Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Saingan


__ADS_3

Saat malam telah tiba menyapa,Reno datang bersama dengan Tono untuk mengunjungi sekali Bila dan juga buah hati nya.


Ruangan yang di tempati oleh Bila menjadi semakin ramai.dengan candaan yang mereka lempar kan.


Mereka semua ikut merasa kan kebahagiaan yang di rasakan oleh Arif dan juga Bila.


" Reno! Kamu kapan ada rencana mau menikah?" tanya Mama Yolan yang sangat heran melihat kelakuan Reno lebih suka kerja dari pada jalan sama cewek.di malam minggu ini saja kedua tangan kanan Arif baru pulang bekerja padahal hari sudah menunjukkan pukul 20.00 malam.biasa nya setiap pasangan muda -mudi akan melakukan kencan atau jalan-jalan bersama dengan cewek idaman nya.


" Mmm...." Reno semakin gelapan dengan pertanyaan yang di berikan kepada nya.pria ini sama sekali belum pernah punya pikiran sampai sejauh itu.


" Mmm apa nya Reno! Nunggu anak nya Arif kuliah dulu? Atau kalian bertiga mau Mama nikahkan secara massal ?" Mama Yolan beralih menatap ke arah Seno dan juga Tono yang sedang tersenyum mengejek kepada Reno.


" Seno masih muda Ma! Masih ingin menikmati dunia terlebih dahulu." sahut Seno sebelum sang Mama kembali mengeluarkan skakmat nya.


" Muda? Kamu pikir umur 23 masih muda?"Mama Yolan memutar jengah bola mata nya ketika mendengar prinsip hidup dari putra bungsu nya.


" Di luar sana banyak laki-laki dan perempuan yang seusia Kamu sudah memiliki 2 atau bahkan 3 anak.jangan terlalu santai jika tidak ingin di panggil dengan sebutan jomblo ngenes." imbuh Mama Yolan menasehati agar mereka lebih termotivasi.


Ketiga pria tampan itu hanya bisa menunduk sambil mengangguk kepala.berhadapan dengan Mama Yolan serasa menghadapi putusan hakim.menegangkan sekaligus membangongkan.


" Mana berkas yang harus Aku selesaikan Ren?" tanya Arif yang baru selesai membantu Bila membersihkan seluruh tubuh nya.


" Ada di dalam tas putih itu Tuan." jawab Reno lalu bergegas mengambil kan untuk Arif.


Huft....


Mama Yolan semakin merasa geram melihat tingkah para lelaki ini,di mana pun mereka berada selalu saja pekerjaan yang ada di dalam otak mereka semua.


" Bisa nggak sih, ngurus berkas nya di kantor aja! Ini rumah sakit,bukan tempat meeting atau pun membahas proyek." tegur Mama Yolan tegas.


" Cuman sebentar aja Ma,nggak lebih kok." jawab Arif sebelum sang Mama kembali menceramahi mereka semua.


Para lelaki itu memilih duduk di dekat sofa santai yang terdapat di ujung ruangan, sedang kan para wanita duduk mengelilingi Bila yang sedang asyik memberikan asi kepada bayi mungil yang begitu tampan sekali.


" Ini beneran anak Bila ya?" tanya Bila mendongak kan kepala nya kepada Mama Yolan dan juga Bibi Siti.air mata haru kembali menetes melihat besar nya kuasa yang Tuhan berikan kepada dia dan juga suami nya.

__ADS_1


" Seperti yang Mama bilang tadi,rasa Sakit saat melahirkan akan berganti dengan kebahagiaan yang tiada dua nya." sahut Mama Yolan mengelus pucuk kepala Bila.


" Jadilah Ibu yang baik dan membanggakan untuk anak mu kelak,Bibi yakin Kamu bisa menjalani peran baru ini walaupun masih terlalu dini." Bibi Siti yang mengerti jika usia Bila masih terlalu muda untuk memiliki seorang anak,hanya bisa berdoa dan memberikan arahan agar Bila bisa kuat dan tegar menjalani kehidupan nya.


Keesokan harinya Arif sengaja tidak masuk kantor karena ketagihan bermain dan berdekatan dengan putra nya.Papa baru ini bahkan sengaja mengambil cuti sampai Minggu depan.alhasil Reno dan juga Tono harus menjadi tumbal pekerjaan Arif yang sedang menumpuk.hari ini saja kedua asisten terbaik itu terpaksa harus lembur demi menyelesaikan pekerjaan yang di tinggal oleh Arif.


Sebelum bermain dengan sang putra ,Arif sudah terlebih dahulu membantu Bila mandi membersihkan badan dan juga kepala nya.pergerakan Bila sangat di batasi oleh Arif karena tidak ingin bagian intim sang istri kembali terluka,padahal dari kemarin sore Dokter Husna sekaligus Tante Arif sudah menyatakan bahwa jahitan nya sudah kering dan sudah bisa beraktivitas seperti sediakala.


"Pelan-pelan dong sayang! Jalan nya." seru Arif ketika melihat Bila terburu-buru menghampiri mereka.


" Iya Mas." jawab Bila patuh sebelum sang suami kembali mengeluarkan jurus protektif yang berlebihan.


Bila lalu mengambil alih bayi tampan nya dan membawa duduk di atas sofa mencari posisi nyaman untuk menyusui buah hati nya.Arif yang tidak ingin melewati momen penting ini memilih segera bergabung duduk lesehan di lantai mengamati bagaimana bayi nya ketika memakan makanan nya.


" Astaga! Dia sangat rakus sekali." batin Arif ketika melihat bayi nya mulai menyesap hingga menimbulkan sebuah bunyi decapan yang begitu kuat.


" Seperti nya Kamu akan menjadi saingan Papa, Boy!" celetuk Arif menatap tidak percaya.


" Saingan? Maksud nya?" tanya Bila yang tengah sibuk mengelus pipi buah hati nya.


" Saingan bermain di dua gunung kembar itu! Dia seperti nya sangat agresif sekali sayang." Arif menunjukkan jari nya ke dua bongkahan kenyal yang sedang terbuka lebar, karena saat ini hanya ada mereka bertiga yang berada di dalam ruangan, sedang kan Pak Rizal dan Seno sudah berangkat ke kantor.begitu juga dengan Mama Yolan dan juga Bibi Siti yang pamit pulang ke rumah untuk berganti pakaian.


" Sayang!" Arif refleks memegang putra nya agar tidak terjatuh dari pangkuan sang istri.


" Maaf Mas! Aku pikir kalian bersaing dalam hal apa." Bila menghentikan tawa nya karena tidak ingin sang putra merasa terganggu.sebisa mungkin Bila menahan tawa nya agar tidak kembali meledak mengingat bayi nya yang kembali fokus menyesap makanan.


" Kamu harus adil ya sayang,nanti sampai di rumah Aku juga mau." bisik Arif lalu berpindah duduk di samping Bila sambil memeluk pinggang Bila dengan begitu agresif nya.


" Mas! Ini di rumah sakit.lagian Aku masih belum bersih." tegur Bila sebelum ular piton sang suami kembali menegang ingin bertemu sarang.


" Aku tahu sayang,cuman mau peluk aja.cium nya nanti saja." goda Arif lalu mencuri sekilas kecupan hangat di kening Bila.


" Lah! Kata nya nanti saja? Terus ini apa?" tanya Bila meminta kepastian.


" Kalau kening sama pipi boleh kapan pun, tetapi kalau ini harus di kamar kita." Arif sengaja mengelus bibir seksi milik sang istri yang sedang polos tanpa memakai lipstik atau pun lip balm.

__ADS_1


Ceklek.


" Pagi cucu Oma dan juga Nenek." sapa Mama Yolan begitu masuk ke dalam ruangan Bila.


Dengan wajah bahagia Mama Yolan dan juga Bibi Siti melangkah masuk dengan pandangan mata yang tidak terlepas dari cucu mereka.


Di tangan kedua wanita ini ada banyak makanan yang mereka masuk kan kedalam rantang berwarna putih.


" Jangan berisik Ma! Anak ku lagi minum asi." tegur Arif sengaja menekan kata anak ku.


" Upps? Maaf ya..Mama terlalu bersemangat ingin menemui dia.tapi Kamu nggak perlu repot-repot mengakui dia putra mu,tanpa Kamu kasih tahu pun Kami berdua sudah mengetahui nya." Mama Yolan terlihat sewot menimpali ucapan Arif.


Bila dan Bibi Siti tersenyum melihat hubungan mereka berdua yang jarang bisa akur dan damai.


Seharian penuh ini mereka menghabiskan waktu di rumah sakit untuk menemani dan bermain dengan mainan baru yang begitu menggemaskan,Bibi Siti,Mama Yolan dan Arif bergantian memandikan Ghafi yang harus sama rata.tidak jarang tingkah kocak mereka bertiga mampu mengundang gelak tawa dari Bila yang hanya di izinkan sebagai penonton saja.


Sore ini Bibi Siti dan Mama Yolan tengah sibuk mengemas pakaian dan semua barang-barang yang mereka bawa dari rumah.


Selepas magrib nanti Bila sudah di izinkan pulang karena atas permintaan nya sendiri.


Arif dan seluruh keluarga yang tidak tega melihat Bila merengek mengeluh bosan akhirnya menyetujui permintaan Bila dengan banyak syarat yang mereka ajukan.


Mama Yolan pamit pulang terlebih dahulu dengan di antar oleh suami nya karena ingin menyiapkan segala sesuatu yang ada di dalam kamar Bila.semua nya harus di pasti kan bersih dan aman untuk cucu keluarga Ahmad.


" Bi! Tolong ambil kan sprai yang baru ya ! Dan sekalian tolong di pasang." titah Mama Yolan ketika masuk ke dalam kamar Bila.


" Baik Nyonya." Bi Minah berjalan menuju lantai bawah untuk mengambil sprai baru yang masih tersimpan di gudang penyimpanan barang.


Semua art nya sengaja di minta untuk membersihkan kamar Bila dengan sangat rapi tanpa ada setitik debu pun.


Berbeda hal nya dengan Bibi Siti yang sedang menggendong sang cucu,dan di samping mereka ada Arif yang setia mendorong kursi roda yang di tumpangi Bila menyusuri lorong rumah sakit dan bergegas menuju ke mobil nya.


Semua sapaan yang datang dari pegawai rumah sakit di abaikan begitu saja oleh Arif.berbanding terbalik dengan Bila dan juga Bi Siti yang membalas dengan tersenyum manis.


" Masukkan semua barang-barang ini di jok belakang ya Pak." pinta Arif kepada sang sopir.

__ADS_1


" Baik Tuan muda." jawab Pak Salim patuh dan mulai menyusun semua barang-barang agar muat dan tidak kelebihan muatan.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2