
Malam ini dion sedang menemani istrinya yang sedang menonton acara drama kesukaannya di dalam layar laptop milik dion.....
Posisinya saat ini mereka berdua duduk di atas ranjang rumah sakit sambil dion memeluk istrinya dari samping.....
Sesekali dion mengecup pucuk kepala ara dan sebelah tangannya mengusap lembut perut ara yang sudah terlihat sedikit buncit......
Dion melirik jam dinding yang sudah menunjukkan hampir pukul 11 malam dan kemudian dion mengajak ara untuk tidur.....
"sayang, nontonnya dilanjut lagi besok ya? "... ucap dion
" kenapa kak? "... ara menatap ke wajah dion
" sudah malam sayang.... kamu kan gak boleh begadang demi buah hati kita".... ucap dion sambil mengusap lembut perut ara
"iya kak! "... ucap ara sambil tersenyum
Dion membalas senyuman ara sambil mengambil laptopnya untuk ia matikan dan ia letakkan ke meja yang tersedia didalam ruangan tersebut.....
Kemudian dion menemani ara berbaring di ranjang rumah sakit yang lumayan cukup untuk tidur berdua.....
Mereka berdua tidur saling berpelukan satu sama lain dan mereka berdua sama sama tersenyum saat janin didalam perut ara bergerak.....
Mungkin debay mereka berdua juga ingin berpelukan bersama dengan mama papanya......
...****************...
Keesokan paginya dina mengunjungi ara yang masih berada dirumah sakit......
Didalam ruang rawat ara membantu dina menyelesaikan skripsinya sambil ngobrol hal hal yang membuat mereka berdua tertawa bersama.....
"aku jadi pengen ngerjain skripsiku sendiri deh! "... ucap ara
" tunggu debay lahir dulu ra"... ucap dina
"lama din! "... ucap ara sambil memangku dagunya menggunakan dua tangannya
"nurut aja dulu sama suami ra! jangan menbantah! "... ucap dina dengan tegas
" sejak kapan kamu bisa bicara tegas begini? "... ara menatap dina
" sejak aku jatuh cinta kepadanya hehehe"... jawab dina
"dasar bucin! "
"biarin! eh ra... tadi aku bertemu lagi sama sepupu kamu".... ucap dina
" sonya? dimana? ".... ara menatap dina
" di persimpangan jalan tadi"
"kamu yakin itu sonya? "
"yakin 100% ra"
"dia tinggal dimana ya sekarang? ".... tanya ara
" mana aku tau ra! ".... jawab dina sambil menaikkan kedua bahunya
" eh tapi ra... badannya dia sekarang kurusan lho".... lanjut dina sambil melihat ke wajah ara
"masak din? "
"iya ra! tapi yasudahlah biarin aja ".... ucap dina
__ADS_1
Kemudian dina meminta bantuan ara lagi untuk mengerjakan skripsi yang tidak ia mengerti dan pembicaraan soal sonya jadi teralihkan......
Skripsi yang dikerjakan banyak sekali, sehingga membuat mereka berdua beberapa kali menggelengkan kepalanya secara bersamaan....
"mau lulus aja begini amat yaak! ".... ucap dina
" tau gitu aku ogah kuliah! ".... lanjutnya
" coba ngomong gitu didepan mamah kamu din"... ledek ara
"becanda kali ra! ".... ucap dina sambil memutar kedua bola matanya malas
" lagian itukan sudah tugas wajibnya mahasiswi dan mahasiswa din"..... ucap ara
"iya ra aku tau"
Dina kembali menulis dikertas coretan sebelum ia mengetik skripsinya di layar laptopnya......
Dengan senang hati ara membantu dina mengerjakan skripsinya yang masih kurang banyak lagi dan terakhir skripsi dikumpulkan tinggal satu bulan lagi.....
Tak berapa lama mereka berdua istirahat sejenak karena dina sudah mengeluh dengan tangannya yang sudah pegal menulis di buku catatannya.....
"ra, nanti siang suami kamu kesini gak? "... tanya dina
" katanya enggak din! soalnya dia ada meeting dadakan gitu katanya".... jawab ara
"kenapa din? ".... tanya ara sambil menatap dina
" berarti rey juga ikut dengannya dong! ".... ucap dina sambil memasukkan bukunya kedalam tas
" itu sih jangan tanya lagi din! ".... ucap ara sambil menggelengkan kepalanya
" eh ra, aku penasaran nih! ".... ucap dina
" wanita yang namanya jeni saat suami kamu memutuskan kontrak kerjanya apa dia biasa saja? ".... tanya dina
" maksud aku gini ra, kata rey konsekuensinya sangat besar dikarenakan perusahaan jeni termasuk dalam perusahaan yang lebih besar dari perusahaan suami kamu".... jelas dina
"aku gak bertanya kepadanya din! memangnya konsekuensinya apa din? ".... ara menatap dina
" perusahaan suami kamu jadi tercemar karena memutus kerjasama dengan perusahaan yang lebih maju dari perusahaannya ".... jawab dina
" kata rey juga kemungkinan besar perusahaan suami kamu bakalan sulit mencari clien baru lagi dan mungkin juga clien lamanya akan tidak lagi memperpanjang kontrak kerjanya".... lanjut dina
"kasihan dong kak dion! terus gimana kalau perusahaannya jadi bangkrut? "..... ara menyenderkan punggungnya di senderan ranjang
" eh eh... jangan mikir yang enggak enggak dulu ra".... ucap dina yang merasa bersalah karena sudah memberitahu ara
"suami kamu kan ulet banget tuh dalam bekerja, jadi aku yakin kalau dia gak bakalan ngebiarin perusahaan yang sudah ia dirikan selama ini menjadi bangkrut".... ucap dina dan ara menghembuskan nafas lega
Dina tersenyum saat melihat wajah ara lebih rilex lagi dibandingkan saat mendengarkan penjelasannya yang pertama tadi.....
" jadi kamu jangan merasa bersalah ataupun berfikir yang enggak enggak oke! "... ucap dina sambil mengusap pundak ara
" apa aku salah ya marah seperti itu din? "... tanya ara
" enggak ara! yang memutus kerjasama kan suami kamu dan kamu tidak menyuruhnya".... jawab dina
"tapikan dia memutuskan kontrak kerja karena aku yang marah tau dia kerjasama dengan jeni"
"ssssttt! intinya sekarang kamu harus mendukung suami kamu, supaya dia tetap ulet dalam mengurus perusahaannya".... ucap dina
Ara kemudian menganggukkan kepalanya dan setelah itu dina menyalakan layar laptopnya untuk menonton drama kesukaan mereka berdua.....
__ADS_1
...****************...
Jam makan siang dion ditemani oleh rey sedang menikmati makan siang bersama dengan salah satu cliennya.....
Clien dion yang satu ini adalah salah satu clien yang penting bagi dion, jadi dion tidak pernah absen saat di ajak bertemu oleh cliennya tersebut.....
Seperti saat ini , meskipun tidak membahas soal pekerjaan dion tetap menerima ajakan cliennya untuk sekedar makan siang......
Clien dion ini adalah clien lama dari perusahaan tuan besar dan sekarang perusahaan tuan besar digabung menjadi satu dengan perusahaan yang dion dirikan sendiri.....
Selesai makan siang bersama dengan clien, dion dan rey berpamitan untuk kembali ke perusahaan lebih dahulu .....
Sedangkan cliennya masih berada di reatauran tersebut, karena cliennya akan ada pertemuan dengan rekan kerjanya yang lainnya......
Saat berada diperjalanan menuju perusahaan, tepatnya didalam mobil beberapa kali dion menghela nafas kasar sambil menatap layar ipad yang ada didepannya......
Semua itu tak luput dari pandangan rey yang meliriknya dari kaca spion depan......
"setelah ini kumpulkan semua bagian pemasaran diruang rapat rey! ".... perintah dion sambil menatap layar ipad
" baik tuan muda"... jawab rey
"kalau ini terus jadi selama seminggu kedepan, maka kita akan lembur dan bila perlu kita tidur diperusahaan rey! "... ucap dion
Rey sedikit terkejut dengan ucapan dion yang masih terus menatap layar ipadnya dan setelah itu rey baru teringat jika dion telah memutuskan kontrak kerjasama dengan perusahaan jeni......
Ya mau gimana lagi rey hanya bisa terus mendukung dion, karena disisi lain rey juga membenarkan keputusan dion yang memutuskan kontrak kerjasama dengan perusahaan jeni yang awalnya sudah dion tanda tangani......
Sekitar 20 menit kemudian mereka sampai diperusahaan dan dion meminta untuk diturunkan tepat didepan gedung perusahaan.....
Setelah mobil berhenti tepat didepan gedung perusahaan, dion segera turun dari dalam mobil lalu berjalan masuk kedalam perusahaan.....
Sedangkan rey segera melajukan mobilnya untuk ia bawa ke parkiran khusus petinggi......
Setelah memarkirkan mobilnya rey segera turun dari mobil dan dengan langkah cepat rey berjalan masuk kedalam gedung perusahaan......
Setelah sampai didalam gedung perusahaan rey segera menuju kedalam ruangannya untuk menyuruh sekertarisnya memberitahu semua pegawai yang berada di bidang pemasaran untuk segera ke ruang meeting sekarang juga.....
Sontak kabar tersebut membuat semua pegawai di bidang pemasaran menjadi takut karena pasti ada sesuatu hal yang membuat mereka disuruh meeting dadakan bersama dengan dion......
Dion saat ini sedang duduk dikursi paling ujung yang berada didalam ruang meeting dan tak berapa lama rey bersama pegawai dibagian pemasaran masuk kedalam ruang meeting lalu segera duduk ditempat yang sudah disediakan disana......
Tanpa menunggu lama lagi dion segera memulai meetingnya dengan suasana yang tenang dan juga dengan suasana yang dimana semua orang disana tidak berani untuk sekedar tersenyum.....
Karena saat ini wajah dion terlihat sangat tegas dan sepertinya juga sedang menahan emosinya....
Tetapi mereka yang berada didalam ruang meeting merasa lega karena dion tidak memarahi mereka semua, padahal masalah ini adalah masalah yang serius menurut mereka semua......
"baik! saya kira cukup sekian dan saya berharap kalian semua dapat bekerjasama dengan baik! ".... ucap dion
" baik tuan muda!!!! ".... seru semuanya
Kemudian mereka semua segera beranjak dari tempat duduk masing masing dan sebelum pergi dari ruang meeting mereka pamit terlebih dahulu kepada dion.....
" kamu juga bisa kembali keruanganmu rey! "... perintah dion
" baik tuan muda".... ucap rey
Saat ini didalam ruang meeting hanya ada dion sendirian yang masih duduk disana sambil menyenderkan punggungnya disenderan kursi.....
Kemudian dion mendongakkan kepalanya ke atas dan melihat langit langit atap ruangan tersebut sambil memikirkan sesuatu......
Lama sekali dion berada didalam ruang meeting dan setelah itu dion berjalan keluar dari ruang meetinh untuk menuju ke ruangannya sendiri......
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...