
Pukul 2 dini hari perlahan ara membuka kedua matanya dan saat kedua matanya terbuka ara melihat di sekeliling dalam ruangan......
Kemudian ara menoleh kesamping dimana dion sedang tidur sambil duduk dan tangannya menggenggam tangan ara......
Ara mengingat kejadian yang akhirnya ia berada dirumah sakit dan sebelah tangannya ia gunakan untuk mengusap perutnya......
Ara merasa lega karena janinya tidak apa apa saat dirinya mengalami kram tadi saat berantem dengan dion.....
Karena kepalanya juga ikutan pusing, jadi ara memutuskan untuk memejamkan kedua matanya kembali hingga dirinya benar benar tertidur dengan pulas......
Keesokan paginya didalam ruangan tempat ara dirawat, sudah ada dina yang sedang mengupaskan buah buahan untuk ara......
Dina melihat pergerakan ara yang hendak membuka kedua mata dan dina tersenyum karena ara sudah siuman......
"selamat pagi nona muda".... ucap dina
" kamu kok disini? ".... tanya ara sambil menatap dina
Sebelum dina menjawabnya, dina menekan tombol ranjang agar ara bisa duduk diranjang dengan nyaman......
"semalam suami kamu menelfonku memberi kabar kalau kamu disini".... jawab dina melanjutkan mengupas buah
" suami kamu juga menyuruhku untuk datang kesini saat pagi pagi ".... lanjut dina
Ara hanya diam saja tanpa merespon penjelasan dari dina, karena mungkin ara masih marah dengan dion.....
" jangan bilang kamu sampai seperti ini karena kalian berantem? ".... tebak dina
Dina menghela nafas saat mengetahui jawabannya dan kemudian dina memberikan potongan kecil kecil kepada ara......
Saat ara memakan beberapa potongan buah, seorang perawat masuk kedalam ruangan sambil membawa nampan yang berisi makanan untuk ara.....
" selamat pagi nona muda".... ucap perawat tersebut
"pagi Sus".... sapa balik ara
" bagaimana dengan perut nona muda sekarang? apakah sudah tidak terasa sakit lagi? ".... tanya suster tersebut sambil mengecek keadaan ara
" sudah tidak sus, apa saya sudah boleh pulang? ".... ucap ara
" pesan dokter nona muda harus dirawat disini dulu selama beberapa hari, karena saat ini kondisi janin nona muda sangat lemah".... jawab perawat dengan sopan
"sarapannya nanti dihabiskan ya nona muda? setelah itu jangan lupa minum vitaminnya".... jelas perawat
" baik Sus, terimakasih"
Setelah selesai dengan urusannya, perawat tersebut segera keluar dari ruangan untuk keruangan pasien lainnya.....
"sekarang makan dulu ra"... ucap dina sambil mengambil semangkuk bubur dari nampan dan memberikannya kepada ara
Dengan patuh ara memakan buburnya hingga habis tak tersisa dan setelah itu ara meminum vitaminnya.....
"aku jenuh berada disini".... ucap ara sambil menyenderkan punggungnya disenderan ranjang
" biar gk jenuh kita nonton drama aja yuk? "... ajak dina
" malas aku din! "... jawab ara
" hemmmp! mood kamu benar benar tidak bagus ya".... ucap dina
Kemudian ara mengambil ponselnya yang berada di atas nakas samping ranjang dan kemudian ara melihat perkembangan tokonya untuk mengurangi kejenuhan.....
Dina memilih membuka laptopnya untuk mengerjakan skripsinya dan tiba tiba ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk.....
Dina melihat ada notifikasi rey mengirim pesan kepadanya dan setelah itu dina membuka pesan dari rey.....
💌rey
aku di Koridor rumah sakit sebelah kanan samping kantin....
kemarilah!
**
Dina menatap ara yang sedang sibuk dengan ponselnya dan kemudian dina berdiri dari duduknya.....
"ra, aku keluar sebentar ya? ".... pamit dina
" mau kemana? "... ara menoleh ke arah dina
" ada sesuatu yang akan aku beli"... jawab dina
__ADS_1
"baiklah! ".... ucap ara yang fokus kembali dengan layar ponselnya
Sebelum pergi dina menutup laptopnya dan setelah itu dina berjalan keluar dari ruang rawat ara.....
" sebenarnya aku malas menemuinya! huft! ".... ucap dina sambil berjalan
Dari kejauhan dina melihat punggung rey yang sedang membelakanginya dan dengan sengaja dina menghentakkan kakinya supaya rey mendengarnya.....
Rey mendengar hentakan kaki dina kemudian menoleh kebelakang dan tahu jika itu dina, rey segera tersenyum....
" ada urusan apa memanggilku kemari? "... tanya dina dengan ketus sambil melipat kedua tangannya didepan dada
" kamu masih marah? ".... tanya rey
" sudah cepat katakan! jangan bosa basi! "
"aku hanya memberitahumu jika nanti saat makan siang tiba aku akan menjemputmu"
"aku akan menemani ara disini! "
"ini perintah dari tuan muda"
"karena tuan muda akan kesini untuk memberikan penjelasan kepada ara".... lanjut rey
" nanti siang juga aku akan mengajakmu makan siang ".... ucap rey lagi
" kamu juga gak ingin ngasih kejelasan ke aku? "... ucap dina sambil menunjuk ke dirinya sendiri
" itu sudah pasti dong yank".... jawab rey sambil mencubit pelan pipi dina
"udah kan! aku balik sekarang! ".... ucap dina sambil membalikkan badan
" tunggu! "... ucap rey
" apalagi? "... dina menoleh ke arah rey
" ini ada makanan kesukaan nona muda dan satunya makanan kesukaan kamu".... rey memberikan paperbag kepada dina
"makasih! "... ucap dina setelah menerima paperbag tersebut
Kemudian dina berjalan meninggalkan rey yang masih berdiri di sana dan dina tersenyum karena sepertinya hubungannya dengan rey akan membaik seperti biasanya.......
ceklek
" ini ra aku bawain camilan kesukaan kamu dan debay".... ucap dina sambil memberikan paperbag kepada ara
"darimana kamu dapatnya? ".....tanya ara sambil menatap paperbag
Dina bingung menjawabnya dan ara kembali fokus dengan layar ponselnya yang berkali kali ada notifikasi masuk didalamnya.....
'kalau aku jawab ini dari tuan muda pasti ara marah! gimana ya? '.... ucap dina dalam hati
" din? kok bengong? ".... ara menatap wajah bingung dina
" emm itu ra... tadi sebenarnya aku keluar ngambil pesanan ini".... jawab dina sambil cengengesan
"oh kamu order melalui online? "
"iya ra! "
"jawab gitu aja kok susah sih din"
"hehehe.... aku takut kalau kamu gak boleh makan ini dulu ra"
"boleh kok din... tenang aja"
"emmm... ra? "... ucap dina sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal
" ada apa din? ".... ara menatapnya kembali
" nanti siang aku pulang dulu , karena ada sesuatu yang mau mamah aku kasih ke aku".... jawab dina
"oh... gak papa din pulang aja"
"tapi kamu gimana ra? "
"aku gak papa kok sendirian disini din"
"aku hubungi tuan muda aja ya ra? "
"dina? "... ara menatap dina sambil menggelengkan kepalanya
__ADS_1
" maaf ra, tapi... "
"sudahlah din, kalau mau pulang ya pulang aja gak perlu menyuruhnya kemari! ".... ara meninggikan suaranya
Dina kaget saat mendengar suara ara yang meninggi dan dina baru mengetahui jika ara bisa semarah ini.....
" ra, maafin aku tapi kamu jangan marah gini".... ucap dina
"kasihan debay ra... oke aku akan pulang tanpa menghubungi tuan muda"
"tapi jika diluar dugaan dia datang kemari, itu bukan aku ya yang menyuruhnya"
"berarti dia sadar kalau masih punya istri! "... ketus ara
Dina melotot saat mendengar ucapan ara yang ketus dan dina memilih kembali duduk di sofa untuk mencari aman.....
Karena dina takut dengan amarah ara dan juga dina tidak ingin terjadi apa apa dengan ara serta kandungannya......
...****************...
Pukul 1 siang ara baru saja selesai makan siang ditemani oleh perawat dan setelah itu perawat berpamitan untuk keluar dari ruangan....
Setelah itu ara sendirian berada didalam ruangan dan untuk mengurangi kejenuhannya ara menyalakan televisi.....
ceklek
Ara mendengar pintu dibuka dan ara menoleh ke pintu yang dibuka, ara segera membuang muka saat mengetahui siapa yang datang.....
"sayang? "... panggil dion sambil menghampiri ara
Dion duduk disisi ranjang lalu meraih telapak tangan ara untuk ia kecup dan ara hanya fokus dengan televisinya.....
" sayang, maafin kesalahanku yang membuat kamu dan anak kita berada disini".... ucap dion sambil mencium beberapa kali telapak tangan ara
"maafin aku juga yang sudah menyembunyikan masalalu darimu dan juga aku menerima kerjasama dengannya"
"aku berjanji tidak akan menyebut namanya kembali di hadapanmu dan aku juga sudah memutuskan kontrak kerjasama dengan perusahaannya"
Ara membulatkan mata saat mendengar ucapan dari dion, tetapi pandangannya tetap pada layar televisi.....
"karena kamu dan anak kita yang paling penting di kehidupanku".... lanjut dion
" aku lebih memilih kehilangan kerjasama daripada kehilangan kamu serta anak kita sayang"
"sayang... lihatlah kemari"
Dion menarik dagu ara untuk menghadap ke arahnya dan ara yang sepertinya luluh dengan dion dengan perlahan menatap wajah sendu milik dion......
"aku janji tidak akan mengulangi kesalahan yang kedua kalinya sayang".... ucap dion sambil menatap lekat wajah ara
" apapun itu mulai sekarang aku akan terbuka kepadamu"
"sayang? bicaralah jangan siksa aku dengan kamu diam begini"
Dion mengusap lembut wajah ara yang sedang menatapnya dan sebelah tangan dion masih mengecup telapak tangan ara.....
"jangan cuma berjanji tapi buktikan ucapanmu! ".... ucap ara
" aku pasti membuktikannya sayang"
"jadi kamu memaafkanku kan sayang? "
"hemmmp! "
"kok gitu jawabnya? "
"terus maunya aku jawab gimana? ".... tanya ara sambil menoleh ke televisi
" kamu sudah maafin kakak kan sayang? ".... tanya dion dengan lembut
" sudah! "... jawab ara dengan ketus
Dion mengerti jika ara masih marah kepadanya tetapi sudah tidak separah seperti sebelumnya....
Kemudian dion menemani ara berada dirumah sakit dan lambat laun amarah ara memudar sendiri.....
Dion sudah sangat lega melihat istrinya yang sudah tidak marah lagi kepadanya.....
Semua pekerjaan dion hari ini ia serahkan kepada rey dan sekertarisnya karena dion lebih memilih untuk bersama dengan ara hari ini......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1