Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Es
51


__ADS_3

Keesokan harinya di pagi hari, ara sedang membantu dion untuk mencari stelan pakaian kerja yang cocok untuk hari ini....


Karena tadi dion mendapat telfon dadakan dari rey jika rekan bisnis dion yang sangat penting akan tiba di negara ini dan langsung menemui dion di perusahaannya....


"yang ini aja cocok kak! "... ucap ara sambil menunjukkan stelan pakaian kerja


" oke! "... ucap dion sambil mengambil pakaian yang dipegang oleh ara


" aku tunggu dibawah ya kak? udah hampir mepet nih waktunya! "


"iya ra"


Ara keluar dari kamar dan menunggu dion dimeja makan, sesekali ara melihat jam tangan yang melingkar ditangannya....


Tak berapa lama dion turun dari tangga dan langsung berjalan menuju ke meja makan untuk sarapan bersama ara....


Dion melirik ara yang sedang makan dengan tergesa gesa dan hal itu membuatnya tersedak....


"kalo makan pelan pelan ra! "... ucap dion


" iya kak! aku takut telat"... ucapnya


"tenang aja! kamu gak akan telat"


"maksudnya? "


"rey sudah menghubungi dosen kamu untuk mengundur sedikit jam kuliah paginya"


"makasih ya kak? "... ara tersenyum manis ke arah dion


" iya... udah lanjutin makannya tapi pelan pelan"


Ara menunjukkan jari jempolnya ke arah dion sambil tersenyum dan dion membalasnya dengan tersenyum singkat, tetapi ara melihatnya....


"gitu dong senyum kak! jangan pasang wajah datar"... celetuk ara


Dion hanya menatap datar ke arah ara yang sedang memamerkan deretan giginya ke arahnya....


Tak berapa lama mereka selesai sarapan dan mereka berjalan berdampingan menuju keluar rumah....


Semua pelayan menatap mereka dengan tersenyum, karena mereka berdua terlihat begitu sangat serasi pagi ini....


Termasuk juga rey yang melihat kedua majikannya berjalan berdampingan dan rey dapat melihat dari mata dion jika saat ini dion sedang dalam keadaan senang....


"selamat pagi tuan muda? selamat pagi nona muda? "... sapa rey


" pagi rey! "... hanya ara yang menjawabnya


" aku berangkat dulu ya kak? "... pamit ara pada dion


" iya! jangan ngebut bawa motornya"... ucap dion


"siap kakak suami! "... ucap ara sambil tersenyum


Sudah menjadi kebiasaan kalau mau berangkat, ara menjabat tangan dion dan mencium telapak tangan dion....


'*kakak suami? panggilan macam apa itu? '... ucap rey dalam hati*


Setelah ara mengendarai motornya, rey segera membukakan pintu mobil untuk dion dan setelah itu rey masuk ke mobil dibagian kemudi....


Kemudian rey mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang untuk menuju ke perusahaan.....


"gimana pekerjaan diana kemaren rey? "... tanya dion


" nona diana kemaren sedikit kesulitan dengan pekerjaan barunya tuan muda"... jawab rey


"memangnya kau menaruhnya dibagian apa? "


"saya menaruh nona diana dibagian laporan keuangan tuan muda"


"pasti dia kesulitan sekali! "... ucap rey sambil fokus pada layar ponselnya


Rey mengeryitkan keningnya sambil melirik dion dari kaca spion depan....


'*apa tuan muda masih ada perasaan dengan diana? '... tanya rey dalam hati



'terlihat jelas sekali jika wajah tuan muda mengkhawatirkan nona diana'.... ucapnya lagi*

__ADS_1


" nanti kau pindah dia rey! "... perintah dion


" saya harus memindahkannya dibagian apa tuan muda? "


"dibagian apa saja yang masih ada lowongan? "


"hanya ada dibagian desain dan bagian pemasaran tuan muda"


"letakkan saja dia dibagian desain! "


"baik tuan muda"


Setelah itu tak ada lagi percakapan di antara mereka berdua dan tak berapa lama mereka sampai di perusahaan....


**


Dikelas ara dan kedua temannya sukses melakukan kerja kelompok , terutama dosen yang sangat puas dengan hasil dari mereka bertiga.....


Selesai jam kuliah pertama, mereka bertiga memutuskan untuk pergi ke kantin karena mereka sudah sangat lapar....


"gak kerasa ya kita bentar lagi mau belajar magang? "... ucap dina


" iya nih! kamu mau magang dimana? "... tanya tina pada dina


" entahlah! kamu sendiri dimana? "... dina balik bertanya pada tina


" aku sih mau magang di perusahaan tante aku yang ada di negara J"... jawab tina


"jauh amat! "... ucap dina


" sambil belajar bisnis! kan nantinya aku meneruskan bisnis milik papah aku"... ucap tina


"kamu rencana magang dimana ra? "... tanya dina pada ara yang sedang asyik dengan ponselnya


" aku masih belum tau"... jawab ara


"kenapa kamu gak magang aja di perusahaan suami kamu ra? "... tanya tina


" iya ra! aku ikutan dong ra, biar bisa bertemu asisten rey"... dina bergelayut di lengan ara


"hemmmm! entahlah"... ucap ara sambil menaikkan kedua bahunya


" kamu lagi balas pesan dari siapa sih ra? senyum senyum gitu! "... ucap tina


" kepo! "... ucap ara sambil menatap ke dua temannya


" pasti lagi berbalas pesan dengan kakak suami kamu ya? "... dina kencolek pinggang ara


" kakak suami? memangnya kamu panggilnya gitu ra? "... tanya tina


" kamu pasti udah ngintip ya tadi? "... ara menarik pelan ujung rambut dina


" dikit! hehehe"... ucap dina sambil cengengesan


"cie! yang lagi kasmaran! "... goda tina


" pepet terus ra! "... ucap dina


" apaan sih kalian! aku malu nih! "... ara menutup wajahnya dengan kedua tangannya


" gak usah malu ra! rasanya jatuh cinta mantapkan? "... ucap tina


" eh ra! kekasihnya kerja diperusahaannya, jadi kamu harus magang disana ra! "... ucap tina


" betul itu kata tina ra"... ucap dina


"kalo gak di ijinin sama dia gimana? "... ucap ara


" pasti di ijinin ra! "... ucap tina


" kamu coba ngomong aja ra! kan tinggal sebulan lagi kita magang"... ucap dina


"gimana caranya ngomong? "... ara mengeryitkan keningnya


"kamu pura pura aja minta pendapat dia tempat yang cocok buat kamu magang"... jawab tina


" pasti kakak suami kamu merekomendasikan perusahaannya"... lanjut tina


"kalau misal kamu disuruh magang disana, aku ikuta ya ra? "... dina memegang lengan ara

__ADS_1


" biar aku bisa bantuin kamu kalo dijahatin sama kekasihnya".... lanjut dina


"entar coba aku ngomong kalo udah dirumah"... ucap ara


Setelah itu mereka segera menghabiskan makan siang sambil berceloteh hal kecil yang membuat mereka cekikikan didalam kantin....


**


Selesai makan siang dan sekaligus selesai berbalas pesan dengan ara, dion kembali ke perusahaannya bersama rey....


Sesampainya di perusahaan, dion berjalan menuju ke lift khusus yang akan menuju ke lantai 20 ....


Sedangkan rey masih ada urusan di bagian devinisi yang berada di lantai 16 dan saat melewati ruang desain, rey melihat diana sedang menerima telfon ....


Kemudian rey masuk kedalam ruangan tersebut dan semua pegawai yang ada diruangan tersebut menyapanya dengan sopan....


"nona diana? "... panggil rey


" iya asisten rey? ada apa? "... ucap diana


" apakah anda tau peraturan di perusahaan ini? "... tanya rey


" maksudnya? "... diana mengeryitkan keningnya


" saat bekerja dilarang bermain ponsel dan ponsel wajib dinonaktifkan! "... ucapnya dengan tegas


" maaf asisten rey... saya tidak tau"... ucap diana


"saya harap hal seperti itu tidak terulang lagi! ini juga peringatan untuk semuanya! "... ucap rey


" baik asisten rey!! "... seru semua pegawai yang ada didalam ruangan tersebut


Setelah itu rey pergi dari ruangan desain dan menuju ke ruangan devinisi....


Diana tersenyum miring sambil melihat rey yang berjalan keluar dari ruangan dan sebelum mengakhiri telfonnya, diana mengatakan sesuatu....


*📞diana


nanti kita lanjut lagi!


📞...


siapa yang berani menegurmu?


📞diana


rey asisten sekaligus tangan kanan dion mah!


📞...


beraninya dia membentak kamu!


lakukan misi kamu dengan baik


📞diana


aku mengerti mah!


tut tut



Didalam ruangannya, dion sedang sibuk dengan tumpukan berkas yang ada di atas meja kerjanya....


Ditambah lagi tumpukan laporan minggu ini yang harus ia tanda tangani...


Dion mengendurkan dasinya sambil menyenderkan punggungnya di senderan kursi kebesarannya....


"huft! banyak sekali! "... ucap dion sambil membuang nafas kasar


" kenapa aku jadi teringat ara! "... ucapnya sambil tersenyum


" apa dia sudah pulang? "


"mengingatnya membuatku seperti menambah energi baru! "


Dion melanjutkan pekerjaannya sambil tersenyum membayangkan wajah ara yang tersenyum manis seperti pagi tadi dan dion juga mengingat panggilan ara untuknya....


Rasanya dion ingin hari cepat sore agar dia bisa segera pulang dan bisa melihat senyum Ara yang sangat manis....

__ADS_1


Untuk meyakinkan perasaan ara yang menurut rey sedang jatuh cinta padanya, dion harus membuktikannya sendiri termasuk perasaannya juga....


************


__ADS_2