
Brian mengantar ara sampai didepan rukonya dan ara menyuruh brian untuk mampir ke dalam rukonya, tetapi brian menolaknya karena masih ada urusan.....
Setelah itu brian pamit pulang dan ara berjalan masuk kedalam rukonya lalu langsung berjalan menuju ke lantai atas.....
"huft! akhirnya bisa rebahan juga"... ucapnya sambil merebahkan badannya di atas kasur kecil
" besok gak ada mata kuliah, enaknya ngapain ya? ".... ara memikirkan sesuatu
" entahlah! "... ucapnya sambil memejamkan mata
Sesaat memejamkan mata, ara terduduk dan segera membuka laptopnya untuk melihat sesuatu.....
Ternyata ara melihat stock barang di rukonya yang hampir habis dan kemudian ara segera mencari stock baru melalu internet....
Setelah itu ara melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 5 sore dan itu artinya ruko akan segera tutup, lalu semua karyawannya pulang kerumah masing masing....
Ara sengaja tidak turun dibawah karena badannya terasa sangat lelah akibat mengikuti mata kuliah yang membuatnya pusing....
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruangannya dan ara menyuruh orang tersebut untuk masuk kedalam ruangannya....
tok tok
"masuk! "... ucap ara
ceklek
Salah satu karyawan ara membuka pintu dan masuk kedalam ruangan ara....
" ada apa pen? "... ucap ara
" dibawah ada yang mencari mbak ara"... jawab peni karyawan ara
"siapa? "
"suami mbak ara"
"suami? ngapain tuh orang kesini! "... ucap ara
" maaf mbak, saya tidak tau"
"iya.. hehehe"... ucap ara
" kalau gitu saya pamit pulang dulu mbak, soalnya diluar mau turun hujan"... pamit peni
"iya pen... makasih ya? "
"sama sama mbak"
Karyawannya keluar dari ruangannya dan ara mondar mandir didalam ruangannya sambil menggigit jarinya....
Tak berapa lama ara memutuskan untuk turun kebawah menemui dion.....
Saat sampai ditengah tangga, ara melihat dion yang sedang melihat lihat seluruh isi rukonya yang ada dibawah....
Dion menyadari kehadiran ara, kemudian dion membalikkan badannya menghadap ke tangga dan ara melanjutkan langkahnya menuruni tangga.....
"ada apa anda kemari? "... tanya ara sambil melipat kedua tangannya didepan dada
" kembalilah ke hotel! "... ucap dion dengan nada tegas
" bukannya sudah saya katakan jika saya tidak mau sekamar dengan anda lagi! "
Dion berjalan ke arah ara, sedangkan ara memundurkan kakinya hingga ia berhenti di bawah tangga.....
"kembalilah ke hotel dan kita tidak akan sekamar lagi! "... perintah dion sambil menatap mata ara dengan tenang
" saya tidak mau! "
__ADS_1
Dion mengepalkan kedua tangannya sambil menahan emosinya dan hal itu tak luput dari pandangan ara....
"kau itu keras kepala sekali ara! "... ucap dion
" aku sudah bersabar menghadapi sikapmu yang kekanakan ini dan sekarang kau semakin melunjak! "... dion menunjuk wajah ara
" apa saya kekanakan? hahaha"... ara tertawa
"saya tidak akan seperti ini jika anda tidak melakukan kesalahan terhadap saya tuan muda! ".... telunjuk ara menunjuk bahu kanan dion
" memangnya aku melakukan apa terhadapmu? "... tanya dion
" masih bertanya? ini apa? dan anda juga sudah mengatakan kalo saya ini wanita murahan! "
"kalo kau bukan wanita murahan kenapa mau aja di bonceng oleh pria lain? "... dion meninggikan suaranya
" sudah ku katakan jika pria itu temanku! "
"teman? alasan saja! "
"sadar diri dengan statusmu yang sudah menikah ara! jika bukan karna perjodohan aku tak akan pernah mau menikah denganmu! ".... ucap dion
" kalau begitu ceraikan saja aku! ".... ara menatap tajam ke arah dion
Dion melebarkan matanya dan beberapa sesaat mereka berdua saling beradu pandang yang sama sama tajam tatapannya....
" bicaralah dengan papah jika kau ingin bercerai denganku! "... ucap dion
" kenapa bukan anda saja yang bicara sendiri hah? "... ucap ara
" berani merintahku? "... dion menatap lekat mata ara
" ya! "... jawab ara dengan membalas tatapan dion
" kembalilah ke hotel sebelum papah mengetahui semuanya dan akan membuatnya kecewa! ".... ucap dion
Tiba tiba ara mengubah ekspresinya menjadi sendu dan ara ingat dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh dion padanya.....
Dion tersenyum tipis saat mengetahui perubahan dari wajah ara dan dion merasa menang karena hanya dengan cara itu ara akan menuruti perkataannya....
" soal rumah akan segera dicarikan oleh rey dan kita tidak akan pernah tinggal sekamar"... ucap dion
"saya menuruti anda bukan berarti saya memaafkan anda atas apa yang sudah anda lakukan padaku kemaren! "... ucap ara
" aku tak butuh permintaan maafmu! "
Kemudian ara membalikkan badannya lalu menaiki tangga dan saat beberapa langkah menaiki tangga, tiba tiba terdengar suara petir dan hal itu membuat ara kaget lalu membuat badannya limbung.....
Untung saja badannya ditangkap oleh dion yang masih berdiri di bawah tangga dan mereka kini saling bertatapan....
Kedua tangan dion memeluk pinggang ara , mereka berdua bertatapan dan secara reflek ara memeluk dion karena suara petir terdengar lebih keras lagi ....
duarrrr
"aaaa!!! ".... teriak ara sambil memeluk dion
Tersadar akan tingkahnya, ara melepaskan pelukannya dan kini ara menjadi salah tingkah ....
" ma.. af"... ucap ara
"sepertinya malam ini kita harus bermalam dulu disini"... ucap dion
" hah?"... ara menatap dion
"diluar hujannya lebat sekali dan suara petir juga begitu menakutkan... pasti sangat berbahaya untuk berada dijalan"... jelas dion
Kemudian mata ara melihat disekeliling rukonya dan ara menggelengkan kepalanya pelan saat yang ia pikirkan tidak ada didalam rukonya....
__ADS_1
" naiklah ke atas dan tidur di ruangan saya"... ucap ara lalu berjalan lebih dulu naik ke atas
Sedangkan dion sebelum mengikuti ara, ia menutup pintu ruko dan menguncinya.....
Setelah itu dion naik ke lantai atas dan didalam ruangan ara sedang duduk di atas ranjang sambil memangku tanganya di dagu....
"aku tidur dimana? "... tanya dion sambil matanya melihat disekeliling ruangan ara
" anda tidur saja disini! saya akan tidur dibawah"... ucap ara dan berdiri dari duduknya
Saat ara berjalan melewati dion, dion memegang tangan ara dan hal itu membuat langkah ara terhenti dengan ara merintih kesakitan.....
"auwww! "... ucap ara sambil menghempaskan tangan dion
Dion melihat ara yang sedang mengusap lengannya yang masih memar dan dion merasa bersalah kembali setelah menyadari jika ia baru saja memegang pergelangan tangan ara yang memar....
Kemudian dion menarik dengan lembut tangan satunya ara dan membawanya ke arah ranjang, lalu dion mendudukkan ara di atas ranjang....
Ara hanya dapat menatap dion yang saat ini sedang mengusap lembut pergelangan tangannya dengan ekspresi yang sendu sambil melihat memar di pergelangan tangan ara....
"maafkan aku ra"... ucap dion sambil mengusap lembut pergelangan ara
Belum sempat ara mengucapkan sesuatu, tiba tiba saja petir terdengar menggelegar dan hal itu membuat ara ketakutan....
duaaarrrrrr
" Aaaaa!!! ".... ara berteriak
Dengan sigap dion memeluk ara yang kini ketakutan dan bahkan badannya bergetar hebat....
" aku takut.. hiks.. hiks"... ara menangis dalam pelukan dion
"tenanglah! jangan menangis, ada aku disini"... ucap dion sambil memeluk ara
Dion memeluk ara sambil mengusap lembut kepala dan punggung ara, karena saat ini badan ara gemetar karena takut dengan suara petir yang menggelegar.....
Tak lama kemudian suara petir sudah menghilang, tetapi hujan masih sangat deras dan dion masih memeluk ara sambil mengusap lembut kepala ara....
Kemudian dion mencoba melepaskan pelukannya, tetapi ara malah memeluknya dengan erat....
"jangan pergi! aku takut"... ucap ara lirih
" ra.. aku gak akan pergi"... ucap dion lembut
"aku ada disini"... lanjutnya
Kemudian dengan perlahan dion melepaskan pelukannya dan dion mendapati ara yang sudah tertidur didalam pelukannya.....
Dion meletakkan ara di atas ranjang dengan hati hati dan menyelimuti badan ara, setelah itu dion beranjak untuk mencari tempat tidur untuknya....
Tetapi saat dion hendak pergi, tiba tiba ara memeluknya dari belakang....
"jangan pergi kak! aku takut"... ucap ara
" aku gak pergi ra, aku hanya mencari tempat untuk tidur"... ucap dion sambil melepaskan tangan ara
"tapi aku takut... hiks.. hiks"... ara meneteskan air mata
" tidurlah kembali ra, aku akan menemanimu".... ucap dion dengan lembut
Kemudian ara berbaring kembali dan dion ikut naik di atas ranjang yang tidak terlalu besar, kemudian dion duduk diranjang sambil bersandar pada sandaran ranjang....
Ara memeluk tangan dion dalam tidurnya, dan tak lama kemudian dion ikut tertidur bersama ara....
Awalnya dion hanya ingin menemani ara hingga tidur lalu ia pergi mencari tempat untuk tidur....
Tetapi rasa kantuknya tidak bisa di ubah, jadi dion ikut tidur bersama ara di atas ranjang....
__ADS_1
*****