Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
19


__ADS_3

Siang pukul 2 dion masih setia menunggu ara diluar ruangan sambil fokus dengan ponselnya....


Tak berapa lama datang dua orang mahasiswi yang akan masuk kedalam ruangan ara....


"tunggu! "... ucap dion dengan tegas


Kedua mahasiswi menoleh kearahnya lalu tersenyum ramah....


" siapa kalian? "... tanya dion


" kami temennya ara dan kami ingin menjenguknya"... jawab tina dan di angguki oleh dina


"anda sendiri siapa? ".... tanya dina


Dion enggan menjawab, malah sekarang dion duduk dan kembali fokus dengan ponselnya....


Kedua teman ara hanya saling pandang dan kemudian mereka masuk kedalam....


" ara!!!! ".... teriak kedua temannya


" kalian"... ucap ara


Kedua temannya berhambur memeluk ara dan setelah itu mereka berdua duduk di pinggiran ranjang kanan kiri ara....


"gimana bisa pembalap kita kecelakaan? "... tanya dina


" iya ra... kok bisa sih? "... timpal tina


" namanya juga manusia dan ini udah takdir"... jawab ara


"tapi untung aku gak papa"... lanjut ara


" gak papa gimana? nih nih ini? "... tunjuk tina pada bagian anggota ara yang terluka


" nanti juga bakalan sembuh kok"... ara tersenyum


"oh ya ra... didepan itu siapa? "... tanya dina


" iya ra? siapa? "... timpal tina


" itu tuan muda es yang aku ceritain ke kalian"... jawab ara


"maksud kamu itu suami kamu? "... tanya dina


Ara menganggukkan kepalanya dan kedua sahabatnya menganga....


" mingkem dong!!! ileran tuh! "... ucap ara


" yakin itu suami kamu ra? "... tanya dina


" iya ra? "... lanjut tina


" ssstttt!!!! jangan keras keras... nanti orangnya denger"... ucap ara lirih


"iya dia suamiku tapi kita sepakat untuk menjadi kakak adik selama aku masih kuliah"... lanjut ara


" sumpah ra? dia ganteng banget!!!! ".... ucap dina


" inget suami orang!! ".... tina menoyor kepala dia


" yaelah... kan cuma memuji aja! "... ucap dina


" kalian kesini mau jenguk aku atau mau ngomongin dia sih?? ".... protes ara


" jengukin kamu dong ra"... ucap dina dan di angguki oleh tina

__ADS_1


"oh ya ra? kamu tadi dicariin sama kakak senior"... ucap dina


" siapa? "... tanya ara


" masak kamu lupa sih ra? "... tanya tina


" itu lho ra kak danis"... ucap dina


"ohhh"... ucap ara


" kok gitu doang sih tanggepan kamu"... ucap dina


"iya ra"... timpal tina


" kalian kan tau sendiri kalau aku tuh gak suka sama kak danis"


"kita tau ra... tapi apa salahnya sih kalian temenan seperti dulu lagi".. ucap tina


" bener kata tina ra.... "ucap dina


" kalian lupa dulu waktu pertama masuk kuliah aku dilabrak sama ceweknya dan dikunciin didalam kamar mandi? ".... ucap ara dengan kesal


"inget ra... maaf deh"... dina memeluk ara dan tina juga ikut memeluk ara


Setelah itu mereka bertiga bercerita banyak sekali hingga tawa mereka terdengar sampai keluar....


Dion mendengar tawa canda mereka bertiga dan dion mematikan ponselnya, lalu memasukkannya kedalam saku jasnya....


" berisik sekali mereka sejak tadi"... ucap dion


Dion berdiri dan melihat dari balik pintu yang terbuka sedikit....


Dion melihat ara yang bisa tertawa lepas bersama teman temannya dan dion ikut tersenyum melihat ara yang sangat bahagia seperti saat ini....


Dion masuk kedalam ruangan ara dan mereka bertiga terdiam karena kehadiran dion....


" oh... kalau gitu kita pulang dulu ya ra? "... ucap dina


" semoga lekas sembuh ra? "... ucap tina


" permisi om"... ucap dina saat melewati dion


"pfffftttt!!!! ".... ara hampir tertawa saat temannya memanggil dion dengan sebutan om


Dion menatap tajam ara dan ara langsung menutup rapat mulutnya menggunakan tangan....


"udah puas dijenguk temennya? "... ucap dion


" iya"... jawab ara


"sekarang makan dulu buburnya dan minum obat"... dion mengambil mangkok yang berisi bubur


" biar aku makan sendiri"... tangan ara menengadah untuk meminta mangkok yang dipegang oleh dion


"diamlah dan buka mulutmu! "... dion menyendok bubur dan menyuapi ara


" awww... panas"... ucap ara saat dion menyuapi bubur


"panas ya? maaf "... ucap dion lirih tapi ara dapat mendengarnya


Dion dengan telaten meniup bubur dan menyuapi ara hingga buburnya habis....


Setelah itu dion membantu ara meminum obat lalu membantu ara untuk berbaring....


" istirahatlah"... ucap dion

__ADS_1


"apa kakak udah makan siang? "... tanya ara


" belum"... dion menggeleng


"kenapa gak makan siang? ini udah sore lho"


"rey segera kemari mengantarkan makan dan pakaianku"... jawab dion


" oh!! "


Tak lama kemudian rey masuk kedalam ruangan ara sambil membawa paperbag yang berisi pakaian dion dan makanan untuk dion....


"maaf lama menunggu tuan muda"... ucap rey


" letakkan saja disana! "... tunjuk dion pada meja


" selamat sore nona muda? "... sapa rey


" sore rey"... jawab ara sambil tersenyum


"bagaimana kondisi nona muda? "


"sudah lumayan baik rey"


Dion melirik kearah ara yang sedang tersenyum manis pada rey dan hal itu membuat dion marah....


"jika sudah segeralah pergi rey! "... ucap dion dengan tegas


" baik tuan muda"


"saya pamit dulu nona muda? "... pamit rey pada ara


" iya rey... hati hati"... sekali lagi ara tersenyum kearah rey


Dion mendengus saat melihat ara tersenyum lagi kearah rey dan dion melepaskan jasnya lalu melemparnya disofa....


"naksir sama rey? "... ucap dion


" apaan sih!! "... ara menyipitkan matanya sambil melihat kearah dion


" senyum senyum gitu ! "... ucap dion


" senyum kan ibadah! "


"tapi sepertinya kamu naksir sama rey"


"kalau iya memang kenapa? "


"besok rey saya pecat! ".... ucap dion sambil menahan amarah


" ehh... jangan dong kak!! "


"siapa suruh naksir rey? "


"aku cuma becanda aja! "


"cihh!"...


Dion mengambil paperbag dan membawanya keluar dari ruangan ara....


Dion menutup pintu dengan keras hinggap membuat ara kaget....


" kenapa sih dia? aneh banget! "


Ara menggelengkan kepalanya lalu memejamkan matanya, karena efek obatnya mulai bekerja....

__ADS_1


****


__ADS_2