Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
70


__ADS_3

Pukul 12 siang dion berjalan menuju ke ruang desain dan dari balik pintu kaca ruang desain dion melihat ara yang sedang merapikan meja kerjanya.....


Dion masuk kedalam ruang desain dan beberapa pegawai di sana menyapanya.....


"ra, disamperin tuh! "... ucap dina lirih


Ara mendongakkan kepalanya dan melihat dion yang sudah ada di depannya....


" kak dion? "... ucap ara


" ikutlah denganku! "... ucap dion sambil membalikkan badan dan berjalan keluar dari ruang desain


" hah? "... ara melongo


" buruan sana ra! biar aku yang beresin mejamu"... ucap dina


"tapi din? "


"udah buruan! "


Ara mengambil tasnya lalu segera menyusul dion yang sudah berjalan lebih dulu dan ara celingukkan seperti mencari sesuatu.....


"kau sedang apa? "... tanya dion sambil melirik ara


" dimana rey? "... tanya ara


" disini hanya ada aku! "... ucap dion sambil menarik tangan ara


Semua pegawai melihat dion yang sedang menarik tangan ara dan beberapa dari mereka ada yang tidak percaya jika ara adalah adiknya dion, karena mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih.....


Sedangkan rey saat ini sedang berada di negara P, karena disini ada clien dion yang ternyata mempunyai banyak masalah.....


Jadi rey pergi ke negara tersebut untuk memutuskan kerjasama antara perusahaan dion dengan perusahaan cliennya....


Ternyata memutus kerjasama dengan clien yang satu ini tidak semudah yang rey kira dan rey harus berada disini selama beberapa hari karena ternyata cliennya sedang tidak ada di tempat.....


**


Dion mengajak ara makan siang di sebuah restauran tempat mereka bertemu untuk pertama kalinya bersama keluarga....


Saat duduk ara merasa heran karena semua makanan sudah tersaji dimeja dan dion dengan santainya melepaskan jasnya lalu meletakkannya di senderan kursi.....


"kamu mau makan yang mana dulu ra?"... tanya dion dengan lembut


" kayaknya yang ini dulu kak"... jawab ara sambil menunjuk salah satu makanan di atas meja


Hal yang tak terduga terjadi, dimana dion mengambilkan makanan yang ditunjuk oleh ara tadi dan diletakkannya di atas piring yang sudah ada di depan ara....


"makanlah dengan benar"... ucap dion


" i.... ya kak"... ucap ara


Hati ara merasa berbunga bunga karena perlakuan dion padanya sungguh manis sekali....


Dimaklumi saja ya karena baru kali ini ara mendapatkan perlakuan seperti itu dari seorang pria.....


"gimana sama kursi kerjamu? kau suka? "... tanya dion disela sela makan


" suka sekali kak! makasih banyak ya? "... ucap ara sambil tersenyum


" ya! "


Kemudian mereka melanjutkan makannya hingga makanannya habis tak tersisa.....


Setelah selesai makan, mereka pergi dari restauran tersebut untuk kembali ke perusahaan.....


Sekitar 25 menit mereka sampai di perusahaan dan sebelum keluar dari mobil, dion mengatakan sesuatu pada ara....


"ra, nanti saat jam kerja kamu habis langsung keruanganku ya? "... ucap dion


" iya kak"... ucap ara


"bagus! "... dion mengacak lembut pucuk kepala ara


" ishhhh! "... ucap ara sambil merapikan rambutnya


Sedangkan dion tersenyum melihat ara yang sedang merapikan rambutnya sambil berjalan menuju ke pintu perusahaan ....


Sesampainya diruang desain, ara langsung duduk di kursinya dan dina langsung mencercanya dengan banyak pertanyaan.....


" kamu tadi di ajak makan dimana ra? "


"pasti di restauran yang romantis ya? "


"terus kalian membahas apa aja? "


"ingat kau harus tetap terlihat jual mahal! "

__ADS_1


"ssstttt! aku bingung mau jawab yang mana dulu? "...ucap ara sambil menggelengkan kepalanya


" aku penasaran ra! "... ucap dina


" hmmmm! aku tadi di ajakin ke restauran tempat yang pertama kali kita bertemu "... ucap ara


" terus? "


"ternyata meskipun dia dingin tapi dia romantis din"... ara membayangkan saat dion menyajikan makanan untuknya tadi


"kamu di suapin gak ra? "


"emang aku bayi! "


"ya biasanya sepasang kekasih seperti itu ra"


"kau tau kan kita masih tahap penyesuaian? "


"ya... tapi aku rasa kalian berdua bentar lagi bakalan jadi pasangan terbucin deh!"


"ngarang! "


Setelah itu ara memulai pekerjaannya dan begitu juga dina....


**


Diana yang masih didalam ruang kesehatan sedang merasa pusing dan tak berapa lama teman kerjanya yang diruangan akutansi menjenguknya....


"gimana kondisi kamu diana? "... tanya Sinta


" kepalaku terasa pusing sin"... jawabnya


"ini aku bawain kamu makanan, makanlah selagi hangat"


"makasih ya sin? jadi ngerepotin"


"gak papa! kitakan sudah menjadi teman"


"kamu gak keruangan sin? "


"habis ini aku keruangan, aku khawatir sama kondisi kamu"


"aku gak papa kok sin, kamu kembali aja ke ruangan"


"tapi kamu disini sendiri gak papa ? "


"nanti pas pulang kerja aku bawain tas kamu kesini"


"makasih ya sin"


"sama sama"


Setelah itu Sinta kembali keruangan akutansi dan diana mengubah posisinya menjadi duduk sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.....


"kenapa kepalaku pusing banget! "... ucapnya


" apa benturan semalem terlalu keras? "


Kemudian diana meneteskan air matanya dan ia sangat menyesal dengan kehidupannya yang selama ini ia jalani....


Sebenarnya diana itu memiliki sikap yang teduh, tetapi karena didikan dari mamahnya ia jadi seperti ini....


Memang penyesalan datangnya pasti dibelakang, tetapi diana sangat jijik dengan dirinya yang dengan mudahnya selama ini mau dijadikan simpanan oleh pria dewasa.....


Jauh dilubuk hatinya, diana masih mempunyai perasaan kepada dion dan diana menyadari jika dion sudah tidak mempunyai perasaan kepadanya , sejak ia menyakiti dion....


Saat ini pikiran diana sedang buntu dan diana hanya ingin mengakhiri hidupnya yang tak berguna....


Kini dengan mudahnya ia dibuang begitu saja oleh mamahnya di negara ini karena ia tak menuruti keinginan mamahnya.....


Di negara ini diana hanya mengenal dion dan juga Sinta rekan kerjanya, selain itu ia tak punya teman lagi di negara ini.....


**


Pukul 4 sore pegawai dibagian desain sedang merapikan meja kerjanya masing masing, termasuk juga ara dan dina....


"aku duluan ya ra? "... ucap dina


" iya hati hati"


"oke! "


Tak berapa lama kemudian ara berjalan keluar dari ruangan desain dan berjalan menuju ke ruangan dion.....


Sesampainya di depan pintu ruangan dion, ara segera mengetuk pintunya dan terdengar suara dion dari dalam yang menyuruhnya masuk.....


ceklek

__ADS_1


"duduklah! "... perintah dion


Ara berjalan ke arah kursi yang ada di depan meja kerja dion dan kemudian ara menatap intens dion yang sedang fokus pada layar laptopnya.....


" biasa aja natapnya!"... ucap dion yang tetap fokus pada laptopnya


"ehemmp! "... ara berdehem sambil membulatkan matanya


"kau haus? "... tanya dion sambil melirik ara sebentar


" enggak! "


"terus kenapa berdehem? "


"gak boleh? "


"terserah kau saja! "


Kemudian mata ara melihat disekeliling isi ruangan dion dan mata ara tertuju pada sebuah lukisan yang terpasang di dinding.....


Ara berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke tempat lukisan tersebut berada.....


Dion yang menyadari pergerakan ara langsung menoleh ke arah ara yang sedang berjalan menuju ke arah lukisan.....


Lalu dion berdiri dari tempat duduknya dan dion berjalan menghampiri ara yang sedang menatap lukisan tersebut....


"apa ada sesuatu dengan lukisannya? "... tanya dion tepat di samping telinga kanan ara


" hah? enggak kok"... ucap ara yang kaget dengan suara dion yang berada tepat di samping telinganya


"terus kenapa kau menatapnya seperti itu? "... dion mengeryitkan keningnya


" dulu waktu aku kecil dan kedua orang tuaku masih ada, aku sering sekali mengatakan jika saat aku dewasa nanti ingin pergi kesana"... ucap ara sambil memandang lukisan tersebut


"sekarang kamu sudah dewasa, kamu masih ingin pergi kesana? "... tanya dion sambil menatap lekat wajah ara dari samping


"masih pengen! tapi kayaknya gak bisa deh".... ucap ara sambil berjalan menjauhi lukisan tersebut


" kenapa? "... dion mengikuti ara dari belakang


" karena dulunya aku pengen pergi kesana bersama kedua orang tuaku dan sekarang mereka udah pergi untuk selamanya"


"kamu kan bisa pergi sama suami kamu"... ucap dion


Ara menghentikan langkah kakinya dan menoleh kebelakang .....


Dion menatap ara yang sedang menatapnya dengan menaikkan sebelah alisnya.....


" kenapa menatapku begitu? "... tanya dion


" gak papa! "... jawab ara sambil melanjutkan langkahnya menuju ke kursi


Kemudian dion melanjutkan kembali pekerjaannya dan ara mengeryitkan keningnya melihat dion yang sangat menyukai pekerjaannya.....


" serius amat kak kerjanya? "... tanya ara


"aku kan memang harus serius kerja"... jawabnya sambil fokus pada layar laptopnya


" memangnya uangnya mau kakak buat apa? "


"buat pergi ke tempat itu! "... tunjuk dion pada lukisan tadi


" memangnya mau kesana sama siapa? "


"sama seorang wanita"


"wanita siapa? "... ara menatap dion


"nanti kau akan tau sendiri! "


Kemudian ara mengembungkan kedua pipinya sambil memutar bola matanya sambil berkata dalam hatinya.....


'*itukan tempat yang aku idam idamkan! beraninya dia ngajakin wanita lain kesana'.... ucap ara dalam hati*


Setelah itu didalam ruangan hanya sunyi, karena ara sibuk dengan ponselnya dan sedangkan dion sibuk dengan laptopnya....


Hingga pukul 5 sore dion baru menutup laptopnya dan merapikan meja kerjanya.....


"ayo pulang! "... ucap dion sambil memakai jas kerjanya


Ara hanya menganggukkan kepalanya sambil berdiri dan berjalan mengikuti dion yang sudah lebih dulu jalan di depannya......


Ara masih kesal dengan dion yang mengatakan ingin pergi ke tempat yang selama ini ingin ia kunjungi dan dion mengatakan ingin pergi kesana dengan seorang wanita......


Ara mengepalkan tangannya lalu mengarahkan ke depan dan ia menonjok nonjok ke arah punggung dion, tetapi tidak sampai mengenai punggungnya......


*********

__ADS_1


__ADS_2