Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
104


__ADS_3

Sesampainya di villa, dion segera turun dari mobil lalu berjalan masuk kedalam villa....


"sayang? "... ucap dion saat melihat ara yang sedang duduk di kursi yang ada di ruang tamu


" kak dion sudah sampai? "... ucap ara


" kamu kenapa sayang? "... tanya dion sambil mengusap pucuk kepala ara


" aku gak papa"... jawab ara sambil menggelengkan kepala


"kalo gak papa kenapa cemberut? ".... dion mengusap pipi ara sambil duduk disampingnya


" gak papa kak! oh iya... mana Rey? "... tanya ara sambil celingukan


" Rey diluar sayang, ada apa? "... dion menatap ara


Tanpa menjawab, ara berdiri dari duduknya dan berjalan dengan cepat keluar villa untuk menemui Rey.....


" Rey? "... panggil ara setelah sampai didepan villa


"ada apa nona muda? "... tanya rey sambil menghampiri ara


" ikutlah denganku! "... jawab ara dengan kegirangan berjalan melewati rey


Dion membulatkan matanya saat mendengar ara mengajak rey dan sedangkan rey hanya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.....


" kamu kau kemana sayang? "... ucap dion sambil mengikuti ara


"aku ingin itu! "... tunjuk ara pada buah jeruk


" aku ambilkan "... ucap dion sambil berjalan


" jangan! "... cegah ara


" kenapa sayang? "... dion menatap ara


" aku maunya yang ngambil rey "... ucap ara sambil melihat ke arah rey


" tapikan aku juga bisa mengambilkan untuk kamu sayang"


... ucap dion


"tapi aku maunya rey yang mengambilkannya "


"kenapa harus rey sih sayang? "


"buruan rey ambilkan jeruknya yang masih hijau itu".... ara menunjuk buah jeruk di pohon


Rey melihat ke arah dion yang sedang menahan kesal kepadanya, tetapi dion memberikan kode jika rey harus mengambilkan buah untuk ara.....


Dion merasa aneh dengan sikap ara, bahkan setelah mendapatkan jeruk ara menyuruh rey untuk mengupasnya dan mendiamkan dion.....


Saat mereka bertiga duduk di teras villa, dina kembali ke villa dan menaikkan sebelah alisnya saat melihat pemandangan yang ada didepannya .....


Pemandangan tersebut adalah asisten rey yang sedang mengupaskan buah jeruk untuk ara dan sedangkan dion hanya duduk sambil bersedekap dengan wajah yang ditekuk.....


" kau sudah kembali din? "... ucap ara sambil menikmati buah jeruk


" i.. ya ra"... jawab ara


"kamu mau jeruk? "... ara menawarkan jeruk


" enggak makasih! itukan masih masam ra"


"enggak kok! "


Dina mengeryitkan keningnya melihat ara yang dengan lahap menikmati buah jeruk yang sangat masam.....


Dion berdiri dari tempat duduknya dan berjalan masuk kedalam villa tanpa mengucapkan sesuatu.....


Dina menoleh secara bergantian ke arah ara dan juga ke arah rey, rey yang paham langsung menjawab dengan menaikkan kedua bahunya yang menandakan jika ia tidak tahu.....


"ra? "... ucap dina


" ya din? "... ara menoleh ke arah dina

__ADS_1


" kamu marahan sama tuan muda? "


"enggak! memang kenapa? "


"tadi tuan muda langsung masuk kedalam"... tunjuk dina


" dia mau membersihkan diri"... ucap ara


"kamu enggak nyiapin pakaiannya? "


"oh iya! hampir aja lupa"... ucap ara lalu berdiri dari tempat duduknya


Ara segera berjalan masuk kedalam villa dan di teras kini hanya ada dina bersama rey .....


" apa yang terjadi? "... ucap dina lirih


" aku juga tidak tahu"... jawab rey


"memangnya kenapa ara tiba tiba suka buah jeruk yang masih masam? "


"tadi waktu aku dan tuan muda sampai disini, nona muda mencariku lalu mengajakku untuk ke kebun buah "


"terus nona muda menyuruhku mengambilkannya dari pohonnya langsung dan ini aku juga yang mengupaskan nya"... lanjut rey


" kenapa ara gak nyuruh suaminya? "


"itu dia aku juga bingung"


"padahal dia itu tidak pernah memakan buah jeruk yang masam"... ucap dina


" apa jangan jangan dia hamil? "... ucap dina lagi sambil menatap rey


" hamil? "... rey menaikkan sebelah alisnya


" iya! kayaknya dia nyidam deh"


Rey hanya manggut manggut sambil menatap wajah dina dari samping dan setelah itu mereka berdua mengobrol bersama.....


**


Sedangkan didalam kamar dion sedang menyisir rambut panjang milik istrinya yang baru saja selesai mandi.....


" aku baik kak"... jawab ara


"kamu tenang aja, soal ruko yang terbakar dan karyawanmu juga sudah bekerja kembali"


"maksudnya? "... ara menatap wajah dion dari cermin


" mereka tetap menjadi karyawanmu dan sekarang tempatnya berada di dalam mall"


"kenapa pindah disana kak? "


"supaya aman saja! ".... dion mengusap kedua bahu ara


" tapi gimana dengan ruko? "


Dion berjongkok tepat disamping ara dan saat ini dion menggenggam kedua tangan ara.....


"kamu gak usah mikirin itu lagi, karena sekarang kamu sudah mempunyai tempat baru sayang"


"tapi itukan sewanya mahal kak"


"jangan dipikirin soal itu "... dion mengusap lembut pipi ara


" soal siapa yang ada dibalik kebakaran ruko masih diselidiki oleh pihak berwajib dan juga oleh orang suruhan rey"


"jadi inget rey deh! ".... ucap ara sambil berdiri dengan ekspresi wajah yang ceria


"kenapa sayang?".... dion ikut berdiri


" aku pengen makan masakan rey "... jawab ara


"memangnya kamu pengen makan apa sayang? "


"aku mau makan nasi goreng buatan rey"

__ADS_1


"aku masakin ya sayang? "


"aku hanya ingin masakan rey!".... ucap ara sambil berjalan keluar dari kamar


Dion menghembuskan nafas kasar melihat perubahan ara dan dion saat ini sedang cemburu .....


Rey masih asyik ngobrol bersama dina di teras villa dan tak berapa lama ara menghampirinya.....


"Rey? "... panggil ara


" iya nona muda? "... Rey segera berdiri dari tempat duduknya


" masakin aku nasi goreng dan ayam goreng ya? "... ucap ara sambil tersenyum


Secara bersamaan Rey dan dina saling menatap saat mendengar ucapan ara yang aneh menurut mereka.....


" cepatlah Rey! aku sudah lapar"... ucap ara


"ba...baik nona muda"... ucap rey


Ara berjalan lebih dulu dan rey menyusulnya dari belakang, sedangkan dina juga ikut masuk kedalam villa.....


Dina melihat dion yang keluar dari kamar lalu berjalan menuju ke dapur.....


" mereka sudah disana? "... tanya dion


" sudah tuan muda"... jawab dina


"sebenarnya ada apa dengan mereka? apa mereka berdua main api dibelakangku? ".... ucap dion


" hah? itu tidak mungkin tuan muda"... ucap dina


"terus kenapa daritadi ara maunya bersama rey terus? "


"itu karna ara lagi hamil tuan muda"


"hamil? "... dion menghentikan langkahnya


" kayaknya sih iya tuan muda "... jawab dina


" bagaimana jika besok tuan muda memeriksakan ara ke dokter? ".... dina memberi saran


" memangnya orang hamil mintanya aneh aneh seperti itu? "... tanya dion


" menurut artikel iya tuan muda, tetapi ada yang tidak juga"


Setelah itu dion melanjutkan langkahnya menuju ke dapur untuk melihat apa yang dilakukan oleh rey bersama ara disana.....


Sedangkan dina memilih untuk menuju ke kamar yang ada di sebelah kamar yang dipakai oleh ara.....


Didalam dapur dion sedang duduk sambil melihat pemandangan didepan matanya yang memperlihatkan istrinya yang sedang asyik memasak bersama dengan rey....


Beberapa kali dion menatap tajam ke arah mereka berdua saat sama sama tersenyum dan dion mengepalkan kedua tangannya untuk mengendalikan dirinya.....


Dion mengingat ucapan dina yang mengatakan jika ara hamil, jadi dion harus bisa mengendalikan dirinya saat ini....


'***semoga saja benar ara sedang mengandung'.... ucap dion dalam hati



'kalo tidak benar bersiaplah untuk angkat kaki dari perusahaan rey***! '


Dion menatap tajam ke arah rey yang sedang memasak nasi goreng dan sedangkan ara membantunya memasukkan bumbu yang dibutuhkan.....


Mereka berdua saat ini seperti sepasang suami istri yang sangat romantis di dalam dapur, tapi sayangnya mereka hanya majikan dan juga asisten.....


Tak berapa lama masakan sudah siap dan rey meletakkannya di meja makan, saat mengetahui dion ada disana rey segera mengubah ekspresinya menjadi sedikit menjauhi ara yang terus berada didekatnya.....


"kak dion juga disini? ".... ucap ara sambil duduk


" kenapa? gak boleh? ".... dion menatap tajam ke arah rey yang sedang meletakkan ayam goreng di atas meja makan


" boleh dong kak"... ucap ara


"rey, duduklah disini"... ucap ara sambil kenunjuk kursi yang ada disampingnya

__ADS_1


Lagi lagi dion menahan emosinya saat mendengar ucapan ara yang menyuruh rey untuk duduk disampingnya, sedangkan dion saat ini duduk di depannya......


**************


__ADS_2