
Pukul 5 sore dion baru saja sampai dirumah dan dion langsung menuju ke kamarnya.....
Sesampainya didalam kamar dion tidak mendapati ara didalam dan dion pikir ara sedang berada didalam kamar mandi.....
Kemudian dion masuk kedalam ruang ganti untuk melepas jas dan sekalian untuk mengambil pakaian ganti.....
Tetapi sudah terlalu lama dion menunggu, tidak ada tanda tanda ara keluar dari kamar mandi....
Dion berjalan mendekati pintu kamar mandi dan dengan hati hati dion membuka pintu kamar mandi....
Ternyata didalam kamar mandi kosong dan ara tidak ada didalam sana....
'kemana dia? '.... ucapnya dalam hati
Dion memutuskan untuk masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya.....
20 menit kemudian dion keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya.....
Dion keluar kamar dan disaat menuruni tangga dion bertanya dengan salah satu pelayannya yang sedang melintas.....
"dimana nona muda? "... tanyanya dengan nada dingin
" nona muda ada di taman belakang tuan muda"... jawabnya dengan sopan
Kemudian dion melanjutkan menuruni tangga dan berjalan menuju taman belakang.....
Dion menyusuri taman belakang, tetapi ia belum menemukan ara dimana.....
Dion terus berjalan hingga ia mendengar suara isak tangis dari samping kirinya dan dion melihat ara sedang menangis.....
Dion mendekati ara dan duduk disamping ara....
"kau kenapa? "... tanyanya
" aku gak papa... hiks! "... jawab ara
" lalu kenapa menangis? "
"aku merindukan mamahku hiks... hiks"
"besok kita ke makam mamah kamu! "... ucap dion
" benarkah? "... ara menoleh ke arah dion
Dion hanya menganggukkan kepalanya dan ara menghapus air matanya yang ada di pipinya ....
" gimana dengan kaki kamu? "... tanya dion
" sudah lumayan enakan, mungkin sebentar lagi akan sembuh"... jawabnya sambil tersenyum
"hari mulai gelap! segera masuk kedalam rumah! "... ucap dion dengan tegas
" iya kak"
Dion berdiri dan berjalan lebih dulu, sedangkan ara berjalan dibelakangnya dengan sedikit pincang....
"bukannya menunggu malah jalan lebih dulu! "... gerutu ara sambil menundukkan kepalanya
buk
Ara menubruk punggung dion....
" awww! "... ara mengusap keningnya
Dion langsung menggendong tubuh ara dan ara memukul dada bidang dion....
" turunin aku kak! main gendong gendong aja! "... ucapnya
" diamlah! "... ucap dion
" tapi turunkan aku dulu! "
"jika aku tidak mau? "
"aku pukul lagi! "
"terserah! jika kau terjatuh rasakan sendiri! "
Ara mengerucutkan bibirnya sambil menatap tajam kearah dion, sedangkan dion menaiki tangga sambil melihat wajah ara....
Mereka berdua saling bertatapan satu sama lain dan jantung mereka berdetak dengan cepat.....
'*dia sangat cantik sekali dan jika seperti itu terlihat menggemaskan'.... ucap dion dalam hati
'kenapa dia tampan sekali '.... ucap ara dalam hati*
Dion yang tersadar lebih dulu langsung mendongakkan kepalanya dan membawa ara masuk kedalam kamar .....
Dion langsung meletakkan tubuh ara diatas ranjang dan ara baru tersadar....
"bilang dong kalau mau meletakkan anak orang! "... gerutu ara
" mangkannya jangan melamun! "
"siapa yang melamun? "
__ADS_1
"entahlah! "
Dion berjalan menuju sofa dan sesampainya disana dion duduk disofa sambil menyalakan televisi......
"gimana kaki kamu? "... tanya dion tanpa menoleh
" lumayan mendingan"
"ohh"
Ara hanya meliriknya sambil menyipitkan mata mendengar respon dion padanya....
"gak usah ngelirik! aku tau kok kalau aku ganteng! "... ucap dion yang tidak melihat ataupun melirik kearah ara
" uhuk! "... ara tersedak mendengar ucapan dion
'ternyata es balok narsis juga! '... ucapnya dalam hati
" gak usah ngatain dalam hati! "... celetuk dion
" siapa juga yang ngatain dalam hati? ".... ara memutar bola matanya
" bocah tengil"... jawab dion
"siapa maksud kak dion bocah tengil? "
"ara! mutiara! ".... ucap dion sambil berjalan mendekati ara
Dion terus mendekat kearah ara dan ara reflek langsung menyilangkn kedua tangannya didepan dadanya.....
Dion terus mendekat ke wajah ara dan hidungnya hampir menempel dengan hidung ara ,kemudian ara memejamkan kedua matanya .....
" cepat tidur! "... bisik dion
blush
Wajah ara memerah mendengar bisikan dion dan ara perlahan membuka matanya....
Dilihatnya dion sudah kembali duduk di sofa dan sudah fokus pada layar televisi....
Entah apa perasaan ara saat ini? malu atau tidak? ara juga tidak tau dan ara langsung berbaring diatas ranjang sambil mematikan lampu kamar.....
Ara menutup seluruh badannya termasuk juga wajahnya menggunakan selimut......
Dion meliriknya lalu tersenyum melihat tingkah ara yang menurutnya menggemaskan......
**
Keesokan paginya pukul 6 pagi, ara membuka matanya.....
Ara duduk dan bersandar pada sandaran ranjang sambil merapikan rambutnya yang berantakan.....
"kenapa dia tidur disana? "... ucapnya
" apa semalam dia ketiduran? "
"ahh... sudahlah biarin aja! "
Ara turun dari ranjang lalu berjalan menuju kamar mandi, dan saat diambang pintu kamar mandi, ara membalikkan badannya melihat kearah dion yang masih tidur.....
"tapi kasihan kalau gak dibangunin"
Ara akhirnya masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.....
Sedangkan dion mulai membuka matanya saat mendengar suara air dari dalam kamar mandi.....
Dion mengucek mata dan melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah 7 pagi.....
Kemudian dion melihat ranjang yang udah kosong dan dion tersenyum saat mendengar kembali suara air dari dalam kamar mandi....
Dion berdiri dan berjalan menuju ruang ganti untuk mengambil pakaian kerjanya....
Setelah itu dion membawa pakaian kerjanya keluar dari kamar.....
**
25 menit berlalu, ara keluar dari kamar mandi sudah rapi dengan pakaian casualnya.....
Ara melihat sofa sudah kosong dan ara celingukkan mencari keberadaan dion didalam kamar, tetapi tidak ada....
Kemudian ara menaikkan kedua bahunya sambil menyebikkan bibirnya....
"bodo amat deh! ngapain juga aku nyariin orangnya? ".... ara duduk di depan meja rias
Ara terlihat sangat happy karena kakinya sekarang sudah bisa ia buat berjalan normal dan ara tak sabar ingin mengendarai motornya lagi.....
Selesai memoles wajahnya , ara mengambil tas kuliahnya lalu berjalan keluar dari kamar untuk menuju ruang makan.....
Dari keluar kamar ara celingukkan mencari keberadaan dion, tetapi tak terlihat batang hidungnya.....
Saat ara berjalan menuju meja makan, dari jauh ara dapat melihat jika dion sudah berada di meja makan dengan memakai pakaian kerjanya.....
'*tuh orangnya! tapi kok udah rapi gitu! '... ucap ara dalam hati
'ehh... ngapain juga aku ngurusin dia*! '
__ADS_1
Ara menggelengkan kepalanya lalu berjalan menuju meja makan.....
Ternyata disana juga ada rey yang akan ikut sarapan bersama.....
"pagi nona muda? "... sapa rey
" pagi rey"... jawab ara sambil tersenyum
"kaki anda sudah bisa dibuat jalan normal ya nona muda? "... tanya rey
" sudah"... jawab ara
"ehemmp! "... dion berdehem
Ara melirik kearah dion yang sedang sibuk dengan ponselnya....
" selamat pagi kak dion? "... sapa ara sambil memaksa tersenyum
" ya pagi! "... jawab dion dengan ketus
" emmm... kak dion? dimana kunci motor aku? "... tanya ara
" buat apa? "... dion melirik ara
" kaki aku sudah sembuh"... jawab ara
"terus? "... dion menaikkan sebelah alisnya sambil menatap ara
" aku mau kekampus pakai motor lagi".... jawabnya sambil tersenyum
"gak bisa! ".... ucap dion dengan tegas sambil fokus lagi dengan ponselnya
" kenapa gak bisa kak? "
"ya karena motor kamu sudah aku jual! "... jawabnya tanpa menoleh kearah ara
" apa? dijual? ".... ara kaget
" ya! "
"kenapa dijual sih kak? "
"karena kamu kalau naik motor ugal ugalan"
"apanya yang ugal ugalan! waktu itukan pas apes"
"berisik! makan dulu dan mulai sekarang ke kampus kamu dianter jemput sama rey"
"aku tidak mau! ".... ara berdiri dari duduknya
" jangan membantah ku! "... ucap dion dengan tegas
"duduk! "... ucap dion lagi
Ara menampakkan wajah kesalnya dan rey hanya bisa menundukkan kepalanya melihat kedua majikannya yang sedang perang Dingin.....
'*tenang ara... ingat motor yang dijual itu motornya dia sendiri dan motor butut kamu masih dirumah papah kamu'.... ucap ara dalam hati
'jadi kamu masih bisa mengambilnya dan membawanya kesini'... lanjutnya*
" cepat duduk kembali! "... perintah dion lagi
" aku tidak mau! "... ara menghentakkan kakinya sambil berjalan
" berani melawan ku!? ".... dion berdiri dari duduknya
Suasana dimeja makan jadi dingin dan menyeramkan.....
" ara! ara! "... panggil dion
" apa? "... ara memutar badannya dan melihat kearah dion
" kamu mau kemana? "... tanya dion
" kampus! "
"mau naik apa? "
"ojek! "
"makan dulu! "
"aku tidak lapar! "
"terserah kamu! jangan sampai kamu pulang kesini membawa motor bututmu! ".. dion duduk kembali
" memangnya kenapa kalau aku membawa motor bututku kesini? "
"aku akan membuangnya dan bahkan akan aku bakar! "
Ara sangat kesal dengan ucapan dion dan ara membalikkan badannya lalu berjalan dengan kesal keluar rumah.....
Ara berjalan kaki sampai diluar komplek dan sesampai diluar komplek ojek online pesanan ara sudah menunggunya....
Kemudian ara naik ojek online menuju kampus dan di sepanjang jalan ara ngedumel sendiri karena kesal dengan dion......
__ADS_1
********