
" Aku tau ini semua terjadi karena ulah Aku sendiri, tetapi Aku berjanji akan terus berusaha meyakinkan Kamu bahwa semua sikap romantis yang Aku berikan bukan lah sandiwara belaka."gumam Arif dalam hati nya.
" Yah! Makanan nya habis Mas,mau nasi goreng ngga? Biar Aku masakin?"tanya Bila berusaha menghilang rasa canggung nya.
Jantung Nabila sebenarnya juga deg deg ser ketika di perlakukan seperti itu oleh suami nya,namun dengan cepat dia mengenyahkan pikiran yang ada supaya tidak terbuai dengan suasana palsu dan Arif bukan kah milik nya.
" Aku harus sadar diri, kedatangan Aku di rumah ini tidak pernah di harapkan,yang terpenting Aku sudah menjalankan kewajiban dan tugas ku sebagai istri, untuk masalah hati...Aku tidak boleh melibatkan dia dalam rumah tangga ini." batin Bila terdiam sambil menggenggam daun bawang.
" Sayang...Kamu melamun?" bisik Arif lembut di telinga Bila.
Baru kali ini dia berbicara lembut dan langsung dari dalam hati nya.
Bila semakin tak karuan di bikin nya,baru saja dia berusaha meninggikan tembok hati nya,Arif kembali meruntuhkan nya.
" Apa dia bilang tadi? Dia memanggil Aku dengan panggilan sayang?"batin Bila menjerit tidak mengerti.
Wajah Bila sudah bersemu merah,kedua kaki Bila menjadi bergetar hebat.
Ini adalah kali pertama Arif memanggil dia dengan sebutan seromantis itu,Bila terus beristighfar dalam hati nya karena tidak ingin terbuai dalam kebahagiaan yang semu.
" Hei! Kamu kenapa melamun tengah malam begini? Kalau Kamu ngantuk ngga usah masak aja sayang,Aku bisa pesan dari aplikasi hijau aja." ucap Arif yang mulai memeluk pinggang Bila dari belakang,dagu nya sengaja dia rebahkan di bahu Bila.
" Cup."
Arif kembali menjalankan aksi nya,dia bahkan tidak malu lagi untuk mencium wajah Bila yang sedang berwarna merah.
" Mas!" Nabila menatap tajam wajah Arif yang berada di bahu kanannya.
" Baru ciuman loh sayang,nanti Aku mau minta yang lebih dari ini,dan Kamu ngga boleh nolak .pokok nya harus siap." kekeh Arif.
Tubuh Nabila terasa panas dingin,ketika Arif mengatakan ingin lebih, padahal baru mendapatkan satu ciuman saja Nabila di buat mabuk melayang oleh ciuman hangat yang mendarat di pipi kanannya.tidak bisa dia bayangkan lagi bagaimana nasib nya nanti jika Arif benar-benar membuktikan ucapan nya.
" Ka- mu ke-napa panggil Aku sayang sih Mas? Malu sama Mama dan juga Papa." Bila semakin gelapan.
__ADS_1
Acara masak nasi goreng menjadi tertunda akibat semangat Bila yang sudah memudar karena mendapat kan perlakuan manis dari suami nya.
" Kamu ngga suka kalau di panggil seperti itu? Itu panggilan sayang Aku untuk Kamu.dan Kamu juga harus terbiasa mendengar nya."Arif terlihat cuek dan santai dengan tingkah laku nya.bahkan dia terus berusaha menunjukkan perasaan yang sesungguhnya kepada Bila,agar tidak ada lagi kesalahpahaman di antara mereka.
" Suka sih suka! Siapa sih yang ngga suka di panggil sayang sama suami nya sendiri...Tapi Kamu kan bilang nya ngga suka sama Aku? Terus kenapa harus capek-capek pakai panggilan itu?" tanya Bila penuh selidik.
" Siapa yang bilang Aku tidak menyukai istri Ku ini,hah? Memakan nya saja Aku sudah pengennn... sekali." ujar Arif dengan kembali menggigit telinga Bila yang bersembunyi di balik hijab nya.
Nabila menjadi meremang melihat tingkah suami nya yang mendadak berubah malam ini.
" Kamu di kasih makan apa sih sama istri pertama Kamu itu? Sampai - sampai membuat Kamu berubah drastis seperti ini? Malam ini Kamu bukan lah Mas Arif yang Aku kenal waktu pertama masuk ke rumah ini.dingin ,cuek kalau ngomong selalu judes."
" Hahaha..."
" Kamu pengen tau banget ya? Nanti Aku kasih tau makanan apa yang sudah dia taburi di otak Aku ini... Sekarang boleh ngga acara masak nasi goreng nya di lanjutkan dulu."
" Kamu belum ingin menjadi janda di usia muda 'kan? Aku lapar banget loh sayang." keluh Arif yang kembali memanggil Bila dengan sebutan sayang.
Bila melihat ada sebuah ketulusan yang keluar dari wajah Arif,dia sama sekali tidak melihat ada kebohongan yang sedang di permainkan.
" Ya nggak lah Mas, tetapi kalau memang takdir berkata seperti itu,Aku tidak bisa menolak nya." jawab Bila yang sudah kembali mulai memotong semua bumbu yang dia butuhkan untuk memasak nasi goreng spesial untuk lelaki yang malam ini semakin romantis kepada nya.
Arif masih setia memeluk Bila dari belakang.bahkan dia semakin merapat kan jarak di antara mereka berdua.hembusan nafas segar dari mulut Arif bisa Bila rasakan dengan begitu jelas.begitu pun dengan aroma wangi tubuh Bila bisa Arif nikmati sesuka hati nya tanpa harus mencuri ketika sang empunya terlelap di alam mimpi.
" Mas! Aku ngga bisa fokus masak nya,kalau Kamu gerak terus seperti ini." tegur Nabila ketika Arif terus menggoyang badan dan sengaja menggesek kan ular piton nya di bagian belakang tubuh Bila.
Arif tersenyum nakal di balik punggung Bila,dia bahkan tidak perduli lagi dengan amarah dan rasa malu nya.malam ini dia harus bisa menaklukkan hati istri keras kepala dan susah di jinak kan ini.
" Mas!" teriak Bila ketika merasakan sesuatu yang berdiri di bawah sana telah menusuk ke bagian intim yang tertutup celana.
" Jangan teriak-teriak sayang,nanti semua para asisten rumah tangga bisa kebangun mendengar suara merdu Kamu itu." bisik Arif semakin nakal di telinga Bila.
" Ular piton Kamu itu ganggu Aku tau!" Bila merasa tidak nyaman dengan sentuhan dari ular piton jinak suami nya.meskipun masih berada di dalam sarang nya, tetapi Bila harus tetap waspada karena sewaktu - waktu ular piton itu bisa mematok nya dan mengeluarkan bisa ganas nya.
__ADS_1
" Mau Aku bantuin ngga?"tanya Arif sok perduli dan sok bisa, padahal seumur hidup nya dia tidak pernah mau masuk ke area dapur.
" Ngga usah,Aku sendiri saja...Sebaik nya Mas tunggu di kursi makan sana,Aku ngga bebas bergerak nya kalau di peluk erat seperti ini."
" Baiklah Nyonya Ahmad , jangan lama-lama masak nya, Aku ngga mau jauh-jauh dari Kamu."gombalan maut keluar sudah dari mulut judes pria bersifat dingin ini.
" cih dasar..Buaya buntung.."ledek Bila dengan tertawa.
" Hahahaha..." Arif juga ikut tertawa mendengar umpatan dari Bila.
Pria judes ini akhirnya mengalah dengan duduk menunggu di meja makan sambil bermain ponsel.
" Cekreekk..."
Arif sesekali mengabadikan secara diam-diam aksi Bila di memori ponsel nya.
" Cantik.." gumam Arif menatap hasil jepretan nya lalu bergantian menatap Bila yang sudah selesai memotong semua bahan-bahan.
" Beres..." ucap Bila sambil menepuk pelan tangan nya.lalu mulai menyalakan api kompor.
Satu persatu bahan yang sudah di siapkan mulai masuk ke dalam kuali yang sedang di panaskan.
" Mmmm...Wangi sekali bau masakan nya sayang!" ujar Reza yang tiba-tiba saja sudah berdiri kembali di belakang nya.
" Kamu pernah sekolah memasak?" tanya Arif yang mendadak kepo dengan latar belakang istri nya.
" Nggak pernah." jawab Bila seadanya.
" Terus kamu belajar dari mana cara memasak seenak dan selezat ini?"
" Di ajarin Bibi sama nenek angkat yang tinggal di sebelah rumah di kampung."
Bila langsung membawa piring nasi goreng hasil racikan tangan nya menuju meja makan.Arif tetap mengekor dari belakang.
__ADS_1
Entah kenapa dia mendadak tidak bisa berpisah sedikit pun dengan istri nya.apakah ini yang di namakan menjilat ludah sendiri.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys..😍😍😍