Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Gedoran pintu


__ADS_3

Arif langsung tertidur pulas dengan di iringi suara dengkuran halus yang terdengar dari bibir tipis nya.


" Cepat banget sih tidur nya? Pasti suami ku sangat capek sekali."ucap Bila pelan sambil membenarkan selimut untuk menutupi tubuh suami nya.


Bila mendongak kan kepala ke atas sehingga dia bisa menatap wajah sang suami yang sedang terlelap.Bila terus mengamati wajah Arif yang begitu putih bersih dan sangat tampan sekali , apalagi dia melihat dengan jarak yang sangat dekat.tidak bisa di bohongi lagi bagaimana kondisi jantung Bila saat ini.


Jedag...Jedug...Jedag..Jedug..


Irama jantung Bila sudah tidak sesuai lagi dengan aliran darah yang mengalir.hembusan nafas berbau mint dari mulut Arif membuat Bila semakin terlena di buat nya.


Karena merasa tidak nyaman tidur dengan menggunakan pakaian rapi,Bila akhirnya memutuskan untuk turun sebentar mengganti pakaian nya dengan piyama tidur yang berbahan tipis yang sangat nyaman untuk di bawa tidur, setelah selesai berganti pakaian,Bila kembali lagi membaringkan tubuh nya di samping sang suami,kali ini Bila yang berinisiatif memeluk perut Arif dengan wajah yang sengaja di letakkan di dada sang suami.Arif yang sempat terbangun akibat merasakan pergerakan berisik dari Bila hanya mengukir senyum tipis di bibir nya ketika melihat sikap Bila sudah tidak malu-malu lagi untuk bermanja kepada nya.


Mereka berdua tertidur pulas hingga beberapa jam sebelum seseorang datang menganggu kenyamanan tidur kedua nya.


Tok...


Tok...


Tok...


Sang Mama datang mengetuk pintu kamar Arif dengan begitu kuat nya dan tanpa ada jeda sedikit pun.namun tidak ada jawaban sama sekali yang di dapat kan dari pemilik kamar ini.


Tak habis akal,Mama Yolan pun mencoba menekan gagang pintu supaya terbuka,namun ternyata pintu nya terkunci dari dalam.


Beliau mencoba mengintip dari celah lubang bawah namun tidak ada yang bisa terlihat selain suasana gelap gulita tanpa ada lampu penerangan yang menyala.


" Mereka ini lagi ngapain sih? Apa lagi bikin Cucu ya buat Aku!" Ibu Yolan mulai menerka - nerka tentang keadaan di dalam sana.beliau kembali menempel kan telinga nya di depan pintu kamar ini.tetapi tidak ada satu macam suara pun yang terdengar keluar dari dalam sana.karena ponsel Arif tidak berhenti berdering sejak tadi.dan di ponsel itu tertulis nama Reno yang merupakan Asisten pribadi putra nya di kantor.dengan sangat terpaksa Mama Yolan kembali mengetuk pintu kamar walaupun tangan nya sudah memerah dan terasa panas.


Tok..Tok..Tok..


Gedoran pintu kali ini lebih kuat dari yang pertama,kaki Ibu Yolan juga ikut serta bertindak karena tangan nya sudah tidak bisa lagi mengetuk sekuat tadi.


" Arif...Apa yang kalian lakukan di dalam sana,buka pintu nya." teriak Mama Yolan dari balik pintu berwarna coklat tua itu.


Masih belum juga ada sahutan dari sang empunya, namun lagi-lagi ponsel milik Arif kembali berdering,masih dengan nama Reno yang tertulis di sana.karena merasa ini sangat penting,Mama Yolan kembali berusaha membangun kan kedua nya.


" Arif..Bila..Bangun Nak." ujar Mama Yolan kembali.


Aksi membangun kan kedua nya sampai terdengar ke lantai bawah, asisten rumah tangga hanya bisa tersenyum tipis melihat kejadian ini.


" Mungkin Tuan muda sama Nona muda ketiduran karena kecapean memadu kasih.supaya bisa memberikan cucu untuk Nyonya besar." seloroh Mbok Jum yang memang terkenal suka bercanda.


" Hustt ! Kamu ini Jum.kalau sampai terdengar sama Tuan muda! Bisa habis leher pendek mu itu kena gorok." tegur Bi Marni kepada partner kerja nya.

__ADS_1


" Jangan di anggap serius Bi! Kita mah cuman bercanda atuh.jangan lah sampai di gorok.mati dong kita nya." jawab Mbok Jum masih dengan nada bercanda nya.


" Sudah..Sudah..Sana pergi angkat jemuran.sudah mau gelap ini .kayak nya sebentar lagi mau turun hujan deras."


" Siap Komandan." jawab Mbok Jum sambil mengangkat tangannya.


Hahahaha...


" Jum...Jum. ada saja tingkah lucu mu." ucap Bi Marni sambil tertawa kecil.


Semua asisten rumah tangga yang berada di dekat mereka juga ikut tertawa dengan tingkah menghibur dari Mbok Jum.


Dari lantai atas, Mama Yolan masih terus membangun kan kedua nya.15 menit mengetuk pintu namun belum juga membuah kan hasil, sedang kan dari tempat yang berbeda Reno tidak ada henti-hentinya menghubungi nomor ponsel Arif.


" Si Bos kemana lagi? Kenapa ngga di angkat-angkat juga?" keluh Reno merasa geram dengan ulah Bos nya.


" Udah pulang ngga ngomong sama Aku,di telpon malah ngga bisa.Aduh!" Reno semakin kesal ketika melihat sudah banyak sekali panggilan keluar yang dia lakukan namun tetap juga tidak mendapatkan balasan.


" Arif! Bila! Bangun Nak." panggil Mama Yolan tidak pantang menyerah.


Bila mengerjap- ngerjapkan mata nya ketika terusik mendengar panggilan sang Mama dari pintu sana.sementara Arif semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Bila ketika merasakan pergerakan dari samping nya.sebenar nya sejak tadi Arif sudah terbangun karena kerusuhan yang di buat oleh sang Mama, tetapi karena malas berdiri dan sedang nyaman tidur siang bersama sang istri membuat Arif enggan untuk beranjak dari ranjang empuk nya.meskipun dengan resiko suara nyaring milik sang Mama pasti akan terdengar menghebohkan dari balik pintu.


" Biarin aja sayang." tegur Arif ketika melihat Bila hendak berdiri.


" Mama manggil-manggil kita terus Mas, kasihan!" jawab Bila yang tidak tega melihat nya.


Dengan sangat terpaksa Arif berdiri dari ranjang dan bergegas membukakan pintu kamar nya yang hampir roboh karena di tendang oleh sang Mama.Bila yang sedang sibuk mencari jilbab nya pun ikut berjingkat kaget mendengar tendangan yang begitu kuat di depan sana.


Klik..Klik..


Arif langsung memutar cepat kunci yang menjadi ganjalan pintu kamar mereka,dari arah luar,sang ibu singa sudah bersiap-siap akan mengamuk dan menyeruduk masuk.


Mulut Mama nya sudah terbuka ingin mengomeli kedua nya.


Ceklek


" Kalian ngapain aja sih didalam sana? Tidur atau bersemedi? Kenapa tidak bangun-bangun juga ketika Mama berteriak kuat." Ibu Yolan langsung menceramahi Arif yang masih terlihat mengantuk.


" Hoam...Mama itu mau ngapain sih ganggu kita? Sana tidur di kamar Mama,udah untung mau di bikinin cucu! Ini malah pakai acara menganggu lagi." balas Arif sambil menceramahi singkat ibu nya.


Bila yang sedang sibuk merapikan ranjang demi bisa bertemu hijab nya yang jatuh entah kemana akhirnya terpaksa mengambil hijab yang ada di dalam lemari pakaian.karena merasa sungkan dengan kedatangan sang mertua.


" Mama." panggil Bila lembut.

__ADS_1


Suara lembut dari menantu nya mampu meredam kan rasa emosi dan kesal yang menyelimuti hati Mama Yolan.


" Kamu ngga di apa- apain kan sayang sama dia?" tanya Mama Yolan sambil menunjuk wajah bantal Arif dengan rambut yang masih acak-acakan.


Arif langsung berdecak kesal melihat tingkah sang Mama.


" Disini Aku merasa terabaikan sekali,yang Anak nya yang mana sih Ma? Kenapa Mama lebih perhatian dan sayang sama Istri ku ketimbang anak nya sendiri?" keluh Arif yang tidak habis pikir melihat kasih sayang yang di berikan oleh Mama nya kepada Bila.


" Ini menantu kesayangan Mama,kalau Kamu itu anak yang suka membangkang orang tua jadi Mama sudah malas melihat wajah kusam mu itu."balas Mama Yolan yang langsung mengelus lembut pipi Bila yang mulus.


" Terserah Mama saja lah, sebenar nya Mama mau ngapain ke sini? kalau ngga ada yang penting mending Mama keluar soal nya Arif masih mau tidur." ujar Arif yang langsung mengusir sang Mama yang tidak kunjung mengatakan maksud dari kedatangan nya.


" Nih.." Mama Yolan langsung menyodorkan ponsel Arif yang masih dalam keadaan menyala karena Reno tidak berhenti menghubungi nya.


"Sejak tadi Reno terus menelpon Kamu,Mama cuman takut mungkin saja ada hal penting yang ingin dia sampaikan kepada Kamu.mangka nya Mama ketuk terus ini pintu.lain kali tidur nya jangan kayak kerbau." sindiran yang di berikan Mama Yolan tanpa sengaja membuat Bila merasa malu dan sungkan.


" Maaf Ma.Bila tadi ketiduran! Jadi ngga dengar kalau ada yang manggil." jawab Bila sambil menunduk kan kepalanya.


" Iya sayang nggak papa.lain kali jangan mau di ajak tidur seperti ini lagi,jangan sampai jika terjadi kebakaran kalian malah tidak menyadari nya karena terlalu nyaman tidur berpelukan." goda Mama Yolan lagi yang semakin sukses membuat Bila semakin malu.


" Mama!" tegur Bila.


" Hahahaha...Jangan malu seperti itu.Mama juga pernah muda kok." ujar Mama Yolan sambil tersenyum hangat.


Sedang kan Arif sudah berjalan menjauh menuju ke arah balkon dan meninggalkan begitu saja kedua wanita nya.


" Ya Sudah Mama mau turun dulu ya sayang." ucap Mama Yolan setelah puas menggoda sang menantu yang memang sangat pemalu.


" Iya Ma." jawab Bila bernafas lega.


Baru satu langkah berjalan, Mama Yolan langsung menghentikan langkah nya dan kembali memutar kan badan nya menuju ke arah pintu kamar yang masih terbuka.


" Arif! Jangan di ajak tidur terus istri Kamu ini,di ajak jalan sekali-kali,kasihan Bila harus berdiam diri di rumah terus."ucap Mama Yolan sedikit berteriak supaya sang putra bisa mendengar kan nya.


Setelah mengucapkan kata itu Mama Yolan langsung turun ke lantai bawah.


Sedang kan Arif langsung tersenyum mendengar ide bagus yang di berikan oleh sang Mama.


" Ide bagus!" gumam Arif tersenyum tipis.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys.


Jangan lupa juga pencet Tombol Favorit nya.

__ADS_1


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.


Terimakasih semuanya 😍🥰😍😍


__ADS_2