
Pagi ini di meja makan tuan besar sedang menikmati sarapan bersama dengan kedua anaknya .....
Karena hari ini hari senin, jadi dion akan memulai bekerja kembali ke perusahaan setelah beberapa hari tidak ke perusahaan.....
Awalnya dion enggan untuk pergi dengan alasan ia ingin menemani istrinya di rumah, akan tetapi ara memaksanya untuk bekerja karena di rumah sudah ada tuan besar yang akan menemani ara dirumah.....
"aku berangkat dulu ya sayang? "... pamit dion
" iya kak, hati hati"... ucap ara
"dion berangkat dulu pah? "... pamit dion pada tuan besar
" iya! "... jawab tuan besar
Setelah itu dion beranjak dari tempat duduknya untuk segera berangkat ke perusahaan, karena jadwalnya akan sangat padat sekali setelah beberapa hari ia cuti bekerja.....
Sebenarnya ara ingin sekali mengantar dion sampai di depan rumah, tetapi dion melarangnya dengan alasan kondisinya masih belum stabil.....
"nanti kamu ingin papah temani pergi kemana nak? "... tanya tuan besar di sela sela makan
" kata kak dion aku gak boleh pergi kemana mana dulu pah"... jawab ara sambil menatap ke arah tuan besar
"maksudnya kamu di kurung di rumah terus? "... tuan besar menatap wajah ara
" bisa di bilang begitu pah"
"keterlaluan sekali dia! kamu jangan khawatir ada papah! ".... ucap tuan besar dan ara mengeryitkan keningnya
" orang hamil itu harus banyak bergerak supaya lahirannya nanti lancar! "... ucap tuan besar lalu mengelap bibirnya menggunakan kain yang sudah di sediakan
" papah tau sendiri kan gimana posesifnya kak dion? "... ucap ara
" papah pengen melihat toko kamu yang sekarang berada di dalam mall... kamu temanin papah ya? "... ucap tuan besar
" aku ijin sama kak dion dulu ya pah? "
"gak perlu! pasti kamu juga pengen ke toko kamu kan? "
"iya sih pah"
"maka dari itu ikutin aja saran papah! "
Entah ara harus senang atau sedih saat tuan besar mengajaknya pergi keluar rumah untuk mengunjungi tokonya.....
Sebenarnya ara juga ingin sekali berkunjung ke tokonya dan ara juga merindukan suasananya saat melayani pembeli.....
Ara berfikir nanti jika dion menghubunginya ia akan memberitahu dion kalau tuan besar mengajaknya untuk berkunjung ke toko.....
Setelah selesai sarapan tuan besar menyuruh ara untuk segera bersiap siap dan sedangkan tuan besar menunggunya di depan rumah......
...****************...
Pagi ini dina berada di kampus untuk mengumpulkan skripsinya dan dina juga melihat kapan gilirannya untuk mempresentasikan hasil dari skripsinya.....
Perasaan was was yang saat ini di rasakan oleh dina, karena skripsi sekaligus presentasinya nanti yang akan menentukan lulus tidaknya dirinya.....
Setelah selesai mengumpulkan skripsi di ruangan dosen pembimbingnya, dina menemui teman temannya yang lama tidak ia jumpai.....
Dina bersama teman temannya sudah janjian untuk bertemu di kantin kampus dan disana mereka sangat asyik mengobrol sambil menikmati makanan yang sudah mereka pesan....
Pukul 12 siang dina pamit untuk pulang, karena rey sudah menunggunya di depan kampus untuk mengajaknya makan siang....
Dina bersama rey saat ini sedang menuju ke salah satu restauran dengan mereka yang mengemudikan mobil masing masing.....
Dina sebenarnya sudah kenyang karena tadi saat berkumpul dengan teman temannya dina banyak sekali memakan camilan yang di atas meja kantin....
Tetapi dina tidak berani menolak ajakan rey yang sudah lebih sampai di depan kampusnya sebelum mengabarinya untuk mengajaknya makan siang.....
Sesampainya di depan restauran mereka berdua berjalan bergandengan masuk kedalam restauran tersebut......
Sesampainya di dalam mereka segera duduk di bangku yang dekat dengan jendela kaca dan tak berapa lama pelayan mendatangi mereka untuk memberikan buku menu.....
Setelah mencatat pesanan mereka berdua, pelayan tersebut meminta buku menu dan segera pergi untuk menyiapkan pesanan mereka .....
"sudah kamu kumpulkan skripsinya? "... tanya rey sambil menatap dina
" sudah! tinggal nunggu presentasinya aja"
"kapan presentasinya? "
"masih belum diberi kabar! "
"oh ya! tuan muda belum masuk kerja ya? "... dina menatap rey
" tuan muda sudah masuk kerja "... jawab rey
" kok kamu bisa makan siang bersamaku? "
__ADS_1
"karena tuan muda sedang makan siang bersama cliennya"
"tumben kamu gak ikut? "
"tuan muda menyuruhku untuk menemanimu makan siang".... jawab rey dan dina hanya menganggukkan kepalanya
Tak berapa lama pesanan mereka sampai dan mereka berdua segera menikmati makanan mereka......
Sesekali rey menyuapi dina dengan makanannya sendiri dan begitu juga sebaliknya dina menyuapi rey dengan makanannya sendiri.....
"besok ke kampus lagi gak? "... tanya rey di sela makan
"enggak kayaknya ".... jawab dina sambil menggelengkan kepalanya
" besok ikut aku ya? "
"kemana? "
"aku dapat tugas dari tuan muda untuk meninjau lokasi di pegunungan xxx"
"berapa hari? ".... dina menatap rey
" selama tiga hari"
"apa tuan muda juga akan ikut? "
"tidak "
"oh! "
"bagaimana? mau ikutkan? "
"iya boleh"
Setelah itu mereka melanjutkan kembali menikmati makanan mereka hingga habis tak tersisa.....
Setelah selesai makan rey menyuruh dina untuk pulang lebih dulu, karena habis ini rey akan menjemput dion untuk pergi ke perusahaan.....
...****************...
Ara sangat senang sekali karena tuan besar mengajaknya berkunjung ke tokonya yang sekarang berada di dalam mall milik dion.....
Sebenarnya ara lebih menyukai rukonya yang lama, yang sudah di bakar oleh sonya keponakannya.....
Ara baru tau jika tuan besar itu orangnya humoris kepada siapa saja, karena saat di tokonya agak sepi tadi tuan besar mengajak pegawai ara bercerita hal lucu......
Tetapi sikap dion akan berbeda saat bersama dengan ara, dimana sikapnya akan lebih ramah dan penuh kasih sayang kepada ara......
"apa kamu menyukai harimu? "... tanya tuan besar kepada ara
" iya pah! ara sangat suka sekali".... jawab ara sambil tersenyum
"apa dion dari tadi belum menghubungi kamu? "
"kayaknya kak dion sedang sibuk pah"
"sesibuk sibuknya seorang suami harus tetap memberi kabar kepada istrinya".... ucap papah
"nanti biar papah nasehatin dia! "
"makasih ya pah? ".... ara menatap tuan besar
" jangan merasa sungkan! sekarangkan papah sudah menjadi papah kamu juga".... ucap tuan besar sambil tersenyum dan mengusap pundak ara dengan lembut
"papah yang berterimakasih karena kamu mau bertahan dengan dion yang awalnya sangat mengacuhkanmu".... lanjut tuan besar
" papah tau sendiri kita berdua menikah karena perjodohan... tapi untungnya kita berdua sudah saling menyukai ".... ucap ara sambil tersenyum
" kamu masih ingin disini ? "... tanya tuan besar
" sebaiknya kita pulang aja pah "... jawab ara
" yakin sudah terobati rindumu pada tokomu ini? "
"iya pah"
Setelah itu ara berpamitan dengan para pegawainya dan begitu juga tuan besar yang juga mengatakan jika akan memberikan bonus bulan depan kepada pegawai ara......
Tuan besar sangat bangga kepada ara yang bisa membiayai sekolahnya sampai kuliah sambil berjualan online dan sampai ara memiliki ruko sendiri dari hasil jerih payahnya.....
Tuan besar saja bangga apalagi kedua orang tua ara yang sudah meninggal dunia, pasti mereka jauh lebih bangga lagi......
Mereka berdua sampai di rumah pukul 3 sore dan sesampainya di rumah, tuan besar menyuruh ara untuk beristirahat di dalam kamarnya......
"lebih baik kamu istirahat saja di dalam kamarmu nak"... ucap tuan besar
" papah juga istirahat ya? ".... ucap ara
__ADS_1
" iya nak"
Ara menaiki anak tangga satu persatu untuk menuju ke kamarnya sambil mengusap lembut perutnya yang sudah terlihat membuncit.....
Ya maklum saja karena saat ini kandungan ara sudah menginjak 5 bulan, jadi perutnya sudah terlihat sekali kalau dirinya sedang hamil......
Sesampainya di dalam kamar ara memilih untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum istirahat......
**
Tepat pukul 5 sore dion pulang kerumah dan tuan besar menyambutnya di ruang tamu sambil menikmati secangkir teh hijau.....
"duduklah sebentar dion? "... ucap tuan besar
" ada apa pah? ".... tanya dion yang masih berdiri
" bukankah papah menyuruhmu untuk duduk sebentar disini? "
"aku membersihkan badan dulu ya pah? soalnya badan dion lengket semua efek kerja di lapangan"
"hemmm! tapi setelah membersihkan badan turunlah kemari".... ucap tuan besar
" ada hal yang ingin papah bicarakan denganmu! ".... lanjut tuan besar
" iya pah"
Dion bergegas berjalan menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya dan sesampainya di kamar dion menghela nafas pelan saat melihat istrinya yang sedang tidur.....
Dion berjalan mendekati ranjang dan dion mengecup kening istrinya dengan lembut, setelah itu dion berjalan menuju ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya......
20 menit kemudian dion keluar dari kamar mandi dengan memakai stelan baju casualnya dan sambil menyisir rambutnya menggunakan kedua tangannya, dion berjalan keluar dari kamar untuk menemui tuan besar......
"sudah habis pah tehnya? "... ucap dion setelah duduk di sofa yang tersedia di dalam ruang tamu
" hemmm! ara masih tidur? ".... tanya tuan besar
" kok papah tau? "
"soalnya tadi pukul 3 sore kita baru saja pulang dan papah menyuruhnya untuk beristirahat"
"kalian pergi kemana? "... dion mengeryitkan keningnya sambil menatap ke wajah tuan besar
" papah mengajaknya berkunjung ke tokonya dan kau tau dia sangat senang sekali berada disana"
"kenapa papah mengajaknya keluar rumah? "
"kau jangan terlalu posesif padanya dion! ingat ibu hamil itu moodnya berubah ubah"
"tapi pah ara itu masih belum stabil kesehatannya"
"belum stabil karena kau mengurungnya di rumah terus! "
"biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan! asal tidak membahayakan dirinya dan juga janinnya".... ucap tuan besar
" iya pah".... akhirnya dion mengalah
"katanya ada yang mau papah bicarakan denganku? "... ucap dion
" apa sikap kamu setiap hari seperti itu kepada ara? "
"maksud papah? "
"sesibuk sibuknya kamu bekerja tetaplah memberi kabar pada istrimu! "
"untung saja ara orangnya sangat baik! coba kalau sikapnya seperti mamah kamu dulu"
"memangnya sikap mamah gimana pah? "... tanya dion
" mamah kamu itu papah gak kasih kabar 30 menit aja sudah ngambek dan papah tidak boleh tidur di dalam kamar"
"masak sih pah? sayangnya mamah sudah dulu pergi meninggalkan kita sebelum dion besar pah"... ucap dion sambil menundukkan kepalanya
" jangan bersedih! papah cuma berpesan jangan pernah mendahulukan pekerjaan dari istri! ".... ucap tuan besar
" hargailah istrimu yang kesepian di rumah saat kamu pergi bekerja di luar sana"
"iya pah "
"baiklah! papah ke taman dulu"
Tuan besar beranjak dari tempat duduknya untuk pergi ke taman yang dulunya paling di sukai oleh istrinya yaitu mamahnya dion.....
Dulu mamah dion membuat taman di halaman kosong samping rumah , karena mamah dion suka sekali bertanam.....
Maka dari itu taman yang di desain sendiri oleh mamah dion tidak boleh di ubah oleh tuan besar, dengan alasan supaya tuan besar tetap merasakan jika istrinya berada di taman tersebut saat tuan besar berkunjung ke taman.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1