Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
12


__ADS_3

Ara mengendarai motor barunya untuk menuju ke lapangan basket....


Ara sangat senang mengendarai motor barunya dan sesekali ara mencobanya dengan ngebut....


Hanya butuh 30 menit, ara sudah sampai diparkiran lapangan basket....


Disana sudah terlihat rame dan ara tersenyum bahagia, karena ia bisa merasakan kebebasan lagi bersama kedua sahabatnya....


Ara berjalan masuk kedalam dan ara celinguk kan mencari keberadaan kedua sahabatnya....


"ara!!!!"... teriak temannya


Ara masih celinguk kan mencari sumber suara tersebut....


" heii!!! disini!!! "... teriak temannya lagi


Ara tersenyum saat sudah menemukannya dan ara berjalan kearah kedua sahabatnya....


" belum dimulaikan? "... tanya ara setelah duduk ditengah tengah kedua sahabatnya


" bentar lagi dimulai"... jawab tina


"kamu tau gak ara? "... tanya dina


" tau apaan? "... ara mengeryitkan keningnya


" cowok yang jago basket dari Universitas X juga ikutan lomba hari ini!!! "... ucap dina dengan antusias


" ohh"... ucap ara


"ihhh!!! reaponmu gitu amat sih! "... dina menyenggol lengan ara


" aduhh!!! sakit dina!! "... ara mengusap lengannya


Dina hanya cemberut aja , hal itu membuat ara dan tina saling pandang sambil menyebikkan bibirnya....


Acara perlombaan bola basket pun dimulai dan saat para pemain berjalan menuju lapangan , semua penonton antusias teriak teriak histeris....


" gitu amat sihh mereka lihatnya! "... ucap ara sambil menggelengkan kepalanya


" kamu tu buta atau apa sih ara!!! "... ucap dina


" lihat tuhh cowoknya keren sekali tau!!! "... tunjuk dina pada salah satu pemain basket dari Universitas X


Ara mengikuti arah telunjuk dina dan ara hanya ber oh ria....


" kalian berdua lupa? "... tanya ara sambil memandang bergantian kearah kedua sahabatnya


Kedua sahabatnya hanya mengangkat kedua bahu mereka secara kompak....


" itukan temen kita waktu SMA dan dia pernah aku tolak! "... ara duduk setelah mengucapkan itu


" maksud kamu dia itu sean? "... tanya dina yang kini sudah duduk disamping ara


"kenapa dia berubah jadi sekeren itu ra??? "... ucap tina dan diangguki oleh dina


" keren apanya sihh!! halu aja kalian! "... ucap ara sambil memutar bola mata


" hati kamu gak goyah lihat sean jadi sekeren itu ra? "... tanya dina


" iya ra? "... lanjut tina


Ara hanya menggelengkan kepalanya dan kedua sahabatnya saling pandang sambil mengangkat bahu..


Acara pertandingan berlangsung selama 3 jam dan selama 3 jam itu ara hanya menghabiskan beberapa snack dan minuman....


Pertandingan pun sudah selesai dan kedua sahabatnya pamit pulang lebih dulu....

__ADS_1


Sebelum keluar dari gedung, ara berjalan kearah toilet....


Tak berapa lama ara keluar dari toilet dan saat ara melewati ruang ganti, tiba tiba ada yang memanggilnya....


"tiara! "... panggilnya


Ara memutar badannya kebelakang dan ia kaget dengan orang yang memanggilnya....


" apa kabar ra? "... ucapnya sambil tersenyum


" sean? "


"iya ini aku sean ra... kamu masih ingat denganku bukan? "


"hmmm... iya ingat"... jawab ara sambil tersenyum


" gimana kabar kamu ra? "... tanya sean


" aku baik... kamu sendiri? "


"aku juga baik"


"selamat ya atas kemenangan pertandingan kamu"... ucap ara sambil tersenyum


"makasih ra"


Ara hanya tersenyum dan ara bingung gimana caranya pergi dari hadapan sean....


"kamu udah mau pulang ya ra? "... tanya sean


" iya"..jawab ara sambil tersenyum


"boleh aku antar pulang ra? "... tanya sean


"tak perlu kau mengantarnya!!! ".... terdengar suara bariton dari arah belakang mereka


" ayo pulang!! ".... dion menarik tangan ara


" anda siapa? "... tanya sean


" siapa saya itu tidak penting! "... dion menarik tangan ara dan berjalan dengan cepat


" lepasin tangan saya tuan muda! saya bisa jalan sendiri! "... ucap ara sambil berusaha melepas tangannya dari tangan dion


" diam! "... ucap dion sambil tetap berjalan


" buka pintunya rey! "... perintah dion saat mereka sudah sampai didepan mobil


Tanpa berkata dion segera membuka pintu mobil belakang dan dion langsung mendorong tubuh ara masuk kedalam mobil....


" awww.... kasar sekali sih! "... umpat ara sambil mengusap pergelangan tangannya


Dion duduk disamping ara dan rey langsung mengemudikan mobilnya....


" motor saya masih disana". . ucap ara dengan lirih tapi dion dapat mendengarnya


"rey!! nanti kau urus motornya! "... perintah dion sambil menatap lurus kedepan


" baik tuan muda"... ucap rey


Didalam mobil hening , ara membuang mukanya ke jendela mobil dan dion menatap lurus kedepan....


'saya rasa sebentar lagi akan terjadi bencana'.... ucap rey dalam hati


Setelah itu rey kembali fokus pada kemudi nya dan tak lama kemudian mobil memasuki halaman rumah dion....


Rey memberhentikan mobil tepat didepan rumah dion dan dion segera turun dari mobil tanpa menunggu rey membukakan pintu....

__ADS_1


Dion menarik tangan ara dan membawanya masuk kedalam rumah.....


"lepasin tuan muda!!! ".... ucap ara sambil merintih


Dion tak menghiraukan nya dan dion tetap berjalan cepat sambil menarik tangan ara....


Sesampainya didalam kamar, dion melemparkan ara diatas ranjang....


Ara hanya menahan sakit pada pergelangan tangannya dan dion menatap tajam kearah ara. ...


" jadi seperti itu kelakuan kamu diluar sana! "... ucap dion dengan nada tinggi


"maksud tuan muda apa? "... tanya ara


" bertemu dengan pria lain! "


"kau sudah tau bukan jika kau itu menikah??? "


"jadi jaga jarakmu dengan pria lain! "


"saya tadi tidak sengaja bertemu dengannya "... ucap ara


" jangan banyak alesan! "


"kamu harus Terima hukumannya! "


Dion menarik tangan ara dan ara merintih kesakitan....


"aww.... sakit!!! hiks... hiks"... ara meneteskan air matanya


Dion melepaskan tangan ara dan dion melihat pergelangan tangan ara memerah akibat cengkraman tangannya yang kuat.....


Dion berjalan menuju ruang ganti dan tak berapa lama dion kembali sambil membawa kotak p3k....


Dion duduk disamping ara dan dion meraih tangan ara lalu ia mengobatinya....


Ara melihat kearah dion yang sedang mengolesi salep pada pergelangan tangannya....


Dari samping dion terlihat sangat keren dan ara langsung memalingkan wajahnya saat dion menoleh ke arahnya....


"tunggu disini! "... perintah dion lalu keluar dari kamar


" mau kemana dia? bukannya minta maaf... malah pergi! "... ucap ara


Tak berapa lama dion kembali kedalam kamar sambil membawa nampan yang berisi makanan....


" makanlah! "... ucap dion pada ara


" saya tidak lapar! "... ucap ara


" terserah! "


Lalu dion keluar dari kamar dan ara mengeryitkan keningnya melihat dion yang pergi entah kemana....


"ada apa dengannya? "


"marah marah tidak jelas dari tadi"


"apa dia lagi datang bulan"


"bodo amat! dia kan udah membuat tanganku memar gini"


"lebih baik aku makan makanan ini! mubadzir kalau disia siain makanan seenak ini"


Ara mengambil nampan yang diletakkan dion diatas nakas tadi dan ara memakan makanannya dengan lahap....


*****

__ADS_1


__ADS_2