Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
48


__ADS_3

Saat ara melewatinya, dion melirik sekilas ke arah ara yang terlihat cuek melihatnya bersama diana....


Kemudian dion melepaskan tangan diana dari tangannya dan berjalan menuju sofa yang ada diruang tamu tersebut....


"kau ingin aku membantumu apa? "... ucap dion yang enggan melihat ke arah diana


" tolong bantu aku cari tempat persembunyian dan ijinin aku kerja di perusahaanmu di"... jawabnya sambil terisak


"aku tidak bisa membantumu soal itu! "


"aku mohon dion, aku sudah capek selama ini menuruti keinginan mamaku hiks.. hiks"... diana mengeluarkan air matanya lagi


" pergilah ke hotel xxx dan bilang ke resepsionis atas namaku serta perintahku! "... ucap dion dengan tegas


Saat dion mengatakan hal itu, ara berjalan melewatinya dan mungkin saja ara mendengar ucapan dion....


Mata dion yang tadinya tidak melihat diana, tetapi saat ara lewat matanya langsung tertuju pada ara yang sedang menaiki anak tangga sambil membawa air minum....


Diana mengikuti arah pandang dion dan diana juga sempat melihat wajah ara dari samping yang kini sedang menaiki anak tangga....


'siapa gadis itu? '... ucap diana dalam hati


**


Sesampainya didalam kamar, ara meletakkan air minum di atas meja dan ara duduk disofa yang tersedia didalam kamar....


"tadi aku gak salah dengarkan? "... ucapnya


" tadi es balok bilang kalo nyuruh kekasihnya untuk pergi ke hotel ? "


"OMG!!!!! apa mereka pernah? "... ara menutup mulutnya


" wajar aja dong! merekan sudah sama sama dewasa "


"tapikan mereka belum menikah! "


"tapi kenapa saat aku melihat kekasihnya memegang tangannya tadi , kok disini terasa nyeri ya"... ara memegang dadanya


" apalagi saat es balok mengatakan soal hotel! tambah nyeri "


"mungkin karna aku haus aja kali ya! "


Ara mengambil gelas yang berisi air minum lalu segera meminumnya sampai habis dan saat ara sedang minum, dion masuk kedalam kamar....


"uhuk!uhuk! uhuk! "... ara tersedak karena melihat dion


" makanya pelan pelan kalo minum! "... ucap dion sambil berjalan menghampirinya


" i... ya"... ucap ara sambil meletakkan gelas di atas meja


Saat ara mengetahui jika dion duduk disampingnya, kemudian ara menggeser duduknya agak menjauh dari dion....


Dion mengeryitkan keningnya melihat tingkah aneh ara yang biasanya tidak seperti itu saat dion duduk disampingnya....


"nanti malam kamu makan malam sendiri gak papa? "... tanya dion


" memangnya kak dion mau kemana nanti malam? ".... ara balik bertanya

__ADS_1


" nanti malam aku ada sedikit urusan diluar"


"Ouwh! "


"ya udah! aku mau siap siap dulu"... ucap dion sambil beranjak dari tempat duduknya


Ara melirik dion yang sedang berjalan menuju ke ruang ganti, dan tak berapa lama dion keluar dari ruang ganti dengan memakai pakaian yang rapi.....


Ara juga dapat mencium bau parfum dion yang menurut ara sangat menenangkan saat menghirupnya.....


" aku pergi dulu ya ra? "... pamit dion


" iya"... jawab ara singkat


"pasti dia akan menemui kekasihnya yang berada dihotel".... ucap ara lirih saat dion sudah keluar dari kamar


" bodo amat deh! "


Kemudian ara membuka laptopnya sambil berbalas pesan dengan kedua temannya dan ara menceritakan semuanya kepada mereka....


Entah kenapa perasaan ara menjadi marah saat mengingat dion yang akan pergi menghampiri kekasihnya yang berada dihotel....


Kedua sahabatnya memberitahunya jika ara sedang cemburu pada dion, tetapi ara mengelaknya karena ara tidak mempunyai perasaan apa apa kepada dion..


Ara hanya mengira jika badannya mungkin sedikit bermasalah dengan kesehatannya dan kalau ada waktu ara akan mencoba memperiksakan kesehatan badannya....


**


Sesampainya di apartemen rey, dion langsung duduk di sofa yang berada diruang tamu....


Kemudian rey mengambilkan dion sebotol minuman dingin yang mungkin bisa menyegarkan otak dion....


" tadi diana kerumah! "... jawabnya


" apa dia mengatakan sesuatu kepada Anda? "


"dia kabur dari negaranya dan minta bantuanku"


"tuan muda tidak membantunya bukan? "


"aku menyuruhnya untuk pergi ke hotel! "


"kenapa tuan muda membantunya? bagaimana jika itu hanya akal akalan diana saja? "


"kau tau sendiri rey jika aku tidak bisa melihat wanita menangis! "... dion menatap rey


" meskipun aku sangat marah padanya tetapi dulu dia pernah menjadi orang yang spesial di hidupku! ".... ucap dion lagi


" maafkan saya tuan muda, lalu apa yang membuat fikiran anda kacau? "


"dia meminta untuk bekerja di perusahaan dan jika papah tau pasti papah akan marah besar kepadaku"... ucap dion


" lalu apa yang bisa saya lakukan tuan muda? "


"awalnya aku tidak percaya dengan ucapannya rey, tapi saat dia menangis dan mengatakan jika dia menjadi simpanan orang kaya adalah perintah dari mamanya".... dion menghela nafas


"entah benar atau tidak! aku harus membantunya rey"... lanjutnya

__ADS_1


" maksud tuan muda, nona diana anda pekerjakan di perusahaan tetapi tidak memakai identitasnya yang asli? "


"ya kau benar rey! "... dion menepuk pundak rey


" terus bagaimana dengan nona muda tuan? "... tanya rey


" maksud kamu apa rey? "... dion menatap rey


" apa tuan muda punya rencana akan kembali kepada nona diana? "


"itu tidak akan pernah terjadi rey! aku hanya simPATI saja padanya "


"baiklah tuan muda, saya akan membantu Anda"


Setelah itu rey berfikir keras untuk mencari identitas apa yang cocok untuk diana dan pekerjaan apa yang cocok untuknya juga.....


Sebenarnya rey kecewa dengan dion yang masih peduli dengan keadaan diana yang sudah membuatnya sakit hati...


Tetapi mau gimanapun dion adalah majikannya dan rey harus melakukan tugasnya sebagai asisten pribadinya.....


Rey akan menyelidiki , apa benar diana kabur dari negaranya dan apa diana juga benar benar ingin berubah....


Dion berada di apartemen rey hingga larut malam dan sudah hampir pukul 12 malam dion memutuskan untuk pulang kerumah.....


Karena jalanan terlihat sepi kendaraan yang berlalu lalang, jadi dion sampai dirumah hanya sekitar 25 menit....


Saat dion masuk kedalam kamar, lampu kamar sudah mati dan mungkin saat ini ara sudah tidur di atas ranjang....


Kemudian dion berjalan menuju ke ruang ganti untuk berganti pakaian dan setelah mengganti pakaian dion keluar dari ruang ganti lalu menuju ke ranjang....


Tak lupa dion menyalakan lampu tidur disamping ranjangnya dan setelah menyalakan lampu tidur, dion melihat ara yang sedang tidur pulas dalam selimut dengan posisi menghadap ke arahnya....


Perlahan dion membaringkan badannya lalu menghadap ke arah ara , dion menatap lekat wajah ara yang sedang tertidur dan dion tersenyum saat membayangkan isi pesan ara tadi siang kepadanya.....


Entah kenapa saat berada di dekat ara, dion merasa sangat nyaman sekali dan dion ingin selalu dekat dekat dengannya....


Dion memang suka dengan sikap ara , tetapi kalau soal perasaan dion masih belum tau karena mereka masih beberapa bulan menikah ....


Entah kedepannya nanti seperti apa, dion hanya ingin menjalaninya sesuai dengan takdir dan jika nantinya pernikahannya dengan ara tidak berjalan lama, dion bisa menerimanya.....


**


Keesokan paginya ara terbangun dari tidurnya karena perutnya terasa berat dan ara meraba perutnya yang terasa berat.....


Sambil meraba perutnya yang terasa berat, ara membuka matanya dengan perlahan dan ara membulatkan mata saat mengetahui tangan dion berada di atas perutnya.....


Kemudian ara menoleh ke samping kanannya, dimana posisi dion saat ini yang menghadap ke arahnya dan bahkan posisi kepalanya hampir menempel dengan posisi kepala ara.....


'*apa yang terjadi semalam? '.... ucap ara dalam hati



'kenapa posisi tidur kita berdua begitu dekat*? '


Dengan perlahan ara memindahkan tangan dion dari perutnya, setelah itu ara turun dari ranjang dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.....


Sedangkan dion masih tertidur pulas di atas ranjang sambil memeluk guling yang ada disampingnya......

__ADS_1


*******


__ADS_2