Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
106


__ADS_3

Saat ini dion bersama ara sedang dalam perjalanan menuju ke rumah dan sengaja dion menggunakan supir yang ada dirumahnya, karena dion sangat khawatir dengan kondisi istrinya .....


Tetapi setelah ara diperiksa oleh dokter yang ada dirumah sakit, kekhawatiran dion berubah menjadi bahagia karena ara saat ini sedang hamil.....


Disisi lain dion juga sedih karena kehamilan ara membuat perubahan pada dirinya, terutama ara dari tadi mencari rey terus.....


Dokter kandungan tadi juga mengatakan jika fase tersebut akan berlanjut sampai usia kehamilan ara 3 sampai 4 bulan, sedangkan saat ini kehamilan ara masih sekitar 2 minggu.......


Bahkan ara kini tidak mau didekati oleh dion, jadi didalak mobil dion duduk dibangku bagian depan disamping supirnya dan sedangkan ara duduk di bangku penumpang belakang.....


30 menit kemudian mereka sampai dirumah dan mobil berhenti tepat didepan rumah.....


Dion keluar dari mobil lebih dulu lalu membukakan pintu mobil untuk ara, tetapi ara tiba tiba keluar dari pintu mobil yang disisi lain dan hal tersebut membuat dion bengong menatap ara yang berjalan masuk kedalam rumah tanpa menunggu dirinya.....


Kemudian dion menyusul ara yang sudah masuk kedalam rumah dan saat ini ara sedang berjalan menuju ke kamar.....


"sayang? "... panggil dion


" ada apa kak? "... ara menoleh kebelakang saat tangannya memegang handel pintu kamar


" jalannya jangan cepat cepat"... ucap dion


"memangnya kenapa? "... ara mengeryitkan keningnya


" kamu lupa kalo lagi hamil? "... ucap dion mendekati ara


" huek! huek! "


Ara langsung masuk ke dalam kamar dan sesampainya didalam kamar ara langsung menuju ke kamar mandi.....


Dion mengeryitkan keningnya melihat istrinya yang tiba tiba mual lagi dan dion mulai khawatir lagi dengan kondisi ara.....


tok tok


"sayang? kamu gak papa? "... ucap dion sambil mengetuk pintu kamar mandi


" sayang? "


ceklek


Ara keluar dari kamar mandi dan dion merangkul istrinya, tetapi ara masuk kedalam kamar mandi karena merasa mual.....


Dion mondar mandir di luar pintu kamar mandi sambil berkacak pinggang dan tak berapa lama ara keluar lagi dari kamar mandi.....


ceklek


Dion melihat wajah istrinya yang pucat dan dion hendak merangkul istrinya, tetapi dadanya didorong oleh ara....


"kenapa sayang? "... dion menaikkan sebelah alisnya


" kayaknya aku mual begini karna deket kak dion deh! ".... jawab ara


" sebaiknya kak dion menjauh dari aku sementara "... lanjut ara sambil berjalan ke arah ranjang


" kamu jangan ngarang dong sayang! ".... ucap dion


" kakak lupa sama penjelasan dokter tadi? "... tanya ara sambil menatap dion


" tapi masak iya karna aku deket ke kamu sayang"


"kakak pengen aku mual mual terus? ya itu sih terserah kakak kalo gak kasihan ke aku"


"kalo aku gak boleh deket sama kamu berarti aku juga gak boleh dong tidur seranjang sama kamu sayang? "


"iya kak"


Dion malas berdebat lagi dan dion memilih duduk di sofa sambil menyalakan televisi.....


Sedangkan ara duduk di atas ranjang sambil membuka ponselnya dan melihat penjualan onlinennya.....


Tak berapa lama ponsel dion berbunyi menandakan ada panggilan telefon masuk dan kemudian dion mengambil ponselnya yang ada di atas meja lalu segera menekan tombol hijau.....


📞dion


hallo rey ?


ada apa?


📞rey


xxxxxxxxx


📞dion


baiklah aku segera kesana!


tut tut


**


Ara mendengar dion sedang ngobrol bersama rey melalui telefon , matanya langsung berbinar dan senyuman terukir di bibirnya .....


Kemudian dion berdiri dari duduknya dan ara langsung bertanya kepadanya.....


"kak dion tadi telfon sama rey ya? "... tanya ara


" kenapa? "... dion mengeryitkan keningnya


" nanti suruh rey kemari ya? "

__ADS_1


"untuk apa? "


"ya pokoknya suruh dia kemari"


"dia masih bekerja sayang"


"nanti pas pulang kerja"


"diakan punya rumah sendiri "


"kak!!!! ".... rengek ara


" iya iya... nanti aku suruh rey kemari! "... ucap dion


" makasih "... ara tersenyum manis


Dion hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah aneh dari istrinya itu, dan kemudian dion memilih untuk berjalan ke ruang ganti untuk berganti pakaian......


Sedangkan ara melanjutkan aktifitasnya tadi sambil tersenyum bahagia, mungkin ara bahagia karena rey nanti akan kerumahnya hehehe......


**


Di perusahaan dari tadi marah marah terus dengan rey, karena istrinya selalu mengirim pesan untuk mengingatkan jika nanti setelah pulang kerja rey disuruh kerumah.....


Bahkan ara juga berpesan supaya rey tidak melupakan makan, sedangkan dion dilupakan oleh ara.....


Rey hanya menghela nafas mendapat amarah dari dion dan syukurlah saat ini rey bisa bernafas lega di dalam dapur perusahaan.....


"asisten rey? tumben disini? "... tanya dina


" saya mau membuat kopi".... jawab rey


"boleh saya buatkan? saya juga mau membuat kopi"


"silahkan"... ucap rey


Rey duduk di kursi yang tersedia di dalam dapur tersebut, dan sedangkan dina membuatkan kopi untuk mereka berdua ....


Tiba tiba terlintas difikiran rey membayangkan kehidupan rumah tanggannya dan tak berapa lama rey tersadar lalu tersenyum saat melihat dina dari belakang.....


Dari pintu dapur dion sedang menatap tajam ke arah rey sambil berkacak pinggang.....


"ternyata begini cara kerja kamu rey! "... ucap dion dengan nada tegas


" tuan muda? "... rey berdiri dari tempat duduknya


Sedangkan dina menoleh sambil ketakutan karena saat ini tatapan dion berbeda dari biasanya.....


" maafkan saya tuan muda ".... ucap rey sambil menundukkan kepalanya


" cepat ikut denganku! "... ucap dion lalu berjalan lebih dulu menjauh dari dapur


" dia begitu karena cemburu denganku"... ucap rey


"maaf saya harus pergi dulu "... pamit rey


Dina hanya tersenyum getir saat rey pamit padanya dan dina mencerna perkataan rey tadi sebelum pergi.....


" maksudnya tuan muda cemburu dengannya gitu ya? ".... ucap dina


" memangnya cemburu kenapa? "


"apa dia juga menyukai ara? "


"hah? menyukai ara? "... dina membelalakan kedua matanya


Kemudian dina membawa kopinya untuk kembali ke ruangannya dengan perasaan yang masih menerka nerka ucapan rey tadi.....


Sesampainya di dalam ruangan desain dina duduk di kursinya sambil memangku dagunya di atas meja kerjanya.....


Dina terus memikirkan ucapan rey tadi dan kemudian dina melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 11 siang....


'kenapa jam makan siang lama sekali sih! '.... gerutu dina


Kemudian dina duduk dengan tegap dan melanjutkan pekerjaannya, ya walaupun perasaannya masih gusar karena memikirkan tentang rey dan ara.....


1 jam kemudian tibalah jam makan siang, lalu dina menutup laptopnya dan mengambil ponselnya yang berada didalam tas.....


Kemudian dina mencoba menghubungi ara untuk menanyakan sesuatu yang membuatnya risau sejak tadi.....


***📞ara


hallo din?


tumben ada apa?


📞dina


aku ganggu kamu ya ra?


📞ara


enggak kok din


ada apa?


📞dina


hemmm...

__ADS_1


ada yang mau aku tanyain nih ke kamu?


📞ara


tanya apa din?


📞dina


sebenarnya kamu dan asisten rey ada hubungan apaan sih ra?


kok tuan muda sampai cemburu gitu ke rey


📞ara


aku dan rey?


📞dina


iya ra...


📞ara


aku gak ada hubungan apa apa dengannya din!


hanya aku inginnya akhir akhir ini dekat dengan rey


📞dina


maksudnya itu efek dari kehamilan kamu?


📞ara


iya din..


bahkan aku kalau deket sama kak dion bawaannya mual


📞dina


seriusan ra?


kok aneh gitu ya?


📞ara


namanya juga orang hamil din, pasti ada yang aneh ada juga yang enggak


📞dina


kirain kalian berdua ada sesuatu gitu


📞ara


kamu cemburu?


hahaha


📞dina


ya enggak ra!


udah deh aku tutup aja!


📞ara


yeee ngambek!


ya udah, lagian aku mau makan siang dulu


📞dina


salam buat debay ya ra


📞ara


Oke din!


tut tut**


*


Dina menutup panggilan telefonnya sambil tersenyum dan kemudian dina beranjak dari tempat duduknya untuk pergi makan siang.....


Sedangkan ara saat ini sedang berada dimeja makan sambil menikmati makan siangnya dan tak jauh dari meja makan ada beberapa pelayan yang memandang aneh ke arah ara yang sedang lahap menikmati makanannya...


Karena ara makan sudah hampir habis 3 piring , maka hal tersebut membuat para pelayan heran dengan perubahan nona mudanya......


Sebenarnya ara sendiri juga heran dengan perubahan pada dirinya, tetapi bagaimana lagi jika itu efek dari kehamilannya......


Tak berapa lama ara beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke depan rumah sambil mengusap pelan perutnya yang masih datar .....


"tiba tiba aku ingin makan seblak "... ucap ara sambil berjalan


" kayaknya enak deh makan seblak buatan rey! ".... ucapnya lagi sambil tersenyum


Sesampainya di depan rumah ara duduk di kursi yang tersedia di teras rumah, dan kemudian ara mengetikkan sesuatu pada layar ponselnya lalu mengirim pesan kepada suaminya......


Setelah pesan terkirim ara membayangkan enaknya memakan seblak buatan rey sambil mengusap perutnya dan sambil tersenyum......


*********

__ADS_1


__ADS_2