Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Kondisi Naura memburuk


__ADS_3

Keadaan Naura saat ini sungguh menyedihkan sekali.setiap hari hanya ada suara jeritan dan tangisan pilu yang keluar dari mulut nya. dan itu terjadi semenjak dia keluar dari perusahaan milik Arif.


Pagi ini Naura langsung di larikan ke rumah sakit setelah beberapa kali mencoba bunuh diri dengan memotong urat nadi nya.namun beberapa aksi nya sempat gagal karena begitu cepat di ketahui oleh sang Ibu dan sempat di cegah dengan cara membujuk nya.tetapi saat ibu nya terlelap di tengah malam,Naura kembali melancarkan aksi bunuh diri nya karena sudah tidak sanggup lagi menahan malu, apalagi untuk sekarang ini nama nya sudah di blacklist oleh Arif dan tidak bisa lagi melamar pekerjaan di perusahaan manapun itu.


Ibu Warsih menutup mulut nya dengan menggunakan kedua telapak tangan nya saat melihat kondisi putri semata wayangnya.di dunia ini hanya Naura yang dia miliki karena suami nya sudah meninggal kan mereka beberapa tahun yang lalu, sedang kan kerabat dan sanak saudara yang lain pergi menjauh dari keluarga mereka karena tidak merestui pernikahan diam-diam yang mereka lakukan berdua.


Bukan hanya tubuh Naura saja yang penuh luka-luka,bahkan juga terdapat beberapa luka di wajah mulus Naura.Ibu Warsih di buat semakin tidak percaya saat melihat kedua kaki Naura di ikat di ujung ranjang sedang kan satu tangan nya juga ikut di ikat di sisi atas.


" Apa yang sudah terjadi kepada anak Saya Pak? Kenapa kaki dan tangan nya harus di ikat seperti ini?" tanya Ibu Warsih dengan tubuh lemas nya.


" Ini pasti akan sangat menganggu ketenangan nya Pak?" imbuh wanita paruh baya ini dengan linangan air mata yang semakin tumpah membasahi wajah nya.


Bu Warsih perlahan mendekat dan bermaksud untuk melepas ikatan tali itu tetapi dengan cepat di cegah oleh perawat yang mendampingi nya.


" Jangan di lepaskan Bu!" seru perawat pria itu dan sukses membuat Bu Warsih menghentikan aksi nya.


" Kenapa sampai seperti ini sih Pak? Hati ibu mana yang tega melihat anak nya di perlakukan seperti ini? Jangan di ikat Pak, kasihan Naura?" pinta Ibu Warsih tersedu-sedu.selama ini hanya Naura lah yang menjadi pelipur sekaligus penyemangat hidup nya,Naura juga lah yang menjadi tulang punggung keluarga mengganti kan ayah nya dan semua kebutuhan hidup mereka sangat mengandalkan jerih payahnya.


Ibu Warsih sangat membanggakan kehebatan putri nya. wanita paruh baya ini juga selalu memuji putri nya di hadapan para tetangga rumah nya.


" Maaf, Bu! Kami terpaksa mengikat tangan dan juga kaki anak ibu karena sejak tadi anak ibu tidak berhenti memberontak dan masih saja melukai diri nya sendiri.termasuk kami para perawat yang ingin memeriksa keadaan nya.seperti nya anak ibu mengalami depresi berat.pasti ada hal besar yang sudah terjadi kepada dia sampai membuat dia depresi sampai separah ini."


Hati Ibu Warsih benar-benar hancur mendengar penjelasan yang di berikan oleh perawat yang berdiri di samping nya.putri yang selama ini dia bangga kan harus berakhir menyedihkan seperti ini.hati Bu Warsih benar-benar terluka mengetahui fakta pahit ini.


" Sebenar nya apa yang menjadi penyebab sampai putri Saya harus mengalami depresi ini Pak?" tanya Bu Warsih yang sama sekali belum mengetahui tentang fakta yang di sembunyikan oleh putri nya.yang dia tahu semenjak tidak pulang ke rumah selama satu malam,Naura berubah menjadi pemurung dan hanya ingin berdiam diri di dalam kamar saja.dia juga tidak lagi seaktif dulu jika di ajak bicara oleh Ibu nya.


" Entah lah Bu! Kami juga belum bisa memastikan.karena tadi saat Dokter mengajak pasien berbicara tidak ada respon sama sekali yang dia berikan dan pasien juga tidak mau mendengarkan apa yang kami ucapkan."

__ADS_1


Bu Warsih menarik nafas nya dalam-dalam dan menghembuskan nya dari mulut secara perlahan.dia harus bisa menenangkan diri nya untuk merawat putri nya agar sembuh kembali seperti sedia kala.


" Kamu harus cepat sembuh Nak, hidup kita akan kacau balau kalau seperti ini terus." batin Ibu Warsih menatap lekat wajah sang putri yang sudah tertidur akibat di kasih obat penenang.


Arif yang baru saja turun dari lantai atas di buat kaget saat melihat Seno yang duduk berdekatan dengan istri nya sambil mengobrol dan juga tertawa cekikikan.darah nya langsung mendidih di suguhkan pemandangan buruk pagi ini,padahal baru semalam dia mereguk kenikmatan dunia.tetapi posisi duduk Seno benar-benar membuat mood nya berubah menjadi buruk.pikiran nya jadi kemana-mana saat melihat Seno terus mencuri pandang kepada Bila.


" Seno! Apa yang Kamu lakukan?" tanya Arif dengan mata tajam nya.


" Pagi Mas." sapa Seno tersenyum lebar sampai memperlihatkan deretan gigi putih nya dan yang sangat rapi.


" Jangan berkilah! Apa yang sedang Kamu lakukan di dekat istri ku?" sergah Arif lagi,pria ini semakin bingung melihat adik nya yang masih memakai baju tidur dan cukup santai.padahal jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.


Bila yang sedang asyik menyantap rujak buah buatan Bi Marni memilih diam tanpa mempersilahkan suami nya duduk terlebih dahulu.


" Aku rasa mata Mas masih berfungsi dengan baik,lihat lah tangan ku sedang memegang apa ini?" Seno bukan nya menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh sang Kakak, tetapi pria itu malah sengaja memberikan pertanyaan lagi yang sukses membuat darah tinggi Arif kumat.


" Kenapa sih Mas? Aneh banget jadi orang.kalau mau cemburu itu lihat-lihat tempat dong.jangan semua di posesif kan." ucap Seno tidak terima dengan sikap Arif.


" Pokok nya jangan dekat-dekat,kasihan anak ku kalau harus berdekatan dengan manusia seperti Kamu." sahut Arif lagi yang langsung di sambut gelak tawa dari Bila.


Hahahaha...


Hahahaha..


" Sayang! Ke-napa malah tertawa sih?" tanya Arif bingung.sedangkan Seno yang berada di ujung sana terus saja mengunyah buah yang di campur dengan kuah.


" Kamu itu aneh deh Mas! Masa sama Adek sendiri cemburu? Terus nanti sama anak sendiri juga bakal cemburu dong karena nanti waktu ku akan lebih banyak untuk mengurus anak kita." ujar Bila menahan tawa nya.

__ADS_1


" Aku nggak cemburu sayang,hanya nggak suka saja kalau Kamu lebih sering berduaan dengan dia.dan lagian mana mungkin sih Aku cemburu kepada dia dan anak kita." jawab Arif tidak mau mengakui kebenaran nya.


Bila yang sudah sangat mengenal dekat bagaimana sifat suami nya tidak lagi membantah apapun karena itu akan percuma saja menurut nya.Arif tidak akan pernah mau mengakui nya di depan Seno.


Arif dengan sengaja menggeser piring buah itu agar semakin dekat dengan Seno, agar sang adik tidak punya kesempatan lagi untuk mencuri pandang kepada istri nya.


" Loh! Mas,kenapa piring nya di geser ke sini sih? Kasihan Mbak Bila yang kesusahan untuk mengambil nya."protes Seno antara kasihan dan juga tidak terima.


" Kamu tidak perlu repot-repot memikirkan istri ku,ada Aku yang akan membantu mengambilkan untuk dia." jawab Arif tegas.


" Lebih baik sekarang Kamu naik ke atas dan segera lah bersiap-siap berangkat kerja." imbuh nya tanpa menatap kepada sang adik.


" CK..." Seno berdecak kesal tetapi tetap berdiri dari sofa melangkah menuju kamar nya.


" Mama sama Papa kemana sayang? Kenapa sepi sekali?" tanya Arif yang sejak turun tadi belum melihat keberadaan kedua orang tua nya.


" Mama sama Papa tadi sudah pamit pagi-pagi untuk ikut acara jalan santai bersama rekan-rekan kerja Papa." jawab Bila.


"Jangan banyak-banyak makan buah asam nya sayang ,nanti Kamu sakit perut." ucap Arif membantu mengelap keringat Bila yang ada di dahi nya.


" Iya Mas,ini nggak terlalu asam kok,ayok kita sarapan." ajak Bila yang mengerti kalau suami nya harus segera berangkat ke kantor.


Arif pun mengangguk lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Bila berdiri dari duduknya.


Mereka hanya menikmati makan pagi hanya berdua saja.sedangkan Seno sejak tadi belum juga turun dari kamar nya.entah apa yang di lakukan oleh anak itu sehingga sampai setengah jam berlalu masih belum juga menampakkan batang hidung nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2