
Setelah makan malam tadi ara menghabiskan waktunya bersama dengan yang lainnya di ruang tengah sambil menonton drama kesukaannya dan juga kesukaan dina.....
Lagi lagi dion menghela nafas kasar saat istrinya terlihat begitu manja terhadap rey dan sedangkan dina hanya menggelengkan kepalanya melihat temannya yang begitu aneh sikapnya.....
Pukul 10 malam ara mulai mengantuk dan memutuskan untuk ke kamar terlebih dulu dan dion juga ikut dengannya untuk masuk kedalam kamar, sedangkan rey bersama dina masih berada di ruang tengah.....
Didalam kamar ara bersama dion sedang berbaring di atas ranjang dengan posisi dion memeluknya dari belakang sambil mengusap perut ara.....
"sayang? "... ucap dion lirih
" iya kak? "... ucap ara tanpa menoleh ke arah dion
" besok kita pulang ya? "..... tanya dion
" kak dion sibuk ya? "... ara balik bertanya
" besok kita ke rumah sakit ya? "
"kak dion sakit? ".... ara mengubah posisinya menghadap ke arah dion
" enggak sayang"... jawab dion sambil memandang wajah ara
"terus ngapain kita ke rumah sakit? "... ara mengeryitkan keningnya
" kita periksakan ini sayang"... dion mengusap perut ara
"memangnya kenapa dengan perut aku kak? "
"sikapmu yang aneh seperti ini membuat dina berfikiran jika kamu sedang hamil sayang"
"hamil? sikapku aneh? "
"iya sayang.... masak kamu gak ngerasa kalo sikap kamu aneh sekali? "
"huft! maaf ya kak "... ucap ara
" besok mau ya kita pulang dan periksa? "
"iya kak"... jawab ara sambil menganggukkan kepalanya
" kalo gitu sekarang kita tidur dulu"... ucap dion
Ara menganggukkan kepalanya dan kemudian mereka berdua memejamkan mata sambil berpelukan.....
**
Keesokan paginya setelah sarapan dion bersama yang lainnya bersiap hendak meninggalkan villa, tetapi saat hendak masuk kedalam mobil sikap ara berubah aneh kembali.....
Ara meminta untuk duduk didepan bersama rey, hal tersebut membuat dion terkejut dan juga merasa kesal terhadap rey.....
Mau tidak mau dion akhirnya mengiyakan permintaan istrinya dan disepanjang perjalanan menuju kerumah, tepatnya didalam mobil suasananya sangat hening sekali.....
Karena ara hanya tidur saja diperjalanan dan sedangkan dion sibuk dengan layar ponselnya, begitu juga dengan dina.....
45 menit kemudian mereka sampai dirumah dion dan setelah mengantarkan kedua majikannya pulang, rey kini mengantarkan dina pulang ke apartemen tantenya untuk berganti baju.....
Ara saat masuk kedalam rumah sangat tidak nyaman, entah apa penyebabnya dan begitu juga saat masuk kedalam kamar tiba tiba perutnya terasa sangat mual.....
"hueeekkk!!! "
Ara segera berlari menuju ke kamar mandi dan dion segera menyusulnya.....
"kamu kenapa sayang? "... tanya dion setelah ara muntah
"mungkin aku mabuk perjalanan kak"... jawab ara sambil berjalan keluar dari kamar mandi
" tumben? "... dion mengeryitkan keningnya
__ADS_1
" hueekkkk!!! "
Lagi dan lagi ara terus muntah muntah sampai membuat badannya lemas, dion tak tega melihat istrinya yang tak berdaya.....
"kita kerumah sakit ya sayang? ".... ucap dion sambil memapah ara
" iya kak"... jawab ara dengan lemas
Dengan segera dion menggendong tubuh ara untuk ia bawa keluar dari kamar, karena dion tak tega melihat ara yang tubuhnya lemas dan wajahnya terlihat lemas.....
Sebenarnya ara tadi ingin menolak saat digendong oleh dion, tetapi karena dirinya sangat lemas jadi hanya pasrah saja .....
**
Diperusahaan rey yang menghandel semua pekerjaan dion hari ini, karena dion memberitahunya jika hari ini dion tidak bisa ke perusahaan karena tiba tiba ara muntah dan mual.....
Dina yang mendengar kabar tersebut ikut khawatir dengan kondisi ara saat ini, tetapi dina juga berharap jika dugaannya benar kalau ara sedang hamil.....
Saat jam makan siang dina segera membereskan meja kerjanya dan setelah itu dina segera berjalan keluar dari ruang desain....
Dina yang tidak menoleh ke kanan atau ke kiri tidak menyadari jika saat ini ia sedang berada didalam lift bersama asisten rey.....
ting
Pintu lift terbuka, dengan segera dina keluar dari lift dan rey hanya tersenyum kecil saat melihat dina yang tak menyadari akan dirinya.....
"nona dina? "... panggil rey
" hah? asisten rey! "... dina kaget saat menoleh kebelakang dan melihat rey ada di belakangnya
" maaf saya membuat nona terkejut"... ucap rey
"oh... tidak! "... ucap dina
"nona dina mau kemana? ".... tanya rey
" saya mau ke kantin "... jawabnya
"apa nona mau makan siang bersamaku? "... tanya rey
" hah? "... dina menoleh ke belakang menatap rey yang sedang tersenyum kepadanya
" bagaimana nona? "... tanya rey sekali lagi
" tap.... tapi"
"saya tunggu di lobi! "... ucap rey sambil berjalan lebih dulu
" hah? maksa banget sih! "... gerutu dina
Kemudian dina segera berjalan menyusul rey yang sudah jauh lebih dulu karena langkah rey sangat lebar dan sambil berjalan dina menoleh ke kanan ke kiri , untuk memastikan jika tidak ada pegawai yang melihatnya bersama dengan asisten rey.....
Didalam mobil rey tersenyum melihat tingkah dina yang lucu sambil berjalan ke arahnya dan kemudian rey membukakan pintu mobil untuk dina dibagian bangku depan.....
"makasih"... ucap dina lalu menghela nafas
"ada apa? "... tanya rey yang sudah tidak memakai bahasa formal lagi
"aku takut yang lain melihat kita "... jawab dina
" ck! memangnya kenapa jika ada yang melihat? "
"pasti akan heboh! udah ayo berangkat! aku sudah lapar nih"... ucap dina sambil memasang sabuk pengaman
" baiklah! "... ucap rey
Kemudian rey segera mengemudikan mobilnya untuk menuju ke sebuah restauran dan ini adalah kali pertama mereka makan diluar berduaan....
__ADS_1
Karena biasanya mereka hanya makan berdua di dalam apartemen rey, tetapi mereka belum pacaran ya hehehe....
Sekitar 25 menit mereka sampai di sebuah restauran klasik dan setelah memarkirkan mobilnya, mereka berdua segera turun dari mobil lalu berjalan masuk kedalam restauran.....
Sesampainya didalam restauran mereka berdua disambut ramah oleh pelayan restauran tersebut dan salah satu pelayan disana mengantarkan mereka ke meja makan.....
Sesampainya dimeja mereka segera duduk dan pelayan tersebut memberikan buku menu kepada dina dan kepada rey.....
Setelah memilih menu dan pelayan mencatat pesanan mereka berdua, pelayan tersebut pergi untuk menyiapkan pesanan mereka berdua....
"kamu sering kesini? "... tanya dina
" ya begitulah"... jawab rey
"restaurannya bagus ya disini"
"kamu suka tempat ini? "... tanya rey
" suka! "... jawab dina
" kalo begitu sering seringlah kemari"
"tapi kalo kesini sendiri kayaknya gak nyaman deh! "... ucap dina sambil memandang ke sekeliling
" kamu bisa ajak pacar kamu"... ucap rey
"ya lain kali akan aku ajak kesini! "... ucap dina sambil tersenyum manis menatap wajah rey
Seketika rey melebarkan pandangannya saat mendengar ucapan dina dan tiba tiba perasaan rey seperti merasakan tak rela jika dina sudah mempunyai pacar....
'***ternyata dia sudah mempunyai kekasih'.... ucap rey dalam hati
'tapikan masih kekasih belum jadi suaminya! '
'jadi ya tidak masalah jika aku tetap dekat dengannya***'
Tak berapa lama pesanan mereka berdua di antar oleh pelayan dan setelah semua pesanan mereka sudah berada di atas meja, mereka segera menikmati makanannya.....
"hemmm! enak sekali"... ucap dina saat memakan makanannya
" apa kau menyukainya? "... tanya rey
" iya! "... jawab dina
Rey hanya tersenyum melihat dina yang begitu menikmati makanannya dan setelah itu rey juga menikmati makanannya.....
Mereka berdua menikmati makanan tanpa ada obrolan, karena dina begitu sangat menikmati makanannya dan hal tersebut membuat rey tak henti hentinya tersenyum melihat dina yang sedang menikmati makanannya.....
"maaf ya menunggu lama? "... ucap dina
" gak papa! "... jawab rey sambil tersenyum
" ini uang aku"... dina menyerahkan beberapa lembar uang
"untuk apa? "... rey mengeryitkan keningnya
" untuk makananku ini"... tunjuk dina pada piring yang kosong di depannya
"ck! simpan saja uangmu dan biar aku yang membayarnya"... ucap rey
" tidak bisa gitu dong! "
"gini aja deh! anggap aja hari ini aku mentraktirmu makan dan lain kali kau yang harus mentraktirku makan"... ucap rey
" boleh juga! makasih ya"... ucap dina
"sama sama"
__ADS_1
Kemudian mereka berdua berdiri dari tempat duduknya dan rey menyuruh dina untuk berjalan keluar restauran lebih dulu, karena rey masih ingin ke toilet dulu.....
*********