
Dion yang mendapat kabar dari rey jika saat ini ara sedang berada di mall yang terbesar di negara tersebut dan kemudian dion langsung bergegas menuju ke mall sekalian dion akan meeting dengan clien disana....
Entah kenapa dion ingin sekali melihat ara, padahal akhir akhir ini ara menunjukkan sikap cuek padanya....
Tepat pukul 1 siang dion sampai di mall dan rey segera menghampirinya yang masih berada di parkiran mall....
"selamat siang tuan muda? "... ucap rey dengan menundukkan kepalanya
" apa cliennya sudah datang rey? "... tanya dion tanpa menjawab sapaan rey
" mereka masih dijalan tuan muda"... jawab rey
"ara dimana? "
"nona muda sedang makan siang bersama temannya tuan"
"kita meeting disana! "... ucap dion sambil berjalan
" tetapi tempat makan disana tidak ada ruang vvip tuan muda"... ucap rey
"tidak masalah! "
Rey menaikkan sebelah alisnya sambil berjalan mengikuti dion yang berjalan di depannya.....
**
Saat ini ara bersama dina sedang menikmati makan siang disalah satu restauran yang berada di mall tersebut....
Maklum mereka adalah mahasiswi yang mencari harga murah tetapi makanan yang enak, karena mereka berdua termasuk mahasiswi yang suka berhemat....
"ra ara? "... panggil dina sedikit berbisik
" hemm? "... ucap ara sambil mengunyah makanan
Dina memberi kode melalui matanya kepada ara dan ara mengikuti ara pandang dina yang menunjukkan keberadaan rey bersama dengan dion.....
" uhuk uhuk! "... ara tersedak saat melihat dion berada didalam restauran
" minum dulu ra! "... ucap dina
" ngapain dia kesini sih? "... ucap ara lirih setelah minum
" mungkin suami kamu lagi kangen kamu kali ra"... jawab dina lirih
"itu tidak mungkin"... bisik ara
" kalo gak mungkin kenapa dia dari tadi lihatin kamu terus? "... tanya dina
" kamu gak tau dia lagi mengawasiku sekarang? "... ara melotot ke arah dina
Saat mereka sedang asik berbisik bisik, tiba tiba brian menghampiri merek berdua.....
" bisik bisik tetangga aja ciwi ciwi ini! "... ucap brian
" hah? kak brian? "... ucap dina
" kak brian bikin kaget kita aja! "... ucap ara
" memangnya kalian bisikin apaan sih? "... tanya brian
" yee kepo! "... ucap dina
" kak brian ngapain di sini? "... tanya ara
" numpang tidur ra! ya belanja lah"... jawab brian
"sama siapa kak? "... tanya dina
" sama temen tuh disana orangnya"... tunjuk brian pada kedua temannya yang sedang menunggunya diambang pintu restauran tersebut
"ya udah aku kesana dulu ya? daah "... ucap brian
" daahhh"... ucap ara dan dina secara bersamaan
Sedangkan dion mengepalkan kedua tangannya saat melihat brian yang menghampiri ara dan merangkul pundak ara dengan santai....
__ADS_1
Apalagi ara tidak merasa risih, malah ara terlihat tersenyum saat bicara dengan brian....
Rey yang mengetahuinya langsung mengalihkan pandangan dion untuk membaca berkas lebih dulu sebelum meeting dimulai.....
Meeting berlangsung beberapa menit dan tak lama kemudian ara bersama dina beranjak dari tempat duduknya dan melewati dion yang sedang meeting ....
Saat ara melewatinya, dion memegang pergelangan tangan ara dan membuat ara menghentikan langkahnya....
"ehhh! "... ara kaget
" kenapa ra? "... tanya dina sambil menoleh ke samping
" duduk! "... ucap dion sambil menarik tangan ara ke kursi
" aku pulang duluan ya ra? daahh"... pamit dina yang sedikit takut dengan tatapan tajam dion
Setelah itu dion melanjutkan meetingnya dengan clien dan sedangkan ara bingung harus ngapain disaat dion sibuk mieting.....
1 jam lebih dion mieting dengan clien dan sekarang mieting sudah selesai....
Kemudian dion menarik tangan ara dan membawanya pergi dari restauran tersebut....
"aku bisa jalan sendiri! "... ucap ara sambil menghempaskan tangannya dari genggaman dion
Setelah itu dion berjalan lebih dulu dan ara bersama rey mengikutinya dari belakang.....
" kita mau kemana? "... tanya ara tetapi dion tidak menjawabnya
Kemudian ara menoleh ke arah rey yang sedang berjalan disampingnya, tetapi rey hanya menaikkan kedua bahunya tanpa menoleh ke arah ara.....
'*sama sama es balok! '... gerutu ara dalam hati*
Sesampainya diparkiran mobil, dion menyuruh rey untuk pergi dulu dan sedangkan dion menyuruh ara untuk masuk kedalam mobilnya ....
Setelah itu dion segera masuk kedalam mobil dibagian kemudi dan dion segera mengemudikan mobilnya menuju kerumah....
Disepanjang jalan mereka berdua hanya berdiam diri, ara yang enggan mengeluarkan suaranya lebih dulu karena ara tau jika saat ini dion sedang menahan emosinya....
Tetapi ara bingung dengan penyebab apa yang membuat dion marah dan malah melampiaskan amarahnya kepada ara....
**
Sedangkan ara turun dari mobil dan menyusul dion yang berjalan masuk kedalam rumah, tetapi ara masih membalas sapaan dari para pelayan yang sedang melakukan pekerjaan masing masing.....
ceklek
Ara membuka pintu kamar dan mata ara melihat disekeliling kamar tidak ada dion, tetapi saat melihat pintu balkon kamar terbuka ara menaikkan sebelah alisnya.....
Kemudian ara meletakkan tasnya di atas meja dan saat hendak duduk disofa, tiba tiba tangan ara ditarik oleh dion....
"lepasin! "... ara menghempaskan tangannya dari genggaman dion
" dipegang suami sendiri gak mau, giliran dipegang pria lain mau! "... ucap dion sambil menatap ara
" maksudnya? "... ara menatap dion sambil menaikkan sebelas alisnya
" tadi enak dirangkul sama pria di restauran? "... ucap dion
" maksud kak dion kak brian? "... ara balik bertanya
Dion berjalan melewati ara dan masuk kedalam kamar mandi, sedangkan ara menatapnya sambil menaikkan sebelah alisnya....
Kemudian ara berjalan menuju ke sofa lalu duduk disofa yang tersedia didalam kamar....
" apa maksudnya tuh orang sih? "... ucap ara lirih
" gak jelas banget! "
"wajarkan teman seperti itu? "
"apa dia cemburu aku didekatin oleh pria lain? "
Ara mengucapkan itu sambil tersenyum dan kemudian ara teringat jika dion sudah mempunyai seorang kekasih....
"itu tidak mungkin ara! "
__ADS_1
Ara mengacak rambutnya sambil menggelengkan kepalanya dan saat ara menghentikan menggelengkan kepalanya, ara kaget karena dion sedang menatapnya dengan wajah datarnya ....
Saat ini wajah ara terasa panas karena malu, dengan cepat ara berjalan ke ruang ganti untuk mengambil baju ganti dan setelah itu membawanya ke dalam kamar mandi....
Sedangkan dion tersenyum kecil setelah ara masuk kedalam kamar mandi....
'*menggemaskan sekali'.... ucap dion dalam hati*
Setelah itu dion berdiri didepan cermin dan merapikan rambutnya yang basah....
Sesudah merapikan rambutnya yang basah, dion memilih berjalan ke balkon kamar untuk melihat pemandangan sore di balkon.....
Karena jarang sekali dion berada di balkon kamarnya , karena hari harinya hanya ia habiskan untuk bekerja....
**
Setelah pulang dari mall, dina memutuskan untuk mampir dulu kerumah tina dan dina ingin menceritakan yang terjadi tadi di mall pada tina ....
Saat ini mereka berdua sedang berada didalam kamar tina dan dina segera menceritakan yang terjadi tadi didalam restauran mall....
"memangnya gimana tatapan suami ara yang membuatmu takut? "... tanya tina
" begini"... dina menunjukkan tatapan tajam dion tadi saat didalam restauran
"hahahaha! "... tina tertawa
" malah ketawa! "
"habisnya lucu kamu menirukan tatapan suami ara"
"aku serius tina"
"iya iya serius! "
"kalo menurut aku sih suaminya ara kejam tau"
"huss! jangan asal ngomong kamu"... tina melempar bantal ke arah dina
" ara tuh merasa terkekang tau gak sih tin! apalagi sejak pagi dia di awasi oleh asisten suaminya"... ucap dina
"aku aja sama ara gak bisa bebas tadi di mall, padahal aku pengen beli pakaian dalam! "... lanjut dina
" apa mungkin suaminya mulai menyukai ara ya? "... ucap tina
" kayaknya enggak deh ".... dina menggelengkan kepalanya
" why? "... tina menatap dina
" karna dia sudah punya kekasih! "
"tapikan bisa aja suaminya tergoda dengan ara yang gak kalah cantik juga"
"emangnya kamu tau wajah kekasihnya suami ara? "... dina menatap tina
" enggak!"... tina menggelengkan kepalanya
"tapi ara pernah bilang kalo kekasihnya cantik banget dan seperti model "... lanjut tina
" aku jadi kasihan deh sama ara"... dina memangku wajahnya dengan kedua tangannya
"besok kita tanya ara aja apa yang dilakukan suaminya padanya hari ini! "... ucap tina
" iya"... dina menganggukkan kepalanya
"kamu laper lagi gak? "... tanya tina
" iya... hehehe"... jawab dina sambil tersenyum
"yuuk kita masak bareng! ".... ajak tina
Kemudian mereka berdua berjalan keluar kamar untuk menuju ke dapur dan sesampainya didapur mereka segera memasak bersama.....
Karena dirumah tina hanya bersama dengan satu pembantu dan satu tukang kebun, apalagi tina terbiasa mandiri sejak kecil jadi tina lebih suka melalukan semuanya sendiri terutama memasak ......
************
__ADS_1