Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
35


__ADS_3

Sesampainya dihotel, dion langsung menarik kembali tangan Ara yang memar dan membawanya masuk kedalam hotel....


"auwww! lepasin tangan aku kak! "... ucap ara


Dion tak menghiraukan rintihan ara dan dion malah menguatkan cengkramannya pada tangan ara.....


Ara hanya bisa menahan sakit di pergelangan tangannya sambil terus mengikuti dion.....


Sesampainya didalam kamar dion melemparkan tubuh ara dengan kasar di atas ranjang .....


"auwww! ".... ucap ara sambil merintih


Dion menatap ara dengan tatapan tajam dan dion baru menyadari jika sejak tadi ara masih memakai helm yang diberikan oleh brian tadi....


Dengan kasar dion melepaskan helm dari kepala ara dan melempar helm tersebut ke sembarang arah.....


" auwww!! ".... teriak ara


" maksud kak dion apaan sih? "... ucap ara sambil menatap dion yang saat ini juga menatapnya dengan tajam


" apa itu yang kamu maksud persentasi? "... dion menajamkan matanya


" aku tadi memang baru saja selesai persentasi"... ucap ara sambil menahan tangisnya karena rasa sakit pergelangan tangannya


"apa begitu murahannya kamu hah? mau mau aja di bonceng sama laki laki lain padahal kamu itu sudah menikah! "... dion meninggikan suaranya tepat di depan wajah ara


" dan juga tadi kau bilang jika aku ini om kamu? dasar wanita murahan! ".... lanjutnya


Sontak ara meneteskan air matanya mendengar ucapan dion dan ara menatap tajam dion dengan air mata yang kini membasahi kedua pipinya.....


Ara mengepalkan kedua tangannya dan memberanikan diri untuk berdiri dari ranjang , lalu kini mereka berdua saling beradu pandang....


Dion tak tega saat melihat ara meneteskan air matanya, tetapi saat ini hatinya sedang dipenuhi dengan amarah yang sedang memuncak....


"apa katamu tadi? aku wanita murahan? hah! "... ucap ara dengan menatap tajam wajah dion


" ya! kau wanita murahan! "... ucap dion yang juga menatap tajam kearah ara


Plak


Ara menampar pipi dion dengan keras dan dion terkejut dengan perubahan ara saat ini.....


" tolong di jaga ucapan anda tuan muda! saya bukan wanita murahan seperti yang anda katakan! ".... ucap ara dengan berderai air mata


" kalo bukan wanita murahan lalu apa?"... tanya dion


"sebelum saya menikah dengan anda, saya sudah lebih dulu mengenal dia! ".... ucap ara

__ADS_1


" dan soal saya mengatakan jika anda adalah om saya itu bukannya ke inginan anda sendiri! "


"apa anda lupa jika pernah mengatakan jika pernikahan kita tidak boleh diketahui oleh siapun! karena pernikahan kita terjadi karena perjodohan saja! "... lanjut ara


Dion hanya mengepalkan kedua tangannya sambil menatap tajam ke arah ara yang saat ini juga sedang menatapnya dengan tajam.....


" asal anda tau! lelaki yang tadi itu jauh lebih baik dari pada anda tuan muda! "... ucap ara


Dion semakin menguatkan kepalan kedua tangannya hingga otot otot tangannya hampir kelihatan mendengar ucapan ara yang membandingkannya dengan brian.....


" anda adalah lelaki yang buruk yang pernah saya kenal! anda adalah pria egois, pria yang melampiaskan masalahnya pada minuman dan anda juga adalah pria yang tempramental! "... ucap ara dengan tegas


" saya menyesal karena sudi menikah dengan anda! "


"anda bukan hanya menyakiti hati saya dengan perkataan anda! tetapi anda juga menyakiti saya secara fisik! ".... ara menunjukkan pergelangan tangan didepan wajah dion


Dion mengubah ekspresi wajahnya saat ara menunjukkan pergelangan tangannya yang memar karenanya.....


Dion hendak mengucapkan sesuatu, tetapi dengan cepat ara pergi dari hadapan dan berjalan menuju kekamar mandi.....


Brak


Ara menutup pintu kamar mandi dengan kasar dan dion terduduk lemas di ranjang sambil mengacak rambutnya dengan kasar.....


Dion merasa bersalah pada ara dan dion sadar atas kesalahannya, tetapi di sisi lain dion juga marah dengan ara yang membandingkannya dengan brian.....


Tak berapa lama ara keluar dari kamar mandi dan dion menghampirinya lalu meraih tangan ara....


"jangan sentuh saya! ".... ucap ara sambil berjalan menuju sofa


" biar aku obatin tangan kamu".. ucap dion


"saya bisa mengobatinya sendiri! "... ucap ara dengan nada marah


Dion hanya diam saja melihat ara yang sedang mengobati pergelangan tangannya.....


Setelah itu dion masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya , supaya badannya lebih segar.....


25 menit kemudian dion keluar dari kamar mandi dan dion melihat didalam kamar tidak ada ara, lalu dion melihat balkon yang pintunya masih tertutup....


Kemudian pandangan dion tertuju pada selembar kertas yang ada di atas meja, lalu dion berjalan menuju meja dan mengambil kertas tersebut.....


saya tidur di ruko, jadi jangan cari saya!


saya akan kembali jika anda mempunyai rumah sendiri dan kita hidup masing masing didalam rumah tersebut!


saya juga tidak mau kita sekamar lagi!

__ADS_1


ara...


*


Dion meremas kertas tersebut dengan menahan emosinya, dan dengan kasar dion membuang kertas tersebut.....


"memangnya dia pikir dia itu siapa? berani berkata seperti itu! ".... ucap dion


" cih!"


Dion berdiri dari tempat duduknya dan dion mengambil laptopnya yang ada diatas nakas samping ranjang.....


Kemudian dion duduk di atas ranjang sambil memangku laptop dan dion memfokuskan dirinya untuk bekerja.....


**


Sedangkan ara didalam rukonya, setelah mengobati luka memarnya kini ara sedang menyibukkan dirinya untuk bekerja online di layar laptopnya.....


Ara sangat marah pada dion dan ara benar benar sudah muak dengan pernikahannya....


Ara menggenggam erat kedua tangannya dan ia masih terbayang ucapan dion serta perlakuan dion sore ini padanya.....


Tak berapa lama ara sudah bisa fokus dengan layar laptopnya dan kini ara sedang sibuk mengetik orderan para pembelinya via online....


Beberapa kali ara menguap dan ara melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 malam....


"hoamp! pantesan aku sudah ngantuk! "... ucapnya


Setelah selesai mengetik pesanan para pembelinya, ara menutup laptopnya dan ara merebahkan dirinya di atas ranjang yang terbilang minimalis sih ....


Tetapi menurut ara sangat nyaman ia pakai dan ara langsung memejamkan kedua matanya, karena saat ini ara benar benar ngantuk.....


Di luar ruko dion sedang menatap ruangan ara yang berada di lantai atas dari dalam mobil.....


Dion merasa lega saat melihat lampu ruangan ara mati, itu menandakan jika ara bisa tidur dengan nyenyak malam ini di rukonya....


Kemudian dion mengemudikan mobilnya untuk kembali ke hotel dan setelah sampai di hotel dion segera berjalan menuju ke kamar hotel ...


Malam ini dion tidak bisa tidur dan beberapa kali dion mengubah posisinya agar bisa tidur , tetapi tetap saja dion tidak bisa tidur.....


Biasanya ada ara disampingnya dan dengan bebas dion menatap ara yang sudah tidur lebih dulu, bahkan dion bisa mengusap wajah halus ara saat ara tidur....


Dion beranjak dari ranjang dan berjalan menuju ke balkon....


Dion memilih menghirup udara di balkon sambil melihat langit yang gelap gulita karena tidak ada satupun bintang dilangit malam ini....


Langit yang terlihat gelap seperti hati dion saat ini yang sedang gundah gulana karena ara pergi meninggalkannya sendiri di hotel.....

__ADS_1


Beberapa saat dion memejamkan matanya dan tiba tiba di kepalanya memutar kembali saat dion pertama kali mengenal ara hingga menikah....


*******


__ADS_2