Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
98


__ADS_3

Siang ini ara bersama dina sedang menikmati makan siang di kantin kampusnya dan mereka berdua sangat rindu dengan makanan yang ada dikantin ini......


"kamu sudah siap untuk hamil dong ra? "... tanya dina disela sela makannya


"entahlah din! "... jawab ara sambil menaikkan kedua bahunya


" kenapa ra? "... dina menatap ara


" aku pasrah aja din! dikasih hamil sekarang juga gak papa "... jawab ara


" orang menikahkan yang dicari juga pasti keturunan juga dan jika memang aku hamil sekarang tetap bisa kuliah kok"... lanjut ara


"maksudnya kamu tetap pergi kuliah kesini dalam keadaan perut buncit gitu? "


"enggak din! aku bisa kuliah online dirumah"


"oh! jadi kamu siap 100% jadi mama muda ra? "


"iya din! kalo aku menundanya takut kak dion mencari istri lain"... jawab ara lirih


" hah? kamu mikirnya sampai segitunya ya? hahaha"... dina menertawakan ara


"kamu tuh malah ngetawain! "... ara menyebikkan bibirnya


" ya maaf ra! "


Saat mereka mengobrol tiba tiba ponsel ara berbunyi dan menandakan ada pesan masuk, kemudian ara segera mengambil ponselnya yang ada di dalam tas untuk melihat siapa yang mengiriminya pesan......


Setelah mengambil ponselnya, ara melihat pesan masuk dan setelah tau siapa yang mengiriminya pesan, ara langsung tersenyum.....


***๐Ÿ’Œdion


siang sayangku.....


kamu lagi apa nih?


sudah makan siang belum?


kalau belum cepet makan siang ya?


๐Ÿ’Œara


siang juga kak....


ini aku lagi makan siang kak ...


kak dion sendiri sudah makan siang belum?


๐Ÿ’Œdion


kamu makan siang dimana sayang?


aku juga lagi makan siang dengan rekan kerjaku


๐Ÿ’Œara


aku makan siang di kantin kampus kak


nanti aku ijin gak kembali ke perusahaan ya kak?


๐Ÿ’Œdion


memangnya kamu mau kemana?


๐Ÿ’Œara


aku mau menemani dina untuk mencari kado buat keponakannya


๐Ÿ’Œdion


asal pulangnya jangan sore sore ya?


๐Ÿ’Œara


iya kakak sayang***.....


*


"kamu manggil suamimu dengan sebutan apa ra? "... tanya dina setelah ara memasukkan kembali ponselnya kedalam tas


" ya tetap seperti biasanya"... jawab ara


"tetap kakak? "


"iya! "


"terus suamimu memanggilmu apa? "


"sayang"


"seharusnya kamu juga memanggilnya dengan sebutan sayang juga ra"


"soalnya sudah terbiasa memanggil kakak din"


"kau itu tidak romantis sekali! "

__ADS_1


"setiap pasangan punya caranya sendiri untuk romantis din!"


"terserah kamu aja deh ra! "


"daripada kamu ngomentarin aku, mending kamu pepet rey aja! "


"ogah! ".... dina memutar bola matanya


" kenapa? udah gak suka ya? "


"tau deh! "... jawab dina sambil mengaduk minumannya


Setelah itu mereka berdua melanjutkan makan dan setelah selesai makan mereka segera beranjak dari tempat duduknya untuk pergi ke mall.....


Dina akan membelikan kado untuk keponakannya yang sedang ulang tahun hari ini dan setelah membeli kado dina juga akan segera memberikannya kerumah keponakannya itu......


**


Sesampainya di mall dina bersama ara sedang berjalan masuk kedalam mall untuk mencari kado.....


" enaknya dibeliin apa ya ra? "... tanya dina


" keponakanmu umurnya berapa? "


"4 tahun ra! "


"gimana kalo kamu beliin dia mainan atau baju gitu"


"gimana kalau mainan aja ra? soalnya kalau baju takut gak sesuai ukurannya"


"iya boleh! "


Setelah itu dina dan juga ara berjalan menyusuri mall untuk mencari toko mainan anak anak.....


Tak berapa lama mereka sampai disalah satu toko mainan anak dan mereka berdua segera mencari mainan yang cocok untuk keponakan dina.....


"ra? "... ucap dina lirih


" ada apa din? "... ara menoleh ke arah dina


" itu bukannya tuan tian"... tunjuk dina


Mata ara mengikuti jari telunjuk dina yang menunjukkan keberadaan tuan tian.....


"dari postur tubuhnya sih kayak iya "... ucap ara


" tapi ngapain dia ke toko perlengkapan bayi dan anak ra? "


"mungkin aja dia seperti kita din".... jawab ara sambil mencari lagi mainan untuk keponakan dina


" apaan lagi sih din? "... ucap ara tanpa menoleh dari mainan


"benar itu tuan tian ra! dia bersama diana ra"... ucap dina


" hah? "... ara yang kaget langsung menoleh


" tuh mereka ngapain berada di tempat perlengkapan bayi? ".... ucap dina


" masak diana hamil ra? "


"ssssttt! jangan ngaco deh din "


"kamu taukan dia dulunya jadi simpanan om om kaya? "


"yakan tapi jangan langsung nebak gitu dong! "


"kalo enggak kenapa dia pakek baju gedean gitu coba? "


"udah deh din kita gak usah ikut campur! "


"tapi aku kepo ra... ayo! ".... dina menarik tangan ara


" eh eh... kemana din? "


Dina menarik tangan ara dan membawanya berjalan menuju ke arah tuan tian yang sedang bersama dengan diana.....


"Hai tuan tian? "... sapa dina yang berada tepat dibelakang mereka berdua


" kalian? "... tuan tian kaget saat menoleh mendapati dina dan ara dibelakangnya


Begitu juga dengan diana yang sama halnya dengan tuan tian yang kaget melihat kehadiran mereka berdua dan saat ini ara bersama dina sedang tersenyum kepada mereka.....


" apa kabar nona muda dan nona dina? "... sapa tuan tian yang langsung menetralkan wajahnya


" kita baik, gimana kabar tuan tian sendiri? "... ucap dina


" saya juga baik"... jawabnya sambil tersenyum


"kalau kabar kak diana gimana? baik juga kan? "... tanya ara pada diana


" ah... kabarku juga baik nona muda"... jawab diana


"kalian berdua sedang apa disini? "... tanya tuan tian


" kita lagi cari kado buat keponakan dina "... jawab ara

__ADS_1


" kalau kalian berdua ? "... ara balik bertanya


" kita juga lagi cari kado, iyakan tuan tian? "... ucap diana


" eh.. i.. ya benar"... jawab tuan tian


"kalian cari kado buat siapa? "... tanya dina


" emmm.... buat anaknya rekan kerja saya"... jawab tuan tian


"kalau begitu silahkan dilanjut lagi, kita permisi dulu"... ucap ara yang langsung menarik tangan dina untuk pergi dari hadapan tuan tian dan diana


" kamu ngapain sih ngajak pergi ra? ".... tanya dina


" ingat tujuan kita kesini ngapain? "


"cari kado"


"ya udah buruan dan kita segera pulang! "


Setelah itu dina segera mencari kado untuk keponakannya dan setelah mendapatkannya dina segera membawanya ke kasir sekalian meminta untuk membungkusnya......


Sedangkan diana yang bersama tuan tian saat ini sedang gelisah karena tadi mereka bertemu dengan ara dan juga dina.....


"sudah jangan gelisah seperti itu"... ucap tuan tian


" tapi aku takut"


"tidak ada yang perlu kamu takutkan"... ucap tuan tian


"huft! "


"ayo kita lanjut belanja lagi"... ucap tuan tian


Kemudian diana menganggukkan kepalanya dan mengikuti tuan tian untuk memilih barang lagi, tetapi perasaan diana masih gelisah.....


**


Setelah selesai makan malam, dion mengajak ara ke taman belakang rumahnya untuk mencari udara diluar rumah.....


Sesampainya di taman mereka duduk dikursi panjang yang tersedia disana dan dion merangkul pundak ara.....


"tadi gimana belanjanya? "... tanya dion


" ya biasa aja "... jawab ara


" terus kamu belanja apa saja sayang? "


"aku tidak belanja kak"


"kenapa? "


"ya tidak ingin belanja aja"


"jadi kamu hanya menemani dina saja disana? "


"iya kak! oh iya tadi aku di mall bertemu dengan tuan tian bersama kak diana"


"oh ya? lalu kalian ngobrol? "


"iya hanya sekedar menanyakan kabar"


"tapi tadi mereka sedikit aneh deh kak"...ucap ara


" aneh kenapa sayang? "... tanya dion sambil mengusap kepala ara


"mereka berbelanja keperluan bayi dan kak diana tadi kelihatan gemuk, apa karena bajunya besar ya? "


"kamu tanya gak mereka tadi ngapain disana? "


"tanya kak! mereka menjawab jika mereka sedang mencari kado buat rekan kerja tuan tian"


"ya mungkin aja memang benar"


"tapi aku tadi perhatiin dari mata mereka berdua kayak ada yang disembunyiin deh kak"


"udah biarin aja! itu urusan mereka berdua dan bukan urusan kita"


"iya kak! "


Kemudian mereka berdua bercerita tentang kehidupan yang mereka jalani bersama dan mereka juga merencakan sesuatu untuk masa depan keluarga mereka nanti......


Dion dan ara tidak terlalu buru buru untuk soal keturunan, tetapi jika mereka dikasih anak sekarang mereka akan menerimanya dengan senang hati.....


Tapi jika belum dikasih sekarang mereka juga tidak masalah dan dion melarang ara untuk memakai alat atau mengkonsumsi obat penunda kehamilan......


Ara merasa lega mendengar dion yang tidak memusingkan soal keturunannya, jadi ara tidak lagi berfikiran yang macem macem kepada dion.....


******


Cukup segini dulu ya upnya ๐Ÿ™


Dan sepertinya banyak yang tertarik dengan asisten rey dan juga dina ๐Ÿค—๐Ÿค—


Jadi besok author akan up cerita asisten rey dan juga dina ya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2