
Belum hilang rasa terkejut nya atas pengusiran paksa yang di lakukan oleh Arif,lagi dan lagi suara pesan yang masuk ke dalam ponsel nya sukses membuat jantung Naima sejenak berhenti berdetak.
" Sial! Arif ternyata sudah memasukkan gugatan perceraian nya ke pengadilan.itu arti nya semua yang sudah menjadi milik ku akan di tarik kembali.ini tidak boleh sampai terjadi...Aku tidak mau kembali hidup miskin."
Naima langsung terduduk dengan rasa terkejut yang luar biasa,di hadapan wanita ini ada dua koper besar dan 1 karung berukuran besar yang di dalam nya terdapat semua barang-barang milik nya.
Suara ponsel nya tidak henti berdering,dan di lihat nya lah nama sang manager tertulis di sana.dengan terburu-buru Naima menggeser tombol hijau nya. Naima sangat yakin Arif pasti sudah berkomunikasi dengan Manager nya.
" Apa Kamu sudah membaca semua pesan yang Aku kirim? Jangan pernah bilang jika saat ini kau sedang terkejut." sarkas sang manager yang sebenarnya sudah sangat muak dengan tingkah laku Naima.
"Jangan bercanda! Aku sedang tidak berminat mendengar lelucon gila mu itu." jawab Naima menggebu-gebu.
"Hahahaha.... Untuk apa Aku bercanda,ngga akan ada guna nya untuk ku,semua pesan yang Aku kirim, benar-benar terjadi dan tidak bisa di hindari lagi, mungkin...Arif akan bertindak yang lebih kejam dari ini.karir Kamu akan menjadi taruhan nya.bersiap- siap lah untuk kehilangan ketenaran yang sudah susah payah kita bangun.Aku sangat yakin! Arif tidak mungkin tinggal diam saja setelah apa yang telah Kamu perbuat kepada nya." ujar sang manager memperingati.
" Kenapa Kamu malah menakuti Aku?Bukan nya memberi semangat dan mencari jalan keluarnya, tetapi Kamu malah membuat mental Aku down, Kamu itu bawahan ku,dari gaji yang Aku berikan lah Kamu bisa menyambung hidup."ucap Naima yang semakin emosi.
" Untuk apa Aku menakuti mu,bukankah Kamu adalah orang paling pemberani di dunia ini?Di tengah keramaian saja Kamu berani bermain gila dengan lelaki lain, Aku selalu memperingati Kamu, tetapi tidak pernah Kamu dengar kan sedikit pun dan untuk apa lagi mencari jalan keluarnya, sedang kan Kamu sendiri sudah mengantarkan jalan itu depan mata Kamu sendiri.bukan hanya Kamu saja yang Aku urus,masih banyak artis lain yang mau memakai jasa ku.tidak ikut dengan Kamu pun Aku masih bisa makan, berbeda dengan Kamu yang hanya mengharapkan harta dari Arif."
" Bukan kah semua bayaran yang Kamu dapatkan dari dunia model sudah Kamu sedekah kan kepada lelaki hidung belang itu? Lantas uang siapa yang Kamu pakai untuk menggaji Aku?" imbuh sang manager yang sudah tidak mau perduli lagi dengan artis nya yang satu ini.Naima memang si kepala batu.susah payah pihak manajemen membantu menaikkan nama nya di dunia model, tetapi malah dia jatuh kan dengan begitu cepat nya.
Semua ini tidak pernah terlepas dari sifat nya yang sangat serakah dan tidak tau diri.
Mulut sang manager sudah berbusa-busa mengingat kan dia untuk menghentikan segala perilaku buruk nya yang akan berdampak pada puncak karir nya, namun Naima dengan begitu sombong nya melawan semua peringatan itu.
" Diam Kamu! Kenapa Kamu malah terkesan membela dia, di sini Aku lah yang tersakiti." sahut Naima masih tetap dengan sikap angkuh nya.
Tawa sang manager kembali menyembur keluar.
"Hahahaha....Jangan berlagak bodoh Kamu,Aku sangat yakin otak mu masih berfungsi dengan baik." jawab sang manager yang tidak habis pikir dengan sikap gila Naima yang tidak berubah juga.
" Berani nya Kamu menghina Aku setelah apa yang Aku lakukan untuk mu.benar-benar tidak tahu terimakasih Kamu." geram Naima.
" Terserah apa kata Kamu saja,Aku dan pihak manajemen sudah tidak mau perduli lagi.bersiap- siap lah untuk mendapatkan berita heboh dengan wajah Kamu yang terpampang di layar televisi." setelah mengucapkan kata itu sang manager langsung mematikan sambungan telepon nya.
" Aku..." ketika Naima hendak membuka mulut nya lagi,terdengar suara ponsel yang di matikan.
" Kurang ajar! Berani sekali dia memperlakukan Aku seperti ini.Aku tidak akan mau lagi memakai jasa nya." umpat Naima dengan wajah memerah nya.
__ADS_1
Naima langsung berdiri memasukkan semua barang - barangnya dengan begitu kasar ke dalam mobil nya.
Dia tidak mungkin membiarkan semua barang ini tergeletak di tepi jalan,telat sedikit saja,mobil sampah pasti akan mengangkut nya.
" Aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia.setelah apa yang Aku alami hari ini." ucap Naima dengan kedua tangan nya yang memegang kuat setir mobil.
Naima langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.semua para asisten yang berada di dalam rumah hanya menonton apa yang sedang wanita itu lakukan.
" Untung saja Tuan Arif cepat mengusir dia dari sini,kalau tidak setiap hari pasti ada saja ulah gila yang dia perbuat." Ucap Bi Sri menatap senang akan kemalangan yang menimpa mantan majikan nya.
" Iya tuh! Biarin saja dia keluar dari rumah ini,semoga saja Tuan Arif tetap pada keputusan nya." sahut Bi Rohana menimpali.
" Dia memang pantas di perlakukan seperti itu, Saya saja rasanya sudah sangat tidak nyaman bekerja di sini.sifat pemarah nya membuat Saya ingin pulang kampung saja." kali ini Mbok Darmi yang membuka suara.
" Ya sudah ayok kita masuk ke dalam,biarkan saja dia mencari tempat tinggal baru di luar sana." ajak Mbok Darmi setelah puas melihat air mata yang keluar dari mata wanita pemarah itu.
Mobil yang di kendarai oleh Naima sudah sampai di depan perusahaan Sentosa group.
Banyak karyawan yang sedang lalu lalang di depan area kantor itu.
Dengan penampilan kusut dan tidak beraturan.Naima keluar dari dalam mobil nya.
" Apa Kamu mau Aku pecat sekarang juga? Awas sana! Jangan menghalangi Aku lagi." usir Naima begitu percaya diri.
Dari arah pos penjagaan,nampak 3 orang security berlarian ingin menolong teman mereka yang sedang berusaha menghadang Naima yang ingin masuk ke dalam kantor.
Kejadian beberapa hari yang lalu membuat mereka lebih waspada lagi, wanita yang sedang berdebat itu tidak bisa di remeh kan atau pun di lembut kan.harus menggunakan cara kasar jika ingin menghentikan aksi gila nya.
Sebelum kedatangan Naima ke kantor ini,semua para penjaga keamanan sudah mendapatkan pencerahan terlebih dahulu dari Asisten Reno.dengan sangat jelas Reno memberikan kuasa kepada mereka semua agar menghalau Naima dengan cara apapun, termasuk dengan kekerasan sekali pun.
Security itu langsung menahan tawa ketika mendengar ancaman yang keluar dari mulut Naima.
" Silahkan saja anda pecat Saya Nona, tetapi anda tetap tidak di perbolehkan untuk masuk ke dalam area perusahaan ini lagi." jawab Security itu dengan berani.
" Berani sekali Kamu melarang Aku masuk ke dalam perusahaan milik suami ku sendiri,apa Kamu mau Aku jebol kan kepala mu seperti teman mu yang botak itu? Hah?" Naima kembali meradang hebat.penolakan yang di lakukan oleh Security ini membuat emosi nya semakin melambung tinggi.
Semua karyawan yang sedang berada di lantai bawah ikut menyaksikan kegilaan wanita yang mereka tau masih sah menjadi istri Tuan muda nya.
__ADS_1
" Kenapa lagi tuh wanita gila?" tanya salah satu karyawan kepada teman nya yang sedang duduk di meja receptionist.
" Kamu nanya Aku? Terus Aku nanya siapa dong?" ujar Wanita yang berbaju warna putih ini.
" Issh ....Lagi serius ini! Jangan ikut-ikutan gila seperti dia,jangan sampai kepala security itu kembali menjadi korban sepatu mahal nya." ucap wanita itu lagi.
" Lepaskan! Aku mau masuk ke dalam." teriak Naima semakin tidak terkontrol.
" Anda di larang untuk datang ataupun masuk ke dalam perusahaan ini . perintah ini datang langsung dari Tuan muda." jawab Security yang berbadan besar.
" Awas kalian!" ancam Naima berusaha melepaskan tangan nya dari cengkraman kuat para penghadang ini.
" Arif...Arif..Arif...."
" Keluar Kamu." teriak Naima menggunakan suara keras nya.
Arif bisa melihat semua apa yang sedang di lakukan oleh mantan istri nya.aksi gila Naima bertepatan sekali dengan kedatangan Arif yang baru pulang dari tempat meeting nya.
Arif membuka sedikit kaca mobil nya demi bisa melihat tingkah asli wanita yang sudah rela dia pertahankan.
" Kamu benar-benar gila." ujar Arif pelan.
Naura dan sopir kantor yang berada di kursi depan bisa mendengar dengan jelas apa yang Arif ucapkan.
" Mampus Kamu nenek lampir! " sahut Naura dalam hati nya.
" Tetapi kenapa Bos malah melarang nenek lampir itu masuk ke dalam kantor? Apa yang sudah terjadi?"imbuh nya dengan rasa penasaran yang tinggi.
Dari dalam perusahaan, keluar lah seorang pria yang memiliki kekuasaan yang lebih tinggi dari Arif.sosok ini mampu membuat Naima terdiam tak berani memberontak lagi.
Jangan Lupa Like,Vote dan Komen ya guys.
Jangan lupa pencet Tombol Favorit nya.
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.
Terimakasih semuanya 😍😍😍🥰
__ADS_1
..