
Bila yang tidak tahu pokok permasalahan nya memilih berjalan dengan santai tanpa memperdulikan jika suami nya sudah jauh meninggalkan dia.
" Kenapa sih tuh laki? Sifat judes nya kambuh lagi ya?" batin Bila berjalan seperti biasa mengimbangi kaki nya yang baru bisa di bawa jalan.
" Cepetan sayang." Arif terpaksa menghentikan langkah kaki nya saat merasakan Bila tidak lagi berada di belakang dia.
" Ya ampun." Arif menepuk jidat nya kala melihat Bila masih jauh tertinggal di ujung lorong sana.
Bila tersenyum mengejek saat melihat suami nya sudah menghentikan langkah nya dan masih enggan menatap wajah nya.
" Tuh kan berhenti juga! Siapa suruh sok-sokan cuek begitu." gumam Bila tertawa puas di dalam hati nya, meskipun dalam mood kulkas 10 pintu, tetapi suami nya masih perduli dengan dia.
" Kamu bisa lebih cepat lagi nggak sih? Lelet amat kayak siput." ujar Arif mulai mengeluarkan kata-kata pedas nya.Bila terhenyak mendengar ucapan suami nya yang sudah lama tidak pernah dia dengar lagi.
" Kalau Kamu mau cepetan,sana duluan aja." jawab Bila ketus,dia merasa sakit hati dengan apa yang Arif ucapkan.Bila terus berjalan tanpa memperdulikan Arif yang terus menatap tajam kepada dia.
" Lah! Kenapa jadi dia yang marah! Harus nya Aku yang marah karena tingkah nya." ucap Arif lirih dengan tangan yang memegang tengkuk.
Arif lalu mengikuti langkah kaki Bila dari belakang, melihat cara Bila berjalan dengan tidak normal begini, membuat Arif merasa bersalah telah memperlakukan istri nya seperti tadi,tapi mau bagaimana lagi,hati nya terlanjur cemburu buta dengan isi pesan dari teman-teman Bila.
Akhir nya kedua pasangan ini sampai juga di lobby kantor,di depan tangga sana sudah ada Pak Man yang standby menunggu kedatangan mereka berdua.
" Loh! Dia mau kemana?" Arif terdiam saat melihat Bila sudah naik ke atas ojek online dan mengabaikan Pak Man yang memanggil dan membuka kan pintu untuk dia.
" Jalan Pak." ucap Bila saat sudah duduk manis di belakang Bapak ojek online.
" Mau kemana Neng?" tanya Pak ojol.
" Jalan saja dulu Pak." seru Bila dan mengabaikan suara suami nya yang tidak berhenti memanggil nama nya.
" Sayang! Hei sayang...Kamu mau kemana?" suara Arif menggelegar mengundang atensi semua karyawan nya yang masih berada di dalam kantor.para penjaga yang berada di gerbang masuk menatap bingung kepada Tuan muda mereka.
" Sayang! Turun!" teriak Arif lagi namun ojek yang di tumpangi oleh Bila sudah jauh melaju dan hampir meninggal kan pekarangan kantor nya.
" Tahan ojek itu!" titah Arif kepada para penjaga yang sedang menatap kepada dia.
" Tahan!" teriak Arif lagi namun masih belum di dengar kan juga oleh anak buah.
Pak Man yang mengerti maksud ucapan Tuan muda nya langsung membantu mengarahkan,namun sayang sekali ojek itu terlanjur menambah kecepatan sepeda motor nya sehingga aksi pencegahan itu gagal sudah.
" Kalian ini tuli atau memang sengaja membiarkan istri ku pergi? Hah?" bentak Arif kepada 5 orang penjaga yang hanya bisa tertunduk menyadari kesalahan mereka.
" Percuma kalian punya telinga tetapi tidak di pakai dengan baik." umpat Arif lalu pergi menuju mobil nya.
Arif berjalan dengan menghampiri Pak Man dengan lesu,dia mendadak tidak bersemangat.
__ADS_1
" Jalan Pak Man,kejar istri ku tadi." ujar Arif dingin lalu mengeluarkan ponsel nya mencoba menghubungi nomer ponsel Bila.
" Angkat dong sayang." ucap Arif lirih,hati nya mendadak tidak tenang melihat Bila yang memilih pulang menggunakan ojek online ketimbang ikut satu mobil dengan dia.
" Ini bagaimana ceritanya sih? Kenapa jadi Aku yang di buat bingung seperti ini dan kenapa jadi Aku yang merasa bersalah?" ucap nya sambil menutup seluruh wajah nya menggunakan telapak tangan.
Niat hati ingin membuat istri nya sadar atas kesalahannya malah Arif yang di buat kalang kabut sendiri.
Huft.....Arif terdengar menghela nafas berat nya.belum hilang rasa cemburu yang menyelimuti hati nya, tetapi Bila malah pergi begitu saja seolah tidak perduli dengan perasaan nya saat ini.
Panggilan telepon yang dia lakukan tetap saja tidak tersambung.
Bila yang tidak suka dengan ucapan suami nya yang menyamakan dia dengan siput, langsung memutuskan untuk pulang menggunakan ojek online yang kebetulan sedang mengantar paket makanan untuk karyawan suami nya yang sedang lembur.
" Ogah Aku satu mobil dengan Kamu lagi.sana pulang aja sendiri." gumam Bila tanpa menoleh kebelakang lagi.
" Yang cepat ya Pak." ucap Bila sambil menepuk pelan pundak Bapak yang berada di depan nya.
" Siap Neng,mau kemana?"
" Nantik akan Saya beritahu Pak." jawab Bila lalu bergegas mengetik pesan untuk Bibi Siti menanyakan alamat lengkap rumah mertua nya.sungguh memalukan bukan,Bila yang sudah sangat lama tinggal di rumah mewah itu masih saja belum mengingat alamat tempat tinggal nya.
Wajah Bila langsung berbinar saat Bibi Siti sudah mengirimkan alamat lengkap rumah nya.
Bila yang melihat jika Suami nya sedang menghubungi nya memilih mengabaikan panggilan itu dan kembali menyimpan ponsel nya setelah mendapatkan alamat rumah nya.
" Siap Neng." Bapak pengemudi ojol ini sangat terkejut saat mendengar Bila menyebut perumahan Elit,tangan nya menjadi bergetar saat menyadari sedang membawa penumpang yang bukan sembarang orang.
Bila yang sudah lama tidak pernah mencoba menaiki sepeda motor lagi dengan sengaja merentangkan kedua tangan nya menikmati hembusan angin yang datang menyapu wajah mulus nya.
"Duh! Aku jadi kangen Bibi sama suasana kampung deh." ucap Bila dalam hati nya dengan suasana hati yang mulai sendu.semenjak tinggal di ibu kota dan menikah dengan istri konglomerat.Bila sudah tidak pernah lagi menikmati hal-hal yang menurut nya sangat asyik.pulang pergi selalu saja di antar menggunakan mobil mewah dengan kaca yang tertutup rapat.
Bapak pengemudi ojol yang tengah melirik Bila dari kaca spion nya ikut tertawa kecil melihat sikap norak Bila.
" Horang kaya mah bebas." ucap Bapak itu lirih tetapi tetap fokus dengan jalanan yang sedang macet total.
Berbeda sekali dengan Bila yang tampak nyaman dan senang bisa menaiki ojek online,Suami posesif nya malah gelisah berkepanjangan memikirkan keselamatan istri nya.
" Aduh sayang,kalau Kamu nyasar dan di bawa kabur sama pengemudi ojol itu bagaimana?" batin Arif mulai parno sangat takut kehilangan istri yang baru saja dia cuekin.
" Cepat Pak Man,nanti istri ku ke sasar lagi." titah Arif dengan raut wajah dingin nya.
Pak Man yang sengaja mengintip dari kaca spion hanya bisa mengangguk tanpa berani membantah atau pun menolak.
" Kenapa nggak jalan-jalan sih Pak?" tanya Arif pura-pura bodoh, padahal dia bisa melihat sendiri keadaan di sekitar mobil nya.semua pada diam berhenti di tempat tanpa ada yang menginjak pedal gas.
__ADS_1
" Sedang macet parah Tuan muda." jawab Pak Man tidak ingin di salah kan.padahal jelas-jelas banyak mobil yang ikut mengantri di samping dan depan mereka.
Kegelisahan yang dialami Arif ternyata mampu menyumbat jalan pikiran nya.
" Berapa Pak?" tanya Bila santai.saat ini wanita berhijab bak seorang model terkenal sudah sampai terlebih dahulu di depan rumah mertua nya tanpa harus ikut merasakan kemacetan ibu kota.Bapak ojol yang sudah hapal dengan jalan tikus membawa Bila melewati jalan sepi itu dan mengantar kan Bila lebih cepat dari perkiraan nya.
" 25 ribu Neng." jawab Pak ojol sambil melirik nominal yang tertulis di layar ponsel nya.
Bila pun mengangguk dan menarik satu lembar uang ratusan dari dompet mungil nya.
" Ini ya Pak." ujar Bila tersenyum manis sembari mengulurkan tangan nya.
" Aduh..Nggak ada uang pas yang Neng?" tanya Pak ojol yang memang belum punya kembalian nya.
" Udah buat Bapak aja." jawab Bila lalu berjalan masuk ke dalam gerbang tinggi rumah nya.di depan gerbang itu sudah ada banyak penjaga yang menyambut kedatangan nya.
" Selamat sore Nona muda." sapa mereka kompak.
" Sore Pak." jawab Bila.
"Aku masuk dulu ya." pamit Bila meninggalkan mereka yang masih penasaran kenapa Nona muda pulang menggunakan ojek online.
Saat Bila hendak naik ke teras depan rumah mewah ini.dari taman samping muncul lah Mama Yolan beserta Bi Marni sedang bercengkrama ria.
" Kamu sudah pulang sayang?" tanya Mama Yolan penuh perhatian.
" Iya Ma." jawab Bila lalu mencium punggung tangan Mama mertua nya.
" Suami Kamu mana?" tanya Mama Yolan celingukan mencari keberadaan putra nya beserta mobil yang biasa dia gunakan.
" Kamu pulang pakai apa sayang?" tanya Mama Yolan mulai curiga.
"Tadi Bila naik ojek online Ma." jawab Bila jujur.
" Suami Kamu di mana? Kenapa dia membiarkan Kamu pulang menggunakan ojek online?"
" Awas Kamu Arif!" Mama Yolan seperti nya sangat marah sekali mendengar menantu nya terpaksa pulang menggunakan ojek online, padahal di rumah mereka banyak mobil yang menganggur dan banyak sopir yang menunggu perintah mereka.
" Bila lagi malas sama Mas Arif Ma,masa dia ngatain Bila sama kayak siput, padahal kaki Bila kan masih sakit,udah itu dia marah-marah nggak jelas sebab dan akibat nya lagi.ya Bila tinggal pergi aja." Bila mengadu kan semua yang dia alami saat berada di kantor Arif,dia ingin rasa sakit hati nya terbalas kan oleh kemarahan mertua nya.
" Kurang ajar anak itu! Berani-beraninya dia menghina menantu Mama, padahal sudah jelas kaki nya sedang sakit begini."
" Kemana dia? Kenapa belum sampai juga?" Mama Yolan terus memperhatikan pintu gerbang nya menunggu kedatangan Arif yang sudah menyakiti perasaan menantu kesayangan nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰
__ADS_1