjang.....
Dion mengusap lembut wajah ara dan kemudian dion mencium telapak tangan ara.....
"maafin aku sayang"
"ini semua karena salahku".... ucap dion
Malam ini dion menemani istrinya dan dion tak melepaskan genggaman tangannya pada tangan ara.....
__ADS_1
Sampai dion tertidur dikursi dengan kepalanya yang berbantalkan ranjang samping ara berbaring.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...