Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
139


__ADS_3

Dengan setia dion menemani ara yang sudah sadarkan diri di dalam ruang rawat vvip dan dion juga membantu ara untuk mengelap badannya.....


Setelah itu dion juga mengucapkan buah buahan untuk ara, karena sejak lusa kemaren ara belum makan apa apa melainkan hanya infus saja yang masuk kedalam tubuhnya .....


"kak? "... panggil ara


" ya sayang? apa kau perlu sesuatu? "..... tanya dion yang sedang menyuapi ara buah


" bagaimana dengan sonya? ".... tanya ara


Dion menghentikan menyuapi ara dan dion menghembuskan nafas dengan perlahan........


" gimana kak kondisi sonya? apa dia baik baik saja? "..... ara menatap dion


" kenapa kamu masih peduli dengan orang yang sudah menyakiti dan bahkan berusaha mencelakaimu? "..... tanya dion lirih sambil menatap kedua bola mata ara


" kak, sonya itu keponakanku dan wajar aku bertanya seperti itu"... jawab ara


"tapi dia sudah jahat sama kamu selama ini sayang".... ucap dion sambil menahan emosinya, karena dion sangat marah kepada sonya yang sekarang sudah meninggal dunia


" aku tau kak, tapi apa aku tidak boleh menanyakan keadaannya ? ".... tanya ara sambil menatap dion


Dion hanya menatap wajah ara tanpa menjawab pertanyaan dari istrinya tersebut......


" jawab aku kak? kak dion? ".... tanya ara sekali lagi sambil memegang tangan dion


" seharusnya kamu fikirin dirimu sendiri dan juga bayi yang ada di perut kamu! jangan fikirin orang yang sudah jahat ke kamu! ".... jawab dion dengan nada tinggi


Ara terkejut saat dion membentaknya sambil menatap tajam ke wajahnya dan dion mengusap wajahnya kasar saat menyadari dirinya yang sudah berbicara dengan nada tinggi kepada ara.....


" maafkan aku sayang"... ucap dion yang langsung memeluk ara


"aku marah saat mendengar namanya, karena ulahnya aku hampir saja kehilangan kalian berdua "..... ucap dion yang masih memeluk ara


" aku masih belum memaafkannya meskipun orangnya sudah tiada di dunia ini".... lanjut dion


"maksud kak dion? ".... tanya ara dalam pelukan dion


" sonya meninggal dunia di lokasi kejadian sayang".... jawab dion sambil melepaskan pelukannya


"meninggal kak? ".... ara terkejut dan tiba tiba air matanya menetes


" bukannya memang itu yang dia inginkan sayang? jadi kamu jangan menangisinya".... ucap dion sambil menghapus air mata yang menetesi kedua pipi ara


Ara tidak mengeluarkan suaranya lagi dan tangis ara mulai tersedu sedu, dion yang tidak tega langsung memeluk ara kembali......


"menangislah jika itu bisa membuatmu lega sayang".... ucap dion sambil mengusap lembut rambut panjang ara


Ara menangis dalam pelukan dion dan bayangan ara saat ini adalah bagaimana perasaan om dan tantenya yang di tinggal sonya pergi untuk selamanya......


Meskipun sonya jahat kepadanya sejak dahulu, tetapi ara sama sekali tidak mempunyai perasaan dendam kepadanya.....


...----------------...


Keesokan paginya pukul 9 pagi dina bersama rey sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit....


Karena hari ini ara di bolehkan pulang ke rumah, jadi rey bersama dina di suruh dion untuk menjemput mereka berdua di rumah sakit .....


Kebetulan juga hari ini ada hari sabtu, jadi rey tidak terlalu di sibukkan dengan pekerjaan di perusahaan......


"semoga aja setelah ini tidak ada lagi yang ngejahatin ara ya? ".... ucap dina


" iya semoga saja"... ucap rey sambil fokus mengemudi


"nanti kita pulang ke rumah mamahku ya? ".... dina menoleh ke arah rey


" mau ambil barang? "... rey melirik sekilas ke arah dina


" aku hanya merindukan mamah aja".... jawab dina


"tapi setelah kita mengantar nona dan tuan muda pulang ya? "


"oke! "


Dina tersenyum bahagia sambil memeluk lengan rey dan rey juga ikutan tersenyum melihat dina yang tersenyum bahagia, karena ia akan mengunjungi mamahnya yang sudah beberapa minggu ini tidak ia temui......


30 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit dan dina turun lebih dulu dari dalam mobil, sedangkan rey memarkirkan mobilnya di parkiran umum.....


Sedangkan didalam ruangan rawat vvip , dion membantu ara untuk berganti pakaian di dalam kamar mandi.....


Sebenarnya ara bisa mengganti pakaiannya sendiri, tetapi dion bersikeras membantunya dengan alasan tubuh ara masih lemas......

__ADS_1


"aku tuh udah baik baik saja kak dion! "... gerutu ara sambil memakai pakaian yang di bantu oleh dion


" sudahlah menurut saja ".... ucap dion


Ara mengerucutkan bibirnya sambil memandangi dion yang sibuk memakaikannya pakaian......


" kenapa lihatinya seperti itu? ".... tanya dion


" kamu baru menyadari ya kalau suami kamu ini tampan? "


"percaya diri sekali! ".... jawab ara dengan ketus


" selesai! ".... ucap dion


Tanpa aba aba dion langsung menggendong tubuh ara dan membawanya keluar dari dalam kamar mandi......


" aaaa!!! turunin kak".... ucap ara


glek


Ara tersipu malu saat melihat dina bersama rey yang baru saja masuk kedalam ruang rawat vvip.....


"ehemp! selamat pagi nona dan tuan muda? "... sapa dina


" kalian sudah datang? ".... ucap dion sambil menurunkan ara di atas ranjang


" kami baru saja datang tuan muda".... ucap rey


"kalau gitu barang yang disana kamu bawa ke mobil rey! ".... tunjuk dion pada beberapa paperbag yang ada di atas sofa


" baik tuan muda".... ucap rey


"sayang, aku urus administrasinya dulu ya? "... ucap dion


" iya kak".... jawab ara


Setelah dion pergi, dina baru berani menggoda ara dan ara hanya tersenyum malu saat di goda oleh dina.....


"kayaknya ada yang baru ehemp! ".... goda dina


" apaan sih kamu din! "


"sepertinya kamu sudah sangat baik ya "... goda dina sekali lagi


"apa sayang? ".... ucap dina dengan gemas


" selamat ya din? ".... ucap ara


" ulang tahun aku masih lama sayang"


"huft! selamat karena sebentar lagi kamu akan segera menikah"


"kok kamu tau ra? padahal kamu baru saja siuman lho "


"kamu lupa siapa suami aku? "... ara menaik turunkan kedua alisnya


" iya saya tau nona muda".... jawab dina


Kemudian mereka berdua tertawa bersama saat dina berkata formal kepada ara......


"din, beneran ya sonya meninggal saat di TKP? ".... tanya ara


" iya ra"... jawab dina sambil menganggukkan kepalanya


"kasihan sekali dia"


"kok kasihan sih ra? seharusnya kamu tuh bersyukur karna gak ada lagi yang berusaha nyelakain kamu dan juga bayi kamu".... ucap dina sambil mengusap perut buncit ara


" mau bagaimanapun juga dia itu keponakanku din"


"aku tau dan anggap saja itu balasan dia selama ini yang sudah ngejahatin kamu".... dina mencoba menenangkan ara yang hampir menangis


" Tuhan itu baik ra! maka dari itu sonya di ambil supaya hanya mendapatkan hukuman disana dan hukuman di bumi ini di diskon".... lanjut dina


"ck! bicaramu sekarang sudah seperti orang benar saja din".... ucap ara sambil tersenyum menutup mulutnya


" emangnya biasanya aku bukan orang yang benar apa? ".... dina mengerucutkan bibirnya


" hehehe! tau deh! "


Tak berapa lama dion kembali masuk kedalam ruangan dan selang berapa detik rey juga masuk kedalam ruangan......

__ADS_1


"sudah beres rey? "... tanya dion


" sudah tuan muda".... jawab rey


"kalau gitu ayo kita pulang sekarang sayang"..... ucap dion sambil berjalan ke arah ara


" kak dion mau ngapain? "..... ara memundurkan badannya ke belakang


" aku bisa jalan sendiri! "... ucap ara yang langsung turun dari ranjang


"aku hanya ingin mengambil ponsel sayang".... ucap dion sambil mengambil ponsel di atas nakas samping ranjang


Dina menahan tawanya dan ara langsung berjalan lebih dulu untuk meninggalkan dion yang sedang berdiri di hadapannya.....


Kemudian dion segera menyusul ara dan rey bersama dina juga segera mengikuti kedua pasangan suami istri tersebut......


Didalam mobil ara merasa sangat bahagia karena ia bersama calon bayinya bisa kembali lagi ke rumah dan apalagi sekarang tuan besar sudah berada di rumah .....


Jadi saat ara di tinggal dion bekerja, ada teman mengobrol di rumah dan mungkin juga tuan besar akan menjadi tempatnya untuk bercerita.....


Perjalanan dari rumah sakit menuju ke rumah dion sekitar 30 menit dan saat ini mobil sudah memasuki gerbang pertama di rumah dion.....


Rey memberhentikan mobil tepat di depan teras rumah dan setelah itu rey turun lebih dulu dari dalam mobil untuk membukakan pintu mobil bagian belakang.....


Tak berapa lama dion turun dari mobil dan ara juga ikut turun, kemudian dion merangkul pinggang ara .....


"tuan muda? "... panggil rey


" ya rey? "... ucap dion sambil menoleh ke arah rey


" saya dan dina langsung kembali ya? ".... ucap rey dengn sopan


" kenapa buru buru rey? masuk aja dulu din? "... ucap ara


" maaf ra, tapi aku mau langsung ke rumah mamah".... jawab dina


"oh... baiklah, salam buat mamah kamu ya? "... ucap ara


" iya ra makasih"


"kami pamit dulu tuan muda dan nona muda? ".... pamit rey dan dina tersenyum


" hati hati dijalan".... ucap ara dan dion hanya menganggukkan kepalanya


"ayo kita masuk sayang? ".... ajak dion dan ara menganggukkan kepalanya


Dion merangkul pinggang ara dari samping dan setelah itu dion mengajak ara berjalan masuk kedalam rumah ......


Saat dion membuka pintu rumah, dion dan ara terkejut dengan suasana yang ada didalam rumah......


" selamat datang kembali nona muda??? "...... ucap serentak para pelayan dirumah dion


Ara dan dion saling bertatapan, hingga terdengar suara dari tuan besar......


" selamat datang kembali anak perempuan ku? "..... ucap tuan besar dari tangga dan berjalan menuruni tangga untuk menghampiri ara


" papah? "... ucap ara dengan tersenyum


Sesampainya di depan ara tuan besar segera memeluk ara dengan penuh kasih sayang dan dion juga ikut senang melihat kedekatan kedua orang yang sangat penting baginya......


" papah yang sudah membuat ini? "... ucap ara sambil melihat keliling dalam rumah yang dipenuhi dengan balon


" menurut kamu dion? "... ucap tuan besar sambil menunjuk ke arah dion


" pasti dia tidak seromantis ini! "... jawab tuan besar sambil tertawa


" seharusnya kamu memilih papah yang lebih romantis dari dia hahaha! ".... ucap tuan besar lagi


" ingat umur pah! "... celetuk dion


" bercanda dion! "... ucap tuan besar


" ayo ayo kita duduk disana dulu".... ajak tuan besar untuk duduk di ruang tamu


Dion menggandeng tangan ara untuk berjalan ke arah sofa yang tersedia di dalam ruang tamu.....


Mereka bertiga duduk di sofa yang tersedia didalam ruang tamu sambil menikmati camilan dan buah buahan yang sudah di sediakan.....


Mereka bertiga juga banyak mengobrol menghabiskan waktu yang sudah terlewati selama tuan besar tidak ada di rumah......


Ara sangat bahagia sekali bisa menjadi bagian dari keluarga ini dan ara juga berandai andai jika kedua orang tuanya masih hidup, sudah dipastikan ara jauh lebih bahagia dari yang sekarang.......

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2