
Hari ini adalah hari yang sangat cerah dan di meja makan sepasang suami istri sedang menikmati sarapan bersama sebelum berangkat ke perusahaan....
Mulai hari ini ara akan pulang pergi bersama suaminya dan ara juga akan berusaha menjadi istri yang baik untuk dion.....
"aku tunggu di depan ya? "... ucap dion dengan lembut
" iya kak"... jawab ara
Kemudian dion beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju ke depan rumah, dan sedangkan ara masih menikmati sarapannya yang tinggal sedikit di piringnya....
Tak berapa lama ara selesai sarapan dan ara segera menyusul dion yang sudah menunggunya di depan.....
Sesampainya didepan rumah, rey terlihat sedang ngobrol dengan dion dan saat menyadari ara sudah berada disana, rey segera menyambut ara.....
"selamat pagi nona muda? "... sapa rey
" pagi rey! "... jawab ara
Rey membukakan pintu mobil bagian belakang untuk ara dan ara segera masuk kedalam mobil lalu duduk disamping dion.....
Kemudian rey segera masuk kedalam mobil dibagian kemudi dan setelah itu rey segera mengemudikan mobilnya menuju ke perusahaan.....
Diperjalanan ara melirik dion yang sedang sibuk dengan ponselnya dan kemudian ara menoleh ke luar jendela karena dion tetap saja bersikap dingin padanya.....
'semalem aja lembut banget sikapnya! sekarang dingin lagi! '... ucap ara dalam hati
Sebenarnya saat ara melirik dion, dion mengetahuinya dan dion tau jika ara merasa sedang ia cuekin pagi ini.....
Sekitar 30 menit kemudian mereka sampai diperusahaan dan rey memberhentikan mobil tepat didepan perusahaan....
Setelah itu rey keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk kedua majikannya.....
Setelah kedua majikannya turun dari mobil, rey masuk kembali kedalam mobil untuk memarkirkan mobil di tempat parkiran khusus.....
Dion dan ara berjalan beriringan masuk kedalam perusahaan, pegawai yang berlalu lalang didalam perusahaan menyapa mereka berdua dan hanya ara yang membalas sapaan mereka serta ara tersenyum manis.....
"kak dion? "... panggil ara lirih
" ada apa? "... dion menatap ara
" apa kak dion gak sadar? "... tanya ara dan dion mengeryitkan keningnya
Tanpa bicara ara memegang lengan dion agar dion berhenti berjalan dan dion berhenti berjalan sambil menatap ara.....
Kemudian ara merapikan dasi dion yang ternyata belum rapi, dan perlakuan ara tak luput dari penglihatan para pegawai yang berlalu lalang disana.....
Sedangkan dion menatap intens wajah ara yang sedang serius membenahi dasinya dan tanpa ara sadari dion tersenyum kecil melihat wajah cantik ara.....
"tumben kak dion ceroboh? "... ucap ara setelah selesai membenahi dasi dion
" sengaja agar kamu yang membenahinya! "... bisik dion sambil menoel hidung mancung milik ara
Ara melongo sikap dion yang tiba tiba terlihat imut dan dion tersenyum sebelum menutup pintu lift.....
" manis banget senyumannya! "... seru salah satu pegawai
" iya! ternyata tambah ganteng ya"
"pagi ini aku seperti mendapat energi aaaa! "
Ara mengernyitkan keningnya mendengar pujian dari pegawai untuk dion dan dari arah belakang dina mengagetkan ara yang masih berdiri didepan lift khusus ....
"woiii! "... seru dina
" bikin kaget aja! gimana kalo aku punya jantung? "... ucap ara sambil berjalan
" kamukan memang punya jantung untuk bernafas ra! "... ucap dina
" memangnya cinta itu membuat orang gila! "... lanjut dina sambil menggelengkan kepala
" diamlah! "... ucap ara
" gimana ra rasanya hidung di toel sama pujaan hati? "... bisik dina
" biasa aja! "
__ADS_1
"biasa aja apa biasa banget! "
"ck! udah deh jangan kepo"
Mereka masuk kedalam ruang desain dan didalam ruang desain sedang heboh sambil mengelilingi meja kerja ara....
"ada apaan tuh ra? "... tanya dina
" aku juga gak tau! "
"tapi mereka berada didepan meja kamu"
Kemudian ara berjalan mendekati mejanya dan ara kaget melihat pemandangan yang ada didepan matanya.....
"wahhhh! bagus sekali kursinya nona muda"... ucap salah satu pegawai
" lain kali boleh lah kita pinjem buat menghilangkan penat"... ucap yang lainnya
Ara hanya tersenyum menanggapi ucapan beberapa pegawai yang ada di ruang desain dan ara juga bingung kenapa kursinya jadi berganti.....
Kemudian ponsel ara berbunyi menandakan ada pesan masuk dan ara mengambil ponselnya dari dalam tasnya untuk melihat siapa yang mengiriminya pesan.....
πdion
bagaimana dengan kursinya?
kau menyukainya?
*
Ara tersenyum saat membaca pesan dari dion dan kemudian ara memasukkan kembali ponselnya kedalam tasnya.....
"dari suami ya ra? "... bisik dina
" ssst! "... ara meletakkan jari telunjuknya didepan bibirnya
Kemudian ara duduk di kursi pemberian dari dion dengan tersenyum cerah dan dina juga ikut tersenyum melihat ara yang sedang merasa jatuh cinta.....
**
Kemudian dion membuka laptopnya untuk memulai pekerjaannya dan dion melihat ada banyak email yang masuk kedalam laptopnya.....
Dion mengeryitkan keningnya saat membuka satu persatu email yang masuk dan kemudian dion menekan telefon untuk disambungkan ke ruangan rey.....
πdion
segera keruanganku rey!
*
Setelah menutup sambungan telfonnya, dion melanjutkan membaca email yang belum selesai ia baca dan tak berapa lama rey masuk kedalam ruangannya....
"permisi tuan muda? "... ucap rey
" duduklah! "... perintah dion
" ada apa tuan muda memanggil saya? "... tanya rey setelah duduk
" apa kau sudah menerima email?"... dion menatap rey
"sudah tuan muda"
"kenapa bisa begitu? "
"saya masih mau menyekidikinya tuan muda"
"segera kau selidiki dan setelah itu segera laporkan padaku! "
"baik tuan muda! "
Setelah itu rey pamit untuk kembali ke ruangannya dan dion melanjutkan membaca email yang menurutnya ganjal....
tok tok
Terdengar ketukan pintu dari luar dan dion mempersilahkannya masuk kedalam ruangannya....
__ADS_1
ceklek
"permisi tuan muda? "... ucap diana
" ada apa diana? "... ucap dion
" saya disuruh kemari untuk mengantarkan laporan keuangan beberapa bulan yang lalu".... ucap diana sambil meletakkan laporan di atas meja kerja dion
Dion mengeryitkan keningnya saat melihat diana dan diana saat ini sedang menundukkan kepalanya.....
"apa kau baik baik saja? "... tanya dion
" saya baik! saya permisi tuan muda".... ucap diana sambil membalikkan badan
Kemudian dion berdiri dari tempat duduknya dan menarik tangan diana....
"awww! "... ucap diana
" apa yang terjadi denganmu? "... tanya dion sambil melihat luka memar ditangan diana
" aku tidak apa apa"... ucap diana
"apa kau baru saja disiksa oleh pria hidung belang itu? ".... tanya dion
Diana hanya berdiam diri karena ia enggan menjawab pertanyaan dion dan dion langsung tau apa jawabannya....
Kemudian dion mengajak diana untuk duduk di sofa yang tersedia didalam ruangannya.....
" ceritakanlah padaku! jika benar pria tersebut yang melakukannya"... ucap dion
Tiba tiba diana menangis sambil menceritakan semua yang terjadi padanya.....
Semalam mamahnya bersama pria dewasa sedang mendatanginya dan memaksanya untuk kembali ke negara J, tetapi diana menolaknya karena ia sudah tidak mau lagi menjadi simpanan pria dewasa tersebut....
Karena ara menolaknya, pria dewasa itu bersama mamahnya membawanya ke sebuah hotel dan didalam kamar hotel diana disiksa oleh pria tersebut.....
Setelah puas menyiksanya, diana di usir dari kamar hotel dan mamahnya memakinya dengan perkataan yang tak seharusnya diungkapkan oleh seorang ibu.....
Bahkan mamahnya tidak mau lagi mengakui diana sebagai anaknya jika tidak mau menurutinya lagi.....
Dion sejatinya yang tidak bisa melihat seorang wanita disakiti atau dilukai oleh orang lain , langsung merasa iba dengan kondisi diana saat ini....
"lebih baik kau ke ruang kesehatan untuk mengobati lukamu"... ucap dion
" nanti saja saat jam istirahat"... ucap diana
"istirahat masih lama! jadi pergilah kesana sekarang dan beristirahatlah! "
"dion? "... panggil diana lirih
" ada apa? "... dion menatap diana
Kemudian diana mengatakan yang sebenarnya kepada dion apa tujuannya berada di negara ini dan dion menaikkan sebelah alisnya saat mendengar ucapan diana.....
" aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi dion, tetapi jangan kau pecat aku"... mohon diana
"aku tak akan memecatmu! jadi pergilah ke ruang kesehatan sekarang"
"baik! "... ucap diana
Kemudian diana berjalan keluar dari ruangan dion dan dion berdiri sambil menatap pintu ruangannya yang sudah tertutup....
"meskipun dia sudah menyakitiku! tetapi aku tetap tidak tega melihatnya seperti itu! "
"huuuffft! "
Dion membuang nafasnya perlahan dan kemudian dion duduk kembali ke kursi kebesarannya untuk melanjutkan pekerjaannya.....
*******
***Maaf ya hari ini hanya up 1 episode saja πππ
Karena author masih ada urusan yang penting.....
Nanti jika ada waktu senggang, InsyaAllah author akan up lagi ππππ***
__ADS_1