Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
118


__ADS_3

Ara bersama dina baru saja selesai makan siang dan ara juga baru saja selesai ngobrol dengan dion melalui telefon.....


Sekarang ara hendak masuk kedalam ruangan dimana omnya dirawat dan dina bersama kedua bodyguard ara menunggu didepan ruangan.....


Sesampainya didalam ruangan, ara duduk di bangku yang berada dekat dengan ranjang pasien.....


Ara menatap lekat wajah pucat milik omnya dan ara meneteskan air matanya.....


"om... ini ara disini, om andra yang kuat ya? ".... ucap ara


Ara menundukkan kepalanya kebawah sambil tangannya menggenggam tangan omnya yang lemah.....


Tak berapa lama ara merasakan pergerakan tangan omnya dan ara langsung menaikkan kepalanya melihat tangan omnya yang bergerak....


" om? hiks... om? "... ucap ara sambil tersenyum dan juga menangis


Om andra membuka kedua matanya dengan perlahan dan tangannya bergerak lemah.....


" ara panggilkan dokter dulu om! "


Ara bergegas keluar ruangan untuk memanggil dokter dan dengan sigap kedua bodyguard ara berlari untuk memanggil kan dokter ......


Setelah itu ara masuk kembali ke dalam ruangan bersama dina dan sesampainya didalam ara mencoba menenangkan omnya yang sedang berusaha mengeluarkan suaranya......


Tak berapa lama dokter bersama seorang perawat masuk kedalam ruangan untuk memeriksa om andra, dan yang lainnya disuruh menunggu diluar ruangan......


Ara dituntun berjalan keluar dari ruangan oleh dina dan sesampainya didepan ruangan ara tak mau duduk, ara berdiri menunggu hasil dari pemeriksaan dokter.......


ceklek


Dokter keluar dari ruangan bersama seorang perawat.....


"siapa yang bernama ara disini? "... tanya dokter tersebut


" saya yang bernama ara dok! ada apa? "... ucap ara


" anda silahkan masuk kedalam, pasien memanggil manggil nama anda".... ucap dokter itu


"baik dok! aku masuk kedalam dulu din? "... ucap ara pada dina


" iya ra"... ucap dina


Ara segera masuk kedalam ruangan omnya, sedangkan dokter bersama seorang perawat pamit untuk memeriksa pasien yang lainnya......


"om andra? "... ucap ara sambil tersenyum berjalan menuju ke arah omnya


Saat ara masuk kedalam ruangan, ara melihat posisi omnya yang dimana letak kepalanya agak ditinggikan sedikit dan bantuan oksigen di hidungnya telah dilepas.....


" ara? "... ucap om andra dengan lemah sambil melambaikan tangan


" ini ara om, om jangan banyak bergerak dulu ya? "... ucap ara sambil duduk di kursi dekat ranjang


" ma... afkan om ra".... ucap om andra dengan sedikit terbata bata


"ara sudah memaafkan kesalahan om sebelum om minta maaf sama ara".... ucap ara

__ADS_1


" ara juga sudah memaafkan semua kesalahan tante mira dan juga kesalahan sonya".... lanjut ara


"sekarang om fokus dengan kesehatan om ya? ara disini nemenin om"


"ka.. mu Sa.. ma.. si.. a.. pa? ".... tanya om andra


" ara kesini sama dina temen ara dan dia ada didepan sama kedua bodyguard suruhan kak dion".... jawab ara


"ka.. mu se.. hat? ".... om andra menatap wajah ara


" ara sehat om dan ara sekarang lagi mengandung anak kak dion".... jawab ara sambil tersenyum mengusap perutnya


"se.... la.. mat ya? "... ucap om andra


" iya om... om harus cepat sembuh ya? karena om sebentar lagi akan menjadi kakek"


Ara tersenyum sambil mengusap lembut tangan om andra dan om andra membalas senyuman ara......


Tak berapa lama masuklah seorang perawat sambil membawa nampan yang berisi bubur dan sejumlah obat untuk om andra......


"permisi? "... ucap perawat tersebut


" silahkan Sus"... ucap ara


"karena pasien sudah siuman dan kondisi pasien sudah membaik dari sebelumnya, jadi dokter menyarankan untuk memberinya makan dan juga obat "..... ucap suster kepada ara


" oh iya makasih Sus, taruh disini saja"... ucap ara sambil menunjuk nakas yang ada disamping ranjang


"baiklah... minum obatnya sesuai anjuran yang tertulis disini ya non? "... ucap perawat


"saya pamit dulu, permisi"


Perawat tersebut pamit untuk pergi dari ruangan om andra dan ara membalas dengan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.....


"sekarang om makan ya? dari kemaren om belum makan".... ucap ara sambil mengambil semangkuk bubur


" supaya om lekas sembuh dan di ijinkan pulang".... ucap ara


Om andra hanya tersenyum menanggapi ucapan ara, setelah itu ara dengan telaten menyuapi omnya hingga bubur tersebut habis tak tersisa......


Disela sela menyuapi omnya, ara menceritakan banyak hal yang membuat omnya tersenyum.....


...****************...


Tante mira sekarang tersadar jika selama ini dirinya telah melakukan kesalahan besar kepada ponakannya yaitu ara.....


Untung saja ara orangnya baik hati, jadi ara tidak membalas semua kejahatannya dan ara juga tidak melaporkan anaknya sonya kepada pihak yang berwajib.....


Sekarang tante mira telah mendapatkan ganjarannya sendiri, dimana usaha suaminya yang bangkrut dan anaknya satu satunya telah kabur dari rumah dengan membawa sejumlah uang hasil dari panenan kebun......


Tante mira telah berjanji kepada dirinya sendiri jika mulai sekarang ia akan merubah sikapnya dan tidak akan mengulangi kesalahan yang membuat hidupnya hancur......


Sebelum kembali ke rumah sakit, tante mira mampir dahulu ke sebuah warung untuk membelikan makanan untuk ara dan juga untuk yang lainnya......


Untung saja tante mira masih mempunyai simpanan beberapa lembar uang, jadi ia bisa membelikan makanan untuk keponakannya itu.....

__ADS_1


Tepat pukul 4 sore tante mira sampai di rumah sakit dengan membawa makanan dan sesampainya di depan ruangan tante mira disambut dengan ramah oleh dina......


"dimana ara? "... tanya tante mira kepada dina


" ara ada dalam tante"... jawab dina


"ini buat kamu dan juga buat kedua bodyguard ara".... tante mira memberikan satu kantong keresek kepada dina


" jadi ngerepotin aja tan".... ucap dina sambil menerima kantong tersebut


"ini tidak seberapa kok nak".... ucap tante mira


" tante masuk kedalam dulu ya? "... ucap tante mira lagi


" iya tan silahkan".... jawab dina


ceklek


Tante mira masuk kedalam ruangan dan sesampainya didalam tante mira melihat pemandangan yang lama sekali tidak ia lihat.....


Tante mira melihat suaminya tertawa bahagia mendengar cerita dari keponakannya yaitu ara.....


"tante? "... ucap ara sambil berdiri dari tempat duduknya


Om andra langsung menoleh ke depan dan menghentikan tertawanya......


" papah sudah siuman? maafkan mamah ya pah".... ucap tante mira sambil berjalan ke arah suaminya


Tante mira menatap ara dan ara menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ke arah tantenya.....


"tante jangan khawatir, kata dokter setelah kondisi om andra benar benar stabil boleh pulang ke rumah"..... ucap ara


" makasih ya ra? kalau bukan bantuan dari kamu entah gimana kondisi om kamu saat ini".... ucap tante mira yang langsung memeluk ara


Om andra menatap istrinya yang memeluk ara, karena ini adalah kali pertama istrinya memeluk keponakannya.....


"sama sama tante, sekarang kita semua fokus sama kesehatan om andra dulu aja".... ucap ara setelah tante mira melepaskan pelukannya


Setelah itu mereka bertiga ngobrol bersama dan hal tersebut membuat om andra tidak berhenti tersenyum saat melihat kedekatan ara bersama istrinya......


Karena sejak kejadian beberapa tahun yang lalu dan saat ara berusia 10 tahun om andra belum pernah melihat istrinya sedekat ini dengan ara.....


Karena dari dulu istrinya tidak menyukai ara dan om andra berfikir jika ini semua terjadi karena penyakitnya kambuh yang membuat kedua wanita yang ada disampingnya itu bisa sedekat ini......


"sebentar lagi ara pamit pulang ke rumah nenek ya om? ".... ucap ara


" om disini ditemani oleh tante ya? "... lanjut ara


" iya ra"... jawab om andra


"besok pagi ara akan kesini lagi nemenin om andra sampai sore seperti hari ini"..... ucap ara


Om andra menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan setelah itu ara berpamitan untuk pulang ke rumah nenek kakeknya.....


Seperti biasa ara ditemani oleh dina dan juga kedua bodyguardnya yang selalu setia mengawal ara selama berada di kampung ini.....

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2