Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
22


__ADS_3

Jam kuliah sudah berakhir dan semua mahasiswa dan mahasiswi segera meninggalkan kelas masing masing.....


"ra, kita anterin sampai depan ya? "... ucap tina dan di angguki oleh dina


" gak usah! aku bisa sendiri kok"... ara tersenyum


"tapikan sekalian kita kedepan ara! "... seru dina


" aku mau ke perpustakaan dulu"... ucap ara


"kita anterin aja ya ra? "... tina menawarkan


" aku bisa sendiri kok".... tolak ara


"yakin bisa sendiri ra? "... dina memastikan


" bisa... udah kalian pulang dulu aja"


"ya udah kita pulang dulu ya ra? "... pamit tina


" hati hati kalian? "


"kamu juga hati hati ra"... ucap dina


" dahh ra"... kedua sahabatnya melambaikan tangan sambil berjalan keluar kelas


Ara mengeluarkan ponselnya dan menghubungi dion, tetapi nomer dion tidak bisa dihubungi.....


Kemudian ara mengirim pesan pada rey....


💌ara


rey....


katakan pada dia kalau nanti jemput aku pukul 4 sore ya?


aku menghubunginya beberapa kali , tetapi nomernya tidak aktif


*


Setelah mengirim pesan, ara memasukkan kembali ponselnya kedalam tas dan setelah itu ara keluar kelas untuk menuju perpustakaan.....


Ara sedikit kesusahan karena memakai kursi roda, tetapi ara harus bersabar agar kakinya lekas sembuh kembali .....


Sesampainya didalam perpustakaan ara mencari buku yang diinginkannya ....


"duh! tinggi amat sih letak bukunya! "... gerutu ara


Ara mencoba berdiri dengan kaki satu , tetapi tubuhnya tiba tiba oleng dan untung ada sebuah tangan yang merangkul pundaknya dari belakang....


" hufffttt!!! "..... ara menghela nafas lalu menoleh kebelakang


" kak brian? ".... ucap ara


Yang dipanggil tidak menjawabnya, malah mendudukkan ara dikursi roda.....


" kamu mau mencari buku ini? "... ucapnya sambil menunjukkan buku yang baru saja ia ambil dari rak buku


" i.. ya"... jawab ara


"kalau kaki masih cidera minta tolonglah pada orang lain atau pada penunggu perpustakaan ini! ".... menyerahkan buku pada ara


" iya... maaf"


"kamu mau membacanya disini apa dirumah? "... tanya brian


" disini aja kak"


Kemudian brian mendorong kursi roda sampai didepan meja dan sesampainya dimeja, brian duduk dibangku ....


"kenapa kaki kamu bisa seperti ini? "... tanya brian


" hanya cidera sedikit saja kak"... jawabnya sambil tersenyum


"seperti ini kau bilang sedikit cidera? ck! "... brian menggelengkan kepalanya


" ini udah agak mendingan kok kak"


"gimana kabar kamu sekarang ra? "


"aku baik baik saja kak... kak brian gimana? "... tanya ara


" ya seperti ini aku saat ini ra! "


"kapan kakak kembali ke negara ini? "

__ADS_1


"udah semingguan ini"


"kenapa gak ngabarin aku atau tina dan dina kak? "


"aku udah kabarin mereka berdua"


"tapi mereka tidak memberitahuku"


"oh ya? "


"huuh"... ara menganggukkan kepalanya


" kamu banyak berubah ya ra? "


"aku tetep seperti dulu kok kak"


"enggak! ada yang berubah"


"memangnya apa? "


"penampilanmu "


Ara terdiam sejenak dan setelah itu ara tersenyum kearah brian.....


"maklum lah kak! udah ganti tahun hihihi"


"kamu masih tinggal dengan mama tirimu itu ra? "


"enggak kak"


"terus kamu tinggal dimana? "


"emmm.... "


Ara bingung ingin menjawabnya gimana dan tidak mungkin ara memberitahu brian jika dia sudah menikah dengan lelaki yang beda usia dengannya beberapa tahun.....


Tiba tiba ponsel ara berdering dan ara merasa lega karena dering ponselnya menyelamatkan pertanyaan dari brian .....


Ara mengambil ponselnya dari dalam tas dan melihat panggilan telfon dari dion, ara segera mengangkatnya.....


*📞ara


hallo?


📞dion


📞ara


aku di perpustakaan


tut tut



Dion mematikan panggilan telfonnya dan ara menghela nafasnya sambil memasukkan kembali ponselnya kedalam tas


"siapa ra? "... tanya brian


" bukan siapa siapa kok"... ara mencoba tersenyum


"aku pulang dulu ya kak? "... pamit ara


" aku antar ya? "


"gak perlu kak! aku udah dijemput kok"


"sama siapa? "


Sebelum ara menjawab tiba tiba temannya brian datang menghampirinya dan ara langsung pergi begitu saja tanpa pamit pada brian.....


Sebenarnya ara sangat merasa bersalah pada brian karena tidak bisa menceritakan tentang dirinya yang sudah menikah....


Ara tidak tau gimana perasaannya pada brian, karena selama ini brian sangat baik dan perhatian padanya.....


Sudah 2 tahun ini brian berada di negara lain untuk PKL dan sekarang brian sudah kembali lagi ke negara ini....


Dan cepat atau lambat brian pasti tau tentang ara yang sudah menikah.....


Dari jauh dion sedang menatapnya dengan tatapan tajam sambil melipat kedua tangannya didepan....


Tak lama kemudian ara sudah berada didepannya dengan wajah yang ditekuk.......


Dion menaikkan sebelah alisnya melihat wajah ara yang ditekuk....


"ehem! "... dion berdehem

__ADS_1


" eh!! maaf kak nunggu lama"... ucap ara


"hemmm"


Dion membuka pintu depan , kemudian menggondong ara dan meletakkannya didalam mobil.....


Setelah itu dion menutup pintu mobil dan dion melipat kursi roda ara lalu menaruhnya didalam mobil.....


Dion masuk kedalam mobil dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang....


Selama di perjalanan mereka berdua saling diam dan ara melihat kesamping sambil sibuk dengan pikirannya sendiri.....


'*jika kak brian mengetahui aku sudah menikah gimana ya? '... ucapnya dalam hati


'apa aku harus memberitahunya? '


'kalau dia menjauhiku gimana*? '


Ara masih sibuk dengan pikirannya sendiri hingga ia tidak sadar jika hampir sampai dirumah.....


Dion memberhentikan mobilnya tepat di depan rumahnya dan ara tidak menyadarinya sama sekali....


Ara baru tersadar saat tubuhnya terasa melayang ke udara dan ara berteriak saat mengetahui dion menggendongnya sampai masuk kedalam rumah....


"turunin aku kak dion! ".... ara mengayunkan kedua kakinya


" jika kau bergerak akan terjatuh! "... ucap dion yang tetap berjalan


Ara melingkarkan kedua tangannya dileher dion dan menyembunyikan wajahnya didada bidang dion yang masih terbungkus kemeja dan jas.....


Dion mencium rambut ara yang beraroma buah buahan dan tanpa sadar dion tersenyum sambil terus berjalan menaiki tangga.....


Sedangkan ara merasa jantungnya berdetak saat mencium aroma mint pada dada bidang dion.....


Ara merasa tenang menghirup aroma mint dari tubuh dion, tetapi ara kemudian tersadar dan ara menjauhkan kepalanya dari dada bidang dion....


Ara mendongakkan kepalanya ke atas dan tepat pada saat itu dion menundukkan kepalanya, kemudian mereka berdua saling bertatapan.....


Tak berapa lama dion tersadar dan dion merubah tatapannya menjadi tajam.....


"enak ya digendong? "... ucapnya


" ehh!!! "... ara kaget


Dion meletakkan ara diatas ranjang dan setelah itu dion berjalan masuk kedalam ruang ganti tanpa mengucapkan sesuatu....


Sedangkan ara menatap penuh tanya kearah dion yang sedang berjalan masuk kedalam ruang ganti.....


Ara celingukkan mencari keberadaan kursi rodanya ....


"sebentar lagi akan diantar oleh pelayan! "... ucap dion sambil berjalan masuk kedalam kamar mandi


Ara mengeryitkan keningnya sambil melihat kearah dion yang kini sudah masuk kedalam kamar mandi....


"apa dia bisa membaca pikiranku? "


"hmmm.... entahlah"


Benar kata dion jika pelayan akan mengantarkan kursi roda ara kedalam kamar.....


Setelah mengantarkan kursi roda, pelayan juga membantu ara untuk duduk dikursi roda.....


"trimakasih"... ucap ara sambil tersenyum


" ada lagi yang bisa saya bantu nona muda? "


"sudah tidak ada"


"kalau gitu saya pamit dulu ya? "


"iya"


Setelah pelayan keluar dari kamar, ara menuju ke ruang ganti untuk mengambil pakaian untuknya....


Sambil menunggu dion selesai mandi, ara menuju kebalkon.....


Tak berapa lama dion keluar dari kamar mandi dan dion menawarkan bantuan untuk ara....


"bisa mandi sendiri? "... tanya dion


" biasanya aku juga mandi sendiri! "... celetuk ara


Dion hanya menatap ara yang sedang menuju kekamar mandi dan ara menutup pintu kamar mandi dengan keras , hingga menimbulkan suara menggema.....


Kemudian dion merapikan rambutnya didepan meja rias dan setelah itu dion berjalan menuju balkon .....

__ADS_1


******


__ADS_2