
Dion berjalan masuk kedalam rumah dan segera menyusul istrinya yang sedang beristirahat di dalam kamar.....
ceklek
Dion membuka pintu kamar dan dion mendapati istrinya yang sedang duduk bersandar pada sandaran ranjang ......
"sayang... kamu pasti lelah ya? "... ucap dion sambil berjalan menghampiri istrinya
" iya! "... jawab ara sambil memejamkan kedua matanya
" kalau begitu tidurlah sayang, nanti setelah bangun berendam lah dengan air hangat".... ucap dion sambil mengusap lembut pucuk kepala ara
"hemmmp! "... ucap ara
" habis ini kamu apa tidak apa apa kakak tinggal ke perusahaan? ".... tanya dion dengan lembut
" iya gak papa".... jawab ara
"tapi nanti aku main ke apartemen dina"... lanjut ara
" iya sayang".... ucap dion
Kemudian dion berjalan menuju ke ruang ganti untuk berganti pakaian dan ara masih setia memejamkan kedua matanya.....
Sejak semalam dion menceritakan masa lalunya, perasaan ara menjadi tidak mood dan bawaannya ingin diam saja.....
Tak berapa lama dion keluar dari ruang ganti dan dion berjalan menghampiri istrinya yang sedang mengetikkan sesuatu pada layar ponselnya.....
"sayang, apa kamu mau sekalian aku antar ke apart dina? "... tanya dion sambil duduk didepan ara
" aku nanti kesana sendiri kak"... jawab ara sambil mencoba tersenyum
"nanti suruh supir nganterin kamu ya? "...ucap dion sambil mengusap telapak tangan ara
" iya "... jawab ara
" kalau gitu aku berangkat dulu sayang"
Dion menciun penuh seluruh wajah ara dan ara tersenyum sambil menganggukkan kepalanya saat dion melambaikan tangannya......
Setelah dion keluar dari kamar, ara berdiri dan berjalan menuju ke balkon kamarnya untuk melihat dion pergi sendiri atau bersama dengan rey.....
Ara melihat dion berangkat sendiri membawa mobil sport nya yang sudah lama tidak dion kendarai......
"ada apa ya dengan perasaanku? "
Ucap ara pada dirinya sendiri dan kemudian ara berjalan kembali ke dalam kamar ......
Ara berjalan masuk kedalam kamar mandi untuk berendam sejenak sebelum dirinya berangkat ke apartemen dina.....
25 menit kemudian ara keluar dari kamar mandi dengan memakai gaun yang membuatnya tampak lebih fresh dan perutnya juga terlihat membuncit......
Ara memoles wajahnya didepan meja rias dengan sedikit sentuhan make up yang ara gunakan dengan natural.....
Setelah di rasa sudah bagus hasilnya, ara mengambil tas dan tak lupa memakai flat shoes yang warnanya senada dengan warna tasnya.....
Kemudian ara keluar dari kamar dan berjalan dengan santai menuruni anak tangga.....
...****************...
Dina baru saja selesai membereskan apartemennya yang sedikit berantakan setelah ia tinggal selama dua hari ....
Setelah itu dina menata makanan dan juga camilan yang baru saja ia pesan melalui online...
Karena ara tadi sudah mengabarinya jika akan berkunjung ke apartemennya untuk menghilangkan rasa jenuhnya.....
Tak berapa lama terdengar pintu apartemen di ketuk dan dina segera membukakan pintunya.....
ceklek
"hallo bumil? "... sapa dina yang langsung memeluk ara
" masuk dulu yuuk! "
Dina menarik tangan ara untuk mengajaknya masuk kedalam apartemen dan dina mengajaknya ke ruang tengah......
"kamu mau minum apa ra? "... tanya dina setelah ara duduk di sofa
" nanti aku akan ambil sendiri kalau haus".... jawab dina
"ck! kau ini "..... dina duduk disamping ara
" hemmm..... ada apa denganmu hari ini ra? "... tanya dina
" sebenarnya aku gak pengen ngasih tau kamu dulu".... jawab ara dan dina mengeryitkan keningnya
"tapi kayaknya kamu harus segera tau tanpa harus menunggu rey untuk bercerita".... lanjut ara
" ada apa sih ra? ".... tanya dina yang penasaran
Ara menatap dina sambil memikirkan gimana caranya menceritakan kepada dina, supaya dina tidak merasa di tipu oleh rey......
" din? "... ara menggenggam tangan dina dan dina menatapnya
" kamu ingat gak kemaren saat dipantai kamu enggak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita? "..... tanya ara
Dina mengeryitkan keningnya untuk mengingat pertanyaan dari ara dan kemudian dina menjawab pertanyaan dari ara.....
__ADS_1
" iya aku ingat! ada apa ra? ".... dina menatap ara
" kamu tau gak siapa dia? ".... tanya ara balik dan dina menggelengkan kepalanya
Kemudian ara memberitahu semuanya kepada dina dan dina merespon dengan tatapan yang sedang ingin marah.....
" aku tau perasaanmu saat ini gimana din, tapi kita juga gak boleh nyalahin gitu aja ke mereka".... ucap ara sambil mengusap lengan dina
"aku juga sama kayak kamu marah , tapi itukan masalalu mereka dan juga sekarang mereka sudah bersama pasangan masing masing".... lanjut ara
" tapi kitakan belum tau mereka masih menyukainya atau tidak? "... ucap dina
" itu juga yang saat ini sedang aku tanyakan didalam hatiku "... ucap ara
" tapi kenapa rey tidak menceritakan kepadaku? ".... dina memangku dagunya
" pantas saja kemaren sikapnya berubah saat setelah kejadian itu".... lanjut dina
"terus kita harus gimana ra? "... tanya dina
" kita coba lihat dulu aja gimana perkembangannya din"... jawab ara
"tapi ra, mereka kan hanya bertemu sekali saja kemaren"... ucap dina
" enggak din! "
"maksud kamu? ".... dina mengeryitkan keningnya
" perusahaan kak dion akan bekerjasama dengan perusahaan wanita tersebut".... jawab ara
"kamu tau darimana? "
"sebenarnya tadi malam saat kak dion sudah tertidur aku melihat di ipadnya jadwal kerjanya".... jawab ara
" karena aku tidak bisa tidur dan feeling ku benar jika mereka tidak mungkin hanya sekali bertemu kemaren saja".... lanjut ara
"memangnya apa nama perusahaannya? "
"jeni grub! "... jawab ara
" memangnya suami kamu sudah menerima kerjasama dengannya? "
"aku rasa sih belum!".... jawab ara sambil menggelengkan kepalanya
" jika dia menerima kerjasama dengannya, itu ada dua kemungkinan".... ucap ara
"apa? "... dina menatap ara yang sedang berfikir
" pertama dia masih menyukainya atau karena hanya soal pekerjaan saja"
"tapi seharusnya suami kamu menjauhi masa lalunya untuk menjaga perasaanmu ra"
" kita lihat saja nanti "... ucap ara
" kamu jangan terlalu memikirkannya ra! ingat kamu sedang hamil".... ucap dina sambil mengusap lembut perut buncit ara
"iya din "
"oh iya ra! yuk kita makan dulu".... dina beranjak dari tempat duduknya
" memangnya kamu masak apa? "... tanya ara
" sengaja aku pesan online hehehe".... jawab dina sambil memamerkan deretan giginya
Kemudian mereka berdua berjalan menuju ke meja makan dan disana ada semua makanan kesukaan ara......
Setelah itu mereka berdua menikmati makan bersama sambil ngobrol hal hal yang membuat mereka tertawa bersama.....
"kalau begini jadi pengen lajang lagi deh din! "... ucap ara
" ra... kalau ada sesuatu yang ingin kau ceritakan ceritakan padaku ya? jangan kau pendam sendiri"..... ucap dina
"iya din, aku baik baik saja ".... ucap ara sambil tersenyum
" kamu tadi kesini sama siapa? "
"naik taxi "
"memangnya gak di antar supir? "
"tadinya sih aku mau di antar supir tapi nunggunya kelamaan! "
"ketahuan bohongnya tuh ra! "... celetuk dina
Ara hanya tersenyum dan setelah itu melanjutkan menikmati makannya .....
Dina tau apa yang sedang ada didalam hati ara saat ini dan dirinya juga sangat kecewa dengan rey yang belum bisa menceritakan semuanya kepada dirinya......
Seharusnya rey menceritakan semuanya, meskipun hanya masalalu dan bukannya malah begini.....
Apalagi saat kejadian kemaren di pantai, rey pura pura tidak mengenalnya....
Padahal jeni saat ini membulatkan kedua matanya saat melihat rey dan semua itu tak luput dari pandangan dina .....
Awalnya dina mengira jika jeni hanya terpesona dengan rey, tetapi setelah ara menceritakan kepadanya barulah dina mengerti......
Dina akan mengikuti saran dari ara jika dirinya harus bersikap biasa saja sampai rey menceritakan sendiri kepadanya .....
__ADS_1
Tetapi jika tidak menceritakan kepadanya, dina akan benar benar kecewa kepada rey yang akan menjadi pasangan hidupnya......
...****************...
Pukul 7 malam ara bersama dion sedang menikmati makan malam bersama di rumah....
Sejak tadi sore saat dion kembali bekerja, suasana di rumah terasa dingin karena ara tidak banyak bicara kepada dion......
Semua pelayan dirumah bisa merasakan perubahan itu dan mereka mengira jika kedua majikannya sedang bertengkar......
"gimana tadi mainnya ke apartemen dina sayang? "... tanya dion disela sela makannya
" biasa aja! "... jawab ara tanpa menoleh ke wajah dion yang sedang menatapnya
Tak berapa lama mereka menyelesaikan makan malam dan dion mengajak ara untuk kembali ke kamar.....
Sesampainya didalam kamar ara memilih untuk duduk di sofa yang tersedia didalam kamar dan dion juga ikut duduk bersamanya......
Ara menyalakan televisi untuk menghilangkan rasa penasarannya soal apa dion menerima kerjasama dengan perusahaan wanita yang pernah dion sukai....
"sayang? "... panggil dion dan ara menoleh ke wajah dion
" gak papakan kakak tinggal sebentar ke ruang kerja? "... tanya dion
" mau ngapain? "... ara balik bertanya
" mau mempersiapkan berkas untuk lusa sayang"
"iya"... ucap ara yang langsung menatap ke televisi kembali
Sebelum pergi dion mengecup pucuk kepala ara dan setelah itu dion berjalan keluar dari kamar....
Kemudian ara mengambil ponselnya yang ada di atas nakas samping ranjang tidurnya dan ara melihat ada beberapa panggilan masuk dari dina serta ada pesan juga dari dina.....
Ara segera membuka pesan dari dina yang dikirimnya sejak satu jam yang lalu dan saat membacanya jantung ara berdetak dengan cepat.....
Ara berdiri dari tempat duduknya dan segera berjalan keluar kamar untuk menghampiri dion yang berada didalam ruang kerjanya......
ceklek
Ara membuka pintu ruang kerja dion tanpa mengetuknya terlebih dahulu dan dion menoleh ke arahnya yang sedang berdiri menatap dion.....
"ada apa sayang? kau merindukanku? "... tanya dion sambil tersenyum
" kemarilah sayang"... ucapnya lagi
Ara berjalan menuju ke arah dion dengan tatapan kosong dan sesampainya didepan dion ara langsung mengeluarkan amarahnya.....
"kakak jahat! "... ucap ara sambil meneteskan air matanya
" sayang... maksud kamu apa? "... dion berdiri dari tempat duduk dan berjalan menghampiri ara
" jangan mendekatiku! "... ucap ara dan dion segera memberhentikan langkahnya
" kenapa kakak menerima kerjasama dengan jeni? ".... tanya ara dengan nada tinggi dan dion terkejut dengan pertanyaan ara
" kenapa kak dion tidak memberitahuku dan kenapa juga kak dion menerima kerjasamanya? "
"apa kakak masih menyukainya? "
"oh pasti iya! karena kakak tidak mungkin menerima kerjasama dengannya jika sudah tidak menyukainya! "
"sayang, dengerin penjelasan kakak dulu sayang".... ucap dion sambil mendekati ara
" semuanya sudah jelas! "... ucap ara sambil menghempaskan tangan dion yang berusaha menyentuhnya
" ini semua tidak seperti yang kamu fikirkan sayang"
"memangnya kakak tau apa yang sedang aku fikirkan? ".... ara menatap dion dengan air mata yang membasahi kedua pipinya
" kalau kakak tau apa yang sedang aku fikirkan, seharnya kakak tidak melakukannya! "
"aku tau hanya masalalu, tapi apa kakak tidak bisa menghargaiku sedikit saja! "
"apa aku ini hanya pelampiasan saja? "
"sayang... dengerin penjesanku dulu".... dion langsung memeluk ara
Ara memberontak dalam pelukan dion sambil memukul badan dion dengan terus menangis.....
" maafin kakak yang tidak menceritakannya kepadamu sayang".... ucap dion sambil memeluk ara
"tapi percayalah jika kakak sudah tidak menyukainya lagi"
Ara melepaskan pelukan dion dengan kasar dan kemudian ara mundur ke belakang untuk memberi jarak kepada dion.....
"tidak menyukainya lagi? "... ara menatap dion
" lalu kenapa menerima kerjasama dengannya? karena penting? "
"oh... jadi lebih penting pekerjaan dibanding perasaan istrimu ini bagaimana? "
"oke! terserah mulai sekarang kakak mau ngapain aja! "
"dan selamat untuk kerjasamanya! "
Ara berlari keluar dari ruang kerja dion menuju kedalam kamar dan ara mengunci pintu kamarnya, supaya dion tidak masuk kedalam kamar.....
__ADS_1
Dion sengaja tidak mengejar ara, karena saat ini emosi ara sedang memuncak kepadanya dan dion memilih duduk kembali ke kursi kerjanya sambil menyibak rambutnya kebelakang mengunakan kedua tangannya.......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...