Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
81


__ADS_3

Sesampainya dirumah sakit, dion segera menggandeng tangan ara dan membawanya masuk kedalam rumah sakit ....


'duh! kenapa dia selebay ini sih'... ucap ara dalam hati


Dion membawa ara keruang dokter dan segera menyuruh dokter untuk memeriksa pipi ara yang masih merah.....


"segera obati pipi istri saya dok! "... perintah dion


" boleh saya lihat sebentar tuan? "... ucap dokter dengan sopan


Kemudian dion mundur sedikit agar dokter bisa melihat luka memar di pipi ara dan saat dokter hendak memegang pipi ara, tiba tiba dion menyingkirkan tangan dokter dengan kasar.....


" lihat ya lihat aja! jangan dipegang! "... ucap dion sambil menyingkirkan tangan dokter


" saya hanya ingin tau lebih jelasnya tuan muda"... ucap dokter


"kan bisa dilihat! "... ucap dion


Dokter tersebut melirik ke arah rey dan rey hanya menganggukkan kepalanya.....


" maafkan kelancangan saya tuan muda"... ucap dokter


"apa pipi istri saya akan cacat?"... tanya dion


Ara dan yang lainnya melongo mendengar ucapan dion yang spontan, sedangkan rey hanya menggelengkan kepalanya melihat kebucinan tuan mudanya.....


" tidak ada yang perlu di khawatirkan tuan muda"... jawab dokter


"lalu? "


"saya akan memberikan salep agar memar dan bekasnya lekas menghilang "... jawabnya


" baiklah! "


Dokter tersebut segera menuliskan resepnya dan memberikan kepada dion, setelah itu dion keluar dari ruangan dokter.....


"kau urus ini rey! aku tunggu di dalam mobil"... ucap dion sambil menyerahkan resep kepada rey


" baik tuan muda"... ucap rey


Kemudian dion membawa ara berjalan keluar rumah sakit untuk menuju ke mobil dan sesampainya didalam mobil ara menggerutu karena sikap dion yang sangat berlebihan.....


"kenapa sih buang buang uang? kan bisa beli salepnya di apotek! "... ucap ara


" dirumah sakit jauh lebih baik penanganannya"... ucap dion


"tapikan mahal! "


"gak masalah! uangku tak akan bisa habis"


"sombong! "


"tapi itu benar kan? "


"iya benar sombongnya! "


Tak berapa lama rey masuk kedalam mobil dan memberikan salep tersebut kepada dion....


Setelah itu rey segera mengemudikan mobilnya untuk menuju ke rumah dion.....


30 menit kemudian mereka sampai dirumah dan dion segera mengajak ara turun dari mobil lalu berjalan masuk kedalam rumah.....


Sesampainya di dalam kamar, dion menyuruh ara untuk duduk di sofa dan kemudian dion mengoleskan salep di pipi ara....


"awww! pelan pelan dong kak"... ucap ara sambil meringis kesakitan


" maaf, aku akan olesin pelan pelan"... ucap dion


Kemudian dion mengoleskan salep pada memar di pipi ara dengan pelan dan sambil di tiup tiup supaya ara tidak merasa perih.....


"kenapa tadi dia bisa menamparmu? "... tanya dion


" aku juga tidak tau! "


"apa yang dia katakan padamu? "


"dia bilang kalo bisnis papahnya bangkrut dan mobilnya terpaksa dijual, katanya itu semua karna aku"


"terus dia langsung menamparmu?"


"iya"


"kenapa gak kamu lawan? "


"gimana mau aku lawan? diruko tadi banyak orang"


"tapi mau gimanapun juga kamu harus tetap melawannya! "


"jangan jadi wanita lemah saat kamu ditindas! "


"gimana jadinya kalo aku gak datang? "


Ara tidak berani menatap dion yang sedang memarahinya, karena saat ini wajah dion terlihat sangat menyeramkan....

__ADS_1


"sekarang lebih baik kamu istirahat dulu! "... perintah dion


" iya! "


"mulai sekarang jangan keluar sendirian dan harus bersamaku! "


"i.. ya"


Setelah itu dion pergi keluar dari kamar dan sebelum keluar dari kamar, dion mengusap lembut pucuk kepala ara.....


Didalam kamarnya ara sedang merasa aneh sekali dengan sikap dion yang ditunjukkan selama beberapa minggu ini.....


Ara pernah bercerita kepada dina tetapi dina bilang jika dion sudah mulai menyukainya, tapi kalo dion menyukainya kenapa tidak mengatakannya.....


Tiba tiba ara tersenyum saat mengingat tadi dion terlihat khawatir dengannya dan kemudian ara memelih untuk merebahkan badannya di atas ranjang.....


**


Pulang kerja diana langsung pergi ke restauran untuk bertemu dengan tuan tian, karena mereka sudah janjian sejak siang tadi.....


Sesampainya di restauran diana melihat tuan tian sudah berada di dalam restauran dan sedang menikmati minuman....


"maaf aku terlambat! "... ucap diana sambil duduk


" tidak masalah! "


"kenapa mengajakku bertemu di sini? "... tanya tuan tian


" aku ingin menunjukkan sesuatu ke kamu"... jawabnya


"apa? "... tuan tian mengeryitkan keningnya


" ini kamu lihat aja sendiri"


Diana menunjukkan video pada tuan tian dan video tersebut ia dapat dari grub rekan kerjanya ....


Saat video tersebut diputar perasaan tuan tian berubah saat mendengar dion mengucapkan kata istri pada ara sambil merangkul ara dengan mesra.....


"apa kau percaya dengan ucapannya? "... tanya tuan tian sambil meletakkan ponsel diana di atas meja


" aku masih bingung menjawabnya! "


"kenapa? "


"kalo benar mereka sudah menikah, kenapa tidak ada berita atau acara apapun gitu saat mereka menikah"


"siapa tau mereka menyembunyikan identitas mereka, ara kan masih mahasiswi"... ucap tuan tian


" kamu benar juga! "


Diana hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat ke arah tuan tian yang saat ini wajahnya tanpa ekspresi.....


Sebenarnya tuan tian sendiri bingung dengan perasaannya kepada ara, apa dia benar menyukai ara atau hanya menyukai ara karena dia memiliki sikap yang baik.....


Karena saat tuan tian melihat putaran video tadi, perasaan tuan tian biasa saja dan tidak merasa cemburu ataupun marah.....


**


Saat makan malam tiba, ara berjalan keluar kamar dan saat diluar kamar ara bertemu dion yang saat itu juga sedang keluar dari ruang kerjanya....


"kamu mau kemana? "... tanya dion sambil berjalan menghampiri ara


" mau ke bawah makan malam"... jawab ara


"masuk kembali! "... ucap dion sambil merangkul ara dan membawanya masuk kedalam kamar


" kenapa masuk kamar lagi sih kak? "... protes ara


" kamu itu lagi sakit jadi harus istirahat di kamar aja"... jawab dion sambil mendudukkan ara di atas ranjang


"hah? aku kan sehat kak"... ucap ara


" tuh pipi kamu masih memar"... ucap dion


"inikan hanya memar biasa kak! tapikan kakiku masih bisa berjalan"... ucap ara sambil berdiri


" jangan membantah! "... ucap dion


Kemudian dion menekan tombol yang langsung menghubungkan ke dapur dan dion menyuruh pelayan untuk mengantarkan makan malam ke kamarnya....


'***kenapa lebay sekali sih nih orang! '... ucap ara dalam hati***


Tak berapa lama salah satu pelayan mengantarkan makanan ke kamar dan dion menyuruhnya untuk meletakkan makanan di atas nakas....


Setelah pelayan meletakkan makanan dan juga pamit pergi, kemudian dion menyuapi ara yang saat ini sedang kesal terhadap dion.....


" buka mulutmu! "... perintah dion


" aku bisa makan sendiri kak"... ucap ara sambil merebut sendok dari tangan dion


"kau berani membantah suamimu? "... ucap dion sambil menatap ara


" bukan begitu kak maksudku"

__ADS_1


"sudah jangan membantah! "


Dengan terpaksa ara menerima di suapin oleh dion dan sedangkan dion merasa bahagia karena bisa menyuapi istri kecilnya.....


"besok jangan masuk magang dulu ya? "... ucap dion


" kenapa? "... ara menatap dion


" luka ini masih belum pudar"... jawab dion sambil mengusap lembut pipi ara


"besok udah pasti hilang kok kak! boleh ya aku masuk? "


"enggak! "


"please kak! boleh ya? "


"hemmm! tapi ada syaratnya"


"apa syaratnya? "


"mulai sekarang kalau kamu mau pergi harus ditemani olehku atau di saat aku sedang sibuk, kamu akan ditemani oleh rey"


"emang harus ya kak? "


"iya! gimana? "


"terpaksa deh aku menerimanya"... jawab ara dengan lesu


" pintar! "


Kemudian dion melanjutkan menyuapi ara hingga makanan di piring habis dan setelah selesai menyuapi ara, dion kini memakan makanannya.....


Sedangkan ara berpindah tempat di sofa dan melihat acara di televisi.....


Tiba tiba ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk dan ara segera mengambil ponselnya yang ada di atas meja....


Ara melihat ada pesan dari tuan tian dan kemudian ara segera membuka pesan dari tuan tian.....


***💌tuan tian


malam ra?


kamu sedang sibuk gak?


aku mau ngomong sesuatu ke kamu besok!


💌ara


ngomong apa kak?


💌tuan tian


besok jam makan siang aja kita ketemuan di restauran ya?


💌ara


restauran mana?


💌tuan tian


besok aku kabari


💌ara


oke kak**



Dion dari tadi makan sambil melirik ke arah yang sedang membalas pesan entah dari siapa dion tidak tau.....


"pesan dari siapa? "... tanya dion


" dari kak tian"


"ngapain kirim pesan ke kamu? "... dion mengeryitkan keningnya


" besok siang mau ngajakin aku ketemuan "


"kamu mau? "


"iya! katanya ada hal penting yang akan dia bicarakan denganku"


"besok aku temani! "


"gak usah kak"


"jangan membantah! "


"hmmm! iya"... ucap ara


Dion hanya tersenyum menanggapi ucapan ara dan kemudian dion melanjutkan makannya....


Sedangkan ara melanjutkan menonton acara di televisi sambil menggerutu karena sikap dion yang sepertinya mulai posesif ke dirinya.....

__ADS_1


Disisi lain ara suka di posesifin oleh dion, tetapi disisi lain ara juga risih karena mulai sekarang jika dia mau kemana mana harus ditemani oleh dion atau rey.....


***********


__ADS_2