
" Tuan muda! Apa yang terjadi semalam?" tanya Reno ingin mendengar secara langsung dari mulut Arif.mereka berdua baru saja menyelesaikan meeting untuk yang kesekian kali nya.
Huft..Arif menghela nafas berat nya kala ingatan nya kembali berputar kepada kejadian kurang mengenakkan yang dia alami tadi malam.Arif lalu menjatuhkan terlebih dahulu bokong nya ke atas kursi kebesaran nya lalu mengusap kasar wajah lelah nya.
"Wanita gila itu! Sengaja memasukkan obat perangsang kedalam minuman ku tadi malam,dia berniat ingin menjebak Aku masuk ke dalam perangkap nya.untungnya kesadaran ku cukup tinggi sehingga Aku bisa lolos dari permainan licik nya.dan bisa pulang menemui istriku." ujar Arif sambil mengepal kan tangan nya menahan rasa marah nya.
" Naura berani melakukan itu? Kenapa Tuan muda tidak menelepon Saya tadi malam."tanya Reno.
" Iya!Dia bahkan sengaja melepas baju nya demi membuat Aku terangsang,Aku tidak pernah menyangka dia bisa melakukan itu dan memanfaatkan keadaan yang sedang sepi ini.tadi malam ada Pak Man yang membawa Aku langsung pulang ke rumah." tutur nya lagi.
" Aku tidak bisa membayangkan lagi apa yang akan terjadi kalau sampai Aku masuk ke dalam perangkap tikus betina itu! Bila pasti sangat kecewa sekali." sambung Arif dengan penuh penekanan.
" Dari mana wanita itu mendapat kan obat laknat itu? Licin sekali permainan nya." sahut Reno menimpali.
" Entahlah,Aku juga tidak tahu.yang jelas!Masalah ini tidak bisa di maaf kan begitu saja." jawab Arif sambil memikirkan apa yang akan dia lakukan nya kepada wanita ular itu.
" Apa perlu kasus ini Saya laporkan? Saya sangat yakin,pasti dia akan mendapatkan hukuman yang sangat berat dan bahkan sangat merugikan diri nya sendiri." tawar Reno yang sudah tidak mau lagi melihat wajah Naura yang cantik nya hanya modal tepung beras doang.
" Jangan! Aku yakin, menjebloskan dia ke dalam penjara bukan lah solusinya,dia pasti tidak akan pernah jera,kali ini Aku sendiri yang akan membalas perbuatan nya itu! Dan Aku yakin dia tidak akan bisa melupakan nya seumur hidup nya."ujar Arif dengan tatapan mata elang nya.amarah pria ini tidak bisa lagi di tawar menawar dengan apapun itu.dia sudah terlanjur kecewa dengan sikap buruk sekretaris nya itu.
Reno pun mengangguk menyetujui ucapan Arif.
" Tuan muda benar,Saya akan mendukung apapun yang Tuan muda lakukan,Saya juga sudah lelah memperingati nya setiap hari untuk menjaga sikap dan juga pakaian nya itu, tetapi karena rasa cinta nya yang terlalu kuat untuk Tuan, sehingga membuat dia gelap mata." Reno mengeluarkan semua yang dia tahan selama ini.dia juga ingin Arif mengetahui bagaimana perasaan Naura kepada Tuan nya selama bekerja di sini.
"Aku sudah mengetahui semua itu,dari cara dia bersikap saja Aku sudah bisa menebak nya."
"Tolong hubungi anak buah kita,minta mereka untuk datang ke sini sekarang juga." titah Arif yang sudah siap membalaskan rasa dendam nya.
Bukan karena tidak gentleman ataupun tidak menghormati seorang wanita,Arif hanya tidak ingin wanita ular itu semakin tidak tahu diri saja.boleh memperjuangkan rasa cinta kita, tetapi lihatlah keadaan yang ada.jangan menggunakan cara licik yang bisa berdampak sangat parah.
Reno bergegas menghubungi anak buah mereka, meskipun dia belum mengetahui apa rencana Tuan muda nya, tetapi dia sudah tidak sabar menunggu kejutan itu.
" Apa setelah ini masih ada jadwal meeting lagi?" tanya Arif ketika mereka masih duduk di dalam ruangan nya.
" Kosong Tuan muda,hanya ada beberapa berkas saja yang butuh tanda tangan Tuan." jawab Reno yang terpaksa mengambil alih pekerjaan Naura untuk sementara waktu.
Beberapa menit kemudian ponsel Reno sudah kembali bergetar dan di layar ponsel nya tertulis nama anak buah nya.
__ADS_1
" Langsung masuk saja,minta antar security ke ruang bawah tanah." ucap Reno saat sambungan telepon nya sudah tersambung.
" Mereka sudah sampai Tuan." tutur Reno memberi tahu kan.
" Baiklah,ayo kita turun. Aku ingin memberikan perhitungan berharga kepada dia." ajak Arif dengan tangan yang sudah gatal ingin bermain dengan wanita liar itu.
Reno pun mengangguk dan mengikuti langkah Arif dari arah samping.
" Di mana dia?" tanya Arif kepada security yang berjaga di depan ruangan.
" Ada di dalam sini Tuan." jawab pria itu patuh.
" Buka pintu nya." ujar Arif tegas.
Security itu pun mengangguk patuh lalu membuka gembok yang menempel di daun pintu besi ini.
Bruk...Arif menendang dengan kuat pintu besi itu sehingga membuat Naura yang sedang tertidur langsung bangun mengerjap kan mata nya.
" Reno! Ada berapa anak buah kita yang Kamu bawa?" tanya Arif tanpa menoleh ke belakang.
" Suruh mereka semua masuk ke dalam." titah Arif yang sudah terlebih dahulu masuk menatap Naura dengan tatapan mata sinis nya.
Rasa nya Arif ingin sekali mengajak berduel wanita yang ada di hadapan nya saat ini,namun karena mengingat Naura adalah seorang wanita,Arif lebih memilih menyerahkan semua nya kepada algojo nya yang memiliki tubuh besar dan sangat menyeramkan sekali.Arif tidak ingin mengotori tangan nya yang terlalu berharga hanya karena tikus betina itu.
"Bagaimana kabar mu siang ini ******?" tanya Arif dengan rahang yang mengeras,mata nya mendadak ilfil melihat tubuh Naura yang hampir saja menjadi teman tidur nya.
" Mmmmmm..." hanya itu yang keluar dari mulut Naura karena masih ada kain yang menutupi mulut nya.sedangkan tubuh nya sengaja di goyangkan supaya lilitan tali itu terlepas dari kaki dan juga tangan nya.
" Lepas kan ikatan mulut nya." titah Arif kepada salah satu algojo yang ikut masuk ke dalam ruangan pengap ini.
Algojo itu pun mengangguk dan melepas secara kasar kain yang melilit di mulut Naura.
" Aw...." rintih Naura saat merasakan perih di sekitar wajah nya.
" Lepaskan Aku ! Aku mau pulang saja." ucap Naura masih begitu percaya diri.
Hahahaha.....
__ADS_1
Arif tertawa keras melihat tingkah Naura yang sama sekali tidak menunjukkan sebuah penyesalan.
" Kamu tidak akan pernah pulang sebelum Aku puas membalaskan dendam ku kepada Kamu,******!" hardik Arif sengaja menjambak rambut Naura agar wanita itu mengangkat wajah nya.
" Sakit!" teriak Naura dengan gigi yang bergemelatuk.
" Sakit? Aku jauh lebih sakit dari apa yang Kamu rasakan." balas Arif semakin kuat menarik rambut panjang keemasan milik wanita ular ini.
" Berani-beraninya Kamu memulai permainan kotor itu kepada Aku,memang nya siapa Kamu? Hah?" tanya Arif semakin emosi.
" Jawab." bentak Arif kuat.
" A-ku aku hanya i-ingin membuat Tuan jatuh cinta kepada Aku,sudah lama Aku menyimpan rasa ini, tetapi Tuan tidak pernah mau membalas nya." jawab Naura begitu bodoh nya.tanpa dia pikir kan lagi bagaimana nasib nya setelah ini.
" Aku ini sudah punya istri, istri ku bahkan jauh lebih cantik dan lebih segala nya dari Kamu,jangan terlalu percaya diri,wanita sampah seperti Kamu ini tidak pantas untuk mendapatkan lelaki sekaya dan setampan Aku ini." ujar Arif tersenyum sinis.
"Tapi nggak usah takut,Aku akan membantu Kamu mendapatkan lelaki kaya dan juga tampan seperti keinginan mu itu." sambung nya dengan wajah licik nya.
Arif lalu membisikkan sesuatu kepada Reno yang hanya di balas anggukan kepala.
" Minum!" ucap Reno menyodorkan satu gelas air putih yang sudah lengkap dengan sedotan panjang nya.
" Habis kan."titah Reno memaksa masuk minuman itu kedalam mulut Naura dengan di bantu oleh kedua algojo yang sengaja membuka lebar-lebar mulut Naura.
" Anghh...." Naura tidak lagi bisa membantah atau pun menolak minuman yang masuk ke dalam tenggorokan nya.
Wanita ini hanya bisa pasrah sambil meratapi nasibnya setelah hari ini berlalu.
Dalam hitungan detik saja,tubuh Naura sudah mulai mengeluarkan tanda-tanda bahwa apa yang di masukkan ke dalam mulut nya sudah bekerja dengan sangat baik.
Arif bahkan sengaja meminta Reno. memasukkan kembali serbuk itu dengan dosis yang sangat tinggi.
" Panas!" ucap Naura dengan suara serak nya.sedangkan bokong nya sibuk mengesot kesana kemari mencari kenyamanan.
" Tolong Aku Tuan, Panas!" seru nya mulai meracau dengan mata yang sudah berkabut gairah.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍😍
__ADS_1