
" Berkat bantuan Bila akhir nya Aku tidak jadi telat untuk ikut meeting." gumam Arif melirik jam tangannya.
Wajah cantik dan lembut milik Bila masih saja menemani isi kepala nya.
Masih ada waktu 6 menit lagi sebelum meeting di mulai.Arif melangkah turun dari mobil dengan begitu gagah nya.
" Maaf Bos, client kita meminta kompensasi waktu 15 menit lagi,mobil yang mereka tumpangi mengalami masalah di pertengahan jalan." ucap Naura memberitahu.
" Ck...Aku sudah berusaha datang tepat waktu sampai harus mempersingkat waktu mandi, Tetapi mereka malah seenak jidat nya menunda waktu." geram Arif dengan gigi yang beradu hebat.
" Kalau bukan karena mereka perusahaan terbesar dan terbaik di manca negara,Sudah sejak tadi Aku batalkan meeting ini." sambung nya lagi sambil menatap tajam sekitar nya.
Naura yang masih berada di depan Arif langsung merinding melihat tatapan mata Arif yang begitu mematikan.
" Seram amat sih Bos! Tapi ganteng banget.gimana dong?"Naura menahan tawa nya ketika mendapat kan pemandangan indah dari wajah blesteran milik Bos nya.
Tidak ingin membuang waktu begitu saja,Arif memilih masuk terlebih dahulu ke ruangan VIP yang sudah di pesan ,lalu mulai menyalakan laptop nya untuk mengecek berkas-berkas yang masuk ke dalam email nya.
Naura yang hanya datang membawa buku beserta pulpen, mendadak bingung harus mengerjakan apa.
" Yah...Malah kerja si Bos ini,terus Aku ngapain dong?" Naura jadi takut sambil menggaruk kesal rambut nya yang tidak bersalah.
Kondisi emosi Arif yang tidak stabil akan memicu permasalahan baru jika dia tidak segera mencari kesibukan lain.
Karena bingung ingin melakukan apa,Naura akhir nya memutuskan bermain sosial media.
"Apa Bos ingin memesan minuman atau makanan terlebih dahulu?" tanya Naura berusaha mencairkan suasana beku yang ada di dalam ruangan VIP.
" Tidak perlu,Aku sudah sarapan di rumah bersama istri ku." jawab Arif dengan menyelipkan kata sang istri,namun dia tidak menyebutkan nama nya.
" Oh..Baiklah." Kecewa hati Naura ketika mendengar kata istri yang di ucapkan oleh Arif,dia sangat ingin melihat Arif dan Naima berpisah setelah kejadian bertengkar beberapa hari yang lalu.namun dia belum mengetahui ada sosok lain yang di sebut Arif sebagai istri nya.keberadaaan Nabila dalam hidup Arif memang belum di publikasikan kepada semua orang,Arif akan melakukan nya nanti setelah dia resmi bercerai dari Naima.
" Seperti nya istri anda sangat perhatian dan pintar sekali dalam mengurus suami nya." Naura kembali berusaha membuka pembicaraan.
" Hm.." jawab Arif sekena nya.
Wajah Naura langsung berasap ketika mendengar Arif yang hanya berdehem atas pertanyaan yang dia berikan.
__ADS_1
" Ham Hem doang, ngga ada jawaban lain apa? Kenapa pria ini tidak tertarik sama sekali sama body aduhai Aku ini, padahal jelas-jelas Aku lebih segala-galanya dari si nenek lampir itu.pakai dukun mana sih nenek lampir itu?" Naura menjerit dalam hati nya.padahal sejak tadi dia sudah berusaha menggoda Arif dengan segala aksi nakal nya.duduk sudah dengan paha terbuka lebar,baju sengaja di buka di bagian dada nya.rambut sengaja di kipas-kipas ke samping.Arif tetap saja cuek tanpa tergoda sedikit pun.
" Susah banget sih dapetin nya."geram Naura sambil melipat kedua tangan nya.
Di sela kesibukan nya,Arif mengirim sebuah pesan khusus yang hanya berisi gambar hati dan senyuman kepada kontak Nabila yang sudah di simpan dengan Nama " Kesayangan ku."
Setelah berhasil mengirim pesan simbol perasaan nya kepada Bila,Arif langsung mengukir senyum manis di wajah dingin nya.Naura yang tidak sengaja mengintip apa yang sedang di lakukan oleh Arif langsung mengeram kesal ketika melihat id penerima pesan so sweet itu.
" Kenapa Bos seperti cinta mati sekali sama Nenek lampir itu? mantra apa yang sudah dia kasih sama Bos.mana pesan nya romantis banget lagi.nenek lampir itu tidak layak mendapatkan perlakuan manis seperti ini." batin Naura sambil meremas kuat ponsel mahal yang berada di tangan nya.
" Awas saja Kamu nenek lampir,akan Aku buang Kamu tengah laut jika Aku berhasil mengambil suami mu ini." mata Naura membulat besar membayangkan kemenangan nya yang sebentar lagi akan datang.
" Kamu kenapa Naura? Cepat hubungi client kita,sudah sampai di mana mereka.Aku sudah tidak mau lagi menunggu." Arif yang hendak bertanya di buat kaget oleh ekspresi wajah Naura yang seperti orang yang sedang kerasukan sesuatu.
" Ba- baik Bos." jawab Naura gelagapan.
Naura akhir nya berdiri menjauh agar bisa menghubungi pihak client.wanita ini tidak ingin menelepon di samping Arif karena takut akan mengganggu konsentrasi Bos nya.
" Mereka sedang menuju ke ruangan ini Bos." ucap Naura sambil duduk kembali di posisi nya.
" Hm.. Rapikan terlebih dahulu penampilan Kamu itu,disini bukan tempat menjual diri,jika Kamu masih ingin bekerja di perusahaan Aku,jangan pernah lagi berpenampilan kampungan seperti ini."tegur Arif mulai mengeluarkan sifat asli nya.
" Baik Bos." jawab Naura sambil mengumpat kasar.
Ingin sekali rasa nya dia melahap habis bibir yang sudah mengatai penampilan nya,namun karena tidak ingin kehilangan pekerjaan nya,Naura akhir nya mengurung kan niat nakal nya.
" Kalau bukan karena ganteng,sudah sejak dulu Aku gigit itu mulut pedas." umpat Naura dalam hati nya.
Naura akhir nya masuk ke dalam kamar mandi untuk membenarkan penampilan nya yang salah di mata Arif dan sudah sangat pas di mata nya.
" Bagian mana nya sih yang menurut dia itu kampungan? Padahal Aku sudah berusaha dandan cantik seperti ini,mana begitu tega lagi dia menuduh Aku ingin menjual diri! Tapi...Iya juga sih, Aku ingin menjual murah seluruh diriku ini kepada dia ,bos ku yang sangat tampan itu." Naura hanya merapikan sedikit penampilan nya di depan kaca kamar mandi.lalu keluar lagi untuk menyambut client yang sudah sampai di tempat meeting.
Sedang kan di tempat lain Naima yang hendak bangun dari tidur nya.kembali di paksa terlentang oleh Suryo yang tanpa sepengetahuan Naima subuh tadi sudah meminum obat kuat sebagai penambah stamina nya.
" Sayang! Aku ingin ke kamar mandi." ucap Naima di tengah rasa nikmat yang di berikan oleh Suryo yang sedang melahap habis gundukan kenyal nya.
" Nanti saja cantik, Aku sudah tidak tahan lagi." ucap Suryo dengan terus melahap habis benda kenyal yang memabukkan itu.
__ADS_1
Naima langsung mengerang kuat tanpa perduli lagi dengan hajat nya yang minta di tuntaskan.
Tanpa menunggu lama lagi,Suryo langsung menancap kan Pusaka keriput yang sudah berdiri tegak ke dalam sarang bekas milik Naima.lelaki tua ini nampak sangat menikmati pergulatan panas pagi ini.panggilan telepon dari istri ke empat nya yang ingin melahirkan pun di abaikan begitu saja karena sedang sibuk memetik bunga yang sudah tidak mekar lagi.
Berkali-kali Suryo memuntahkan cairan segar nya di dalam rahim Naima,berkat obat kuat yang di beri oleh anak buah nya ,Suryo akhir nya bisa dengan puas menikmati suasana panas ini.Naima terkulai lemas setelah pelepasan terakhir nya.
" Kamu seperti racun saja sayang, sangat mematikan sekali." bisik Suryo yang sudah memulai kembali memainkan semua jari nya di liang Naima yang masih basah.
" Ja-jangan sayang,Aku lelah sekali! Biarkan Aku istirahat sejenak,nanti malam lagi kita sambung nya." tawar Naima yang sudah tidak sanggup lagi melawan hasrat lelaki tua ini.
" Kamu tidak boleh menolak jika ingin mendapatkan segepok uang ini." sebuah senyum nakal keluar dari wajah renta Suryo.
Naima yang mendengar kata uang langsung kembali bersemangat terlebih lagi setelah melihat ada satu ikat uang mata asing yang sudah di siap kan oleh Suryo sebagai bayaran nya.
" Siapa takut." jawab Naima langsung bersemangat memulai adegan demi adegan yang tidak selayak nya dia lakukan.
Naima sendiri langsung keluar dari dalam kamar hotel ini untuk pulang menuju ke rumah nya, berlama-lama berada di satu ruangan dengan Suryo membuat dia berpikir dua kali .
Sedang kan Suryo masih terlelap nyenyak dalam tidur nya setelah kelelahan beraktivitas panas.
" Akhir nya Aku bisa bersenang -senang lagi." ucap Naima dengan wajah bahagia nya.
Namun wajah bahagia itu tidak bertahan lama.setelah melihat pemandangan tragis yang ada di depan pagar rumah nya.
" Apa-apaan ini?" teriak Naima yang baru keluar dari dalam mobil.
" Ambil semua barang anda Nona,rumah ini harus di kosong kan detik ini juga,Tuan muda tidak lagi memberikan izin untuk anda tinggal di sini."ujar Adnan dari balik pagar besi yang menjulang tinggi.
" Arif..." teriak Naima sambil memegang kuat pagar besi yang tidak bisa dia terobos masuk.
" Aku benci kalian semua...akan Aku balas semua perbuatan mu Arif, termasuk kedua orang tua mu."ucap Naima dengan wajah yang mengeras menahan amarahnya.
Like,Vote dan Komen ya guys..
Jangan lupa Pencet juga bintang 5 untuk mendukung novel ini.
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.
__ADS_1
Terimakasih semuanya 😍😍😍🥰