
Pagi ini dina bersama rey sedang joging di taman yang dekat dengan apartemen mereka berdua....
"besok tuan muda apa sudah masuk kerja ya? "... tanya dina sambil berjalan bersama rey
" tuan muda belum memberiku kabar soal itu".... jawab rey
"kapan kamu ke kampusnya? "... tanya rey pada dina
" besok sekalian ngumpul sama temen! soalnya lama gak jumpa".... jawab dina
"di anterin? "
"gak perlu! nanti kamu bolak balik"
"gak papa! kan nganterin calon istri"
Blush
Wajah dina merasa panas saat mendengar ucapan rey dan sepertinya saat ini kedua pipi dina merah seperti tomat......
Kemudian dina berlari kecil meninggalkan rey sendirian yang bengong menatapnya.....
Setelah itu rey mengejarnya dan rey mengajak dina untuk beristirahat di bangku yang tersedia di taman tersebut.....
"tumben tamannya tidak begitu ramai ya? "... ucap dina
" mungkin karena cuacanya sedikit mendung, jadi sebagian orang malas keluar rumah".... ucap rey sambil menyodorkan sebotol air mineral
"iya mungkin saja"
"nanti ikut aku ya? "... ucap rey sambil merapikan anak rambut dina kebelakang telinga
" kemana? "... dina menatap rey yang juga menatapnya
" ke makam kedua orang tuaku".... jawab rey
"iya! ".... ucap dina sambil tersenyum
Tangan rey memegang tangan dina dan menggenggamnya dengan erat sambil kedua mata rey menatap dalam ke kedua mata dina.....
" terimakasih ya? "... ucap rey
" terimakasih untuk apa? ".... dina mengeryitkan keningnya
" terimakasih karena kamu mau menjadi teman hidupku".... jawab rey
"pasti kedua orang tuaku disana sangat senang melihatku yang akan segera menikah".... lanjut reh sambil menatap ke atas langit
" iya sudah pasti mereka senang! ".... ucap dina sambil tersenyum
" sebaiknya kita pulang sekarang dan aku akan membuatkan kamu sarapan".... ucap rey dan dina menganggukkan kepalanya
Rey menggandeng tangan dina dengan penuh kasih sayang dan di sepanjang perjalanan menuju ke apartemen, tidak ada percakapan di antara mereka berdua......
Perasaan keduanya saat ini sama sama bahagia karena sebentar lagi mereka akan menjadi pasangan suami istri dan mereka juga akan tinggal di dalam satu atap......
...----------------...
Setelah makan siang ara bersama dion menghabiskan waktu mereka di taman belakang rumah .....
"papah belum pulang kak? "... tanya ara
"papah tuh kalo golf suka lupa waktu dan pulangnya sudah pasti nanti sore! ".... jawab dion
" oh ya? ".... ucap ara sedikit terkejut
" iya sayang".... ucap dion sambil mengusap lembut pipi ara
__ADS_1
"kak? "... panggil ara sambil memandang ke wajah dion
" ya sayang? "... dion balik menatap ara
" coba pegang deh"
Ara mengarahkan tangan dion untuk memegang perutnya yang berdenyut dan dion tersenyum sambil menatap mata ara yang berkaca kaca .....
"kayaknya bayi kita juga ingin aku usap seperti ini juga"...... ucap dion sambil mengusap lembut perut ara
" iya kak".... ucap ara
Dion mengusap perut ara dengan penuh kasih sayang dan ara merasa sangat bahagia sekali karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu......
Tak berapa lama dion menemani ara untuk menyiram tanaman yang ada di taman dan juga berkata jika dirinya ingin nantinya membuat taman bermain di halaman belakang rumah.....
Dion pasti akan mewujudkan keinginan istrinya tersayang dan dion juga nanti setelah 7 bulanan kehamilan ara, dion akan mengajak ara untuk belanja perlengkapan calon bayi mereka berdua ....
Tepat pukul 4 sore tuan besar sampai di dalam rumah dan tuan besar mencari keberadaan kedua anaknya yang sudah diberitahu oleh salah satu pelayan dirumah......
Tuan besar tersenyum saat melihat keromantisan mereka berdua dan kemudian tuan besar berjalan menghampiri kedua sepasang kekasih yang sedang bercanda gurau ......
"kalau sudah begini papah pasti di lupain! ".... celetuk tuan besar
" papah? "... ucap ara sambil menoleh ke arah tuan besar
" papah sudah pulang? "... tanya ara lagi
" baru saja pulang nak".... jawab tuan besar sambil tersenyum
"lebih baik papah segera membersihkan badan, karena banyak kuman yang papah bawa ke rumah".... ucap dion
" kak! "... ara mencubit pelan pinggang dion
" kau ini persis seperti papah waktu masih muda dulu".... ucap tuan besar sambil menggelengkan kepalanya
"jamannya sudah beda pah! "
" siapa juga yang mau berdebat dengan papah".... ucap dion dengan datar
"papah kedalam dulu ya ? sampai bertemu nanti makan malam".... pamit tuan besar kepada kedua anaknya
" iya pah, selamat istirahat".... ucap ara sambil tersenyum
Setelah itu tuan besar berjalan masuk kedalam rumah meninggalkan kedua pasangan tersebut yang masih sibuk di taman belakang rumah.....
"kak dion gak boleh tau bicara seperti itu ke papah".... ucap ara
" memangnya kenapa sayang? ".... tanya dion
" kasihan papah kan sudah gak muda lagi"
"masih untung lho kak dion punya papah sampai sekarang! coba aku ".... ucap ara dengan sendu
" sekarangkan papah juga menjadi papah kamu sayang.... jangan sedih lagi oke? "... dion merangkul pundak ara
" makasih ya kak? karena kakak aku jadi mempunyai keluarga yang juga menyayangiku ".... ara membalas rangkulan dion
Dion hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan dion juga merasa sangat bahagia jika istrinya bahagia dengan kehidupannya yang sekarang bersamanya......
...----------------...
Disebuah makam yang terbilang cukup elit, karena pihak keluarga dion yang menyuruh kedua orang tua rey di makamkan disana dan semua biayanya yang menanggung keluarga dion.....
Karena kedua orang tua rey sangat berjasa dan orang yang sangat penting bagi keluarga dion, terutama bagi tuan besar yang tak lain adalah papah dion.....
Setelah kedua orang tua rey meninggal dunia, tuan besar mengangkat rey menjadi anaknya dan tuan besar membesarkan rey bersama dengan dion.....
__ADS_1
Tuan besar tidak pernah pilih kasih dalam mengasuh mereka berdua dan tuan besar juga tidak membeda bedakan antara mereka berdua....
Hanya saja setelah lulus kuliah rey meminta untuk tinggal sendirian dan terpaksa tuan besar menurutinya lalu memberikannya sebuah apartemen......
***
Setelah selesai dari makam kedua orang tua rey, kini rey bersama dina sedang berada di dalam mobil.....
"kamu sering datang kesana? ".... tanya dina sambil melirik rey dari samping
" ya hampir setiap seminggu sekali aku mengunjungi mereka".... jawab rey
"sekarang mereka pasti sangat bangga memiliki anak seperti kamu"..... ucap dina
" tapi sayang mereka tidak bisa aku lihat".... ucap rey dengan sendu
Dina kemudian mengusap lembut lengan rey untuk memberikannya semangat dan rey hanya tersenyum sambil melirik sekilas ke arah dina....
Setelah itu rey mengajak dina untuk berbelanja kebutuhan makanan, karena stok makanan di apartemen rey maupun apartemen dina habis semua......
Rey dari dulu memang menyukai memasak dan semua pekerjaan rumah sudah terbiasa rey lakukan sendiri......
Bahkan saat rey sudah bersama dengan dina, rey yang selalu memasakkan makanan untuk dina....
Entah kenapa stok makanan di apartemen mereka selalu cepat habis, mungkin karena mereka berdua akhir akhir ini sering makan di apartemen dan sudah pasti rey yang memasak....
**
Sesampainya di supermarket rey menggandeng tangan dina sambil berjalan masuk kedalam supermarket.....
Dina yang sudah terbiasa dengan perlakuan rey terhadapnya hanya tersenyum dalam hati dan dina juga merasa bahagia saat ini.....
"kita belanja apa dulu nih? "... tanya rey sambil mengambil keranjang
" terserah kamu saja"... jawab dina sambil tersenyum
"mentang mentang aku yang masak! "... umpat rey dan dina hanya tersenyum menanggapinya
" kita belanja sayuran dulu ya? ".... ucap rey dan dina menganggukkan kepalanya
Rey mengajak dina berjalan menuju ke tempat sayur mayur dan rey hanya membeli beberapa sayuran yang segar segar......
Setelah itu rey mengajak dina menuju ke tempat buah buahan, karena rey ingin setiap pagi mereka berdua minum jus buah sebelum berangkat bekerja....
...----------------...
Dion bersama ara menghabiskan sore mereka di dalam dapur, karena ara ingin memasak untuk makan malam nanti.....
Dion yang tidak ingin istrinya kenapa kenapa saat memasak, ia memutuskan untuk membantu istrinya memasak di dapur.....
Suara gaduh mereka terdengar sampai di dalam kamar tuan besar yang letaknya memang tidak jauh dari dapur .....
"suara gaduh apa itu? "... ucap tuan besar sambil turun dari ranjangnya
Tuan besar berjalan keluar dari dalam kamarnya dan tuan besar berjalan untuk mencari dimana suara gaduh berada.....
Tak lama kemudian tuan besar berhenti melangkah, karena tuan besar melihat kedua anaknya sedang asyik memasak bersama di dalam dapur.....
Tuan besar hanya tersenyum dan tiba tiba tuan besar teringat oleh almarhum istrinya yang dulu sering tuan besar menemaninya memasak di dapur.....
Tuan besar tak ingin tenggelam semakin dalam dan hal itu pasti akan membuatnya bersedih.....
Kemudian tuan besar menarik nafas dengan perlahan dan setelah itu tuan besar melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya lagi.....
Tuan besar selalu berharap jika kemesraan dion bersama ara akan terus terjadi sampai maut memisahkan mereka berdua.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
SAMBIL MENUNGGU AUTHOR UP EPISODE SELANJUTNYA,, KALIAN BISA BACA JUGA KARYA AUTHOR YANG BARU YANG BERJUDUL "OH MY BOSS". 🙏🙏☺