Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
25


__ADS_3

Setelah mengecek rukonya, ara pamit untuk pulang pada semua pegawainya....


Saat keluar dari rukonya, datanglah adik tirinya yang bernama sonya.....


Sonya menghampirinya masih dengan memakai seragam sekolah.....


"kak ara? "... panggilnya


" sonya? "


"aku minta uang? "... ucapnya sambil menengadahkan salah satu tangannya


" buat apa? "


"udah jangan banyak tanya! buruan kasih uangnya! "


"kalau aku gak mau? "


"ehh kak ara! jangan pelit ya sama aku! "


"kenapa? bukannya uang jajan kamu sangat banyak dari papah? "


"itu masih kurang! "


"kalau kurang ya minta lagi ke papah"


"udah deh kak! jangan berisik! cepet berikan uang padaku! "


"aku gak akan kasih uang ke kamu! "


"jangan sombong kamu kak! . ... sonya membentak ara


" inget kakak bisa seperti ini juga berkat papah! "... lanjutnya


" berkat papah? aku merintis jualan online ku dari nol sampai seperti ini itu dari hasil keringatku sendiri! "... bantah ara


"uang jajanku aja tidak ada setengahnya dari uang jajan kamu dan aku hanya dibelikan motor matic"


"sedangkan kamu! dibelikan mobil! ".... ara mulai tidak bisa mengontrol emosinya


" oh... jadi kakak protes? "... sonya melipat kedua tangannya didada


" aku enggak protes"... ara mencoba menahan emosinya yang hampir meledak


"kalau gak mau ngasih uang ya udah! gak usah banyak omong! ".... sonya mendorong tubuh ara


" aww!! "... ara terjatuh


Sedangkan sonya hanya melihatnya sambil tersenyum sinis dan setelah itu meninggalkan ara yang masih terjatuh.....


" nona muda? ".... rey berlari menghampiri ara


"maaf saya datang terlambat"... ucap rey


" gak papa... bisa tolong aku? "... ucap ara


" baik nona muda"


Rey hendak membantu ara berdiri, tetapi tiba tiba dion datang dan menyingkirkan tubuh rey ....


Dion langsung menggendong tubuh ara dan dengan reflek ara melingkarkan kedua tangannya dibelakang leher dion.....


Sedangkan rey dengan sigap segera berjalan menuju mobil untuk membukakan pintu.....


Dengan hati hati dion meletakkan tubuh ara didalam mobil bagian belakang....


Setelah itu dion menutup pintu dan berjalan mendekati rey.....


"kau mau mati rey! "... ucap dion lirih tetapi dengan nada tegas sambil menepuk pundak rey dengan keras


" maaf tuan muda"... ucap rey sambil menahan sakit di pundaknya


Kemudian dion masuk kedalam mobil dan duduk disamping ara yang masih kesakitan karena kakinya yang cidera mengeluarkan banyak darah.....


"langsung ke rumah sakit rey! "... perintah dion


Ara hanya diam saja sambil meringis dan dion meraih kaki ara lalu meletakkannya diatas pangkuannya.....

__ADS_1


Dion meniup kaki ara yang mengeluarkan darah sambil membersihkan darah dengan tisue.....


Ara meringis sambil melirik ke wajah dion yang terlihat sangat khawatir.....


'*ternyata dia punya rasa kasihan juga'... ucap ara dalam hati


'dingin tapi perhatian'.... ara tersenyum*


Tak lama kemudian mereka sampai dirumah sakit dan setelah mobil berhenti, dion turun dari mobil dulu lalu menggendong tubuh ara untuk ia bawa masuk kedalam rumah sakit......


Rey mencari dokter dan setelah ada dokter, mereka segera menyusul dion yang sudah lebih dulu membawa ara kedalam ruangan vvip.....


Dokter menyuruh dion untuk menunggu didepan dan setelah itu dokter memeriksa kaki ara......


Setelah beberapa menit dokter dan perawat keluar dari ruangan.....


"gimana kondisinya? "... tanya dion dengan aura dingin


" anda tidak perlu khawatir tuan muda"... jawab dokter


"istri anda baik baik saja dan untuk cideranya sebentar lagi akan sembuh dan nona muda bisa berjalan normal lagi"... jelas dokter


Dion hanya mengangguk, setelah itu dokter pamit untuk memeriksa pasien yang lain dan dion berjalan masuk kedalam ruangan.....


Didalam ara sedang duduk di atas nakas rumah sakit sambil melihat ponselnya.....


" masih sakit? "... tanya dion setelah berada disamping ara


" sedikit"... jawab ara


"lain kalau dijahatin orang itu dilawan! jangan diam aja! "... ucap dion


"tapikan dia adikku"


"mau adik kamu kalau udah dijahatin ya jangan diem aja! "... tegasnya


" jangan jadi cewek lemah! "... lanjutnya


" iya"... ara menundukkan kepalanya


"ck! "... dion memasukkan kedua tangannya kedalam sakunya


Ara mengangkat kepalanya dan melihat kearah dion.....


"kamu menangis? "... tanya dion


Ara hanya menggelengkan kepalanya dan setelah itu ara menangis....


" hiks... hiks"


"kenapa menangis? "... dion mulai panik


" aku memang cewek lemah! hiks.. hiks"... ara menundukkan kepalanya


"maafkan perkataanku"... dion mengangkat dagu ara agar menatap kearahnya


" hiks.. hiks"


"jangan menangis lagi oke? "... ucap dion dengan lembut


Bukannya berhenti menangis, ara semakin tersedu sedu.....


" aku cewek lemah... hiks... hiks"


Tanpa pikir panjang dion langsung memeluk ara dan mengusap dengan lembut kepala belakang ara.....


"menangislah jika bisa membuatmu tenang"... uvap dion


Lama sekali ara menangis hingga dion tak mendengar isak tangisnya lagi......


Dion melepaskan pelukannya dan melihat ara sudah memejamkan matanya.....


Kemudian dion membaringkan ara dengan sangat pelan dan dion menghapus sisa air mata yang ada dipipi ara....


Dion merapikan rambut ara yang sedikit berantakan dan setelah itu dion menyelimuti ara.....


Beberapa kali dion mengusap lembut pipi sebelah ara sambil tersenyum.....

__ADS_1


Setelah itu dion berjalan keluar dari ruangan dan didepan ruangan ada rey yang sedang duduk dikursi tunggu.....


"gimana rey? "... tanya dion


" nona muda sudah boleh pulang tuan"... jawab rey


"siapkan mobil! "... perintahnya


" baik tuan muda"


Rey pergi untuk menyiapkan mobil dan sedangkan dion kembali masuk kedalam ruangan .....


Dion menggendong tubuh ara yang sedang tertidur pulas dan membawanya sampai keluar rumah sakit.....


Sesampainya diluar, dion langsung membawa ara masuk kedalam mobil dan setelah itu Rey mengemudikan mobil menuju rumah dion.....


"Rey? "


"ya tuan muda? "


"kau tau apa yang akan kau lakukan? "


"saya tau tuan muda"


"bagus! "


Dion mengusap lembut pucuk kepala ara da ara hanya menggeliat karena mungkin nyaman dengan usapan tangan dion.....


Tak berapa lama mereka sampai dirumah dan dion segera menggendong ara untuk dibawa masuk kedalam rumah.....


Sesampainya didalam kamar, dion meletakkan ara diatas ranjang dan setelah itu dion menyelimuti tubuh ara.....


Entah apa yang ada dipikiran dion, dion mengecup kening ara dengan sangat lama.....


"akan aku tunda untuk menghukummu"... ucapnya sambil tersenyum melihat wajah ara


Setelah itu dion keluar kamar lagi , karena masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan di kantor.....


**


Pukul 5 sore ara menggeliat dan mulai membuka mata dengan perlahan.....


" hoamp! "... ara menguap


"lho! bukannya aku tadi ada dirumah sakit? "... ara duduk sambil mengucek mata


" kenapa sekarang udah ada disini? "


"pukul berapa sekarang? "


Ara melihat jam ditangannya yang sudah menunjukkan pukul 5 sore.....


Kemudian ara turun dari ranjang dan berjalan dengan pincang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.....


25 menit kemudian ara keluar dari kamar mandi dan ara duduk dimeja rias untuk menyisir rambutnya....


"udah waktunya potong rambut nih"... ucapnya


Setelah selesai menyisir rambut, ara berjalan keluar kamar karena ia bosan berada didalam kamar....


Ara berjalan menuju taman belakang dan disana ada beberapa pelayan yang sedang bekerja....


" selamat sore nona muda? "... sapa salah satu pelayan


" sore... kalian sedang bersih bersih ya? "


"iya nona muda"


"baiklah... kalian lanjut saja"


Ara berjalan menuju taman bunga yang sedang mekar semuanya dan ara merasa sangat lebih tenang berada disini.....


Ara tiba tiba berfikir gimana jika suatu saat nanti ia diceraikan oleh dion? lalu gimana nasibnya setelah menjadi janda?


Meskipun dion belum menyentuhnya, tetapi statusnya dia nanti saat diceraikan pasti janda....


Meskipun sikap dion padanya sudah banyak berubah, tetapi ara tau jika dion hanya menganggapnya adik saja.....

__ADS_1


Ara berfikir jika dion tidak mungkin punya perasaan padanya.....


*********


__ADS_2