Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
83


__ADS_3

Dion saat ini sedang bersama dengan rekan kerjanya dan selama makan siang dion terus memikirkan ara yang sedang bersama tuan tian.....


Sesekali dion melirik jam tangan yang melingkar ditangan kirinya dan hal tersebut membuat rey melirik ke arah dion yang sedang gelisah......


Kemudian rey mendekatkan dirinya kepada dion dan setelah itu rey membisikkan sesuatu di telinga dion.....


"nona muda saat ini sedang berada di perjalanan menuju ke perusahaan tuan muda".... bisik rey


Dion hanya menganggukkan kepalanya sambil membenarkan jasnya dan setelah itu dion sedikit lega karena mereka berdua tidak bertemu terlalu lama.....


**


Sedangkan ara yang baru saja sampai di perusahaan langsung berjalan menuju ke ruang desain dan saat masuk kedalam lift khusus pegawai, ara bertemu dengan diana yang sedang berdiri didalam lift.....


"Hai nona muda? "... sapa diana sambil tersenyum


" iya kak"... ucap ara sambil tersenyum


"nona muda baru saja pergi makan siang ya? "... tanyanya dengan ramah


" iya kak, kak diana sudah makan siang? "... tanya balik ara


" sudah nona muda"... jawabnya


Ara hanya membalasnya dengan senyuman dan setelah itu mereka terdiam hingga pintu lift terbuka......


Ting


"aku kesana dulu ya kak? "... ucap ara


" iya nona muda"... jawabnya


Kemudian ara berjalan keluar dari lift menuju ke ruang desain, dan sedangkan diana ke arah yang berlawanan dari arah ara untuk menuju ke ruang akutansi.....


Sesampainya didalam ruang desain ara langsung duduk di kursinya dan dina langsung menatapnya dengan penuh pertanyaan.....


"kenapa ekspresimu begitu? "... tanya ara sambil membuka laptopnya


" gimana? "... tanya dina sambil menaik turunkan kedua alisnya


" apanya yang gimana? "... ara mengeryitkan keningnya


" tadi bertemu dengan tuan tian"


"biasa aja! "


"kalian membahas apa? "


"kepo! "


"ayo dong ra kasih tau! "


"hemmmm! kak tian sudah tau semuanya"


"maksud kamu? "


"ya dia sudah tau soal hubunganku dengan kak dion"... bisik ara


" hah? terus gimana reaksinya? "


"biasa aja"


"masak biasa aja sih ra? "


"iya terus harus gimana? "


"berarti tuan tian gak punya perasaan apa apa dong ke kamu ra! "


"emang dia gak punya perasaan ke aku din! tapi dia ada perasaan ke yang lain"


"siapa ra? "


"kepo! ayo kerja! "


"baik bu bos! "


"sssttt! "


Setelah itu mereka berdua segera memulai pekerjaannya sendiri sendiri dan sesekali ara berjalan ke arah pegawai yang ada didalam ruang desain untuk meminta bantuan yang ia tidak mengerti.....


1 jam berlalu dan tak berapa lama rey masuk kedalam ruang desain lalu menghampiri ara yang sedang fokus dengan pekerjaannya......


"permisi nona muda? "... ucap rey dengan sopan


" ya? "... ara mendongakkan kepalanya ke arah rey


" nona muda di suruh untuk ke ruangan tuan muda sekarang"... ucap rey


"memangnya ada apa memanggilku kesana?"... ara mengeryitkan keningnya


" saya tidak tau nona muda"

__ADS_1


"10 menit lagi aku akan kesana"... ucap ara


" baik nona muda! saya permisi dulu "... ucap rey sambil menundukkan kepalanya


Kemudian rey berjalan keluar dari ruang desain dan setelah rey keluar dari ruang desain, dina menghampiri ara dan membisikkan sesuatu kepadanya......


" tadi asisten rey melirik ku tidak ra? "... bisik dina


" enggak! "


"masak? "


"iya"


"yah! padahal aku berharap dia melirik ku".... ucap dina lirih tetapi ara dapat mendengarnya


Sedangkan ara yang melihat temannya hanya tersenyum miring dan setelah itu ara segera berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan keluar dari ruang desain untuk menuju ke ruangan dion.....


Saat berada di depan pintu ruangan dion, ara segera mengetuk pintu dan terdengar suara dion yang menyuruhnya masuk kedalam ruangan.....


tok tok


"masuk! "... suara dion dari dalam ruangan


ceklek


Ara membuka pintu dan setelah itu ara berjalan menuju kearah dion yang sedang fokus pada layar laptopnya.....


" ada apa kak dion memanggilku? "... tanya ara setelah duduk di kursi didepan meja kerja dion


" apa yang tian katakan padamu ? "... tanya dion tanpa menoleh ke arah ara


" hah? kak dion menyuruhku kemari hanya untuk menanyakan hal itu? "... ara menaikkan sebelah alisnya


" iya! "... dion melirik sekilas ke arah ara


" hanya pertanyaan yang tidak penting! "


"tidak penting? "... dion menatap wajah ara


" iya! "


"memangnya apa yang dia katakan padamu? "


"dia sudah tau semuanya"


"maksudnya? "


"dan itu kau bilang tidak penting? "... dion menatap lekat wajah ara


" i.. ya"... jawab ara yang membalas tatapan dion


"ck! tapi baguslah jika dia sudah mengetahuinya".... dion kembali fokus pada layar laptopnya


" memangnya kenapa kalo dia sudah mengetahuinya? "... tanya ara


" ya aku tidak perlu bersusah payah untuk memberitahunya! "


"hah? "... ara mengeryitkan keningnya


" minggu depan kau harus ikut denganku selama beberapa hari"


"kemana? "


"ke luar negara untuk perjalanan bisnis"


"kenapa gak ajak rey aja? "


"memangnya kau tidak mau menemani suamimu? "... dion menatap wajah ara dengan tatapan tajam


" ma... u kak! ".... jawab ara dengan terbata bata


" bagus! "


"sekarang apa aku boleh kembali ke ruangan kerja? "... tanya ara


" iya! "... jawab dion singkat


Ara menaikkan sebelah alisnya setelah mendengar jawaban singkat dari dion dan setelah itu ara berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan keluar dari ruangan dion.....


Di sepanjang jalan menuju ke ruang desain, ara menggurutu karena kesal dengan sikap dion yang seperti tadi.....


"ngeselin sekali sih es balok! "


"moodnya cepat sekali berubah ubah! "


"tanya soal itukan bisa dirumah! "


Padahal siang ini pekerjaan ara sangat banyak dan masih ada beberapa yang tidak ara ketahui yang akan ia kerjakan selanjutnya.......


Sesampainya di dalam ruang desain ara langsung berjalan menuju meja kerjanya dan segera kembali pada pekerjaannya yang tertunda tadi.....

__ADS_1


**


Di tempat lain tuan tian sedang menyenderkan punggungnya di senderan kursi kebesarannya yang ada didalam ruangannya.....


Sejak kembali makan siang tadi tuan tian didalam ruangannya hanya melamun dan entah apa yang ia lamunkan hingga selama beberapa jam.....


Tiba tiba terdengar ponselnya yang berdering dan tuan tian mengambil ponselnya yang berada di atas meja kerjanya.......


Tuan tian melihat yang sedang menelfonnya adalah diana dan kemudian tuan tian segera tombol hijau......


***📞tuan tian


hallo?


📞diana


hallo...kau dimana?


📞tuan tian


di perusahaan


📞diana


kau belum pulang?


sekarang sudah pukul 5 sore!


📞tuan tian


aku masih ingin disini


📞diana


apa kau sakit?


📞tuan tian


tidak


📞diana


lantas kenapa suaramu lemas begitu?


📞tuan tian


aku tidak apa apa


📞diana


aku ke perusahaanmu ya?


📞tuan tian


terserah kamu aja!


📞diana


oke!


tut tut**



Diana menutup panggilan telfonnya dan setelah itu tuan tian meletakkan kembali ponselnya di atas meja kerjanya.....


Kemudian tuan tian kembali melamun sambil memangku dagunya dengan tangannya......


Mungkin saja tuan tian sedang sedih setelah tau ara yang sudah menikah dengan dion atau tuan tian sedang gelisah dengan perasaannya saat ini......


Tetapi setelah mendapat telfon dari diana perasaannya sedikit sejuk, apalagi diana mengatakan jika akan mengunjunginya ke perusahaan.....


Sekitar 30 menit kemudian diana sampai di perusahaan tuan tian dan saat ini diana sudah berada didalam ruangan tuan tian .....


"apa kau sudah makan? "... tanya diana


" sudah tadi siang".... jawab tuan tian


"terus apa saja yang kau lakukan dari tadi disini? ".... tanya diana sambil melirik tumpukan berkas yang ada di atas meja kerja tuan tian


Tuan tian hanya menaikkan kedua bahunya menjawab pertanyaan diana......


" kalo begitu ayo pulang"... ajak diana


Tanpa menjawab, tuan tian berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruang kerjanya.....


Diana menatap punggung tuan tian dengan perasaan yang tidak tega karena diana menebak jika saat ini tuan tian sedang bersedih karena ternyata ara sudah menikah dengan dion.....


Diana hanya mengikuti tuan tian berjalan dari belakang dan sesekali diana menghembuskan nafasnya dengan pelan saat tuan tian beberapa kali berhenti berjalan.....


*********

__ADS_1


__ADS_2