
Dion kembali kedalam ruangannya dan didalam ruangan dion mendapati ara sedang tidur di atas sofa sambil memeluk buku....
Kemudian dion berjalan mendekati ara dan mengambil buku bisnis yang dipeluk oleh ara....
Dion mengembalikan buku tersebut ke rak buku yang ada disamping meja kerjanya.....
Setelah itu dion duduk di kursi kebesarannya sambil fokus pada layar laptop yang ada di atas meja kerjanya....
Hampir pukul 12 siang ara belum juga ada tanda tanda bangun dari tidurnya dan dion berdiri dari duduknya sambil membawa beberapa berkas lalu membawanya keluar dari ruangannya.....
Sedangkan ara kini mulai membuka matanya dengan perlahan dan duduk dari posisinya yang berbaring di atas sofa....
"hoamp!belum juga kembali dia? "... ucap ara sambil menguap
" udah hampir siang... aku haus lagi! "... ara berdiri dari duduknya
Ara berjalan keluar dari ruangan dion untuk mencari dapur dan ara masuk kedalam lift khusus untuk turun kebawah....
Sesampainya dibawah ara berjalan masuk kedalam suatu ruangan dan sesampainya didalam ruangan, ara bertanya pada salah satu pegawai yang kebetulan lewat di depannya....
" permisi mbak? "... ucap ara dengan sopan
" iya? "
"dimana ya letak dapurnya? "... tanya ara
" maaf sebelumnya, apa anda nona muda? "... tanya pegawai tersebut
" iya mbak"
"ohh... kenapa nona muda tidak menelfon saja supaya minumannya di antar ke ruangan tuan muda"
"aku ingin mengambilnya sendiri"... ucap ara sambil tersenyum
" ohhh.... nona muda bisa lewat sini lurus terus sampai di depan sebelah kanan ada ruangan yaitu dapur"... jelas pegawai tersebut
"makasih ya mbak"
"sama sama nona muda"
Kemudian ara berjalan sesuai dengan petunjuk dari pegawai tersebut dan sesampainya didalam dapur, ara tidak melihat ada orang didalam sana....
"kok sepi ya? "... ara melihat ke sekeliling dapur
" bodo amat deh! yang penting aku kesini cari minum"
Ara membuka kulkas dan ada berbagai macam minuman didalam sana, bahkan juga ada berbagai macam makanan ringan....
**
Dion kembali kedalam ruangannya, saat menoleh ke sofa dion menaikkan sebelah alisnya karena di sofa sudah kosong dan tidak ada ara disana....
Kemudian dion berjalan menuju meja kerjanya lalu mengotak atik laptopnya untuk mengecek CCTV yang memperlihatkan kemana perginya ara....
Dion lega karena ara pergi dari ruangannya untuk mencari dapur dan saat ini ara sedang berada di gedung paling atas di perusahaan dion....
"ck! mau apa dia kesana"
Dion berdiri dari duduknya lalu sedikit berlari keluar dari ruangannya untuk menyusul ara yang saat ini berada di atas....
__ADS_1
Sedangkan ara sesampainya di atas terlihat sangat senang karena bisa melihat gedung gedung tinggi dari sana....
Selain tempatnya terbuka, disana juga ada sebuah dekorasi yang sepertinya pernah dibuat untuk memberi kejutan pada seseorang....
Saat ara ingin berjalan mendekati dekorasi tersebut, tiba tiba tangannya ditarik oleh dion....
"ayo kembali! "... ajak dion
" ish! aku masih mau disini! "... ara menepis tangan dion
" mau ngapain disini? "... tanya dion datar
" disini suasananya enak sekali kak"... jawab ara sambil tersenyum lebar
"oh ya... itu disana dekorasi apa ya kak? kok belum dibongkar"... tunjuk ara pada dekorasi yang berada tak jauh dari belakang dion
Dion hanya melihatnya sekilas lalu mengajak ara untuk segera pergi dari sana....
" kita makan siang dulu! "... ucap dion sambil pergi dari hadapan ara
" kok tiba tiba aneh ya dengan ekspresi wajahnya".... ucap ara lirih
"ada apa dengan tempat ini? ".... ucap ara sambil melihat ke arah dekorasi
Setelah itu ara menyusul dion yang pergi lebih dulu, tetapi dion menunggunya di depan lift.....
Saat mengetahui ara sudah kembali, dion langsung masuk kedalam lift dan ara mengikutinya dari belakang.....
Ara menatap dion dari belakang, mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala.....
ting
"kau disini rey? "... tanya ara
Dion hanya melirik ara sekilas lalu ara menutup mulutnya rapat, karena lirikan dion saat ini saat menakutkan.....
Ara hanya mengikuti dion berjalan dari samping dan rey mengikuti mereka berdua dari belakang.....
Sampai didalam mobil dion tetap diam dengan ekspresi datarnya dan ara kemudian mengeluarkan ponselnya untuk melihat pesan masuk dari beberapa pembeli online....
Tak berapa lama mereka sampai dihotel dan hal itu membuat ara kaget, tetapi belum sempat ara mengeluarkan suaranya, dion sudah lebih dulu turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam hotel ....
"majikanmu kenapa tuh rey? "... tanya ara pada rey
" mungkin tuan muda sedang memikirkan sesuatu"... jawabnya
"ck! moodnya cepat sekali berubah"
Ara berjalan masuk kedalam hotel mengikuti dion yang lebih dulu berjalan jauh didepannya.....
Awalnya ara kira di perjalanan mereka akan menuju ke restaurant untuk makan siang, tetapi saat sampai dihotel ara merasa terkejut....
Dion masuk kedalam kamar hotel dan ara juga mengikuti masuk kedalam kamar hotel....
"bereskan semua barangmu yang disini segera! "... ucap dion pada ara tanpa menoleh kebelakang
Ara hanya mengikuti perintah dari dion tanpa mengeluarkan suaranya, meskipun ara ingin mengeluarkan suaranya tetapi ia menahannya daripada bicaranya tidak direspon oleh dion....
Selesai membereskan barangnya yang ada didalam kamar hotel, mereka berjalan keluar dari kamar hotel dan berjalan menuju ke lobi hotel lalu masuk kedalam mobil....
__ADS_1
"langsung kerumah rey! "... perintah dion
" baik tuan muda"... ucap rey
Sedangkan ara hanya terdiam sambil bertanya tanya dalam hatinya....
'*kerumahnya siapa maksudnya? apa dia sudah beli rumah atau kita akan pulang ke rumah tuan besar? '.... ucap ara dalam hati*
Saat dipertengahan jalan ara baru menyadari jika mereka sedang menuju kerumah tuan besar alias rumah papah dion....
Ara tersenyum tipis karena akhirnya ia bisa kembali ke rumah papah dion, ya meskipun nantinya masih berada didalam satu kamar dengan dion tapi setidaknya ara tidak jenuh berada didalam rumah.....
Tak berapa lama mereka sampai dirumah tuan besar dan dion memberikan isyarat pada rey yang langsung ditangkap oleh rey....
Rey keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk ara....
"silahkan nona muda"... ucap rey
Ara enggan mengeluarkan suaranya, jadi ara langsung keluar dari mobil dan rey menyuruhnya masuk kedalam bersama salah satu pelayan rumah yang sedang menyambut kedatangannya....
Sedangkan dion masih berada didalam mobil dan setelah rey mengeluarkan koper milik kedua majikannya, rey segera masuk kedalam mobil untuk mengemudikan mobil pergi dari rumah....
Saat masuk kedalam rumah, ara celingukkan mencari keberadaan tuan besar alias papah mertuanya....
"dimana papah? "... tanya ara pada pelayan
" tuan besar kemaren baru saja pergi nona muda"... jawabnya dengan sopan
"pergi? pergi kemana? "... tanya ara sambil mengeryitkan keningnya
" nona muda belum tau kalau tuan besar memutuskan untuk menetap tinggal di negara T"... ucap pelayan
"kenapa menetap disana? "
"karena di sana adalah negara kelahiran almarhum nyonya besar"
"oh... ya ya"... ara hanya manggut manggut
Tiba tiba ara tersadar jika dion tak ikut masuk kedalam rumah dan ara menoleh kebelakang untuk memastikannya...
" nona muda mencari tuan muda ya? "... tanya pelayan
" hah? i.. ya"... jawab ara
"tuan muda ada perjalanan bisnis selama beberapa hari ke depan nona muda"... jawabnya
" pasti nona muda sudah mengetahuinya bukan? "... pelayan memastikannya
" i.. ya aku sudah pasti tau lebih dulu"... jawab ara dengan sedikit terbata
Pelayan mengantarkan ara sampai di depan kamar dion dan kemudian ara masuk kedalam kamar yang sudah beberapa hari ini tidak ara tiduri....
"huft! dia ada perjalanan bisnis tapi tidak memberitahuku? ".... ara berkacak pinggang
" apa iya perjalanan bisnis? apa jangan jangan dia sedang janjian dengan kekasihnya yang ada difoto tadi? "
"hah? bodo amat! yang penting beberapa hari ke depan aku bisa bebas!!! "... ara mengangkat kedua tangannya ke atas
Setelah itu ara memilih untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang berukuran besar....
__ADS_1
******