Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
115


__ADS_3

Dina bersama rey berjalan beriringan untuk masuk kedalam gedung dan hal tersebut menjadikan pemandangan untuk para pegawai ....


Dina yang malu langsung menundukkan kepalanya , sedangkan rey tetap pada pandangan lurus kedepan dan memasang wajah datarnya.....


"aku permisi dulu! ".... ucap dina yang langsung berlari menuju ke lift khusus pegawai


Rey hanya meliriknya sekilas sambil tetap berjalan menuju kedalam lift khusus petinggi.....


'pasti dia malu sekali karena banyak yang melihatnya bersamaku! '.... ucap rey dalam hati


Sedangkan dina saat ini sedang berdiri didepan lift untuk menunggu lift terbuka ....


"wahhh hebat ya anak magang! ".... ucap pegawai wanita yang ada dibelakang dina


" iya! masih beberapa minggu disini tapi udah bisa mendapatkan asistennya tuan muda! ".... tambah yang lainnya


" kira kira apa ya peletnya? "


"anak jaman sekarang sukanya yang lebih dewasa dewasa ya! "


Dan masih banyak lagi perkataan dari para pegawai wanita yang sedang berdiri dibelakang dina, sehingga hal tersebut membuat dina semakin menundukkan kepalanya.....


"kalian digaji untuk bekerja bukan untuk bergosip! "


Terdengar suara yang menggema dari belakang para pegawai dan hal tersebut membuat dina menaikkan kepalanya lalu menoleh kebelakang ....


Semua pegawai langsung ciut nyalinya saat ditegur oleh asisten rey yang sedang berdiri dibelakang mereka semua......


Kemudian asisten rey berjalan menghampiri dina dan menarik tangan dina untuk ikut dengannya....


"lain kali saya mendengar kalian semua bergosip diperusahaan tuan muda, saya pastikan kalian semua dipecat secara tidak terhormat! ".... ucap asisten rey sambil menatap satu persatu pegawai perempuan yang menundukkan kepalanya


" dan saya pastikan setelah kalian dipecat dari perusahaan ini, kalian tidak akan diterima diperusahaan manapun! "


Setelah mengucapkan itu kepada para pegawai, rey berjalan dengan menggandeng tangan dina dan membawanya menuju ke lift khusus petinggi.....


Didalam lift hanya ada mereka berdua dan dina saat ini sedang menundukkan kepalanya.....


"uang kamu jatuh? "... tanya rey sambil mengangkat dagu dina untuk menghadap ke arahnya


" aku malu".... jawab dina lirih sambil menatap rey


"malu kenapa? soal tadi? ".... tanya rey dan di angguki oleh dina


" gak perlu malu dan bersikaplah biasa saja ".... rey memegang kedua pundak dina sambil menatap kedua bola matanya


" mereka tadi berbicara seperti itu karena mereka semua iri dengan kamu"... lanjut rey


"iri? "... dina menaikkan sebelah alisnya menatap rey


" iya! mereka semua iri karena kamu bisa memiliki kekasih setampan ini"... ucap rey


"pffftttt!!! ".... dina menutup mulutnya untuk menahan tawanya


Rey dengan perlahan mendekatkan wajahnya ke arah wajah dina dan kedua tangannya Rey letakkan pada dinding yang menghimpit tubuh dina.....


Dina yang masih menutup mulutnya dengan kedua tangannya membulatkan kedua matanya ....


ting


Pintu lift terbuka dan dina mendorong dada bidang Rey, setelah Rey mundur sedikit dina dengan cepat keluar dari dalam lift ....


"huft! ".... rey mengembuskan nafas dengan perlahan


Setelah rey mengatur nafasnya, rey keluar dari dalam lift dan ia melihat dina sudah tak terlihat lagi disana .....


...****************...


Pukul 11 siang dion bersama ara sedang dalam perjalanan menuju ke mall, karena ara ingin mengunjungi tokonya.....


Sebelumnya tadi pukul 10 dion menemani ara ke dokter kandungan dan hasil semuanya bagus.....


"kak? "... panggil ara sambil melihat ke arah suaminya

__ADS_1


" ya sayang? "... dion melirik sekilas ke arah ara sambil tersenyum


" usia kandunganku sudah jalan 4 bulan, tapi kok perutnya masih rata gini ya? ".... tanya ara sambil mengusap perutnya yang masih rata


" mungkin anak kita gak pengen mamahnya kelihatan gendut"... jawab dion sambil menatap lurus kedepan


"ihhh! jawabnya jangan becanda gitu dong kak"


"terus gimana dong sayang? "


"ya gimana gitu! ".... ara cemberut


" abisnya kamu lucu deh! tanya soal itu kenapa gak ke dokter kandungan tadi".... dion mengusap lembut pipi ara


"lupa! "... ucap ara


" ck! mungkin 1 atau 2 bulan lagi baru kelihatan sayang"


Ara hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap lurus kedepan.....


"nanti kita makan siang di dalam mall aja ya sayang? "... tanya dion


" kenapa kak? ".... ara menoleh ke arah dion


" karena nanti pukul 1 siang aku ada meeting dengan clien sayang"


"ini sudah hampir pukul 12 dan mungkin nanti kita selesai makan hampir pukul 1"....ucap ara sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya


"memangnya nanti dimana kak dion akan meeting? ".... tanya ara


" direstauran yang semalam kita makan disana sayang".... jawab dion


"gimana kalau kak dion nganterin aku dari depan mall aja? "


"maksud kamu? "


"ya biar aku masuk sendiri ke dalam mall dan kak dion bisa menuju ke restauran sekalian makan siang disana"


"tapi kamu gimana sayang? aku anterin kedalam mall sampai depan toko"


"enggak! kamu sedang hamil sayang".... dion menggenggam tangan ara


" aku anterin sampai toko dan setelah itu aku akan pergi menemui clien".... dion mencium beberapa kali telapak tangan ara yang ia genggam


"iya deh! "... ucap ara dengan pasrah


" inget kata dokter! jangan makan yang terlalu pedas"... ucap dion lalu mengusap lembut pucuk kepala ara


"iya kakak sayang".... ucap ara


" gitu dong nurut sama suami! "


Tak berapa lama mereka sampai di mall dan dion memarkirkan mobilnya didepan pos securiti.....


Kemudian dion turun lebih dulu dari dalam mobil dan setelah itu dion membukakan pintu mobil untuk ara.....


Dion berpesan pada securiti untuk menjaga mobilnya sebentar disitu dan setelah itu dion bersama ara berjalan masuk kedalam mall.....


Dengan setia dion merengkuh pinggang istrinya dan begitu juga dengan ara yang juga merengkuh pinggang suaminya.....


Tak berapa lama mereka sampai didepan toko milik ara dan dion berpamitan pada ara untuk pergi menemui cliennya .....


"aku pergi dulu ya sayang? ".... ucap dion sambil mengusap lembut kedua pipi ara


" iya kak, hati hati dijalan"


"iya sayang.... jangan lupa makan siang setelah ini! "


"kakak juga jangan lupa makan siang "


"iya sayang"


"nanti pulangnya dijemput dina ya? aku masih ada urusan lagi soalnya".... ucap dion

__ADS_1


" iya kak"


Sebelum pergi dion mengecup kening ara dan setelah itu dion pergi untuk menemui cliennya disebuah restauran......


...****************...


Pukul 4 sore dina bergegas menutup laptopnya dan membereskan meja kerjanya, karena ia sudah waktunya pulang.....


Setelah itu dina segera berjalan keluar dari ruang desain dan berjalan menuju ke lobi perusahaan untuk mengambil mobilnya.....


Saat ini dina sedang mengemudikan mobilnya menuju ke mall, karena ia di mintai tolong oleh dion untuk menjemput sekaligus mengantarkan ara pulang.....


Perjalanan dina untuk sampai di mall sekitar 35 menit dan beruntungnya jalanan sore ini tidak begitu ramai kendaraan.....


Saat ini dina sudah berada diparkiran mobil yang berada di mall dan setelah mobilnya terparkir dengan rapi, dina segera turun dari dalam mobil.....


Dina berjalan dengan santai menuju kedalam mall dan dina melihat di sekeliling mall yang sangat ramai pengunjung......


"jiwa seorang perempuan ya gini! masuk mall pikiran langsung fresh! "... ucap dina sambil tersenyum


" dimana ya toko ara? ".... dina mencari toko ara


" nah itu dia! "... tunjuk dina


Dina masuk kedalam toko ara yang lumayan banyak pengunjungnya dan hal tersebut membuat dina tersenyum melihat usaha temannya yang semakin lancar.....


Kemudian dina menghampiri salah satu pegawai ara untuk menanyakan dimana ara, dan setelah dijawab dina segera masuk kedalam ruang istirahat.....


" ara sayang???? "... ucap dina sesampainya didalam ruang istirahat


" kau sudah sampai din? "... ara berdiri dari tempat duduknya


Mereka berdua berpelukan dan setelah itu mereka berdua duduk di atas sofa yang tersedia didalam sana.....


" gimana din? katanya mau cerita? "


"huffft!!! ".... menghela nafas panjang


Setelah itu dina menceritakan yang terjadi tadi pagi di perusahaan saat semua pegawai mengatainya......


" aku dulu juga pernah digituin din! sabar ya".... ara mengusap pundak dina


"iya ra! "


"yang penting sekarang kamu harus fokus menata masa depan bersama rey! ".... ucap ara


" hemmmp! oh iya ra... kayaknya usaha kamu makin lancar aja"


"ya syukurlah din! ini semua juga berkat kak dion"


"terus gimana ra sama yang udah bakar ruko kamu? "


"aku udah maafin mereka din, mau bagaimanapun aku pernah di rawat oleh mereka"


"tapi merekakan udah jahat banget sama kamu ra? "


"gak papa din! aku berharap mereka bisa merubah hidup menjadi lebih baik lagi"


"memangnya mereka sekarang tinggal dimana ra? "


"ada di perkampungan yang jauh dari perkotaan din"


"tapi ke enakan sonya yang kamu biarin gitu aja ra"


"awalnya sih aku pengen ngasih dia pelajaran untuk memasukkannya kedalam penjara".... ucap ara


" tetapi aku merasa iba saat mengetahui kehidupan mereka sekarang gimana disana".... lanjutnya


"kamu tuh memang terlalu baik deh sama orang ra! "


Ara hanya tersenyum menanggapi ucapan dina dan setelah itu mereka berdua banyak mengobrol.....


Pukul 5 sore mereka berdua bergegas pergi dari toko untuk menuju ke rumah dion, karena ara belum membersihkan dirinya......

__ADS_1


Saat berada didalam perjalanan mereka berdua tak berhenti bercerita dan beberapa kali mereka berdua tertawa bersama saat ceritanya ada yang lucu......


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2