
Beberapa hari setelah skandal video nya beredar luas,Naima masih betah mengurung diri nya di apartemen kecil dan sangat kotor ini.untuk kebutuhan makan dan minum nya Naima memilih memakan seadanya ketimbang menyerahkan diri menjadi santapan para ibu-ibu yang sedang mencari keberadaan nya. Pak Rizal memang membuat hidup Naima menderita dan membunuh nya secara perlahan.
Suara ketukan pintu semakin keras terdengar.Naima yang baru bisa tidur saat subuh tadi terpaksa membuka mata nya dari pada harus membiarkan pintu apartemen nya rusak dan berlubang.
" Sebentar woy.." teriak Naima menggunakan suara serak nya, sebelum membuka kan pintu untuk melihat siapa yang berada di luar,Naima mengintip sebentar lalu mengambil kain penutup kepala untuk menutupi wajah nya dari orang yang tidak dia kenal.
Naima pun terpaksa membuka pintu dan nampak lah seorang pria sedang berdiri di depan apartemen nya dengan memakai setelan kerja berwarna merah.
" Maaf apa benar ini alamat tempat tinggal Nyonya Naima Maharani?"tanya pria itu.
" Hmm." jawab Naima dan menganggukkan kepala nya.Naima merasa curiga kenapa orang yang berdiri di depan dia ini bisa tahu tempat tinggal yang sudah di sembunyikan kan dan di tutup rapat.belum ada satu pun manusia yang mengetahui alamat ini.dan dia juga baru beberapa hari tinggal di dalam apartemen ini.
" Ada kiriman paket untuk anda."pria itu langsung memberikan sesuatu kepada Naima.sebuah amplop coklat di terima oleh Naima dan berhasil membuat mata nya melotot besar melihat gambar yang terdapat di bagian depan amplop.dengan tangan yang bergetar Naima menandatangani bukti terima nya.
" Pengadilan agama." batin Naima mendadak merasa pusing dan rasa nya ingin pingsan sekarang juga.
Dengan sangat kasar Naima merobek amplop coklat itu lalu mengambil kertas putih yang berada di dalam nya.dengan nafas yang berat Naima membaca dengan seksama nama yang tertera di kertas penuh tulisan itu.
" Arif menggugat cerai Aku?" rahang Naima mengeras menahan kesal dan emosi karena sudah di permainkan oleh keluarga Arif.
" Kurang ajar kalian semua." teriak Naima sambil meremas kertas yang sudah dia baca itu.
Naima terduduk di atas lantai memikirkan nasib hidup untuk kedepannya.belum sempat dia menenangkan pikiran dan hati nya,suara bunyi pintu di ketuk lagi-lagi berhasil mengalihkan atensi Naima,dengan sangat terpaksa wanita ini membuka pintu dan melihat siapa lagi yang datang menganggu ketenangan nya.tubuh nya melemah melihat banyak polisi berseragam lengkap datang menjemput nya.istilah nya sudah terjatuh tertimpa tangga pula itu lah yang di rasakan oleh Naima saat ini.
" Tidak Pak!Ini hanya salah paham..Tolong jangan tangkap Saya Pak!"Naima terlihat sedang memohon kepada sejumlah Pak polisi yang hendak membawa paksa dia dari dalam kamar apartemen nya.
__ADS_1
" Saya bukan pelaku nya Pak, Suami Saya adalah pemilik perusahaan itu." tutur Naima masih berusaha menyelamatkan diri nya dengan menyombongkan bukan hak nya. Naima terus menekan kaki nya sekuat mungkin agar tidak bisa di geser kan dari tempat nya.
" Saya mohon Pak Lepasin Saya,ini tidaklah benar,Saya sedang di fitnah Pak." teriak Naima semakin brutal.Naima bahkan tidak sempat berganti pakaian karena kaget melihat kedatangan banyak polisi di depan pintu apartemen nya.rambut acak -acakan ,hanya ada tank top dan celana sebatas paha yang dia pakai.bahkan Naima tidak di berikan kesempatan untuk menelpon siapapun yang dia minta.kedua polisi yang memegang tangan Naima bersikap dengan baik dan menjalan kan tugas sesuai dengan perintah yang ada.
Tidak ada satu kerabat, sahabat dan teman kencan yang datang menyelamatkan Naima dari penangkapan ini.korban kebrutalan tangan Naima masih kritis di rumah sakit dan belum sadar kan diri hingga sampai detik ini.
Penangkapan Naima pagi ini menghebohkan jagad Maya dan penghuni apartemen lain nya.
gambar Naima tengah di pegang oleh dua orang polisi sudah masuk ke dalam berita hot di berbagai stasiun televisi.dengan berbagai macam topik yang di berikan.
" Naima Maharani selama ini tinggal di apartemen kumuh dan juga kecil."
" Naima Maharani jatuh miskin dan sampai harus jual diri untuk memenuhi kebutuhan hidup nya.
" Naima Maharani bukan lagi menantu Ahmad Rizaldi."
" Saya bisa jelaskan semua nya Pak.lepas kan Saya." pinta Naima lagi masih tetap menolak di bawa oleh para polisi ini.
"Maaf Ibuk,nanti jelaskan di kantor saja.untuk sekarang Ibuk terpaksa harus ikut kami." kedua polisi itu menolak negosiasi yang di berikan oleh Naima. para polisi ini mulai membawa Naima meskipun harus dengan drama berteriak oleh wanita ini.semua orang sudah berkerumun merasa penasaran dengan kedatangan polisi.Tubuh Naima di paksa masuk ke dalam mobil polisi yang sudah di siap untuk mengangkut nya.
Belum juga sempat tubuh Naima duduk di dalam mobil yang memiliki sirine nyaring itu, gerombolan ibu-ibu perkumpulan istri yang suami nya di goda oleh Naima menyerang brutal tubuh Naima yang sudah lemah dan tidak bertenaga lagi.rambut Naima yang panjang menjadi sasaran empuk ibu-ibu ini.wajah Naima sudah berdarah terkena cakaran kuku ibu-ibu yang sedang tersulut amarah.
" Mampus Kamu ******! Tempat mu memang pantas di dalam penjara sana."
" Percuma Kamu bebas berkeliaran kalau kelakuan Kamu lebih rendah dari binatang buas."
__ADS_1
" Berani- berani nya Kamu menggoda suami kami,sok kecantikan Kamu hah?"
Semua Ibu-ibu ini mengeluarkan uneg-uneg yang sudah mereka tahan sejak melihat skandal panas yang melibatkan suami mereka.
" Sudah! Sudah.." polisi itu nampak kewalahan menghadapi puluhan emak-emak yang memakai lipstik merah ini.
Setelah berhasil memisah kan Naima dari tangan kumpulan istri tersakiti, Polisi langsung melajukan mobil nya meninggalkan emak-emak itu yang masih histeris memanggil nama Naima dengan segala ucapan kotor dan juga sumpah serapah nya.
Di ujung loby apartemen itu ada 2 orang anak buah Pak Rizal yang sedang melapor kan secara live penangkapan Naima kepada Tuan besar nya.
Pak Rizal dan Ibu Yolan tersenyum puas melihat kekalahan Naima secara mengenaskan.
" Ini tidak sebanding dengan apa yang telah Kamu perbuat kepada keluarga Saya." batin Ibu Yolan terus menatap ke layar laptop yang masih menyala menampilkan wajah Naima yang sudah terluka dan di penuhi oleh darah.
" Akhir nya kesempatan itu datang juga, sebentar lagi Mama akan memperkenalkan menantu kesayangan Mama kehadapan publik."ucap Ibu Yolan dengan bahagia nya.
Kehancuran Naima sudah mereka tunggu - tunggu sejak lama.melihat wajah nya yang tertunduk pasrah membuat mereka semua menikmati pemandangan langka ini.
Sedang kan di depan rumah mewah ini.
Arif memarkirkan mobil nya tepat di depan rumah,Arif tak langsung turun dan terlebih dahulu membantu melepaskan sabuk pengaman sang istri lalu mengecup kening nya.Arif bergegas turun dan berlari menuju pintu samping nya.Bila yang masih tertidur membuat Arif terpaksa menggendong nya secara hati-hati masuk ke dalam rumah.
" Tolong bawa masuk semua barang-barang kami ya Bi ." pinta Arif menggunakan suara pelan nya dan berlalu masuk ke dalam rumah.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰
__ADS_1