Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Pulang ke rumah


__ADS_3

Arif begitu lembut memperlakukan Bila, sebelum nya pria yang berprofesi sebagai pengusaha sukses ini tidak pernah melakukan pekerjaan seperti ini.jika sudah waktunya makan maka tangan kanan nya begitu telaten menyuapi Bila,dan tidak lupa mengoles kan obat di kaki Bila yang masih membiru.semua dia lakukan hanya seorang diri tanpa mau meminta bantuan kepada pegawai hotel nya.


Pagi ini Arif tampak tenang membantu Bila membersihkan tubuh nya di dalam kamar mandi hotel,susah payah dia menahan sesuatu yang sudah mengerang keras di bawah sana.wajah pria ini bahkan sudah memerah karena menahan gairah nakal nya.


" Mas! Kamu kenapa? " tanya Bila kala menyadari sang suami hanya diam dengan wajah merah padam nya.


" Nggak papa sayang,emang nya kenapa?" tanya Arif balik.


"Mmm Aneh deh Kamu ini Mas,Aku lagi namanya Kamu.... Eh malah Kamu nanya lagi?" Bila menggelengkan kepalanya.


" Ini semua gara-gara si piton sayang,lihat Kamu mandi seperti ini saja...Dia udah berdiri minta masuk sarang nya.Aku kewalahan menenangkan dia." jawab Arif apa adanya.


" Aku ngga papa kok Mas,kalau mau melakukan nya,tapi pelan-pelan ya." Bila mulai mengerti bagaimana sakit nya menahan hasrat yang tidak tersalurkan.tadi malam dia sempat belajar sebentar di ponsel canggih milik sang suami tentang cara menyenangkan suami dan cara melayani suami biar puas.


" Aku ngga papa kok sayang,nanti saja kalau kita sudah sampai di rumah,tapi harus double ya." jawab Arif sambil mengerlingkan mata nya.


Arif langsung menggendong Bila keluar dari kamar mandi dan membantu sang istri memakai pakaian nya.


" Beneran ngga papa? Nanti Kamu malah nyari pelampiasan di luar lagi gara-gara Aku ngga bisa melayani Kamu dengan baik." sejak tadi malam Bila mulai berani mengeluarkan pendapat nya.dia bahkan tidak sungkan lagi menampakkan sisi manja nya kepada Arif,jatuh di telaga biru kemarin sore seperti nya membawa berkah tersendiri bagi Bila.


"Ya ngga mungkin lah sayang! Kamu pikir Aku laki-laki macam apa yang mau sembarangan coblos sana sini,Aku masih bisa sabar menunggu waktu nya.nanti malam Aku akan membuat Kamu ngga bisa tidur sampai pagi."


" Ya mana Aku tahu Mas, laki-laki kan kalau sudah ke pengen ya asal mau saja, nenek-nenek juga di embat." balas Bila semakin ngaco.


" Apa isi kepala mu selalu berpikiran yang tidak-tidak tentang Aku?" Arif langsung menyentil keras kening Bila hingga wanita nya meringis.


" Sakit Mas! Kalau Kamu ngga merasa ya ngga usah marah gitu." keluh Bila sambil menggosok kening nya yang terasa panas.


" Maaf sayang,habis nya ini kepala suka aneh deh.mungkin gara -gara Kamu jatuh kemarin deh sayang."Arif membantu meniup kening Bila yang sudah nampak memerah.


Bila hanya bisa menunduk menikmati semua perlakuan manis Arif, rambut hitam nya bahkan di sisir dan di keringkan oleh tangan kekar suami nya.


" Ini pakai hijab nya sayang." pinta Arif dengan menyerahkan sehelai kain berwarna putih senada dengan rok plisket panjang yang Bila kenakan.


" Terimakasih Mas." jawab Bila mulai melilit kan Hijab di atas kepala nya.


Sebelum kembali pulang kerumah orang tua nya,Arif dan Bila terlebih dahulu menyantap sarapan pagi yang sudah di antar langsung ke dalam kamar mereka.


"Maaf kan Mas ya sayang,kita ngga bisa lama-lama berada di sini,siang nanti Mas sudah harus berangkat ke kantor karena ada meeting yang bisa di tinggalkan." ujar Arif memberi tahu.


" Iya nggak papa kok Mas,sudah cukup liburan nya Aku sangat puas sekali menikmati pemandangan indah ini."

__ADS_1


" Terimakasih sudah mau mengerti,lain kali Aku akan mengajak kembali Kamu untuk datang ke sini lagi."


" Siap Tuan muda,di tunggu." goda Bila sambil mengacungkan jari jempol nya.


" Hahaha..."


" Lucu banget sih Kamu!" seru Arif langsung menarik ujung hidung Bila menggunakan dua jari nya.


Usai sarapan Arif dan Kiki langsung bergegas turun ke lantai dasar menuju tempat parkir mobil Arif.


"Terimakasih atas kunjungan nya Tuan muda,semoga pelayanan kami tidak mengecewakan anda dan juga istri.hati- hati di jalan Tuan muda dan Nona muda." ucap Manager hotel itu melepas kepulangan sang pemilik hotel besar ini.


" Iya Terimakasih." jawab Arif langsung menutup kaca mobil nya dan mulai menghidupkan mesin mobil nya .


Semua barang-barang milik Arif dan Bila sudah di bawa turun duluan ke dalam mobil nya oleh pegawai Arif.


" Kamu cari apa sayang?" tanya Arif saat melihat Bila yang tidak berhenti mengacak -acak isi tas nya.Arif bahkan sampai meringis melihat Bila yang tanpa sadar sudah mengangkat tinggi kaki kiri nya.


" Kaki nya jangan di gerakan dulu sayang,bahaya!" tegur nya lagi.


" Iya Mas,Kamu nampak ponsel Aku ngga?" tanya Bila setelah merasa frustasi mencari keberadaan ponsel keluaran terbaru milik nya.


" Oh..Itu Aku simpan dalam laci depan." Arif langsung membuka laci mobil nya dan mengambil benda pipih yang sudah sejak tadi di rindukan oleh Bila.


" Di charger aja dulu sayang,nih kabel nya." ujar Arif menyerah kan sebuah kabel berwarna putih agar bisa di pakai oleh Bila.


"Terimakasih Mas,hari ini Kamu benar-benar seperti Doraemon deh.setiap Aku butuh sesuatu pasti selalu ada." jawab Bila sambil nyengir.


Hahahaha....


Tawa Arif langsung pecah mendengar kata-kata yang Bila ucapkan,entah sudah berapa kali dia di buat tertawa pagi ini oleh ulah polos sang istri.hidup berumah tangga bersama Bila membuat urat-urat tegang di wajah Arif sudah mulai hilang dan semakin membuat tingkat ketampanan nya bertambah 10 kali lipat.


" Dan Kamu adalah shizuka nya sayang."Arif semakin meladeni kepolosan sang istri.sedangkan Bila hanya tersenyum mendengar nya.


Mata Bila seketika langsung membulat besar melihat banyak nya panggilan yang tidak terjawab datang dari nomer sang Bibi.


Sejak kejadian kemarin sore,Bila sama sekali tidak tertarik bermain ponsel bahkan keberadaan nya saja baru dia ketahui pagi ini.semalaman ketinggalan di dalam mobil suami nya membuat ponsel Bila kehabisan daya.


" Assalamualaikum Bi."sapa Bila ketika sambungan telepon mereka telah tersambung.


" Wa alaikum salam Nak.Kamu dari mana saja ? Kenapa ponsel mu tidak pernah aktif saat Bibi hubungi?" Bibi Siti mencecar Bila dengan sejumlah pertanyaan. raut wajah wanita paruh baya ini terlihat sangat mencemaskan keadaan putri nya.

__ADS_1


" Maaf Bi, kemarin ponsel Bila ketinggalan di mobil Mas Arif dan lupa kehabisan daya.Bibi apa kabar nya?"


" Baik Nak,harus nya Bibi yang menanyakan bagaimana kabar Kamu? Entah kenapa firasat buruk Bibi mengatakan telah terjadi sesuatu kepada Kamu Nak?" ujar Bibi Siti menjelaskan tentang kekhawatiran yang beliau rasakan.bahkan untuk tidur pun Bibi Siti tidak bisa berlama-lama karena selalu teringat dengan sang putri yang belum ada kabar berita.


Bila lalu menolehkan kepala kepada suami nya.seolah meminta persetujuan untuk menceritakan kejadian yang dia alami kemarin sore.


" Terserah Kamu." ucap Arif pelan menyerah kan semua nya kepada Bila.


" Firasat buruk Bibi benar Bi. " ucap Bila dalam hati nya.dia tidak berani berkata jujur karena tidak ingin membuat sang Bibi semakin cemas dan gelisah memikirkan keadaan nya.


" Bila baik-baik saja kok Bi, kemarin di ajak Mas Arif menginap di hotel yang ada di kawasan kampung sakti." jawab Bila berbohong menutupi kejadian yang sebenarnya.ini semua dia lakukan demi menjaga kesehatan sang Bibi.


" Syukur lah Nak, berarti firasat buruk itu hanya lah perasaan Bibi saja."


" Bagaimana liburan nya Nak? Apa tempat nya sangat bagus sekali sampai membuat Kamu lupa jalan pulang?" Bibi Siti mulai menggoda sang putri.


" Seru Bi, tempat nya sangat indah sekali.Bibi ngga boleh berpikiran buruk dulu kepada Bila, sekarang ini Bila dan Mas Arif sedang di jalan menuju rumah." jawab Bila tidak ingin menjadi bahan ledekan sang Bibi.


" Jangan Bohong Bil,Bibi yakin Kamu pasti merengek minta untuk tidak pulang dulu." goda Bibi Siti lebih menyudutkan Bila.


" Bibi! Kalau Bibi tidak percaya Bibi tanyakan langsung saja kepada Mas Arif."


" Nih Mas,Kamu ngomong dulu." sambung Bila mendekat kan ponsel nya ke wajah Arif.


" Assalamualaikum Bi,apa kabar?" tanya Arif berbasa-basi.


" Wa alaikum salam Nak, Alhamdulillah kabar Bibi baik." jawab Bibi Siti.


" Maafkan kami yang belum bisa mengunjungi Bibi di sana Bi, pekerjaan Arif sedang menumpuk sekali, apalagi hari ini rencana nya Arif sudah langsung masuk kerja."


" Iya..Iya.Tidak apa-apa,Bibi mengerti kok.tolong jagain Bila untuk Bibi ya Nak Arif." pesan Bibi Siti kepada Arif.


Arif mengangguk kan kepalanya pelan dan tersenyum tipis.


" Iya, Bibi ngga usah khawatir Arif akan menjaga Bila dengan baik." jawab Arif meyakinkan sang Bibi bahwa dia adalah lelaki yang tepat menjadi pendamping hidup Bila.


" Ya sudah kalau gitu Bibi tutup dulu ya,Bibi mau berangkat ke pasar."


" Siap Bi, hati-hati berangkat ke pasar nya." Arif langsung mematikan sambungan telepon nya.dan ketika dia hendak mengembalikan ponsel milik sang istri,Arif di buat melongo melihat keadaan Bila yang sudah tertidur pulas di samping nya.ketika mereka berada di lampu merah,Arif dengan sigap membenarkan posisi tidur sang istri agar lebih nyaman lagi.


" Cepat banget sih tidur nya." Arif tersenyum menatap wajah cantik milik sang istri.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰


__ADS_2