Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
74


__ADS_3

Tuan tian mengajak diana di sebuah villa yang letaknya dekat dengan danau dan diana sangat takjub dengan pemandangan disana....


Meskipun malam tetapi banyak lampu yang menerangi dan suasananya sangat sejuk saat malam hari.....


Sesampainya di sebuah villa, ada seorang pria paruh baya yang mengantarkan kunci villa tersebut kepada tuan tian dan kemudian tuan tian membuka pintu villa tersebut.....


ceklek


"silahkan masuk? "... ucap tuan tian pada diana


" makasih"... ucap diana sambil berjalan masuk kedalam villa


"apa tidak masalah aku meninggalkanmu sendirian disini? "... ucap tuan tian


" mak.. sudnya? "... diana mengeryitkan keningnya


" hemmm! tidak mungkinkan kita tinggal se atap? "... ucap tuan tian sambil tersenyum


" lagian aku masih ada pekerjaan besok! jadi tidak masalah bukan jika kamu disini sendirian? "... tanya tuan tian lagi


" tapi saya harus masuk kerja karena saya masih bekerja sekitar 1 bulanan "... ucap diana


" kau tenangkan dulu saja dirimu disini, soal pekerjaan biar aku yang akan mengijinkanmu ke bos kamu"


"apa kamu tau aku bekerja dimana? "... tanya diana


" kamu pasti bekerja di perusahaan milik tuan muda dion bukan? "


"kamu tau darimana? "


"asal menebak aja! hehehe"


"ya udah kamu istirahat saja dulu, kamarnya ada di atas"... ucap tuan tian


" ingat jangan mencoba bunuh diri lagi! dan jika butuh sesuatu kamu bisa memanggil pak tarno yang tadi"


"iya.. makasih banyak"... ucap diana


" santai aja! oh ya ini nomer ponselku dan jika ada masalah bisa hubungi aku"... tuan tian memberikan kartu namanya


"sekali lagi makasih"


"jangan sungkan! aku pergi dulu ya? hati hati"... pamit tuan tian


" iya"


Kemudian tuan tian beranjak pergi dari villa dan diana masuk kedalam villa.....


"malang sekali nasibnya! "... ucap tuan tian sambil mengemudikan mobilnya


Sebenarnya tuan tian memiliki sikap yang sangat baik, suka menolong dan ia juga tidak tega melihat orang yang suka berputus asa dengan hidupnya, tetapi sayangnya dia adalah seorang playboy.....


**


Keesokan paginya pukul 8 pagi tuan tian sudah berada di ruang tunggu yang ada didepan reaepsionis perusahaan dion.....


Tuan tian sengaja datang kemari untuk menemui dion dan ia akan mengijinkan diana jika diana tidak bisa masuk kerja selama beberapa hari ini.....


Tak berapa lama dion bersama ara berjalan masuk ke perusahaan dan tuan tian memanggil dion....


"selamat pagi tuan muda dan nona muda ara? "... sapanya


" ada apa lagi anda datang kemari? "... tanya dion dengan tatapan tajam


" bisakah kita berbicara berdua saja? "... ucap tuan tian


" bicara saja! "... ucap dion sambil melirik ara


" baiklah jika itu ke inginan anda"... ucap tuan tian sambil tersenyum


"saya datang kemari mau mengijinkan nona diana yang tidak bisa masuk bekerja selama beberapa kedepan"... ucap tuan tian

__ADS_1


Dion membulatkan matanya dan menatap ke arah tuan tian saat mendengar tuan tian mengijinkan diana.....


" mengapa dia meminta tolong pada anda? bukannya dia bisa langsung menelfon"... ucap dion


"memangnya salah jika saya yang mengijinkannya kesini? "... ucap tuan tian sambil melirik ke arah ara


" ck! memangnya kenapa dia tidak masuk bekerja? "... tanya dion


" karena dia sedang sakit tuan muda, cukup sekian dan saya pamit dulu permisi"... pamit tuan tian


"selamat pagi dan semangat ya buat kamu ara? "... ucap tuan tian pada ara


Ara hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dan saat ara menoleh ke arah dion, ternyata dion sudah berjalan lebih dulu tanpa mengajaknya....


" kok aku di tinggal sih! "... gerutu ara


" tapi tadi tuan tian nyebut nama diana? bukannya itu mantannya kak dion? "... ucap ara lirih


" oh jadi tuan tian saat ini sedang dekat dengan diana dan kak dion apa masih ada perasaan ke diana? "


"aduh kenapa aku jadi takut gini"


Kemudian ara berjalan menuju ke dalam lift khusus pegawai dan sepanjang jalan menuju ke ruang desain, ara memikirkan apa benar dion masih ada perasaan kepada diana.....


Sesampainya di dalam ruang desain ara langsung menuju meja kerjanya dan kemudian ara memangku wajahnya dengan kedua tangannya.....


"kamu kenapa ra? "... tanya dina


" gak papa"... jawabnya sambil menggelengkan kepala


"terus kenapa kamu kelihatan galau gitu? "


"aku lagi mikirin sesuatu"


"apa? "


Ara menatap dina dan ara mulai menceritakan semua yang ada dipikirannya.....


"kamu udah pernah ketemu belum sama diana ra? "... tanya dina


"dimana? "


"aku lupa tapi aku ingat pernah ketemu sekali sama dia"


"kamu harus waspada ra! gimana kalo suami kamu masih ada perasaan ke mantannya? "


"aku mikirnya juga gitu din! terus aku gimana? "


"masak iya aku mau nembak dia duluan"... lanjut ara


" jangan gila deh ra! "... dina menoyor kepala ara


" ehhh.... tapi memangnya kamu sudah mantap kalo suka dengan suami kamu? "... tanya dina meyakinkan ara


" kayaknya iya din! soalnya hatiku selalu berdebar debar saat berada didekatnya"... jawab ara


"tapi jangan kamu duluan dong yang ungkapin perasaanmu ra"


"ya terus? "


"gini aja deh! kamu coba buat dia cemburu lagi gimana? "


"maksudnya? "


"katamu dia cemburu saat kamu dekat dengan tuan tian? nah kamu deket lagi aja sama tuan tian, sekalian tanya tanya tentang mantannya suami kamu"


"tapi kamu tau sendirikan gimana dia kalo marah din? "


"ya terus gimana dong ra? "


"entahlah! kita kerja dulu aja"... ucap ara

__ADS_1


Kemudian ara dan dina memulai pekerjaan mereka masing masing....


Pagi ini ara harus berada diruang desain dahulu, karena ini perintah dari dion semalam dan setelah jam makan siang ara baru menjadi sekertaris dion.....


**


Didalam ruangannya dion sedang memikirkan apa yang terjadi dengan diana dan mengapa tuan tian bisa mengenalnya.....


Kemudian dion menghubungi seseorang untuk menyelidiki tentang diana dan juga menyelidiki tuan tian.....


Setelah itu dion segera melanjutkan pekerjaannya dan dion sangat fokus dengan laptop yang ada di atas meja kerjanya.....


Saat jam makan siang sudah tiba, dion menutup laptopnya dan setelah itu dion segera beranjak dari tempat duduknya untuk menuju ke ruang desain....


Sesampainya diruang desain ternyata ara sudah menunggunya di meja kerjanya dan kemudian merek berdua berjalan untuk pergi mencari makan siang.....


"kita makan siang di tempat yang kemaren lagi ya kak? "... tanya ara


" kamu bosan makan disana? "... dion balik bertanya


" iya... hehehe"... jawab ara


"kalo gitu terserah kamu mau makan dimana? "


"beneran? "


"iya"


"gimana kalo kita makan di restauran Jepang aja? kak dion suka makanan Jepang gak? "


"yang ada di jalan kkk itu ya? "


"iya kak"


"oke kita kesana"


Diperjalanan mereka berdua hanya berdiam diri dan ara sebenarnya ingin menanyakan sesuatu kepada dion soal diana, tetapi ara takut kalau dion marah padanya....


Tak berapa lama mereka sampai di restauran Jepang dan mereka segera turun dari mobil lalu berjalan masuk kedalam restauran tersebut.....


Sesampainya didalam, pelayan restauran menghampiri mereka untuk memberikan buku menu dan dion menyuruh ara untuk memesan makanan yang sama.....


Sambil menunggu pesanan mereka datang, dion saat ini disibukkan dengan ponselnya dan hal itu membuat ara merasa di cuekin olehnya.....


Tiba tiba ponsel ara bergetar menandakan ada pesan masuk dan kemudian ara mengambil ponselnya dari dalam tas untuk melihat siapa yang mengirim pesan.....


Ternyata yang mengirim pesan salah satu karyawannya yang memberitahu jika stock barang di ruko hampir nipis dan ara harus segera memesan stock lagi.....


Tak berapa lama pesanan mereka datang dan mereka berdua segera menikmati makanan yang ada dihadapan mereka.....


"kak, boleh gak habis ini aku ijin ke ruko? "... tanya ara


" memangnya ada masalah disana? "


"ini tadi karyawanku memberitahu jika stock barang diruko sedang menipis"


"memangnya harus sekarang kamu kesana? "


"ya gak juga sih kak"


"nanti sore aja aku antar! habis ini kau harus ikut denganku "


"kemana kak? "


"ke perusahaan tuan tian untuk membahas kerjasama lagi, perusahaan kita menjalin kerja sama dengannya selama 1 tahun kedepan"


"oh iya"


Setelah itu mereka melanjutkan makannya dan seperti biasa dion selalu mencuri pandang pada ara yang sedang menikmati makanannya .....


Dari perjanjian mereka yang akan mencoba untuk hidup sebagai sepasang suami istri sungguhan selama 1 tahun, tetapi masih berjalan beberapa minggu aja perasaan dion ke ara semakin jelas dan dion tidak mau keduluan oleh orang lain untuk mendapatkan ara.....

__ADS_1


Jadi dion juga berfikir untuk mencari waktu yang tepat buat mengungkapkan perasaannya kepada ara.....


**********


__ADS_2