Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Reno kepergok aneh-aneh


__ADS_3

Arif yang hendak meninggalkan ruangan nya di kaget kan dengan melihat adegan yang tidak perlu untuk di tiru oleh lelaki normal lain nya.pria ini cukup tersentak saat melihat kedua tangan kanan nya sedang berpelukan di dekat meja kerja Tono.


" Astaga! Kalian berdua lagi ngapain sih?Kenapa harus terang-terangan seperti itu ? Bikin syok jantung Aku saja ." keluh Arif tidak menyangka dua pria yang dia kenal sangat normal dan juga Maco sedang berpelukan erat.


Reno hanya bisa tersenyum masam lalu dengan cepat melepas rangkulan tangan nya di pundak Tono.


" Anda sudah mau pulang Tuan? Ini tidak seperti yang anda pikirkan." ucap Reno menyudahi kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka.


" Jangan kira Aku nggak melihat apa yang sudah kalian lakukan ya! Awas saja kalau ketahuan bertingkah yang aneh-aneh lagi.Aku akan menendang kasar kalian masuk ke dalam lubang neraka yang paling sadis." ujar Arif berlalu meninggalkan mereka berdua yang saling berpandangan.


" Jangan salah Paham dulu Tuan! Ini tidak seperti yang anda bayangkan." teriak Reno sebelum Arif masuk sepenuhnya ke dalam kotak besi yang akan membawa dia turun menuju lantai bawah.


Hahahaha..


Reno dan Tono seketika berubah menjadi tertawa melihat keterkejutan Arif dan menyangka mereka sedang berbuat yang aneh-aneh.


" Ini gara-gara Kamu, Ton! Maka nya punya makanan itu jangan pelit!" seru Reno tersenyum miring masuk ke dalam ruangan untuk menyelesaikan pekerjaan nya sebelum meninggal kantor ini.


" Lagian Asisten Reno minta nya maksa, menurut aturan yang berlaku,minta lah sesuai kapasitas nya dan hormati orang yang punya." jawab Tono tidak mau kalah.


Sebelum pulang ke rumah nya,Arif memilih menyempatkan diri untuk mampir ke toko kue langganan keluarga nya.dia ingin membeli kan istri nya berbagai macam kue kesukaan nya.


Menyebut nama sang istri saja sudah membuat jantung Arif berdebar kencang karena menahan rasa rindu.selama ini Bila selalu mengeluh kelaparan setiap waktu karena kondisi kehamilan nya yang sudah semakin mendekati waktu nya.untuk itu Arif harus menyetok cemilan sebanyak mungkin agar istri nya tidak merasa kelaparan lagi.selain itu Mama Yolan juga sangat rajin sekali mengisi kulkas yang di kamar mereka dengan berbagai macam roti dan cemilan sehat lain nya.


Setiba nya di depan kediaman Ahmad,Arif langsung masuk ke dalam rumah dan di sambut secara khusus oleh istri tercinta nya.


Arif lalu merentangkan kedua tangan nya saat melihat Bila hendak menghampiri nya.


Dengan senang hati Bila pun langsung masuk ke dalam pelukan suami nya yang selalu dia rindukan wangi tubuh dan juga aroma parfum nya.


Setelah cukup lama berpelukan bagaikan sudah terpisah puluhan tahun lama nya.Arif melepas kan pelukan nya dan tidak lupa meninggalkan kecupan sayang nya di kening Bila.


" Rindu." ucap Bila lirih.

__ADS_1


" Aku juga sangat rindu sama Kamu." balas Arif lalu menyesap habis bibir merah merona yang sejak tadi sudah melambai menunggu kedatangan nya.


" Khemm...Khemm..." suara deheman seseorang membuat Arif terpaksa melepaskan ciuman panas mereka berdua.


" Jangan di luar Rif! Pindah ke kamar saja." tegur Pak Rizal yang baru saja pulang dari olahraga sore lalu masuk ke dalam kamar untuk membersihkan tubuh nya.


Bila yang melihat keberadaan papa mertua nya yang secara tiba-tiba langsung bersembunyi di balik dada sang suami.kali ini Bila benar-benar merasa malu.Bila sangat menyesali kecerobohan yang sudah dia perbuat barusan.tapi apa boleh buat jauh dari dalam lubuk hati nya yang paling dalam entah kenapa Bila sangat rindu dan ingin sekali di sentuh oleh suami nya.


" Bagaimana keadaan bayi kita hari ini sayang?" tanya Arif setelah terjadi drama penggerebekan yang berakhir membuat pipi Bila berubah merona padahal saat ini dia sama sekali tidak memakai blush on.


" Anak kita sangat baik Mas,hanya saja dia lebih sering mengajak Aku bermain bola."jawab Bila mengerucutkan sedikit bibir nya.


Arif yang melihat pemandangan itu kembali di buat on dan semakin tidak tahan ingin menyentuh istri nya.


Dengan cepat dia menggeleng kan kepala nya saat menyadari ketika mereka berdua masih berada di luar kamar.


" Syukur lah kalau dia tidak lagi menyusahkan mu,kalau dia sampai mengulangi menyusahkan mu nanti setelah lahir Aku akan memberikan dia sebuah peringatan keras." ujar Arif tanpa berpikir panjang.


" Aaaa...." Bila berteriak meringis.


" Kenapa sayang?" tanya Arif khawatir.


" Seperti nya dia tidak suka mendengar ancaman yang Kamu berikan kepada nya,anak kita menendang Aku sangat kuat sekali." tutur Bila nyengir sambil mengelus perut nya untuk memenangkan bayi nya yang terus bergerak aktif.


Arif lalu menunduk kan Kepala nya mencium dan mengelus perut Bila yang masih terasa bergoyang hebat.


" Hai jagoan! Papa hanya bercanda saja,Papa tidak akan mungkin melakukan itu kepada Kamu.jangan menyakiti Mama lagi." bisik nya sangat lembut sekali berharap bayi mereka mau mendengar kan permohonan nya.


Beberapa detik setelah mendapatkan bisikan dari sang Papa,Bayi mereka mulai terlihat tenang dan tidak lagi memberikan sensasi aneh pada perut sang Mama.


Arif dan Bila tertawa puas melihat tingkah bayi mereka yang semakin meresahkan dan juga menggemaskan.


" Ayok kita pindah ke kamar sayang." ajak Arif yang sudah tidak tahan lagi ingin melahap habis bibir mungil Bila.

__ADS_1


" Tunggu dulu Mas,Kamu duluan saja! Nanti Aku akan menyusul dan menyimpan kue ini dulu." jawab Bila sambil memperlihat kan dua kantong kue yang sengaja dia beli tadi.


" Baiklah..Jangan lama-lama ya sayang." pinta Arif sengaja mengedipkan sebelah mata nya untuk menggoda sang istri.


" Iya Mas." jawab Bila.


Sudah 10 menit lama nya Arif duduk di tepi ranjang untuk menunggu kedatangan istri nya dan ingin bermanja-manja lagi.tapi,sudah cukup lama dia menunggu sampai rasa bosan menghampiri diri nya.Bila tetap saja tidak kunjung masuk ke dalam kamar mereka.


" Kemana istri ku?"tanya Arif mulai menanggalkan semua pakaian nya dan hanya menyisakan celana boxer saja.


Arif yang sudah tidak sabaran lagi memilih keluar dari kamar untuk mencari keberadaan istri nya.pria ini bahkan sampai tidak sadar bahwa apa yang di lakukan nya saat ini sangat lah menguji iman para kaum wanita.


" Sayang!Sayang!" teriak Arif memanggil Bila.


Mendengar sang suami telah memanggil nya. Bila menghentikan acara makan kue nya dan berlari membawa segelas jus jeruk yang sudah dia minta kepada Bi Marni.


" Jangan lari-lari Non,nanti jatuh." ujar Bi Marni dan Bi Minah mengingat kan.


Bila lalu menghentikan kecerobohan nya dan menatap sambil nyengir kepada kedua orang yang sudah memperhatikan nya.


" Iya Bi.maaf." ucap Bila lalu kembali naik ke lantai atas sebelum suami posesif nya kembali mencari keberadaan nya.


" Kenapa nggak pakai baju sih Mas? Kalau di lihat oleh orang lain bagaimana ? nanti Kamu bisa di ledekkin sama Mama loh."tanya Bila lalu bergegas memeluk tubuh suami nya agar tidak di lihat oleh orang lain.


" Kamu nggak rela kalau tubuh Aku di lihat oleh wanita lain? Kamu cemburu?Hah? Kalau begitu cepat naik ke atas." ajak Arif.


" Ya nggak rela lah sayang, memang nya mau naik ke atas mana lagi? Bukan kah Aku sudah berada di atas saat ini?" ucap Bila sambil menjilat semua bibir nya yang terasa manis oleh jus jeruk yang dia minum tadi.hal itu langsung membuat Arif mencium lembut bibir Bila yang begitu menggoda.


Bila sengaja menjauh kan bibir mereka di saat Arif tengah menikmati ciuman yang memabukkan itu.Arif langsung menatap penuh tanya kepada istri nya yang berani memutuskan ciuman mereka secara sepihak.


" Sayang...." rengek Arif tidak terima.


Bila langsung mencium bibir Arif berkali-kali dan berhasil membuat suami nya tidak lagi melanjutkan ucapan nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰


__ADS_2