
Begitu sampai di dalam kamar mereka, perut Bila mulai bergejolak hebat meminta untuk keluar.
Bila yang sedang berdiri di dekat meja rias nya berlari secepat mungkin masuk ke dalam kamar mandi untuk mengeluarkan semua isi perut nya
" Sayang!" seru Arif.
Melihat hal ini terjadi tidak membuat Arif tinggal diam.dia juga ikut berlari ke kamar mandi mengejar istri nya.Arif nampak mengkhawatirkan keadaan istrinya.
" Sudah enakan sayang?" tanya Arif saat melihat Bila sedang berdiri tidak mengeluarkan suara apapun.
" Hm..." jawab Bila di sertai dengan anggukan kepala nya.
Arif lalu membantu membersihkan mulut istri nya menggunakan tangan nya sendiri.setelah semua nya bersih,Arif langsung menggendong tubuh Bila masuk ke dalam kamar.
Bila duduk di atas ranjang sembari menatap sang suami yang sedang mondar mandir masuk ke kamar mandi membersihkan lantai kamar mandi dari muntahan nya.
"Apa Kamu mau sesuatu sayang?" tanya Arif yang sudah selesai berganti pakaian.
Bila menggeleng pelan kepala nya sambil tersenyum manis.
Pikiran Bila berkala kemana-mana membayangkan nasib diri nya yang selalu saja mual-mual dan sakit kepala,dia takut Arif akan merasa jijik dan pergi meninggalkan dia.tubuh nya saja yang berada di dalam kamar ini, tetapi nyawanya sudah melayang jauh berandai-andai dengan sesuatu yang belum pasti terjadi.
" Hei! Sayang...Ada apa?" tanya Arif lembut ketika melihat wajah Bila berubah menjadi murung.Arif lalu memutar badannya agar bisa berhadapan dengan istri nya.
" Kenapa?" tanya Arif mengangkat pelan dagu Bila yang sedang menunduk.tangan Arif tidak sengaja terkena tumpahan air mata yang mulai keluar dari tempat persembunyiannya.
Hiks..Hiks..Hiks..
Tiba-tiba saja Bila sudah sesenggukan tanpa ada alasan yang jelas.
" Kamu kenapa menangis sayang?" tanya Arif lalu menarik pelan tubuh Bila agar masuk ke dalam dekapan nya.
Hiks..Hiks...Hiks..
" Seperti nya Aku benar-benar akan kerepotan menghadapi mood sensitif Bila." gumam Arif dalam hati nya.tangan nya tetap setia mengelus lembut punggung Bila yang masih terasa bergetar.
__ADS_1
" Mas!" Bila mendongak kan kepala nya agar bisa menatap intens wajah tampan milik suami nya.
" Hm..." jawab Arif lalu menunduk sehingga pandangan mata mereka berdua saling bertemu.
" Jangan tinggalkan Aku kalau Kamu sudah merasa bosan dan capek dengan gejala aneh yang Aku alami ini." ucap nya sambil menahan tangisannya yang akan kembali pecah.
" Antar kan saja Aku pulang ke rumah Bibi,jangan campakkan Aku begitu saja." imbuh nya sambil menyesap ingus nya yang hampir saja ikutan keluar.
" Astaga sayang!" seru Arif menepuk jidat nya.
" Kamu kok ngomong nya kayak gitu?Siapa yang mau meninggalkan Kamu? Siapa yang mau mencampakkan Kamu ? Hah? Ini bukan gejala aneh sayang,ini bentuk perjuangan seorang ibu demi mendapatkan keturunan untuk rumah tangga kita,Kamu itu sedang hamil anak Aku,anak kita berdua,tidak ada alasan untuk Aku pergi meninggalkan Kamu,di dalam dada ku ini semua nya sudah tertulis nama Kamu,tidak ada lagi ruang untuk orang lain." jawab Arif begitu pelan agar Bila tidak merasa tersinggung.
Mood sensitif istri nya membuat Arif harus bisa menjaga sikapnya dan juga tutur bahasa yang dia gunakan.
" Kamu itu segala nya bagi ku, hidup dan mati ku.Aku bahkan rela melakukan apapun demi Kamu dan anak kita.kalau boleh meminta Aku ingin rasa mual dan pusing serta semua rasa aneh yang Kamu alami untuk pindah kepada Aku saja.Aku nggak sanggup melihat Kamu seperti ini.jangan pernah lagi berpikiran buruk tentang suami mu ini,kita akan melewati semua nya bersama-sama,Aku memang pernah mendua dari istri pertama ku,tapi bukan berarti Aku tidak setia atau tidak bisa menepati janji,semua itu ada alasan nya sayang." imbuh nya sambil mengelap air mata Bila yang sudah terlanjur membasahi pipi dan juga baju tidur yang dia gunakan.
" Maafkan Aku Mas! Aku nggak tahu tiba-tiba saja kepikiran seperti itu dan rasanya ingin nangis." tutur Bila dengan segala bentuk rasa malu nya.
" Nggak papa! Aku ngerti Kamu sedang sensitif, tetapi lain kali harus selalu percaya sama suami ya." balas Arif mengecup dalam dan sangat lama kening Bila.
" Makasih Mas." ucap Bila pelan.
" Mau kemana? Istirahat di sini saja sayang,jangan terlalu banyak bergerak, nanti anak kita kenapa-kenapa karena Mama nya terlalu aktif berjalan." ucap Arif penuh kelembutan.
Bila tersenyum menanggapi sikap protektif suami nya.
" Berjalan tidak akan membahayakan kandungan Aku,Mas! Justru ini akan membuat Aku lebih sehat begitu juga dengan anak kita." jawab Bila.
" Sebenar nya Kamu mau kemana sih sayang?" tanya Arif yang melihat Bila tetap ingin turun dari ranjang.
" Aku mau buang air Mas." jawab Bila setengah kesal padahal dia sudah tidak sanggup lagi untuk menahan rasa sesak di bawah sana.
" Sini biar Mas gendong saja." ucap Arif bergegas turun dari ranjang menggendong tubuh Bila yang sudah menyentuh lantai.wanita hamil ini hanya bisa pasrah jika tingkat kewaspadaan suami nya sudah keluar.
" Sana keluar dulu Mas,nanti kalau sudah siap akan Aku panggil." ujar Bila ketika melihat suami nya masih betah berdiri di depan dia.
__ADS_1
" Ya nggak papa dong sayang,toh Aku juga sudah sering melihat dan menikmati nya." goda Arif begitu sensual.
" Mas! Diam,jangan di lanjutkan lagi." sergah Bila lalu dengan cepat membuang air karena memang dia sudah tidak sanggup lagi untuk menahan nya.
Arif tersenyum geli dengan menggeleng kepala nya.
" Udah siap?" tanya Arif ketika melihat istri nya sudah berdiri.
" Hm." jawab Bila kesal.
Arif lalu menggendong istri nya sambil menyesap sebentar bibir Bila yang sedang mengerucut.
" Jangan macam-macam Mas!" peringatan keras keluar dari mulut Bila.
" Cuman satu macam saja sayang,nggak akan lebih. sayang kalau di abaikan begitu saja bibir yang sangat menggoda ini." ucap Arif semakin nakal.
" Terserah Kamu saja Mas." jawab Bila pasrah dan tidak ingin meladeni keusilan suami nya.
Arif lalu membaringkan dengan sangat hati-hati tubuh istri nya.namun sudah setengah jam lebih Arif menemani istri nya berbaring,mata Bila tidak kunjung terpejam juga,wanita hamil ini semakin gelisah dengan berulang kali memutar posisi badan nya.
" Mas!" seru Bila yang sedikit malu untuk memanggil suami nya agar lebih dekat lagi kepada dia.
" Hmm?" Arif membuka sedikit mata nya yang hampir terpejam.
" Mas! Peluk." rengek Bila dengan begitu manja nya, melihat suami nya yang tidak peka membuat Bila terpaksa meminta walaupun harus menahan malu.
Arif tersenyum simpul menanggapi permintaan manja dari istri nya.sebenarnya tadi Arif hanya ingin mengerjai Bila saja,dia ingin melihat sejauh mana istri nya bisa tertidur tanpa pelukan hangat tubuh nya.Arif lalu menggeser posisi tidur nya dan langsung merentangkan bahu nya agar Bila dengan mudah masuk ke dalam pelukan nya.
Bila yang terlanjur merasa nyaman langsung memeluk tubuh suami nya dengan sangat erat seolah tidak ingin terlepas lagi dari laki-laki yang juga sedang memeluk nya.
" Tidur lah." ucap Arif lembut sambil membelai lembut mahkota milik istri nya.
" Hm.." Bila mengangguk dengan hidung yang sibuk mengendus wangi tubuh suami nya.
" Wangi!" seru Bila menikmati setiap bau yang masuk kedalam hidung nya.
__ADS_1
Arif memilih membiarkan saja istri nya melakukan apapun sesuka hati nya, melihat Bila yang lebih manja seperti ini membuat Arif senang dan sangat menikmati nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍