
Keesokan paginya dion bangun lebih dulu dan saat ini dirinya masih berada didalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.....
Sedangkan ara perlahan mulai terbangun dan saat membuka mata ia melihat di sekeliling tidak ada dion.....
Kemudian ara menoleh ke pintu kamar mandi dan ara tersenyum saat mengetahui suaminya berada didalam kamar mandi.....
ceklek
"ara!!! ".... seru dina yang masuk kedalam ruang rawat bersama rey
Ara menyipitkan kedua matanya melihat mereka berdua datang bersamaan dan ara sudah menebak jika mereka berdua sudah baikan sama seperti dirinya.....
" tumben barengan? "... celetuk ara
" itu tadi mobil aku lagi di bengkel".... jawab dina sambil menggaruk belakang kepalanya
"hemmmp... bengkel ya".... goda ara
" ini ra kamu aku bawain bubur buatan mamahku".... ucap dina sambil meletakkan paperbag yang berisi bubur ayam
"ucapin makasih banyak ya ke mamah kamu din? "... ucap ara
" oke siap! "
Tak berapa lama tersengar suara pintu kamar mandi dibuka dan muncullah dion yang sudah rapi memakai pakaian kerjanya.....
"kalian sudah datang? "... ucap dion sambil mengancingkan kemejanya
" sudah tuan muda"... jawab rey dan di angguki oleh dina
"sayang, aku tinggal kerja dulu ya? ".... pamit dion pada ara
" iya"... jawab ara ketus
"nanti kalau tidak ada jadwal dengan clien aku segera kemari"... ucap dion
Sebelum pergi dion mencium seluruh wajah ara dan setelah itu dion pergi ke perusahaan bersama dengn rey.....
Setelah kedua pria tersebut pergi, dina berjalan menghampiri ara yang sedang mengikat rambutnya.....
" ra, kalian belum baikan? "... tanya dina
" udah! "... jawab ketus ara
" tapi kok kamu masih cuek aja sih ra? "
"sengaja! "
"hah? "
"laki laki tuh harus di kasih pelajaran dulu biar gak mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya ".... jelas ara
" ntar dikira kita para wanita mudah memaafkan, takutnya ngulangi kesalahan lagi terus minta maaf lagi! ".... lanjut ara
" oh... iya aku tau maksud kamu".... ucap dina
"terus kamu sendiri udah baikan? "
"udah ra"... jawab dina sambil tersenyum
" rey udah cerita ke kamu? "
"udah ra! ceritanya kemaren pas di rumah mamah"
"kok bisa? "
"ya karena rey memang sengaja supaya aku bisa percaya gitu sama dia"
"tapi malah aku yang kena omel mamah ra! katanya kalau ingin maju gak perlu ngungkit ngungkit masalalu! "... jelas dina
" benar juga sih din apa kata mamahmu".... ucap ara
"terus mamahku nyuruh aku cepet nikah setelah selesai skripsi ra".... wajah dina berubah menjadi sendu
" itu bagus dong din! "
"tapikan aku pengen bekerja dulu ra"
"kan bisa juga setelah nikah kamu bekerja"
"aku takut hamil duluan ra"
"dina dina! ya ngomong dong sama rey"
__ADS_1
"hemmm"
Kemudian dina membantu ara ke kamar mandi untuk mencuci wajah dan gosok gigi....
Setelah itu dina bersama ara menikmati sarapan bersama dengan bubur ayam buatan mamah dina.....
...****************...
Pukul 2 siang dina baru saja dari kampus dan saat ini dina dengan sedikit berlari menuju keruang rawat dimana ara dirawat......
Hari ini dina menemani ara sampai pukul 5 sore, karena dion ada pertemuan dengan clien jadi tidak bisa menemani ara siang ini.....
ceklek
"maaf ra lama"... ucap dina setelah masuk kedalam ruangan
" iya gak papa"... ucap ara
"eh ra, aku tadi tuh di kampus tau gak ketemu siapa? "
"ya gak taulah dina"
"aku bertemu sonya! "
"maksud kamu sonya anaknya om andra? "
"iya ra"
"ngapain dia di sana? "
"aku tanya ke staff katanya dia mau kuliah disana"
"sonya melihatmu tidak? "
"sepertinya tidak"
"dia tinggal dimana ya? "
"kamu mau ngelanjutin ngelaporin dia ke polisi ra? "
"enggak din! aku hanya ingin tau apa hidupnya sekarang baik baik saja"
"kelihatannya sih baik baik saja ra! nyatanya dia sudah bisa kuliah"
"kalau aku sembuh akan ku cari dia"
"tapi din aku tuh kasihan sama om dan tante"
"udah mending kamu minta bantuan ke suami kamu aja! "
"aku ingin... " dina memotong pembicaraan ara
"sudah deh ra nurut aja! aku tuh sama seperti suami kamu yang gak ingin terjadi hal yang buruk kepadamu dan juga kepada calon ponakanku".... ucap dina
Ara hanya tersenyum melihat dina yang mengomelinya seperti itu dan ara sangat bersyukur sekali memiliki teman yang sekarang menjadi sahabatnya......
" kenapa senyum? aku tau aku cantik ra tapi jangan lama lama dong lihatin nya".... celetuk dina
"huekkkk!!!! ".... ara pura pura muntah
" kamu kok jahat sih ra! "
"kamu tuh kadang ngeselin, kadang baik dan kadang lucu juga! ".... ucap ara
" eh ra.... bulan depan si tina mau lahiran".... ucap dina
"kamu sering ya berhubungan dengannya? ".... tanya ara
" iya ra, dia nyuruh kita kesana"
"tapi dia kok gak pernah hubungi aku ya? apa dia masih marah? "
"kalau marah sih enggak ra, mungkin menurutnya kamu sibuk dengan toko dan dengan suami kamu"
"ya mungkin aja! "
"tapi sepertinya kamu gak perlu kesana ra! biar aku saja"
"kenapa? "
"inget dedek bayi".... ucap dina sambil mengusap perut buncit ara
Ara hanya tersenyum dan setelah itu mereka berdua menonton drama didalam laptop dina, supaya ara tidak bosan berada didalan ruangan....
__ADS_1
Saat pukul 4 sore dokter masuk kedalam ruangan dan menyuruh ara untuk keluar sekedar menghirup udara segar, tetapi ara di anjurkan untuk menggunakan kursi roda yang dikarenakan kandungan ara masih sangat lemah dan berbahaya untuk ara jika dipaksa berjalan terlalu lama.....
Dina mendorong ara yang duduk dikursi roda dan mereka berdua menikmati udara ditaman rumah sakit yang banyak tanaman dan juga bunga bunga......
"kapan ya aku bisa kembali kerumah? jenuh banget berada di sini".... ucap ara
" ya sabar ra! salah sendiri marah tidak terkontrol"... celetuk dina
"awwww! sakit ara".... dina merintih karena pinggangnya di cubit oleh ara
" rasain! "
"jahat banget deh kamu ra! ".... dina mengusap pinggangnya
" maaf din, habisnya kamu ngeledekin mulu"
"memang benar ya kalau bumil tuh perasaannya mudah sensitif".... ucap dina
Mereka berdua terus mengobrol tentang bagaimana dulu mereka kenal hingga sekarang menjadi sahabat yang selalu ada disaat susah maupun senang.....
Padahal dulunya ara itu tipe orang yang suka memendam semuanya sendirian dan sekarang kalau ada apa apa ara pasti cerita dengan dina yang sekarang menjadi sahabatnya......
Tak terasa kini sudah hampir pukul 5 sore dan dina membawa ara kembali kedalam ruangannya.....
"ra, kamu nanti jangan jutek lagi ya sama suami kamu? "... ucap dina sambil mendorong kursi roda
" memangnya kenapa din? "
"kasihan tau! suami udah capek capek kerja ditambah istrinya jutek kan pasti tambah capek"
Ara hanya manggut manggut sambil memikirkan ucapan dina kepadanya dan ara membayangkan wajah dion saat pulang kerja dengan wajah yang lelah tetapi tetap berusaha segar di hadapannya....
Sesampainya didalam ruang rawat dina membantu ara untuk beralih ke atas ranjang, karena ara sudah tidak memakai infus jadi lebih mudah untuk memindahkannya.....
Tak lama kemudian dion bersama rey masuk kedalam ruangan dan dina segera berjalan menghamoiri rey, supaya dion bisa mendekat ke arah ara.....
"aku pamit dulu ya ra? "... ucap dina yang langsung mengambil tasnya
" makasih ya din? "
"its okay ra! "
"saya pamit dulu nona tuan muda? "... pamit rey
" iya rey! "... ucap dion dan ara hanya menunjukkan jari jempol sambil tersenyum
Kemudian dion melepaskan jasnya dan meletakkannya disandaran kursi yang berada disamping ranjang.....
" bagaimana dengan kondisimu sekarang sayang? "... tanya dion sambil merapikan anak rambut ara ke belakang telinga
" baik! "... jawab ara yang masih ketus
" kakak kangen sama senyum kamu yang kamu berikan kepada rey tadi sayang".... ucap dion sambil mengusap lembut kedua pipi ara
"kamu belum sepenuhnya memaafkan kakak ya sayang? ".... tanya dion
" sudah aku maafkan"... jawab ara
"tapi kok kamu dari kemaren belum senyum "
"senyum dong sayang".... ucap dion lagi
Ara tersenyum singkat dan dion terus menggodanya hingga ara benar benar tersenyum dengan tulus.....
" gitukan kakak jadi semangat".... ucap dion
"ya akukan masih kesal! "... ucap ara
" iya kakak tau, ini kok ada kursi roda sayang? "... tanya dion sambil memegang kursi roda
" aku baru saja keluar mencari udara segar, tapi kata dokter sementara suruh pakai ini dulu".... tunjuk ara pada kursi roda
"kalau gitu besok pagi aku ajak kamu jalan jalan disekitar taman rumah sakit sayang".... ucap dion
" iya kak! "
Setelah itu mereka berdua menghabiskan waktu bersama dan dion sangat senang karena bisa melihat senyum manis dari istrinya.....
Dion telah menyesal karena membuat ara sedih dan sampai masuk kedalam rumah sakit .....
Kalau seandainya tuan besar tau pasti tuan besar juga akan marah kepadanya, tetapi dion meminta rey dan yang lainnya tidak memberitahu soal masalah kenapa ara bisa masuk rumah sakit.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
HAI READERS👋👋
JANGAN LUPA LIKE , KOMEN DAN DUKUNG TERUS KARYA AUTHOR YA 😊😊