
Pukul 5 sore dion baru saja selesai meeting dengan cliennya dan dion memilih untuk masuk kedalam ruangannya lebih dulu.....
Rey mengikutinya dari belakang dan sesampainya didalam ruangan, dion duduk di kursi kebesarannya sambil melepas jasnya lalu menaruhnya di sandaran kursi.....
"tuan muda? "... panggil Rey
" ada apa Rey? "... dion meliriknya
" nona muda belum pulang kerumah tuan muda"... jawabnya
"memangnya mata kuliahnya sampai sore? "
"tidak tuan muda, hari ini mata kuliah nona muda hanya sampai pukul 10 pagi saja ".... jawab Rey
" lalu setelah itu dia kemana? "
"pukul 10 nona muda berada di kantin bersama kedua temannya hingga pukul 12 siang"... jelas Rey
" setelah itu nona muda pergi ke rukonya hingga sekarang nona muda masih didalam ruko"... lanjutnya
"biarin saja dia disana"
"apa tuan muda tidak ingin menjemputnya? "
"kenapa dijemput? bukannya dia kesana naik ojek? "
"nona muda perginya ke ruko bersama teman laki lakinya tuan muda"
"siapa laki laki itu? "
"sepertinya kakak tingkat nona muda"
"terus apa sekarang mereka masih bersama? "
"tidak tuan muda"
"ohh"
Kemudian didalam mobil hening, karena dion sedang fokus dengan layar ponselnya dan sedangkan rey fokus mengemudikan mobil.....
Tiba tiba dipikiran dion terlintas beberapa hal yang terjadi pada ara di ruko dan dion berpikir jika ara bersama kakak tingkatnya lagi berduaan didalam ruko....
"kita ke rukonya sekarang rey! "... perintahnya
" maksud tuan muda ruko siapa? "... tanya rey
" ya rukonya nona muda rey! "... dion sedikit menaikkan nada bicaranya
" baik tuan muda"
Kemudian rey mengemudikan mobilnya menuju ruko ara dan saat ditengah jalan terjadi kemacetan yang sangat padat.....
Dion mendesah kesal karena banyak kendaraan yang membunyikan klakson, yang membuat telinganya merasa terganggu.....
"masih lama rey! "... ucap dion dengan nada tinggi
" kelihatannya masih lama tuan muda"... ucap rey
"apa jarak rukonya masih jauh? "
"tidak terlalu tuan muda"
Dion membuka handel pintu dan turun dari mobil....
"tuan muda mau kemana? "... tanya rey
" nanti langsung susul aku di rukonya ara! "... ucapnya langsung berjalan dengan cepat
Rey hanya menggelengkan kepalanya sambil melihat dion yang semakin jauh berjalan.....
" benar benar sudah dibutakan oleh cinta! "... ucapnya
__ADS_1
**
Pukul 5 sore ara masih berada didalam ruangannya yang terbilang sangat sempit, tetapi nyaman bagi ara untuk tempat istirahat.....
Ara membuka laptopnya dan melihat toko onlinenya yang setiap hari selalu nambah banyak pembeli yang belanja online di tokonya.....
Dari bawah terdengar suara gaduh yang membuat telinga ara bising....
"ada apaan sih dibawah? kok gaduh sekali suaranya! "... ucapnya sambil menggelengkan kepalanya
Tak berapa lama ada salah satu karyawannya yang berlarian masuk kedalam ruangannya dengan nafas yang tersenggal senggal.....
" mbak ara? huh huh"... ucapnya
"ada apa? "... tanya ara sambil mengeryitkan keningnya
" dibawah ada yang mencari mbak"
"siapa? "
"suami embak"
"hah??? suami?? ".... ara menaikkan salah satu alisnya
" iya mbak! katanya dia suami mbak"
"memangnya ciri cirinya gimana? "... ara mulai was was
" orangnya ganteng, berkulit putih, badannya bagus tapi orangnya kayaknya sedikit dingin sih mbak"
"astaga!!"... ara langsung berdiri dan berjalan keluar dari ruangannya
" masak iya es balok ada disini! "... ucapnya sambil menuruni tangga
Sesampainya dibawah, semua karyawannya pada menampilkan ekspresi kagum dan ara mengikuti ara pandang mata para karyawannya....
'es balok? beneran dia? '.... ucapnya dalam hati
Dion yang mengetahui ara berada tak jauh darinya, langsung berjalan menghampiri ara....
Ara terkejut dengan perubahan sikap dion yang sangat memalukan menurutnya.....
" kenapa kakak bisa disini? "... ucap ara dengan nada rendah
"diem! "... ucap dion tepat pada telinga ara
Ara langsung bergidik ngeri dan dion tersenyum miring melihat ekspresi ara ....
Ara tidak mau jadi tontonan oleh karyawannya, lalu ara menarik tangan dion agar mengikutinya berjalan menuju ruangannya.....
Dion tersenyum kecil saat ara menarik tangannya dan ara berjalan sambil menghentak hentakkan kakinya dilantai.....
Sesampainya didalam ruangannya, ara melepaskan tangannya dari tangan dion dan ara berkacak pinggang sambil menatap tajam dion yang sedang berdiri didepannya....
"kenapa kak dion berada disini? "... tanya ara dengan nada ketus
" menjemput istriku"... jawabnya sambil menaruh kedua tangannya didalam saku celananya
"jangan ngaco deh kak! ngapain kesini hah? "
"terus ngapain juga bilang kalau kakak suamiku!"... lanjut ara sambil melipat kedua tangannya didepan dada
"memang kamu istriku bukan? "
"tapikan perjanjiannya kita gak boleh ngasih tau status kita"
"aku hanya memberitahu pada karyawanmu saja"
"tapi tetap tidak boleh kak! "
"kenapa memangnya? "... dion mendekat kearah ara
__ADS_1
" gak papa! "... ara mundur perlahan
" ayo pulang! "... ucap dion
" aku tidak mau! "... ucap ara
Ara terus berjalan mundur dan dion tetap berjalan mendekati ara yang hampir menempel pada dinding.....
Kini punggung ara menempel pada dinding dan dion masih mendekatinya, bahkan kini dion mendekatkan wajahnya pada wajah ara...
Spontan ara memejamkan matanya dan dion tersenyum kecil melihat respon ara....
" aaaaaaa! "..... ara berteriak saat mengetahui dion menggendongnya
" turunin aku kak! "... ucap ara sambil memukul dada bidang dion
" diam! atau kau akan jatuh! "
Dion menggendong tubuh ara turun kebawah dan dibawah karyawan ara melihat mereka berdua....
Wajah ara seketika langsung memerah dan ara menyembunyikan wajahnya pada dada bidang dion.....
Tepat sekali rey baru saja sampai didepan ruko ara dan rey langsung turun untuk membukakan pintu mobil untuk kedua majikannya.....
Dion menurunkan tubuh ara didalam mobil bagian belakang dan setelah itu dion ikut masuk kedalam....
"aku gak mau pulang"... ucap ara sambil membenarkan duduknya
" diamlah! "... ucap dion sambil menatap lurus kedepan
Ara hanya meliriknya sekilas lalu ia melihat keluar jendela....
'dasar es balok! tadi aja sikapnya lembut! sekarang berubah lagi! '.... ucapnya dalam hati
Disepanjang jalan hanya sunyi dan hening, ara yang merasa tidak sampai sampai dirumah tiba tiba memejamkan matanya dengan kepala ia senderkan pada jendela mobil.....
Dion yang sedang fokus dengan ponselnya melirik ara yang sudah tertidur, lalu dion membenarkan posisi tidur ara supaya lebih nyaman.....
"kau tau harus mengantarku kemana rey? "... ucap dion
" saya tau tuan muda"... jawabnya
"bagus! "
Dion merangkul ara dan meletakkan kepala ara pada bahunya, setelah itu dion juga ikut tertidur dengan posisi kepala mereka saling bersentuhan.....
Rey tersenyum melihat mereka berdua dari balik kaca spion dan Rey fokus kembali dengan kemudinya.....
'*semoga nona muda bisa membuat Anda bahagia lagi tuan'.... ucapnya dalam hati
'karena nona muda sangat polos dan berhati baik sekali'
'jangan sampai anda menyia nyiakan nona muda*'
Rey mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, hingga sampai di sebuah apartemen yang sangat mewah dan megah.....
Kemudian Rey membangunkan dion, setelah dion bangun Rey membukakan pintu mobil untuknya....
Dion menggendong tubuh ara yang masih tertidur dan dengan hati hati dion membawanya menuju ke apartemen.....
Sesampainya didalam apartemen , dion membawa ara menuju ke dalam kamar dan meletakkannya diatas ranjang....
Dion menyelimuti ara dan setelah itu dion berjalan keluar kamar untuk menemui Rey.....
"pulanglah Rey! besok jemput aku pukul 7! "... perintahnya
" baik tuan muda"
"ingat besok bawakan keperluan ku dan keperluannya kesini"
"baik tuan muda"
__ADS_1
Setelah itu Rey pamit pulang dan dion memilih masuk kedalam kamar yang lainnya.....
******