
Setelah mengantarkan suaminya pergi bekerja di depan rumah, ara menghirup udara segar di pagi hari sambil berjalan ke taman samping rumah.....
Ara tersenyum senang melihat tanaman yang segar segar di taman tersebut sambil mengusap lembut perutnya......
Kemudian ara duduk di kursi panjang yang terbuat dari besi sambil tersenyum mengusap perutnya yang dimana bayi didalam perutnya sedang menendang nendang di dalam sana......
"kamu sekarang cepat sekali meresponnya ya? ".... ucap ara
" sabar ya, sebentar lagi kita bertemu"
Ara sangat bahagia sekali karena sebentar lagi dirinya akan menjadi ibu dan ara juga tidak ingin jika nantinya anaknya akan di urus oleh baby sister......
Karena dirinya dan juga dion sudah memutuskan jika kelak saat anak mereka lahir di dunia, ara akan mengurusnya sendiri......
Awalnya dion memang menolak jika ara mengurusnya sendiri, karena dion tidak ingin istrinya kecapekan.....
Tetapi ara yang terus memaksanya dan juga dion sudah melihat di artikel kalau seorang anak tumbuh lebih baik kalau di asuh oleh orang tuanya sendiri.....
Akhirnya dion menyetujuinya dengan syarat ara tidak boleh lagi bekerja dan hanya boleh dirumah sambil mengurus anaknya kelak......
Dengan senang hati ara mengiyakan keputusan dion dan apapun yang membuat istrinya bahagia dion pasti akan mengabulkannya......
...----------------...
Sedangkan tuan besar pagi ini sedang bermain golf bersama dengan rekan rekannya.....
Setelah tuan besar kembali ke negara ini, hampir setiap hari tuan besar pergi di pagi hari untuk bermain golf.....
"gimana kabar anak dan menantumu? ".... tanya rekan tuan besar
" mereka sangat baik "... jawabnya
" sebentar lagi bukankah kamu akan menjadi seorang kakek? "
"iya benar! "
"itu berarti kamu akan menetap disini? "
"aku masih belum memikirkannya, karena bayangannya selalu ada di dekatku"..... ucapnya dengan sedih
" cintamu begitu dalam untuknya kawan! ".... ucap rekannya sambil menepuk pundak tuan besar
" kamu tau sendiri gimana dulu aku mendapatkannya dan takdir hanya mengijinkan kami bersama 10 tahun saja".... jelas tuan besar
"kamu masih menyalahkan takdir saja! "
"aku tidak menyalahkan takdir! hanya saja aku belum mewujudkan ke inginannya hingga mau memisahkan kita"
"memangnya apa keinginannya? "
"kamu tau sendiri jika dion sejak dalam kandungan sudah di jodohkan dengan anak sahabatku ".... jawab tuan besar
" istriku ingin sekali bertemu dengan calon menantunya pada saat itu dan sudah berjanji jika akan mengajaknya untuk menemui sahabatku"
"belum sempat bertemu, istriku sudah tiada".... ucap tuan besar sambil menundukkan kepalanya
" sekarang kamu juga masih bisa mewujudkannya".... ucap rekannya
"maksud kamu? "
"kamu ajak anak serta menantumu ke makam istrimu, pasti dia akan senang"
"tapi menantuku masih hamil besar"
"lebih baik kamu bicarakan ini kepada mereka berdua nanti di rumah"
"baiklah! "
"sekarang kita lanjutkan kembali permainan ini kawan! ".... ajak rekannya
__ADS_1
Mereka berdua melanjutkan kembali permainannya hingga merek berdua benar benar puas......
Meskipun hampir setiap hari bermain golf, tetapi mereka tidak pernah bosan dan hal itu membuat mereka menjadi tambah semangat lagi.....
Puas bermain tuan besar bersama rekannya beristirahat di tempat yang sudah di sediakan....
" gimana kalau kita sekalian makan siang? "... ajak rekannya
" sepertinya kali ini aku tidak bisa".... jawab tuan besar
"kenapa? "
"aku harus menemani menantuku makan siang dirumah"
"memangnya dion tidak makan siang dirumah? "
"dia sedang bertemu dengan clien sekalian makan siang"
"oh... baiklah kalau begitu aku pergi dulu ya? "
"oke hati hati"
Setelah rekannya pergi lebih dahulu, tuan besar menghubungi pelayan yang ada dirumah untuk segera menyiapkan makan siang.....
Kemudian tuan besar beranjak dari tempat duduknya untuk bergegas pergi dari lapangan golf.....
Tuan besar sangat menyayangi ara seperti beliau menyayangi dion dan apalagi sebentar lagi ara akan melahirkan cucunya.....
Tuan besar sudah tidak sabar lagi untuk menantikan momen dimana cucunya lahir ke dunia dan hari harinya tidak akan kesepian lagi.....
...----------------...
Setelah makan malam ara memutuskan untuk ke dalam kamarnya sambil menunggu suaminya pulang bekerja.....
Karena perutnya semakin membuncit membuatnya menjadi sedikit malas untuk beraktifitas.....
Mungkin karena bawaan dari bayi atau memang ara sedang tidak ingin melakukan aktifitas minggu minggu ini.....
Sesekali ara melirik jam dinding yang hampir menunjukkan pukul 8 malam, tetapi belum ada tanda tanda suaminya pulang.....
Sedangkan dion saat ini sedang berada di perjalanan menuju pulang ke rumah dan dion sengaja mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang......
Karena badannya terasa sangat capek sekali dan dion tidak ingin hal buruk terjadi pada dirinya.....
Tak berapa lama dion sampai di rumah dan dion tersenyum saat melihat kamarnya dari bawah , dimana lampu di dalam sana masih menyala.....
Itu menandakan jika ara belum tidur dan dion bisa melihat senyum manis dari istrinya itu......
Setelah mobil terparkir di dalam garasi, dion segera keluar dari dalam mobil dan berjalan sedikit tergesa-gesa , karena dirinya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan ara......
Sesampainya di dalam rumah dion hanya melihat para pelayan yang sedang sibuk dengan tugasnya masing masing.......
Dengan langkah cepat dion menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya, dimana ara sedang menunggunya.....
ceklek
Dion membuka pintu kamar dengan perlahan , karena dion takut jika istrinya ternyata sudah tidur.....
Tetapi setelah membuka pintu kamar dion tersenyum lebar saat melihat istrinya yang sedang asyik menonton televisi dan tidak menyadari kedatangannya.....
"sayang??? ".... ucap dion sambil berjalan menghampiri istrinya dan ara menoleh ke sumber suaranya
"maaf ya baru pulang dan daritadi gak kasih kabar ke kamu? ".... ucap dion lagi sambil memeluk istrinya dari samping
" gak papa kak, aku tau kalau kak dion pasti sibuk banget hari ini".... ucap ara sambil mengusap lembut tangan dion yang melingkar di perut buncitnya
"seharian tadi kamu dirumah ngapain aja? ".... tanya dion sambil merapikan anak rambut ara ke belakang telinga
" aku hanya menghabiskan waktu di taman saja dan sorenya tadi papah ngajakin aku menanam bunga"
__ADS_1
"apa kau senang hari ini? "
"senang sekali, karena papah selalu mengerti kesendirianku saat kamu tinggal bekerja".... jawab ara sambil tersenyum manis
" kak dion sudah makan malam? ".... tanya ara
" belum sayang"... jawab dion sambil menggelengkan kepalanya
"kalau gitu kak dion mandi dulu dan setelah itu aku temani kak dion makan"
"iya sayangku".... ucap dion lalu berdiri dari tempat duduknya
" bajunya siapin ya sayang? ".... ucap dion sambil berjalan menuju ke kamar mandi
" iya suamiku".... jawab ara sambil tersenyum
Dion masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan sedangkan ara bergegas menyiapkan pakaian untuk suaminya.....
"papah kamu itu manja sekali, kamu nantinya jangan manja seperti papah ya nak? "... ucap ara sambil mengusap perut buncitnya
" awww.... kamu menendang nendang disana nak"
Ara tersenyum sambil memilihkan pakaian ganti untuk suaminya , karena bayi dalam kandungannya sangat aktif sekali saat ara mengajaknya berbicara.....
Rasanya ara sudh tidak sabar lagi untuk segera bertemu dengan calon bayinya.....
***
Dimeja makan ara sedang menemani suaminya untuk makan malam, karena dion belum makan dari tadi siang......
"tadi pekerjaan kak dion banyak ya? ".... tanya ara sambil menatap suaminya dari samping
" iya, kerjaan yang harusnya di kerjakan oleh rey jadi aku yang mengerjakannya".... jawab dion
"apa besok juga pulang malam lagi? "
"aku belum tau sayang, kenapa? ".... dion menatap ara
" sebenarnya aku ingin mengunjungi tokoku kak, tapi kalau kak dion pulang malam lagi gak papa kan bisa kesana kapan kapan"... ucap ara lalu tersenyum menatap dion yang juga menatapnya
Dion berfikir sejenak sebelum mengeluarkan suaranya, karena dion tidak tega jika melihat istrinya merasa sangat kecewa dengannya.....
"gimana kalau besok waktu jam makan siang kamu ke toko di anter sama supir dan aku akan menyusul kamu disana? ".... ucap dion sambil mengusap lembut telapak tangan ara yang berada di pangkuannya
" tapi kalau kak dion sibuk jangan deh kak! kita bisa kesana kalau kak dion gak sibuk"
"aku gak sibuk kalau kamu membutuhkanku sayang".... ucap dion sambil mengusap lembut pipi ara
" tapi kak? "
"sssttt!!! menurut saja sama suami ya? ".... ucap dion lalu tersenyum dan ara menganggukkan kepalanya sambil membalas senyuman dion
" apa papah setelah makan malam masuk ke dalam kamar? ".... tanya dion
" iya kak, katanya papah mengantuk"
"mungkin kecapekan efek main golf dan tadi sore mengajak kamu menanam bunga bukan? "
"iya! papah tadi banyak sekali menanam bunga"
"ya begitulah dia, terkadang lupa sama usianya"
"kamu jangan berkata seperti itu! kita nanti juga pasti akan tua kalau sudah waktunya"
Dion hanya tersenyum sambil melihat wajah istrinya yang menurutnya semakin hari semakin cantik dimatanya......
Setelah selesai makan dion mengajak istrinya untuk kembali ke dalam kamar, karena dion melihat jika ara sedang menahan kantuknya demi menemaninya makan malam......
...----------------...
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR DI KARYA AUTHOR YANG BERJUDUL "OH MY BOSS!! " 🙏🙏